Rabu, 12 September 2012

Kunci rezeki



1. Istighfar dan taubat
Nabi Nuh ‘alaihis salam berkata: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun—Niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu.” 
(QS. Nuh: 10-11)

Ibnu Abbas berkata tentang tafsir ayat diatas

“Jika kalian mau bertaubat kepada Allah dan mena’ati-Nya, maka Alllah akan memperbanyak rezeki, menurunkan hujan dari langit karena ia (langit) diberkahi dan menumbuhkan tanaman-tanaman karena bumi diberkahi”.

2. Takwa (menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya).
Allah berfirman: “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (solusi)—Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” 
(QS. Ath Thalaq: 2).
Sehingga, secara umum taqwa adalah salah satu pintu rezeki, sebaliknya maksiat adalah salah satu sebab terhalangnya rezeki.

3. Tawakkal kepada Allah.
Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
“Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” 

(QS. Ath Thalaq: 3)

  Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, tentu kamu akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki, berangkat pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” 
 (HR. Tirmidzi, ia mengatakan, “Hadits hasan shahih.”) 

 Perlu diketahui bahwa Tawakkal itu tidaklah seperti yang dipahami oleh orang-orang yang jahil (tidak mengerti) terhadap Islam, yang mengartikan tawakkal adalah membuang jauh-jauh sebab dan tidak beramal serta ridha dan rela terhadap kerendahan. Bahkan tidak demikian. 
Tawakkal adalah sebuah ketaatan kepada Allah dengan menjalankan sebab.
Oleh karena itu, seseorang tidaklah berharap untuk memperoleh sesuatu kecuali menjalankan sebab-sebabnya. Adapun tercapai atau tidaknya dia serahkan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala sambil berharap semoga yang dicita-citakannya tercapai, karena hanya Dia-lah yang mampu mendatangkan hasilnya. Betapa banyak orang yang menjalankan sebab, namun ternyata tidak memperoleh hasil apa-apa.

4.  Menyempatkan diri untuk beribadah
Misalnya mengerjakan amalan sunat setelah amalan yang wajib. Baik yang berupa ibadah lisan seperti dzikr, membaca Al Qur’an dan mengajarkannya, dsb. maupun yang berupa perbuatan seperti shalat-shalat sunah dsb.
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tuhanmu berfirman, “Wahai anak Adam! Sempatkanlah beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan rasa cukup dan Aku akan memenuhi tanganmu dengan rezeki. Wahai anak Adam! Janganlah menjauh dari-Ku. Jika demikian, Aku akan memenuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku akan memenuhi tangan-Mu dengan kesibukan.” 
(HR. Hakim, dan dishahihkan Syaikh Al Albani dlm Shahihut Targhib wat Tarhib)

5.  Berhajji dan berumrah
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sertakanlah hajji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa. Sebagaimana kir menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Haji yang mabrur tidak ada balasannya selain surga.” 
(HR. Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, Syaikh Al Albani menghasankannya dalam Shahihut Targhib wat Tarhib)

6.        Menyambung tali silaturrahim
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturrahim.” (HR. Bukhari)
Silaturrahim adalah sebuah istilah untuk sikap ikhsan (berbuat baik) kepada kerabat yang memiliki hubungan baik karena nasab (keturunan) maupun karena ash-har (perkawinan), bersikap lemah lembut kepada mereka, memberikan kebaikan dan menghindarkan keburukan semampunya yang menimpa mereka, serta memperhatikan keadaan mereka baik agama maupun dunianya

7.        Berinfak
Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman: “Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” 
(QS. Saba’: 39)

Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: Allah berfirman, “Berinfaklah wahai anak Adam! Niscaya Aku akan berinfak kepadamu.”(HR. Bukhari)Juga bersabda: “Tidak ada satu hari pun, di mana seorang hamba melalui pagi harinya kecuali dua malaikat turun, yang satu berkata, ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak ‘, sedangkan malaikat yang satu lagi berkata, ‘Ya Allah, timpakanlah kerugian kepada orang yang bakhil.’ ” (Muttafaq ‘alaih)Dan bersabda: “Sedekah tidaklah mengurangi harta, dan Allah tidaklah menambahkan hamba-Nya yang sering memaafkan kecuali kemuliaan. Demikian juga tidaklah seseorang bertawadhu’ karena Allah, kecuali Allah akan meninggikannya.” 
(HR. Muslim)

8.        Berbuat baik kepada kaum dhu’afa’ 
(kaum lemah seperti kaum fakir-miskin)
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bukankah kamu dibela dan diberi rezeki karena (berbuat ihsan) kepada kaum dhu’afa kamu.” 
(HR. Bukhari)

9.        Hijrah
Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman: “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” 
(QS. An Nisaa: 100)

Hijrah secara syara’ artinya meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah menunju hal yang dicintai Allah dan diridhai-Nya.Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang muslim adalah orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari mengganggu muslim lainnya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perbuatan yang dilarang Allah.”
 (HR. Bukhari)
Termasuk ke dalam hal ini adalah berhijrah dari negeri kafir (negeri tempat merajalelanya kesyirkkan atau syi’ar-syi’ar kekufuran) dan dirinya tidak mampu menjalankan ajaran-ajaran Islam di sana, menuju negeri Islam (negeri di mana syi’ar Islam nampak seperti azan, shalat berjama’ah, shalat Jum’at dan shalat hari raya). Kecuali jika ia tidak mampu berhijrah atau ia berniat dakwah di sana, maka tidak mengapa tinggal di negeri kafir.

10.      Bersyukur terhadap nikmat Allah
Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. 

Bersyukur kepada Allah adalah dengan mengakui nikmat yang didapatkan berasal dari-Nya, memuji-Nya dan menggunakan nikmat itu untuk ketaatan kepada-Nya.



Sumber : 
Penulis: Marwan Hadidi (di edit seperlunya)



Alangkah Indahnya Waktu Subuh


Ilustrasi lagunya Raihan, Alangkah indahnya hidup ini





Assalaamualaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Shalat Subuh memang shalat wajib yg paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian thd kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan oleh malaikat” (Al-Isra’ [17]:78) 

Rasulullah saw bersabda: " Sesungguhnya salat yg paling berat bagi orang munafik adalah salat Isya' Dan salat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yg terkandung di dalam nya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dgn merangkak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ada satu hal yg berbeda dari ritual sholat subuh dibandingkan sholat lima waktu lainnya. Kalimat yg terdengar dari suara adzan sedikit berbeda dgn adzan pada sholat yg lain. Kalimat “ash shalatu khairun minan naum”, menjadi titik perbedaannya. Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur.

Kenapa kalimat itu hanya muncul pada adzan subuh dan tidak pada adzan lainnya ?
Memang ada banyak hikmah yg bisa diambil dari ritual di pagi buta ini. Dari peluang rezeki yg besar sampai mempunyai manfaat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.

Salat Subuh merupakan hadiah dari Allah swt., tidak diberikan, kecuali kpd orang2 yg taat lagi bertaubat. Hati yg diisi dgn cinta kemaksiatan, bagaimana mungkin akan bangun utk salat Subuh? Hati yg tertutup dosa, bagaimana mungkin akan terpengaruh oleh hadist2 yg berbicara tentang keutamaan salat Subuh?

Manfaat bangun pagi menurut pandangan medis, sosiologi dan agama islam dan hasilnya

Medis :

1. Menurut Dr. Muslim Nathin, bangun pagi juga dapat dapat mengurangi kecenderungan terserang panyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah.
2. Kita mendapat kesempatan utk menikmati udara segar yg belum tersentuh polusi, dimana momentum tersebut sangatlah tepat utk memasukan sebanyak mungkin oksigen murni ke paru-paru dgn aktifitas olahraga.

Sosiologi :

1. Menjalin keakraban dgn tetangga yg sama-sama punya kebiasaan bangun pagi, ketika kita berolahraga atau ketika sholat subuh berjamaah di mesjid.
2. Bertemu/berkenalan dgn orang baru yg punya aktifitas/bekerja di pagi hari, biasanya orang2 yg berdagang di pasar atau orang-orang yg lagi kulakan di pasar

Agama Islam :


1. Rasulullah bersabda “berpagi pagi itu barokah”. Sebab waktu itu jiwa, akal dan fisik kita belum letih. masih fresh, jadi sayang jika tidak digunakan sebaik baiknya. Sebaik baik waktu bekerja adalah di waktu pagi ini.
2. Rasulullah juga bersabda, “Tidur selepas subuh itu akan mewarisi kepapaan”. (kepapaan : kemuncak kepada segala macam kesulitan dan kesusahan

Seandainya manusia mengetahui … ,
seandainya mereka mengetahui … ,
seandainya mereka tahu … ,

kalimat ini di-ulang2 oleh Rasulullah SAW seakan-akan ia sangat-sangat menyayangkan bila umatnya tidak melaksanakan shalat berjamaah di mesjid, khususnya utk shalat isya dan subuh, karena boleh jadi Rasulullah SAW telah diperlihatkan sendiri oleh Allah SWT pahala apa dan keutamaan apa yg akan didapat oleh manusia bila mereka melaksanakan kedua shalat ini secara berjamaah. Sedangkan utk kita, kita harus yakin seyakin-yakinnya bhw hal itu adalah benar dan pasti akan kita dapatkan baik di dunia sekarang maupun di akhirat kelak.


Rasulullah SAW mendoakan umatnya yg bergegas dalam melaksanakan shalat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits, ''Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh.'' (HR. Tirmizi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah)

Semoga kita semua termasuk umat yg senang bangun subuh, Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin.


Senin, 10 September 2012

Reuni 35 tahun ITB 77 akan selalu dikenang.




Assalaamualaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Boz Tri Wijayanto dan rekan2 panitia Reuni 35 thn ITB77, saya ucapkan Selamat atas kerja keras dan dedikasi yg sungguh sangat luar biasa sehingga dapat terselengaranya seluruh acara sampai ke Puncak acara reuni 35 thn ITB77, pd tgl 8 september kemarin yg dipandu oleh MC Amrie Noor dgn sangat Sukses. 

Reuni 35 tahun ITB 77 akan selalu dikenang.

Semoga reuni 40 thn ITB 77 yg akan datang, menjadi suatu reuni yg akan selalu ingin dilakukan dan kita masih dalam keadaan sehat untuk bisa hadir dan semoga Allah SWT slalu melindungi kita semua.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Selasa, 04 September 2012