Kamis, 16 Juli 2009

Hamil di Usia 66 Tahun


ELIZABETH Adeney menjadi perempuan hamil tertua di wilayah Inggris. Ia akan melahirkan di usia 66 tahun.
Rekor ibu hamil tertua sebelumnya berusia 62 tahun atau empat tahun lebih muda dibandingkan Adeney. Kehamilan Adeney memasuki bulan kedelapan. Ini merupakan kehamilan pertama.

Perempuan yang berstatus sebagai janda ini harus pontang-panting keluar negeri guna mencai rumah bersalin yang sanggup melayaninya. Sebab, rumah-rumah bersalin di Inggris tak bisa melayani persalinan bagi perempuan berusia di atas 50 tahun.
Dengan posisinya sebagai businesswoman yang sukses, Adeney punya mesiu cukup untuk mencari rumah bersalin. Ia pun sangat bersyukur ketika tahu bahwa ia hamil.
Sampai usia kehamilan yang memasuki bulan kedelapan, Adeney masih bekerja lima hari dalam sepekan. Ia menjabat sebagai direktur di perusahaan plastic dan tekstil. Teman-temannya bilang bahwa Adeney sangat sehat.

Kehamilannya kini mengungkit kembali perdebatan lama seputar usia ideal untuk kehamilan. Muncul lagi perdebatan apakah bayinya akan sesehat bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu di bawah usia 40 tahun.

Kehamilan Elizabeth Adeney langsung mengundang perdebatan di Inggris. Bukan karena Miss Adeney ini hamil di luar nikah, namun karena usianya yang tergolong uzur bagi wanita untuk memiliki anak. Bukan hanya perdebatan medis tapi juga perdebatan nasib sang anak nantinya.

Tahun ini Elizabeth Adeney akan berusia 67 tahun. Seminggu sebelum ulang tahunnya itu dia akan melahirkan bayi pertamanya dengan operasi Caesar, yang artinya dia akan melahirkan pada usia 66 tahun. Menurut Sun, kehamilannya itu merupakan hasil program bayi tabung (in vitro fertilization/IVF), yang dilakukannya di sebuah rumah sakit di Ukraina karena rumah sakit di Inggris menolak melakukan IVF kepadanya.

Keputusan CEO sebuah perusahaan plastik dan tekstil itu menimbulkan pro-kontra. Salah satu penentangnya adalah Profesor Severino Antinori, yang mempelopori program bayi tabung untuk wanita yang berusia setengah abad ke atas. Program itu dilakukan Antinori terhadap seorang perempuan berusia 63 tahun pada tahun 2003.

“Saya shock mendengar ada perempuan usia 66 tahun akan melahirkan. Saya menghargai pilihan medisnya, tapi saya pikir memiliki anak di atas usia 63 tahun itu berisiko.
Menurut Antinori, bukan masalah teknis IVF-nya atau masalah medisnya yang dia persoalkan, tapi masalah social bagi sang anak nantinya.

“Secara medis sangat mungkin memberikan kehamilan bagi seorang perempuan sampai usia 83 tahun. Namun ini bisa disebut kriminal kedokteran karena dalam beberapa tahun sang anak akan kehilangan ibunya dan berdampaka pada psikisnya,” kata Antinori kepada The Australian.

Maka dari itu, professor, yang mengklaim telah “menghamilkan” 3.000 perempuan usia 49 sampai 63 tahun tidak mau melakukan IVF kepada wanita di atas usia 63 tahun.
“Saya dengar dia melakukannya di Ukrainia, salah satu negara dengan catatan medis teburuk karena mereka tak pernah melakukan penelitian. Mereka berjiwa petualang,” kata sang professor. (berbagai sumber/ink)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar