Ternyata sifat kita dengan Rasul itu hanya beda "sedikit"
Rasul sedikit tidur, kita sedikit-sedikit tidur...
Rasul sedikit makan, kita sedikit-sedikit makan...
Rasul sedikit marah, kita sedikit-sedikit marah...
Rasul sedikit bergurau, kita sedikit-sedikit bergurau...
Rasul sedikit (hampir tidak pernah) ngambek pada istrinya, kita sedikit sedikit ngambek.....
Rasul sedikit-sedikit beramal, sedang kita sangat sedikit amalnya
Kapan ya, kita bisa mengejar perbedaan yang "sedikit" itu?
Ada perbedaan antara kurang tidur dengan sedikit tidur. Ada penelitian terbaru di Inggris yang mengkonfirmasi indikasi bahwa orang lanjut usia tidak membutuhkan waktu tidur terlalu lama. Riset itu juga menunjukkan bahwa variasi lama tidur yang diperlukan adalah normal dan sehat, sepanjang orang itu tidak terus-menerus mengantuk sepanjang hari.
Studi yang disiarkan di jurnal resmi "American Academy of Sleep Medicine dan "Sleep Research Society", memperlihatkan waktu sesungguhnya yang dihabiskan untuk tidur delapan jam turun terus secara mencolok dengan bertambahnya usia.
“Penuaan yang sehat tampaknya berasosiasi dengan penurunan durasi dan kedalaman tidur yang diperlukan untuk mempertahankan kesiagaan pada siang hari," kata ilmuwan dari University of Surrey di Inggris. Walaupun begitu, para ilmuwan memberi peringatan bahwa banyak orang dalam masyarakat modern menderita kurang tidur. Hal itu dapat mengarah pada berbagai kesulitan, mulai kecelakaan kerja sampai risiko yang jauh lebih berat, seperti jatuh, bahkan kematian pada orang lanjut usia.
Dan mengenai sedikit makan, Stewart Frankel periset dari Universitas Yale , menyimpulkan dari hasil temuannya terhadap berbagai kapang, cacing, serangga, dan mamalia, bahwa dengan porsi makan yang lebih sedikit akan mengoptimalkan umur (life-span) 33 sampai 50 persen dibanding yang rakus makan. Diduga demikian halnya pada manusia.
Ada dua gen kunci yang menentukan umur bisa direntang lebih optimal, yakni penghasil enzim Rpd3 (Histone deacetylase), dan Sir2. Kadar Rpd3 yang rendah dan Sir2 yang tinggi menentukan bisa lebih optimalnya umur seseorang direntangkan. Oleh karena makan banyak meninggikan Rpd3 yang bikin umur tidak bisa panjang optimal, maka agar umur merentang lebih panjang kadar Rpd3 diturunkan dengan mengurangi porsi makan.
Orang bisa tidak perlu mengurangi porsi makannya jika berhasil menurunkan kadar enzim Rpd3. Untuk itu sedang diteliti terus hadirnya obat yang bisa menekan enzim Rpd3 dalam badan. Kini sedang diteliti kemungkinan Phenylbutyrate menekan enzim Rpd3, sehingga orang masih mungkin mengoptimalkan panjang umurnya, sambil masih bisa tetap rakus.
Jadi selama obat pengoptimal umur belum ada, agar umur kita bisa direntang optimal, pilihannya cuma satu: stop makan sebelum kenyang, tidak lapar mata, atau punya hobi doyan ditraktir, dan kepingin makan terus kendati tidak sedang lapar. Bukankah itu yang dianjurkan oleh Nabi kita yaitu berhenti makan sebelum kenyang !
Marhaban Ya Ramadhan....
Salam,
Minggu, 01 Agustus 2010
Orang Dewasa Perlu Sedikit Tidur (Makin Tua Makin Sedikit Tidur )

Orang dewasa sehat memerlukan lebih sedikit tidur dibandingkan dengan yang lebih muda. Meskipun sedikit tidur, tapi lebih kecil merasa lelah selama siang hari.
Studi yang disiarkan di jurnal resmi "American Academy of Sleep Medicine dan "Sleep Research Society", memperlihatkan waktu sesungguhnya yang dihabiskan untuk tidur delapan jam turun terus secara mencolok dengan bertambahnya usia.
Orang dewasa yang lebih tua, yang berusia 66-83 tahun, tidur selama 20 menit lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa yang berusia setengah baya -- 40-55 tahun -- yang tidur 23 menit lebih sedikit dibandingkan orang dewasa muda yang berusia 20-30 tahun, kata studi tersebut.
Orang dewasa yang lebih tua sering bangun dan menghabiskan lebih banyak waktu terjaga setelah tidur dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih muda.
Tetapi kendati orang dewasa yang lebih tua tidur kurang nyenyak dan kurang lengkap, dan tidur mereka kurang terus-menerus dibandingkan dengan timpalan mereka yang lebih muda, mereka juga memperlihatkan kurangnya kebutuhan akan tidur sebentar selama siang hari.
Sebanyak 44 peserta masih muda, 35 berusia setengah baya dan 31 orang dewasa yang lebih tua.
Selama malam orang dewasa yang lebih muda menghabiskan tidur rata-rata 433,5 menit dibandingkan dengan sebanyak 410 menit yang diperlukan oleh orang dewasa yang berusia setengah baya dan 390 orang dewasa yang lebih tua.
Pada malam yang sama, orang dewasa yang lebih muda menghabiskan 118,4 menit untuk tidur pulas, dibandingkan dengan 85,3 menit bagi orang dewasa yang berusia setengah baya dan 84,2 menit buat orang dewasa yang lebih muda.[*/ito]
http://www.inilah.com/news/read/teknologi/2010/02/02/322001/orang-dewasa-perlu- sedikit-tidur/
Makin Tua Makin Sedikit Tidur
Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk tidur masih menjadi misteri, apalagi manusia tampaknya kian sulit tidur sejalan dengan semakin beranjaknya usia. Banyak studi, sebagian besar didukung oleh industri farmasi, menunjukkan bahwa hampir semua orang kurang tidur dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan karena kurang istirahat.
Namun sebuah penelitian anyar di Inggris mengeluarkan konfirmasi indikasi sebelumnya bahwa orang lanjut usia tidak membutuhkan waktu tidur terlalu lama. Riset itu juga menunjukkan bahwa variasi lama tidur yang diperlukan adalah normal dan sehat, sepanjang orang itu tidak terus-menerus mengantuk sepanjang hari. "Penuaan yang sehat tampaknya berasosiasi dengan penurunan durasi dan kedalaman tidur yang diperlukan untuk mempertahankan kesiagaan pada siang hari," kata ilmuwan dari University of Surrey di Inggris, Senin lalu.
Meski begitu, para ilmuwan memberi peringatan bahwa banyak orang dalam masyarakat modern menderita kurang tidur. Hal itu dapat mengarah pada berbagai kesulitan, mulai kecelakaan kerja sampai risiko yang jauh lebih berat, seperti jatuh, bahkan kematian pada orang lanjut usia.
Studi itu melibatkan 110 orang dewasa sehat yang tak memiliki kelainan tidur dan tidak mengeluh kurang tidur. Mereka menjalani beragam siklus periode tidur dan bangun dalam berbagai kondisi, serta menjalani tes apakah mereka mengantuk selama periode sadar.
Pada malam pertama dengan 8 jam di atas kasur, kelompok orang berusia 20-30 tahun rata-rata tidur 433,5 menit (7,23 jam). Rata-rata waktu tidur kelompok usia 40-55 tahun sekitar 409,9 menit (6,83 jam), sedangkan kelompok usia 66-83 tahun hanya 390,4 menit (6,51 jam).
Perbandingan antarkelompok itu amat jelas, dengan kelompok tertua beristirahat sekitar 20 menit lebih sedikit dibanding kelompok usia menengah, yang tidur sekitar 23 menit lebih sedikit daripada kelompok termuda. Jumlah waktu dalam tidur lelap, yang diukur sebagai "tidur gelombang lambat", juga lebih sedikit pada kelompok lanjut usia.
"Mengantuk pada siang hari diukur dengan meminta sukarelawan itu untuk tidur siang, yang digabungkan dengan total jam tidur," kata pemimpin studi Derk-Jan Dijk, pakar fisiologi dan tidur di University of Surrey. "Tapi kami harus hati-hati. Tidur sejenak terlalu sore akan membuat Anda merasa segar sepanjang sisa hari, tapi juga mengganggu episode waktu tidur malam," kata Dijk.
Ketika mereka diminta berbaring dan mencoba tidur siang, kelompok lanjut usia justru tidur lebih lama, yaitu 14,2 menit. Rata-rata waktu yang digunakan kelompok usia 20-30 sekitar 8,7 menit dan kelompok usia 40-55 tahun 11,7 menit.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep itu, para ilmuwan memperingatkan bahwa jika Anda mengantuk pada siang hari, mungkin Anda membutuhkan lebih banyak waktu tidur. "Temuan kami menguatkan kembali teori bahwa tidaklah normal bila orang tua selalu mengantuk sepanjang siang," kata Dijk. "Apakah Anda muda atau tua, jika Anda mengantuk terus sepanjang siang hari, itu berarti Anda kurang tidur atau menderita kelainan tidur."
Para ilmuwan mengaku hingga saat ini mereka belum bisa memahami sepenuhnya peran tidur maupun berapa lama tidur yang dibutuhkan setiap orang.Sebuah studi yang dilakukan tahun lalu mengindikasikan bahwa secara genetika, beberapa orang memang terprogram hanya butuh tidur lebih sedikit.
Studi Dijk juga didukung oleh sebuah penelitian pada 2008, yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology. Dalam studi itu, para sukarelawan diminta berbaring di tempat tidur selama 16 jam setiap hari dan lampunya dimatikan. Hal itu dilakukan untuk melihat berapa lama mereka tidur. Ternyata kelompok yang berusia lebih muda tidur selama 9 jam, sedangkan orang yang lebih tua hanya tidur selama 7,5 jam.
"Penjelasan paling sederhana untuk studi yang kami lakukan adalah orang tua membutuhkan tidur lebih sedikit," kata Elizabeth Klerman, dokter dari Brigham and Women's Hospital, serta pengajar di Harvard Medical School di Boston. "Mereka hanya tidur lebih sedikit meski sudah diberi kesempatan untuk tidur lebih lama. Itu mungkin terjadi karena perubahan dalam kemampuan tertidur dan tetap tidur yang dipengaruhi oleh usia."
Pada penelitian 2008 itu, Dijk dan Klerman juga menemukan bahwa sebagian besar orang sehat, terutama yang masih muda, tidak bisa mendapatkan waktu tidur sebanyak yang yang mereka butuhkan.
Jika Anda merasa mengantuk terus pada siang hari, Dijk menyarankan Anda segera memeriksakan diri. Namun, bila Anda hanya tidur 6 atau 7 jam sehari dan merasa segar, "berarti itu OK," ujarnya. Sebaliknya, jika Anda merasa baik-baik saja, tapi mengantuk pada saat rapat atau terkantuk-kantuk ketika menonton televisi, "Mungkin Anda punya masalah tidur," kata Dijk.
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/02/03/brk,20100203-223215,id.html
Nazaruddin dan Tamunya
Di suatu pagi yang cerah, Nazaruddin duduk di teras rumahnya.
Pagi itu matahari bersinar dngan indahnya. Suasana alam yang segar ditambah pemandangan halaman yang dihiasi dengan bunga2 yang indah, membuat Nazaruddin merasa bersyukur telah diberi kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan ALLAH.
Tiba2 tampak seorang tetangganya, datang tergopoh-gopoh memasuki pekarangannya. Orang itu langsung menuju kehadapan Nazaruddin.
Tamu : Assalamu’alaikum wahai sahabatku Nazaruddin.
Nazaruddin :Wa’alaikumsalam wahai sahabatku. Duduklah. Apa gerangan yang membuatmu tampak tergesa-gesa seperti telah terjadi sesuatu?.
T : Tolonglah aku wahai Nazaruddin. Aku telah mengalami tekanan bathin yang mendalam. Engkau tahu rumahku tidaklah terlalu besar. Sejak kedatangan ibu mertuaku 1 bulan yang lalu, rumah itu bagai neraka bagiku
N : Bukankah engkau tampak bahagia selama ini?
T : Sejak kedatangan ibu mertuaku kebahagiaan itu telah sirna. Hanya tersisa derita dalam hidupku
N : Ceritakanlah apa yang terjadi. Mungkin aku dapat membantumu.
T : Setiap pagi mertuaku selalu mengomel tidak keruan, Suaranya bagaikan barang kelontong yang saling beradu. Suaranya yang melengking nyaring telah membuat sakit telingaku. Belum lagi suara anak2ku yang saling ribut memperebutkan mainan. Itu membuat semua pikiranku menjadi kacau. Aku pergi bekerja dengan pikiran tidak tenang.
Ketika pulang sore hari hal yang sama terjadi lagi. Sehingga suasana hatiku tidak tenang rasanya tinggal dirumah itu. Ingin rasanya aku membuat rumah lagi”.
N : Apakah bukan karena engkau telah mempekerjakan seorang wanita cantik di tokomu?
T : Ayolah sahabatku. Engkaukan tau bagaimana sifatku terhadap istriku. Aku sangat menyayanginya. Tolonglah aku wahai Nazaruddin
N : Tidakkah istrimu mempunyai saudara?
T : Ada 2 orang. Seorang kakak laki2 yang pekerjaannya tidak menentu. Dia bekerja kesana kemari, mengharap ada orang yang membutuhkan tenaganya. Dia mempunyai 3 orang anak. Hidup mereka dari belas kasihan orang. Adiknya perempuan, mempunyai suami yang kerjanya berniaga sampai lama diluar kota. Kadang sampai 6 bulan baru dia kembali.
Mereka mempunyai 2 anak kecil yang sedang lucu2nya
N : Kalau begitu undanglah mereka untuk menginap di rumahmu semuanya
T : Apakah engkau sudah gila? Dengan yang ada sekarang saja rumah itu sudah membosankan. Ditambah lagi dengan keluarga istriku. Apa tidak tidak bertambah kacau?
N : Percayalah sahabat apa yang aku katakan. Lakukanlah semua itu, maka engkau akan mendapat kebahagiaan
T : Baiklah sahabat, akan aku laksanakan nasehatmu
Tamu itupun pergilah meninggalkan Nazaruddin. Nazaruddin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kasihan kepada tetangganya itu.
3 hari kemudian tetangga itu datang lagi.
T : Masya Allah Nazaruddin. Rumahku bagai kapal pecah. Suara anak2 yang ribut. Belum lagi suara ribut para wanita. Kepalaku terasa pecah. Tolonglah aku wahai Nazaruddin
N : Bersabarlah engkau, maka engkau akan mendapat kebahagiaan. Tunggulah beberapa hari lagi.
Tamu itupun pergi dengan langkah gontai. Kembali Nazaruddin menggeleng-gelngkan kepalanya merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Andai dia sabar menghadapi cobaan
7 hari telah berlalu. Sahabat itupun datang lagi. Wajahnya tampak kusut,
langkahnya tidak menentu, matanya merah seperti orang yang tidak tidur beberapa
hari. Sambil meneteskan air mata, orang itupun memohon kepada Nazaruddin.
T : Wahai Nazaruddin sahabatku. Tolonglah aku. Rumahku bagaikan neraka jadinya. Setiap pagi anak2 itu sudah ribut berebut mainan, ditambah dengan teriakan ibu2 mereka yang lantang. Pikiranku setiap pagi menjadi kacau. Pulang kerja terjadi hal yang sama.
Aku tidak dapat bebas melangkah didalam rumahku. Disetiap tempat mainan anak2 tersebar berantakan. Di malam hari aku tidak dapat tidur. Anak2 itu saling bermain sambil berteriak. Ditambah lagi teriakan ibu2nya yang bukan menenangkan, malah menambah ribut suasana. Bagaimana mungkin aku bisa tidur?
Tolonglah wahai sahabatku”.
N : Baiklah sahabat, Sekarang engkau dapat menyuruh keluarga istrimu untuk kembali ke tempat mereka masing2. Semoga engkau mendapat kebahagiaan di rumahmu
3 hari kemudian sahabat itu datang lagi. Langkahnya tegap. Mulutnya menyunggingkan senyum. Matanya berbinar-binar. Mukanya bersinar terang. Dia tampak bahagia.
T: Wahai sahabat, terima kasih atas semua nasehatmu. Sekarang aku telah menemukan kebahagiaan dalam rumahku. Rumahku bagaikan surga. Suara teriakan anak2 bagaikan suara burung yang merdu di pagi hari. Suara teriakan mertuaku bagaikan suara penyanyi gambus yang melagukan lagu yang riang merdu mengalun. Hatiku terasa tenang. Sekarang berapakah yang harus kubayar untuk semua nasehatmu itu?
N : Tidak usah engkau membayarnya. Syukuri saja semua rezeki yang telah engkau terima. Betapa bahagianya engkau telah mempunyai rumah tangga yang dikaruniai istri yang cantik dan setia. Bandingkanlah dengan keluarga istrimu.
Kakak istrimu tidak mempunyai pekerjaan. Hidup mereka susah, hanya berdasarkan belas kasihan para tetangga. Bagaimana mungkin engkau titipkan ibu mertuamu disana? Bagaimana makannya?
Adik istrimu mempunyai suami yang kerjanya berniaga. 6 bulan sekali baru mereka bertemu. Anak2 mereka masih kecil2. Bagaimana jika ibu metuamu yang sudah tua itu tinggal disana, kemudian dia jatuh sakit? Tidak ada laki2 dewasa disana.
Beruntunglah engkau yang mendapat amanah mengurus seorang ibu. Ingatlah surga di telapak kaki ibu.
Jika engkau ingin membayarku, berikanlah uang itu kepada fakir miskin, anak2 yatim, atau mereka yang membutuhkannya. Semoga engkau mendapat ridho dari ALLAH.
Jika engkau hendak membangun rumah lagi, bangunlah rumah untuk ALLAH.
Dirikanlah mushola atau rumah yatim piatu. Semoga dengan itu ALLAH akan membangun rumah yang indah untukmu disurga.
Sekarang pulanglah engkau. Bahagiakanlah keluargamu, karena mereka amanah dari ALLAH. Syukurilah semua rezeki yang telah engkau dapat, maka ALLAH akan melipat-gandakan rezekimu. Janganlah engkau selalu melihat keatas kepada orang2 yang lebih darimu. Pada suatu saat engkau akan tergelincir oleh sebuah kerikil. Lihatlah orang2 disekitarmu yang lebih rendah darimu. Bantulah mereka semampumu, maka ALLAH pun akan membantumu.
http://www.ilunifk83.com/renungan-f12/kisah-inspiratif-t154.htm
Pagi itu matahari bersinar dngan indahnya. Suasana alam yang segar ditambah pemandangan halaman yang dihiasi dengan bunga2 yang indah, membuat Nazaruddin merasa bersyukur telah diberi kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan ALLAH.
Tiba2 tampak seorang tetangganya, datang tergopoh-gopoh memasuki pekarangannya. Orang itu langsung menuju kehadapan Nazaruddin.
Tamu : Assalamu’alaikum wahai sahabatku Nazaruddin.
Nazaruddin :Wa’alaikumsalam wahai sahabatku. Duduklah. Apa gerangan yang membuatmu tampak tergesa-gesa seperti telah terjadi sesuatu?.
T : Tolonglah aku wahai Nazaruddin. Aku telah mengalami tekanan bathin yang mendalam. Engkau tahu rumahku tidaklah terlalu besar. Sejak kedatangan ibu mertuaku 1 bulan yang lalu, rumah itu bagai neraka bagiku
N : Bukankah engkau tampak bahagia selama ini?
T : Sejak kedatangan ibu mertuaku kebahagiaan itu telah sirna. Hanya tersisa derita dalam hidupku
N : Ceritakanlah apa yang terjadi. Mungkin aku dapat membantumu.
T : Setiap pagi mertuaku selalu mengomel tidak keruan, Suaranya bagaikan barang kelontong yang saling beradu. Suaranya yang melengking nyaring telah membuat sakit telingaku. Belum lagi suara anak2ku yang saling ribut memperebutkan mainan. Itu membuat semua pikiranku menjadi kacau. Aku pergi bekerja dengan pikiran tidak tenang.
Ketika pulang sore hari hal yang sama terjadi lagi. Sehingga suasana hatiku tidak tenang rasanya tinggal dirumah itu. Ingin rasanya aku membuat rumah lagi”.
N : Apakah bukan karena engkau telah mempekerjakan seorang wanita cantik di tokomu?
T : Ayolah sahabatku. Engkaukan tau bagaimana sifatku terhadap istriku. Aku sangat menyayanginya. Tolonglah aku wahai Nazaruddin
N : Tidakkah istrimu mempunyai saudara?
T : Ada 2 orang. Seorang kakak laki2 yang pekerjaannya tidak menentu. Dia bekerja kesana kemari, mengharap ada orang yang membutuhkan tenaganya. Dia mempunyai 3 orang anak. Hidup mereka dari belas kasihan orang. Adiknya perempuan, mempunyai suami yang kerjanya berniaga sampai lama diluar kota. Kadang sampai 6 bulan baru dia kembali.
Mereka mempunyai 2 anak kecil yang sedang lucu2nya
N : Kalau begitu undanglah mereka untuk menginap di rumahmu semuanya
T : Apakah engkau sudah gila? Dengan yang ada sekarang saja rumah itu sudah membosankan. Ditambah lagi dengan keluarga istriku. Apa tidak tidak bertambah kacau?
N : Percayalah sahabat apa yang aku katakan. Lakukanlah semua itu, maka engkau akan mendapat kebahagiaan
T : Baiklah sahabat, akan aku laksanakan nasehatmu
Tamu itupun pergilah meninggalkan Nazaruddin. Nazaruddin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kasihan kepada tetangganya itu.
3 hari kemudian tetangga itu datang lagi.
T : Masya Allah Nazaruddin. Rumahku bagai kapal pecah. Suara anak2 yang ribut. Belum lagi suara ribut para wanita. Kepalaku terasa pecah. Tolonglah aku wahai Nazaruddin
N : Bersabarlah engkau, maka engkau akan mendapat kebahagiaan. Tunggulah beberapa hari lagi.
Tamu itupun pergi dengan langkah gontai. Kembali Nazaruddin menggeleng-gelngkan kepalanya merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Andai dia sabar menghadapi cobaan
7 hari telah berlalu. Sahabat itupun datang lagi. Wajahnya tampak kusut,
langkahnya tidak menentu, matanya merah seperti orang yang tidak tidur beberapa
hari. Sambil meneteskan air mata, orang itupun memohon kepada Nazaruddin.
T : Wahai Nazaruddin sahabatku. Tolonglah aku. Rumahku bagaikan neraka jadinya. Setiap pagi anak2 itu sudah ribut berebut mainan, ditambah dengan teriakan ibu2 mereka yang lantang. Pikiranku setiap pagi menjadi kacau. Pulang kerja terjadi hal yang sama.
Aku tidak dapat bebas melangkah didalam rumahku. Disetiap tempat mainan anak2 tersebar berantakan. Di malam hari aku tidak dapat tidur. Anak2 itu saling bermain sambil berteriak. Ditambah lagi teriakan ibu2nya yang bukan menenangkan, malah menambah ribut suasana. Bagaimana mungkin aku bisa tidur?
Tolonglah wahai sahabatku”.
N : Baiklah sahabat, Sekarang engkau dapat menyuruh keluarga istrimu untuk kembali ke tempat mereka masing2. Semoga engkau mendapat kebahagiaan di rumahmu
3 hari kemudian sahabat itu datang lagi. Langkahnya tegap. Mulutnya menyunggingkan senyum. Matanya berbinar-binar. Mukanya bersinar terang. Dia tampak bahagia.
T: Wahai sahabat, terima kasih atas semua nasehatmu. Sekarang aku telah menemukan kebahagiaan dalam rumahku. Rumahku bagaikan surga. Suara teriakan anak2 bagaikan suara burung yang merdu di pagi hari. Suara teriakan mertuaku bagaikan suara penyanyi gambus yang melagukan lagu yang riang merdu mengalun. Hatiku terasa tenang. Sekarang berapakah yang harus kubayar untuk semua nasehatmu itu?
N : Tidak usah engkau membayarnya. Syukuri saja semua rezeki yang telah engkau terima. Betapa bahagianya engkau telah mempunyai rumah tangga yang dikaruniai istri yang cantik dan setia. Bandingkanlah dengan keluarga istrimu.
Kakak istrimu tidak mempunyai pekerjaan. Hidup mereka susah, hanya berdasarkan belas kasihan para tetangga. Bagaimana mungkin engkau titipkan ibu mertuamu disana? Bagaimana makannya?
Adik istrimu mempunyai suami yang kerjanya berniaga. 6 bulan sekali baru mereka bertemu. Anak2 mereka masih kecil2. Bagaimana jika ibu metuamu yang sudah tua itu tinggal disana, kemudian dia jatuh sakit? Tidak ada laki2 dewasa disana.
Beruntunglah engkau yang mendapat amanah mengurus seorang ibu. Ingatlah surga di telapak kaki ibu.
Jika engkau ingin membayarku, berikanlah uang itu kepada fakir miskin, anak2 yatim, atau mereka yang membutuhkannya. Semoga engkau mendapat ridho dari ALLAH.
Jika engkau hendak membangun rumah lagi, bangunlah rumah untuk ALLAH.
Dirikanlah mushola atau rumah yatim piatu. Semoga dengan itu ALLAH akan membangun rumah yang indah untukmu disurga.
Sekarang pulanglah engkau. Bahagiakanlah keluargamu, karena mereka amanah dari ALLAH. Syukurilah semua rezeki yang telah engkau dapat, maka ALLAH akan melipat-gandakan rezekimu. Janganlah engkau selalu melihat keatas kepada orang2 yang lebih darimu. Pada suatu saat engkau akan tergelincir oleh sebuah kerikil. Lihatlah orang2 disekitarmu yang lebih rendah darimu. Bantulah mereka semampumu, maka ALLAH pun akan membantumu.
http://www.ilunifk83.com/renungan-f12/kisah-inspiratif-t154.htm
Ingin Terhindar dari Penyakit Kronis? Lakukanlah pekerjaan merajut, merenda, dan menjahit

Beruntunglah orang-orang yang mempunyai hobi dan menekuninya dengan suka cita. Studi terbaru menunjukkan bahwa merajut, merenda, dan menjahit memberikan sejumlah manfaat kesehatan yang tak ternilai. Adalah Institute for Mind, Body Medicine di Massachusetts General Hospital dan Medicine di Harvard Medical School yang mengadakan penelitian gabungan tentang hal ini. Hasilnya, aktivitas itu terbukti mampu membantu mencegah dan mengelola stres, rasa sakit dan depresi, yang pada gilirannya memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Penelitian yang dipresentasikan akhir tahun lalu itu dimulai sejak tahun 2005. Ide penelitian muncul dari fisioterapis senior Betsan Corkhill yang berdasar pengalamannya, mereka yang memiliki ketiga jenis hobi itu gampang pulih dari sakit.
Maka berdasar simpulan awal itu, digagas sebuah studi kolaboratif dengan para ilmuwan dari berbagai universitas tentang peran merajut, merenda, dan menjahit bagi kesehatan. Mereka menemukan bahwa tindakan yang berulang dan berirama mampu mencegah dan meredam stres.
Dalam dunia medis, stres memperparah kondisi kesehatan seseorang dan dikenal sebagai faktor pemicu penyakit jantung, depresi, dan penyakit kronis lainnya. "Dalam kehidupan kita yang semakin stres, dokter menasihati orang untuk mengelola stres sebagai bagian dari kesehatan secara keseluruhan," ujar Corkhil.
Merajut, merenda, dan menjahit dianggap sebagai cara yang efektif bagi masyarakat untuk mengelola stres dan depresi, dan telah sangat berguna bagi mereka dalam memanage nyeri jangka panjang. "Tindakan merajut berpengaruh pada perubahan kimia otak, menurunkan hormon stres, dan meningkatkan perasaan nyaman, karena selama proses itu otak mengatur keseimbangan serotonin dan dopamin," kata Monica Baird, pakar syaraf yang terlibat dalam penelitian ini.
Gerakan berulang dari merajut mengaktifkan wilayah yang sama di otak seperti meditasi dan yoga, yang telah terbukti membantu mencegah rasa sakit dan depresi. Herbert Bendon, Direktur Institute for Mind, Body Medicine di Massachusetts General Hospital dan Associate Professor pada Medicine di Harvard Medical School mencatat bahwa merajut adalah salah satu cara untuk menciptakan respons "relaksasi" dalam tubuh, yang dapat menurunkan tekanan darah, denyut jantung, dan membantu mencegah penyakit.
"Merajut dan merenda memiliki keseluruhan efek menenangkan yang dapat membantu mengelola kecemasan dan bahkan mungkin bisa membantu kondisi seperti asma atau serangan panik," ujarnya. Selain itu, gerakan berulang-ulang telah ditunjukkan untuk membantu mengelola perilaku mengganggu dan ADHD pada anak-anak.
Tak rugi menekuni hobi kan?
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/08/01/127768-ingin-terhindar-dari-penyakit-kronis-merajut-dan-merendalah
Langganan:
Postingan (Atom)