Kamis, 29 November 2018
Senin, 19 November 2018
Ini Klarifikasi Wiranto tentang Keluarganya yang Bercadar
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengklarifikasi tentang tentang sosok bercadar dan bersorban yang terdokumentasi saat pemakaman Ahmad Daniyal Al Fatih (alm), cucu Wiranto yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Mereka diketahui merupakan keluarga dekat Wiranto. Sosok bercadar itu merupakan anak dan cucu Wiranto.
“Banyak masyarakat terkejut, media sosial ramai membincangkan tentang mereka. Ada yang senang dan ada pula yang mencerca dengan prasangka dan cara mereka. Bahkan mencoba menghubung-hubungkan dengan tugas dan jabatan saya sebagai Menko Polhukam,” kata Wiranto dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/11/2018).
Mantan Panglima ABRI itu mengatakan tidak akan memperkarakan pihak-pihak yang menebar isu tersebut. Ia cuma berharap agar anak dan cucunya yang telah meninggal mendapatkan ketenangan.
“Saat ada orang yang mencibir dan memfitnah, sayapun hanya tertawa, karena memang tidak perlu saya layani. Agar anak dan cucu saya dapat menghadap Allah yang Maha Kasih dengan tenang, maka tidak ada salahnya kalau saya menjelaskan tentang keluarga saya dan prinsip-prinsip kehidupan yang saya berikan kepada mereka,” ujar dia.
Wiranto mengakui, tahun ini sudah genap setengah abad dia mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Ia selama 32 tahun dalam penugasan sebagai militer aktif dan sisanya 18 tahun dalam politik dan pemerintahan.
Dia menyatakan, keteguhannya berpegang pada idiologi Pancasila dan Saptamarga. Dengan modal itu Wiranro mengajari keluarganya untuk merasa memiliki, mencintai, membela negeri ini dimanapun posisi mereka, apapun pekerjaan mereka. Sebab, di negeri ini mereka dilahirkan, dibesarkan, dididik, mendapatkan kehidupan bahkan tempat peristirahatan terakhir.
“Jangan campur adukkan agama dengan ideologi negara, jangan jual agama untuk kepentingan politik dan jangan jual agama untuk mencari keuntungan finansial. Dalami agama untuk bekal di akherat dan memberikan kebaikan bagi sesama, bangsa dan negara,” terang Wiranto, “Kamu boleh kenakan baju apa saja, selama kamu merasa nyaman tetapi yang penting janganlah penampilanmu hanya untuk pamer tentang ke-Islamanmu, karena kedalaman agamamu bukan diukur dari pakaianmu atau penampilanmu, tetapi akhlak dan perilakumulah yang lebih utama.”
Wiranto menambahkan, ia memberikan kebebasan kepada anak-anak dan cucunya untuk bekerja sesuai keinginan mereka. Ia selalu menekankan kepada mereka untuk berusaha memberikan kebaikan kepada negeri ini dan bukan malah merepotkan negeri ini.
“Saya beruntung pernah dipercaya menjadi Panglima ABRI/TNI tetapi tak seorang pun anak atau menantu saya mengikuti jejak saya sebagai militer, atau menjadi rekanan untuk pengadaan Alutsista. Saya mendirikan partai Hanura, namun tak seorang pun dari keluarga saya menjadi pengurus partai. Saya memang meminta dengan sungguh-sungguh kepada mereka untuk jangan sekali-kali memanfaat jabatan saya untuk kepentingan pribadi. Saya bersyukur sampai detik ini kami sekeluarga masih dapat mempertahankan komitmen itu,” tegas dia. []
SUMBER: SUARA

Tinjau Akibat Kebakaran di California, Trump: Ini Seperti Kehancuran Total
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah bertolak ke California pada Sabtu (17/11/2018). Trump ingin melihat secara langsung kerusakan akibat meluasnya kebakaran hutan di negara bagian itu. Ia terbang dari Washington DC dan kembali ke ibukota pada hari yang sama.
“Tidak ada yang pernah mengira ini dapat terjadi. Ini seperti kehancuran total,” ujar Trump kepada wartawan setelah berjalan di antara reruntuhan puing-puing akibat kebakaran di kota Paradise, di bagian utara California.
Setidaknya 9.700 rumah hancur, 76 orang meninggal dan lebih dari 1.000 lainnya dinyatakan hilang. Kebakaran yang disebut sebagai “Camp Fire” itu menjadi kebakaran yang paling banyak menelan korban jiwa dalam sejarah California.
Lebih dari 5.500 petugas pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api.
“Saya kira orang-orang harus melihat kebakaran ini untuk benar-benar memahaminya,” ujar Trump.
Saat mengunjungi lokasi kebakaran, Trump ditemani oleh Walikota Paradise Jody Jones, Gubernur California Jerry Brown, gubernur yang baru terpilih Gavin Newsom, dan Kepala FEMA Brock Long.
Trump bertekad dn berjanji akan bekerjasama dengan kelompok-kelompok lingkungan hidup untuk mengelola hutan secara lebih baik.
“Semoga ini menjadi kebakaran terakhir, karena ini sangat buruk,” kata Trump.
Tetapi ketika ditanya apakah kebakaran hutan ini mengubah pandangannya dengan perubahan iklim, Trump mengatakan “tidak, tidak!” Ia mengatakan ada banyak faktor yang menjadi penyebab kebakaran hutan ini.
Lebih dari satu minggu sejak terjadinya kebakaran yang meluluhlantakkan kota Paradise, api telah melalap lebih dari 590 kilometer per segi wilayah dan baru 50% yang berhasil dipadamkan. []
SUMBER: VOA
Minggu, 18 November 2018
Selamat Pagi, semoga kita semua dlm keadaan sehat dgn sisa hidup kita yg penuh dgn Keberkahan...
Mahatir Muhamad (usia 92th) mengatakan ...
“Saya akan menyarankan orang untuk tidak beristirahat ketika mereka menjadi tua karena jika Anda beristirahat, Anda akan segera menjadi sangat lemah dan tidak mampu, dan mungkin menjadi pikun. Jadilah aktif setelah Anda mencapai usia pensiun, "
Kata Dr Mahathir.
“Saya akan menyarankan orang untuk tidak beristirahat ketika mereka menjadi tua karena jika Anda beristirahat, Anda akan segera menjadi sangat lemah dan tidak mampu, dan mungkin menjadi pikun. Jadilah aktif setelah Anda mencapai usia pensiun, "
Kata Dr Mahathir.
Ini sama dengan otot-ototmu. Jika Anda tidak menggunakan otot dan berbaring sepanjang waktu, otot-otot bahkan tidak dapat membawa berat badan Anda. Anda tidak bisa berdiri. Anda tidak bisa berjalan.
Otak juga sama.
Jika Anda tidak menggunakan otak Anda, Anda tidak berpikir, Anda tidak menyelesaikan masalah, Anda tidak membaca, Anda tidak menulis, otak mundur dan Anda menjadi pikun. Jadi selalu aktiflah" tambahnya
Jika Anda tidak menggunakan otak Anda, Anda tidak berpikir, Anda tidak menyelesaikan masalah, Anda tidak membaca, Anda tidak menulis, otak mundur dan Anda menjadi pikun. Jadi selalu aktiflah" tambahnya
Jangan Pernah Merasa Sudah Tua....
Tetaplah Muda dan Aktif...
💪💪
Tetaplah Muda dan Aktif...
💪💪
Selasa, 02 Oktober 2018
Senin, 13 Agustus 2018
Sabtu, 07 Juli 2018
Menghafal Surat Ar-Rahman Dengan Latin || Muzammil Hasballah Ar Rahman
Bacaan Surat Ar Rahman








Bacaan Surat Ar Rahman Latin
Bismillahirrahmaanirrahiim1. Ar-rahmaan2. ‘Allamal qur-aan3. Khalaqal insaan4. Allamahul bayaan5. Asy-syamsu wal qamaru bihusbaan6. Wan najmu wasy-syajaru yasjudaan7. Wassamaa-a rafa’ahaa wa wadha’al miizaan8. Allaa tathghau fiil miizaan9. Wa aqiimuul wazna bil qisthi wa laa tukhsiruul miizaan10. Wal ardha wa dha’ahaa lil-anaam11. Fiihaa faakihatun wannakhlu dzaatul akmaam12. Wal habbu dzuul ‘ashfi warraihaan13. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan14. Khalaqal insaana min shalshaalin kal fakh-khaar15. Wa khalaqal jaanna min maarijim min naar16. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan17. Rabbul masyriqaini wa rabbul maghribain18. Fab-iayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan19. Marajal bahraini yaltaqiyaan20. Bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan21. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan22. Yakhruju minhumaallu’lu’u wal marjaan23. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan24. Wa lahul jawaaril munsyaaatu fiil bahri kal a’laam25. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan26. Kullu man ‘alaihaa faan27. Wayabqaa wajhu rabbika dzuul jalaali wal-ikraam28. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan29. Yas-aluhuu man fiis-samaawaati wal ardhi kulla yaumin huwa fii sya’n30. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan31. Sanafrughu lakum ayyuhaats-tsaqalaan32. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan33. Yaa ma’syaral jinni wal-insi iniistatha’tum an tanfudzuu min aqthaaris-samaawaati wal ardhi faanfudzuu laa tanfudzuuna illaa bisulthaan34. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan35. Yursalu ‘alaikumaa syuwaazhun min naarin wa nuhaasun falaa tantashiraan36. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan37. Fa-idzaaan-syaqqatis-samaa-u fakaanat wardatan kaddihaan38. Fabiayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan39. Fayauma-idzil laa yusalu ‘an dzanbihi insun wa laa jaann40. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan41. Yu’raful mujrimuuna bisiimaahum fayu’khadzu binnawaashii wal aqdaam42. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan43. Haadzihii jahannamullatii yukadz-dzibu bihaal mujrimuun44. Yathuufuuna bainahaa wa baina hamiimin aan45. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan46. Wa liman khaafa maqaama rabbihii jannataan47. Wa liman khaafa maqaama rabbihii jannataan48. Dzawaataa afnaan49. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan50. Fiihimaa ‘ainaani tajriyaan51. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan52. Fiihimaa min kulli faakihatin zaujaan53. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan54. Muttaki-iina ‘alaa furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wa janal jannataini daan55. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan56. Fiihinna qaashiraatuth-tharfi lam yathmitshunna insun qablahum wa laa jaann57. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan58. Ka-annahunnal yaaquutu wal marjaan59. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan60. Hal jazaa-ul ihsaani ilaal ihsaan61. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan62. Wa min duunihimaa jannataan63. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan64. Mudhaammataan65. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan66. Fiihimaa ‘ainaani nadh-dhaakhataan67. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan68. Fiihimaa faakihatun wanakhlun wa rummaan69. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan70. Fiihinna khairaatun hisaan71. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan72. Huurun maqshuuraatun fiil khiyaam73. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan74. Lam yathmitshunna insun qablahum wa laa jaann75. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan76. Muttaki-iina ‘alaa rafrafin khudhrin wa ‘abqariyyin hisaan77. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan78. Tabaarakaasmu rabbika dziil jalaali wal-ikraam
Arti Bacaan Surat Ar Rahman
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang1. “(Tuhan) Yang Maha Pemurah,”2. “Yang telah mengajarkan al Quran.”3. “Yang menciptakan manusia.”4. “Yang mengajarinya pintar berbicara.”5. “Matahari beserta bulan (beredar) menurut perhitungan.”6. “Dan tumbuhan serta pepohonan keduanya tunduk pada Nya.”7. “Dan Allah telah meninggikan langit serta Dia (Allah) telah meletakkan neraca (keadilan).”8. “Agar kamu tidak melampaui batas tentang neraca itu.”9. “Dan tegakkanlah timbangan itu dengan seadil-adilnya dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.”10. “Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).”11. “Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.”12. “Serta biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.”13. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”14. “Dia menciptakan manusia dari tanah yang kering seperti tembikar,”15. Dan Dia (Allah) yang menciptakan jin dari nyala api.”16. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”17. “Allah lah yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Allah lah yang memelihara kedua tempat terbenamnya”18. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”19. “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,”20. “Diantara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”21. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”22. “Dan Dari keduanya keluar mutiara serta marjan.”23. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”24. “Dan milik-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.”25. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”26. “Semuanya yang berada di bumi itu pasti akan binasa.”27. “Dan tetap kekalah Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran serta kemuliaan.”28. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”29. “Semua yang ada di langit serta yang ada di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.”30. “Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?”31. “Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu wahai manusia dan jin.”32. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”33. “Wahai golongan jin serta manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”34. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”35. “Kepada kalian (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).”36. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”37. “Maka apabila langit sudah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.”38. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”39. “Pada masa itu manusia serta jin tidak ditanya tentang dosanya.”40. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”41. “Orang-orang yang berdosa akan dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun serta kaki mereka.”42. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”43. “Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang pendosa.”45. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”46. “Dan untuk orang-orang yang takut ketika menghadap Tuhannya, terdapat dua surga.”47. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?,”48. “kedua surga itu memiliki pepohonan serta buah-buahan.”49. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”50. “Dalam kedua surga itu terdapat dua buah mata air yang mengalir”51. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”52. “Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang memili pasangan.”53. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”54. “Mereka bergeletakan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari jarak yang dekat.”55. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”56. “Di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan serta menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (para penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak juga oleh jin.”57. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”58. “Seakan-akan bidadari itu permata yakut serta marjan.”59. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”60. “Tiada balasan kebaikan selain dengan kebaikan (pula).”61. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”62. “Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi (yang lainnya),”63. Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”64. “Kedua surga itu (nampak) hijau tua warnanya.”65. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”66. “Dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.”67. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan serta kurma dan delima.”69. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”70. “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik lagi cantik-cantik.”71. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”72. “(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit didalam rumah.”73. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”74. “Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.”75. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”76. “Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.”77. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”78. “Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.”
Rabu, 04 Juli 2018
Selasa, 03 Juli 2018
TEGAS!! MENYIKAPI KONTROVERSI YAHYA CHOLIL STAQUF - INI TEGURAN KERAS DA...
Banyak ulama banyak juga JENIS ulama. Ada ulama lurus ada yang bengkok. Ada ulama yang benar benar alim dan baik ada pula ulama yang JAHAT
Perlu kecerdasan dan kehati-hatian ekstra untuk memilih ulama yang akan kita ikuti fatwanya dan teladannya.
Kebenaran di Zaman FITNAH
IMAM SYAFI'I (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah?.
ulama1Jawab beliau,
” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran”…
Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut agar selamat di jaman penuh fitnah ini:
Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai orang kafir
Ulama yang paling tidak disukai orang munafik
Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu
Ulama yang lemah lembut terhadap orang Islam
Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh ia menyuarakan kebenaran
Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
Semoga kita diselamatkan dari fitnah dunia dan fitnah dajjal yang sepertinya semakin dekat kemunculannya.
Langganan:
Postingan (Atom)