Senin, 04 Mei 2009

Hidup yang Termotivasi

Oleh Rian Hidayat El-Padary

''Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.'' (QS Azzumar [39]: 53).
Alam ini dinamis dan manusia hanya dapat hidup tenteram jika mengikuti kedinamisan alam. Alam ini terus berubah, maka hanya manusia yang ber-harakah, yang bisa bersinergi dengan alam.

Dalam menjalani kedinamisan alam, tentu kita harus memiliki motivasi yang tinggi agar tidak terempas dari peradaban. Jika hamba dikaruniai semangat yang besar, dia akan berjalan di atas jalan keutamaan dan akan menaiki tangga dalam derajat yang tinggi.

Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat rupa-rupa kalian, melainkan Dia hanya melihat amal dan hati kalian.'' (HR Abu Hurairah).

Semangat dan motivasi adalah pusat penggerak, yang membentuk kepribadian, dan yang mengawasi organ-organ tubuh. Semangat adalah bahan bakar jiwa dan kekuatan yang berkobar-kobar, yang akan menggerakkan pemiliknya untuk melompat tinggi dan memburu nilai-nilai kemuliaan.

Motivasi itu terbagi dua. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi yang lahir dari dalam (intrinsik) tentu jauh lebih besar pengaruhnya jika dibandingkan motivasi buatan yang dibuat-buat dari luar (ekstrinsik).

Setiap perbuatan pasti didasari oleh motivasi tertentu. Teori-teori dasar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) semuanya mengenai motivasi, mulai dari teori Kebutuhan Maslow, teori Keadilan, teori Harapan, dan sebagainya. Benang merah dari semua itu adalah tak mungkin ada perbuatan yang terjadi tanpa dilandasi motivasi apa pun.

Dalam kaitan ini, karena hidup itu dinamis, tidak selamanya kita berada di puncak motivasi. Tapi bagi para pejuang, dalam letih pun mereka akan tetap tersenyum. Karena, apa yang ditunaikan menjadi jaminan bermaknanya usia dan bermanfaatnya kehidupan. Untuk itu, tiap jerih akan dibalas dengan surga-Nya.

Siapa yang tidak memiliki semangat surgawi, semangat untuk meraih ridha akan keesaan Allah SWT, maka setan akan menyibukkannya dengan aktivitas berpola negatif. Pribadi yang panjang angan serta mengisi usia dengan berfoya, akan menjadi budak hawa nafsu yang tak pernah terpuaskan.

Kalau kita tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih ridha Allah SWT, maka karunia potensi fisik, akal, dan roh itu terlalu berharga untuk disia-siakan dalam kekufuran atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Ujian Kekuasaan

Oleh Yodi Indrayadi

Rasulullah SAW bersabda, ''Kelak, kalian akan tergila-gila dengan kekuasaan. Padahal, kekuasaan akan membuahkan penyesalan di hari kiamat. Nikmat di awal, sengsara di akhir.'' (HR Bukhari).Hadis tersebut merupakan nubuwat Rasulullah SAW, yang mungkin sekarang terjadi, sekaligus teguran agar sebaiknya orang Mukmin menghindari kekuasaan. Sebab, pada umumnya kekuasaan hanya akan mengakibatkan kesengsaraan, baik itu di dunia maupun akhirat.

Saat kekuasaan ada di genggaman, segala kenikmatan datang: wibawa, kekayaan, penghormatan, pujian, dan sebagainya. Namun, tatkala kekuasaan lenyap, maka lenyap pula segala kenikmatan itu, bahkan mungkin berganti dengan kesengsaraan: dituntut di hadapan manusia atau Tuhan. Inilah yang dimaksud Rasulullah SAW dengan ''Nikmat di awal, sengsara di akhir.''

Namun demikian, bukan berarti kekuasaan tidak boleh didekati. Dalam hal ini, Rasulullah SAW memberi batasan, ''Sebaik-baik sesuatu adalah kekuasaan bagi orang yang mengambilnya dengan hak. Dan, seburuk-buruk sesuatu adalah kekuasaan bagi orang yang mengambilnya tanpa hak, dan itu akan membuatnya menyesal di akhirat.'' (HR Thabrani).

Suatu ketika Abu Dzar berkata kepada Rasulullah SAW, ''Wahai Rasulullah, tidakkah engkau berniat mengangkatku?'' Rasulullah SAW menjawab, ''Engkau ini lemah. Sedangkan kekuasaan adalah amanah. Kekuasaan akan menjadi kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan hak dan melaksanakan kewajibannya.'' (HR Muslim).

Imam Nawawi berkata, ''Ini adalah dasar hukum untuk menjauhi kekuasaan, terutama bagi orang yang lemah, yakni orang yang tidak memiliki kecakapan dan integritas ( 'adl ). Bila ia mendekati kekuasaan, ia akan menyesal dan mendapat kehinaan di akhirat, atas apa yang telah ia sia-siakan (selama memegang kekuasaan). Sedangkan bagi orang yang cakap dan mampu menjaga integritas, maka kekuasaan itu akan menjadi ladang pahala yang besar.''

Kekuasaan memang bisa membuat orang lalai. Siapa pun yang bersentuhan dengannya, jika tidak kuat iman, akan menjadi lupa diri. Yang berhasil meraihnya boleh jadi akan bertindak semena-mena. Dan, yang tidak berhasil meraihnya pun, mungkin bisa menjadi 'gila'.Mungkin, sabda Rasulullah SAW berikut perlu kita renungkan, ''Kekuasaan, pertamanya adalah perebutan, selanjutnya adalah penyesalan, dan akhirnya adalah siksaan akhirat, kecuali bagi orang yang mampu menjaga integritas.'' (HR Bazzar dan Thabrani).

Prof Jeffrey Lang: Hidayah dari Hadiah Alquran


By Republika Newsroom
Minggu, 26 April 2009 pukul 07:14:00

"Adam diturunkan ke bumi bukan karena dosa yang diperbuatnya, melainkan karena Allah SWT menginginkan seorang khalifah di bumi untuk mengatur dan menyejahterakan alam.’’ (Jeffrey Lang).

Prof Dr Jeffrey Lang,nama lengkapnya.Sehari-hari dia bekerja sebagai dosen dan peneliti bidang matematika di Universitas Kansas, salah satu universitas terkemuka di Amerika Serikat. Gelar master dan doktor matematika diraihnya dari Purdue University pada tahun 1981. Ia dilahirkan dalam sebuah keluarga penganut paham Katolik Roma di Bridgeport, Connecticut, pada 30 Januari 1954.

Pendidikan dasar hingga menengah ia jalani di sekolah berlatar Katolik Roma selama hampir 18 tahun. Selama itu pula, menurut Lang sebagaimana ditulis dalam catatan hariannya tentang perjalanannya mencari Islam menyisakan banyak pertanyaan tak berjawab dalam dirinya tentang Tuhan dan filosofi ajaran Kristen yang dianutnya selama ini.

‘’Seperti kebanyakan anak-anak lain di kisaran tahun 1960-an hingga awal 1970-an, saya melewati masa kecil yang penuh keceriaan. Bedanya, pada masa itu, saya sudah mulai banyak bertanya tentang nilai-nilai kehidupan, baik itu secara politik, sosial, maupun keagamaan. Saya bahkan sering bertengkar dengan banyak kalangan, termasuk para pemuka gereja Katolik,’’ paparnya.

Menginjak usia 18 tahun, Lang remaja memutuskan menjadi seorang atheis.
‘’Jika Tuhan itu ada dan Dia punya belas kasih dan sayang, lalu mengapa ada begitu banyak penderitaan di atas bumi ini? Mengapa Dia tidak masukkan saja kita semua ke dalam surga ? Mengapa juga dia menciptakan orang-orang di atas bumi ini dengan berbagai penderitaan?’’ kisah Lang tentang kegelisahan hatinya kala itu. Selama bertahun-tahun, pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus menggelayuti pikirannya.

Dihadiahi Alquran akhirnya Lang baru mendapat jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut ketika ia bekerja sebagai salah seorang asisten dosen di Jurusan Matematika, Universitas San Francisco. Di sanalah, ia menemukan petunjuk bahwa Tuhan itu ada dan nyata dalam kehidupan ini. Petunjuk itu ia dapatkan dari beberapa mahasiswanya yang beragama Islam.

Saat pertama kali memberi kuliah di Universitas San Francisco, Lang bertemu dengan seorang mahasiswa Muslim yang mengambil mata kuliah matematika. Ia pun langsung akrab dengan mahasiswa itu. Mahmoud Qandeel, nama mahasiswa tersebut. Dia berasal dari Arab Saudi.

Mahmoud, kata Lang, telah memberi banyak masukan kepadanya mengenai Islam. Menariknya, semua diskusi mereka menyangkut dengan sains dan teknologi. Salah satu yang pernah didiskusikan Lang dan Qandeel adalah riset kedokteran. Lang dibuat terpana oleh jawaban Qandeel, yang di negaranya adalah seorang mayor polisi.

Qandeel menjawab semua pertanyaan dengan sempurna sekali dan dengan menggunakan bahasa Inggris yang bagus.

Ketika pihak kampus mengadakan acara perpisahan di luar kampus yang dihadiri oleh semua dosen dan mahasiswa, Qandeel menghadiahi asisten dosen itu sebuah Alquran dan beberapa buku mengenai Islam.

Atas inisiatifnya sendiri, Lang pun mempelajari isi Alquran itu. Bahkan, buku-buku Islam tersebut dibacanya hingga tuntas. Dia mengaku kagum dengan Alquran. Dua juz pertama dari Alquran yang dipelajarinya telah mem buat dia takjub dan bagai terhipnotis.

‘’Tiap malam muncul beraneka ma cam pertanyaan dalam diri saya. Tapi, entah mengapa, jawabannya segera saya temukan esok harinya. Seakan ada yang membaca pikiran saya dan menuliskannya di setiap baris Alquran. Saya seakan menemukan diri saya di tiap halaman Alquran,’’ ungkap Lang.

Telaah Alquran Sebagai seorang pakar dalam bidang matematika dan dikenal sebagai seorang peneliti, penjelasan yang didapatkannya tidak langsung ia percayai begitu saja. Ia meneliti dan menelaah secara lebih mendalam ayatayat Alquran. Beberapa ayat yang membuatnya kagum dan telah membandingkannya dengan ajarannya yang lama adalah ayat 30-39 surah Albaqarah tentang penciptaan Adam.

Dalam bukunya Losing My Religion: A Call for Help, Jeffrey Lang secara lengkap menjelaskan pergulatannya dalam memahami ayat 30-39 surah Albaqarah tersebut.

‘’Saya membaca ayat tersebut beberapa kali, namun tak kunjung sanggup menangkap apa maksud Alquran,’’ ujarnya. ‘’Bagi saya, Alquran sepertinya sedang menyampaikan sesuatu yang sangat mendasar atau mungkin keliru. Lalu, saya membacanya lagi secara perlahan dan saksama, baris demi baris, untuk memastikan pesan yang di -sampaikan,’’ lanjutnya.

Ketika membaca ayat ke-30 surah Albaqarah, ‘’Dan, ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Malaikat berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi, mereka adalah orang-orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Padahal, kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan menyucikan Engkau?’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’.’’ Menurut Lang, ayat ini sangat mengganggunya. ‘’Saya merasa sangat kesepian. Seakan-akan penulis kitab suci ini telah menarik diri saya ke dalam ruang hampa dan sunyi untuk berbicara langsung dengan saya,’’ ujarnya.

‘’Saya berpikir, keterangan ayat tersebut ada sesuatu yang keliru. Saya protes. Lalu, saya baca lagi. Saya amati dengan saksama. Sebab, menurut ajaran yang pernah saya dapatkan, diturunkannya Adam ke bumi bukan menjadi khalifah, tetapi sebagai hukuman lantaran dosa Adam. Namun, dalam Alquran, tidak ada satu kata pun yang menjelaskan sebab-sebab diturunkan Adam karena perbuatan dosa,’’ jelasnya.

Menurut Lang, pertanyaan yang di utarakannya sama dengan pertanyaan malaikat yang menyatakan bahwa manusia itu berbuat kerusakan.

‘’Tapi, saya merasa ada sesuatu yang lain dari keterangan ayat selanjutnya.

Allah hanya menjawab, ‘Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ Jawaban ini terkesan sederhana dan enteng, namun mengandung makna yang dalam,’’ ungkapnya.

Lang menjelaskan, dalam Alkitab, jawaban Tuhan atas pertanyaan malaikat disampaikan tentang hukuman yang diberikan karena berbuat dosa. ‘’Penjelasan ini berbeda dengan Alquran. Alquran menjawab pertanyaan para malaikat dengan memperlihatkan kemampuan manusia, pilihan moral, dan bimbingan Ilahi.

Allah mengajarkan manusia (Adam) nama-nama benda. ‘’Ayat tersebut menunjukkan kemu liaan dan kemampuan manusia yang tidak diberikan kepada malaikat,’’ ujarnya.

Bahkan, pada ayat ke-39 diterangkan, ‘’Adapun orang-orang yang tidak beriman dan mendustakan ayatayat Kami, mereka adalah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.’’ ‘’Saya merasa ayat ini makin kuat menyerang saya. Namun, saya semakin percaya akan kebenaran Alquran dan meyakini agama Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW,’’ jelasnya.

Islam rasional

Sekitar tahun 1980-an, belum banyak pelajar Muslim yang menuntut ilmu di UniversitasSan Francisco. Sehingga, kalau bertemu dengan mahasiswa Muslim di area kampus, menurut Lang, itu merupakan hal yang sangat langka.

Ada cerita menarik tatkala Lang sedang menelusuri kampus. Secara tak terduga, ia menemukan sebuah ruangan kecil di lantai bawah sebuah gereja. Ruang tersebut rupanya dipakai oleh beberapa mahasiswa Islam untuk menunaikan shalat lima waktu.

Kepalanya dipenuhi tanda tanya dan rasa ingin tahu. Dia pun memutuskan masuk ke tempat shalat tersebut.

Waktu itu, bertepatan dengan waktu shalat Zuhur. Oleh para mahasiswanya, dia pun diajak untuk ikut shalat. Dia berdiri persis di belakang salah seorang mahasiswa dan mengikuti setiap gerakannya.

Dengan para mahasiswa Muslim ini, Lang berdiksusi tentang masalah agama, termasuk semua pertanyaan yang selama ini tersimpan dalam kepalanya. ‘’Sungguh luar biasa, saya benar-benar terkejut sekali dengan cara mereka menjelaskan. Masuk akal dan mudah dicerna. Ternyata, jawabannya ada dalam ajaran Islam,’’ tuturnya.

Sejak saat itu, Lang pun memutuskan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimah syahadat. Dia menjadi seorang mualaf pada awal 1980. Ia mengaku bahwa dengan menjadi seorang Muslim, banyak sekali kepuasan batin yang didapatkannya.

Itulah kisah perjalanan spiritual sang profesor yang juga meraih karier bagus di bidang matematika. Dia mengaku sangat terinspirasi dengan matematika yang menurutnya logis dan berisi faktafakta berupa data riil untuk menda patkan jawaban konkret.

‘’Dengan cara seperti itulah, saya bekerja. Adakalanya, saya frustrasi ketika ingin mencari sesuatu, tapi tidak mendapat jawaban yang konkret. Namun, dengan Islam, semuanya rasional, masuk akal, dan mudah dicerna,’’ tukasnya.

Prof Lang saat ini ditunjuk oleh fakultasnya sebagai pembina organisasi Aso siasi Mahasiswa Islam guna menjembatani para pelajar Muslim dengan pihak universitas. Tak hanya itu, dia bah kan ditunjuk untuk memberikan ma ta kuliah agama Islam oleh pihak rektorat.

Ia menikah dengan seorang perempuan Arab Saudi bernama Raika pada tahun 1994. Mereka dikaruniai tiga anak, yakni Jameelah, Sarah, dan Fattin. Selain menulis ratusan artikel ilmiah bidang matematika, dia juga telah menulis beberapa buku Islam yang menjadi rujukan komunitas Muslim Amerika. Even Angels ask: A Journey to Islam in America adalah salah satu buku best seller-nya. Dalam buku itu, dia menulis kisah perjalanan spiritualnya hingga memeluk Islam.

Beberapa tahun belakangan ini, Lang aktif pada banyak kegiatan Islami dan dia merupakan pembicara inspirasional yang paling terkenal di sebuah organi sasi pendidikan bernama Mecca Centric. Di sana, dia melayani konsultasi segala sesuatu tentang Islam ataupun kegiatan kepemudaan.sya/dia/berbagai sumber/kem

Senin, 06 April 2009

Cassano, penyebab kekacauan keuangan dunia

By Hilman Muchsin

Krisis finansial global sebenarnya merupakan koreksi dari fenomena yang berkembang pesat sejak tahun 1990 – an, ketika Investment bank di AS tumbuh secara cepat, sangat agresip, hingga jauh melampaui kemampuan sektor riil untuk menyangganya.
Investment bank membiakan dana dana dari nasabahnya ( individu / institusi ) ke berbagai portofolio yang umumnya memberi hasil (yield) yang tinggi, misalnya diinvestasikan ke dalam bentuk surat berharga seperti saham, obligasi, reksadana dan Derivatif.

Investment bank adalah bank yang sistim operasinya tidak seperti bank komersial yang menggunakan sistim konvensional dan karakteristik investment bank berbeda dengan bank komersial (bank umum) .

Sedangkan bank komersial kalau dilihat dalam kaitan dengan masalah penanggulangan risiko, terdapat dua peran utama Bank yang menjadi posisi utama dalam definisi tersebut, yaitu yang menyangkut peranannya sebagai lembaga kepercayaan masyarakat (Agent Of Trust) dan sebagai agen pembangunan (Agent Of Development) dalan perekonomian.

Bagi bank komersial, struktur permodalannya (capital structure), harus senantiasa memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga pengawas (bank Indonesia) atau otoritas moneter. Pemenuhan kewajiban menjaga besaran modal tidak semata-mata terkait dengan persoalan yang dihadapi pemegang saham bank saja, melainkan langsung terkait dengan kepentingan masyarakat dan perekonomian secara luas.
Jadi bank komersial tidak bebas menentukan capital structure-nya sendiri artinya terdapat persyaratan minimum yang harus/wajib dipenuhi bank, ini sangat berbeda dengan industri di sektor riil, yang bebas menentukan capital structure. Maksud dari capital structure disini adalah gambaran dari komposisi sumber-sumber pendanaan yang dipergunakan dalam membiayai asset serta kegiatan operasionalnya.

Capital structure dalam sebuah bank umumnya merupakan kombinasi dari unsur-unsur pendanaan yang bersumber dari setoran modal saham, penerbitan BOND ataupun dari pinjaman-pinjaman lainnya.
Perbedaan utama dari kedua jenis bank adalah, investment bank lebih menonjol dalam exposure yang menghasilkan margi keuntugan yang sebesar-besarnya dan sesingkat-singkatnya, yang tentu saja banyak unsur spekulatipnya. Sedangkan bank komersial (bank umum) melakukan exposurenya lebih konvensional dan sering disebut tradisional, yang lebih banyak fokus mendorong sektor riil.

Di Amerika (AS), peran investment bank lebih besar dari pada bank-bank komersial. Nama-nama investment bank di AS, seperti Lehman Brothers, JP Morgan, Goldman Sachs, Bear Sterns, Morgan Stanley, dll.
Exposure Investment bank lebih gemerlap dari pada bank komersial, karena laba yang diciptakan jauh diatas bank-bank komersial. Exposure bank komersial dieruntukan untuk kredit ke sektor riil yang tidak menjajikan laba extra seperti invesment bank.
Sejak tahun 1990 – an, kreatifitas nya investment bank dalam hal exposure ( seperti instrumen derivatif ) demikian hebat seperti balon yang terus dipompa untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Akibatnya terjadi disparitas atau jurang yang menganga disektor finansial antara investment bank dan bank komersial dan oleh para ekonom disebut sebagai Economic bubbles (gelembung sabun). Dan tidak mungkin balon bisa terus menggelembung tanpa pernah pecah, dan akhirnya balon tersebut benar-benar pecah pada akhir juli 2007 ( meletusnya subprime mortgage ) yang menyebabkan too big to fail maksudnya terlalu beresiko jika sampai bangkrut, karena magnitude nya terlalu besar. Kenapa demikian ? jawabannya adalah seperti ketika kita membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, jika tiba-tiba di depanya ada kucing lewat melintas , maka sekecil apapin mobil tersebut dibanting setirnya, akan berakibat fatal.

Pertanyaan adalah bagaimana ceritanya krisis finansial AS itu bisa sampai menular keseluruh dunia termasuk Indonesia ???

Menurut A. Tony Prasetiantono, Ph.D, mekanismenya sederhana. Ketika bank-bank investasi bangkrut karena aset yang dipegangnya menyusut dengan amat drastis, maka kepanikan pun menyebar. Kenapa ? karena semua perusahaan finansial terkenal dan top di AS merupakan emiten di bursa efek New York (NYSE), sehingga kepanikan dengan cepat menular keseluruh dunia. Kenapa panik ? Karena para investor saham di New York umumnya juga menjadi “pemain” di bursa efek seluruh dunia termasuk Indonesia. Akibatnya, pergerakan indeks harga saham dunia, secara umum lebih sering paralel dengan dinamika di New York.. Artinya apa yang terjadi di New York, dengan segera secara real time dapat tertularkan ke seluruh dunia, dan inilah yang dinamakan globalisasi sektor finansial.
Ketika masyarakat dunia memiliki eskpetasi dan persepsi yang muram terhadap perekonomian dunia, maka hal itu akan terefleksikan pada harga minyak dunia yang menurun tajam. Harga minyak dunia terjun bebas dari USD 147 (juli 2008), menjadi USD 40 pada medio desember 2008.

Siapa oknum sebenarnya, yang menyebabkan krisis finansial global ???

Joseph J. Cassano, dialah orang yang paling dipersalahkan sebagai penyebab krisis global sekarang ini.

Siapa Cassano itu ?????

Nama cassano sangat terkenal di Eropa, dia penciptap credit default swaps (CDS)
Cassano asli nya orang New York yang berkantor di London. Dia adalah pimpinan anak usahanya American International group (AIG) di London, Yang menyebabkan dia terkenal adalah karena kantor pusatnya AIG yang di New York sangat tergantung padanya. Kenapa bisa demikian ???
Pada tahun 1990 – an bank-bank di Eropa lagi kelebihan dana, artinya banyak deposito milik masyarakat yang ditaruh di bank-bank Eropa. Bank harus membayar membayar bunga deposito, karenanya mereka mencari akal untuk memutar uang tersebut di pasar agar bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Cassano sangat mengetahui hal tersebut, bahkan dia sangat tahu kalo lembaga-lembaga keuangan di AS lagi kesulitan dana karena banyaknya kredit perumahan yang macet (subprime mortgage). Seperti diketahui bahwa Orang Amerika tidak suka menabung, mereka lebih suka belanja. Rupanya kebiasaan orang Amerika itulah yang menyebabkan ekonomi Amerika serikat bergaiarah. Karena kebiasaan itu membuat tabungan masyarakat di AS termasuk sangat kecil atau rendah di dunia rata-rata hanya 2 % dari pendapatan. Masyarakat AS lebih suka hidupnya tergantung pada kartu kredit, artinya kebiasaan ini menyebabkan masyarakat AS sering defisit setiap bulannya.
Nah…disaat seperti inilah Cassano datang dengan membawa resep bisa membersihkan racun dari madu ?. yaitu dengan resep Credit Default Swaps (CDS).
Jadi bank-bank di Eropa bisa memnjamkan uang kepada lembaga keuangan di AS seperti Lechman Brothers, Goldman Sacgs, dll dengan swaps atau jaminan perlindungan dari AIG, dengan cara mereka membayar fee yang cukup besar kepada AIG yang nilainya bisa mencapai sampai 500 basis poin. Bandingkan fee maksimum untuk faslitas equity swaps saja besarnya 100 basis point.

Cassano bisa menggerakan bank-bank Eropa memberikan kredit kepada lembaga keuangan yang jaminannya adalah kredit-kredit gagal bayar seperti yang berasal dari subprime morgatge. Cassano bisa mengemas paket tersebut dengan kemasan yang bagus, walaupun isinya busuk ! Kok bisa ??? karena yang membungkus adalah perusahaan-perusahaan terpercaya yang ratingnya AAA (tertinggi).

Transaksi pepesan ala Cassano dengan CDS bisa mencapai USD 562 Miliar sekitar Rp 70.000 triliun !!!! selama 6 tahun, dengan gaji si Cassano Rp 300 miliar per-tahun diluar bonus. Kalau di total dengan bonusnya mencapai Rp 4 triliun .
Trenyata resep yang ditawarkan Cassano meledak pada tahun 2007, dimana bank-bank di Eropa yang meminjamkan uangnya ke lembaga-lembaga keuangan AS dengan jaminan CDS dari AIG mulai menagih ke AIG, karena lembaga keuangan di AS tidak sanggup bayar hutang. Akibatnya AIG merugi( saat itu ) USD 25 miliar.

Warren Buffett orang terkaya di dunia saat ini (mengalahkan Bill Gates) , pada tahun 2002 sudah mengingatkan secara terbuka bahayanya perdagangan derivatif, dia mengibaratkan perdagangan derivatif ini sebagai senjata pemusnah masal dalam keuangan. Dia punya pengalaman pahit membeli perusahaan yang rupanya sudah di gelembungkan melalui berbagai instrumen perdagangan derivatif. Mau di jual lagi tdak laku, ya terpakasa harus membersihkan racun dari perusahaan selama 5 tahun dengan kerugian yang besar.

Jadi sebenarnya subprime mortgage hanya satu bagian kecil dari penyebab kekacauan keuangan global saat ini. Sehingga begitu besar dan ruwetnya, pemerintah manapun di dunia ini tidak bisa lagi mengontrol perdagangan derivatif itu, bahkan menurut warren buffett untuk memonitor pun sudah tidak mampu lagi.
Cassano sudah diberhentikan, dengan pesangon Rp 300 miliar. Bahkan tidak lama setelah diberhentikan, dia diangkat oleh AIG menjadi konsultan dengan bayaran Rp 12 milir per-bulan !!!!!
Moral eksekutif di AS sudah keterlaluan serakahnya, yang pada akhirnya menyebabkan rakyat amerika marah dan tidak percaya lagi pada lembaga keuangan. Dan inilah bermulanya kepanikan, sehingga kepanikan itu makin memperparah krisis.

Salam,
Hilman Muchsin