Puji syukur senantiasa kita mohonkan pd Allah swt, Rabb seru sekalian alam, Yg Maha Pengasih & Penyayang, kami lahir dgn keadaan suci, lindungilah diri kami dlm mengarungi kehidupan agar dpt menjaga kesucian & kembalikanlah kami kpd-Mu dlm keadaan suci. Semoga kita menjadi hamba yg sabar dlm menjaga kesucian diri & kesucian hati.
Semua beban yg berat dgn semangat tinggi tentunya akan bisa teratasi. Cobalah sejenak merenung membayangkan indahnya pagi, dgn burung2 yg berkicau, dan udara yg msh sejuk dan menyisakan embun pagi.
Ibarat air pegunungan yg mengalir, melalui dr tebing ke tebing, melewati jurang, mengaliri sawah serta menjadi sumber kehidupan di sekitarnya, bahkan terdapat ikan yg berenang & berkembang biak, namun ia tetap jernih & segar terasa bila meminumnya, itulah hati yg bersih, meskipun dlm kehidupan melewati banyak ujian dan pengaruh yg tdk baik namun tetap dpt menjaga keteguhan Iman & amal baik.
Setiap kesalahan akan dapat terampuni jika diimbangi oleh kesungguhan taubat & amal baik, keluasan hati utk meminta dan memberi maaf pd sesama akan membebaskan kesesakan dada & sempitnya hati shg menjadi lebih mudah menjalin persahabatan dlm berbagi kebaikan. Semoga kecerahan hari ini, secerah hati kita dlm mengarungi kehidupan.
Kegelapan yg menyelimuti hati akan membawa kpd kegelisahan dan keresahan jiwa, itulah yg membuat kita sulit melakukan kebaikan dan menerima kebenaran. Kita cari Cahaya Hati dgn lebih mengenal diri, menghargai org lain & merenungi keluarbiasaan penciptaan alam semesta beserta isinya. Semoga keluasan hati dan kelapangan jiwa menyertai langkah kita dlm mengawali hari ini.
Jika ada yg meminta sesuatu pd kita, maka kita akan beri sesuai dgn kemampuan & kehendak kita, atau bahkan kita tdk memberinya sesuatu. Tapi mengapa disaat kita meminta pd Tuhan, berharap sesuai dgn kehendak kita ? Pdhal telah banyak yg Tuhan telah berikan pd kita, diminta ataupun tdk. Syukuri apa yg kita punya krn itulah yg terbaik dr Tuhan buat kita utk saat ini.
I like All day, Harapan baru senantiasa dimohonkan dlm setiap pergantian waktu, semoga Sang Maha Pengatur Waktu mengiringi & melindungi langkah kita dlm mengarungi hari ini dgn penuh syukur, suka cita dan hasrat besar dlm mewujudkan cita-cita mulia, yaitu bernilaikan ibadah & berbagi kebaikan dlm setiap tindakan. Semoga waktu kita berkualitas.
Bertemu dgn hari baru bukanlah suatu kebetulan, hanya krn Kasih & Sayang-Nya lah kita berkesempatan. Kejadian yg kita alami saat ini adlh hasil dr keputusan yg kita ambil kemarin & kejadian yg akan kita alami besok adlh hasil dr keputusan yg kita ambil hari ini, perkaya diri dgn kekuatan Iman & keluasan ilmu agar selalu dpt membuat keputusan tepat yg akan berbuah kebaikan di masa depan.
Semakin mengenal diri, semakin merasakan keagungan Tuhan yg tak terbandingkan dan keterbatasan diri dihadapan-Nya, shg rasa syukur kita tak akan pernah mampu menggantikan anugerah & nikmat yg telah kita dptkan. Mengisi hidup dlm keimanan & berbagi kebaikan bukanlah suatu pilihan namun suatu keniscayaan bagi setiap insan yg senantiasa mengharap Keberkahan dan Kasih Sayang Tuhan.
Apa yg kita mohonkan pd Tuhan akan kita dapatkan tergantung dr usaha & prasangkaan kita pd Tuhan, maka berprasangka baiklah atas semua ketentuan yg Tuhan berikan. Pengharapan kebaikan sikap & perilaku org lain pd kita, tergantung dr kebaikan sikap & perilaku yg kita tunjukkan pd org lain, maka bersikap & berperilaku baiklah pd org lain.
Jika Tuhan masih berkenan mengijinkan kita bertemu dgn hari ini & org2 yg kita sayangi, berarti amanah kehidupan telah diberikan kembali & Tuhan memberikan kesempatan agar kita dpt memperbaiki diri & berbagi kebaikan pd sesama, sebab itu gunakan sebaik mungkin krn tdk semua manusia mendapat kesempatan ini.
Orang bijak tdk pernah bertanya pd Tuhan berapa usia yg akan ia lewati semasa di dunia, tapi senantiasa bertanya pd dirinya : pikiran, perasaan dan tindakan baik apa yg diamalkan selama hidup di dunia shg nantinya dgnn bangga dpt mempersembahkan amanah kehidupan saat diminta pertanggungjawaban.
Kehidupan yg kita jalani merupakan rajutan demi rajutan dr pintalan pikiran, perasaan dan tindakan yg diharapkan suatu waktu akan penjadi lembaran kain indah yg akan kita persembahkan kpd Yg Maha Pemberi Kehidupan.
Setiap manusia pernah meneteskan air mata di pipi sbg puncak ungkapan kesedihan, kesakitan, penyesalan dan kebahagiaan. Jadikan diri sbg inspirasi yg melahirkan kebahagiaan bagi orang lain meskipun satu orang shg orang tersebut dapat menebarkan kebahagiaan bagi orang lain.
Kita tdk pernah tahu apa yg akan terjadi pd diri kita esok hari, tapi yg pasti kita tahu bahwa saat terjaga kita dapat memilih utk melakukan sesuatu yg baik atau buruk dan apa konsekuensi yg akan kita terima, so...pilih yg baik agar mendapatkan kebaikan.
Maksimalkan waktu yg ada dgn sesuatu yg dapat mengakumulasi kesuksesan kita di masa yg akan datang dan tdk terjerembab dlm kegagalan..
Nikmat Tuhan mana yg dpt kita dustakan ???
Segala puji bagi Tuhan yg telah menganugerahkan segala sesuatu baik yg kita minta maupun yg tdk
Hari terus berganti, sisa usia semakin berkurang dr alokasinya, tanam kebaikan dan perbanyak bekal utk kehidupan mendatang yg lbh kekal.
Awali lah hari dgn berbagi kasih sayang pd sesama, jgn berpikir apa dan berapa yg kita beri, krn akan menjadi investasi yg abadi.
"Hidup adlh investasi. Sebutir kebaikan yg kita tanam, tumbuh menjadi tujuh cabang, setiap cabang berbuah seratus buah. Tanamlah sebutir kebaikan setiap hari, maka harum bunganya akan tecium oleh semua orang. Kehidupannya tdk merugi. Kematiannya membawa kebahagiaan".
Jumat, 30 April 2010
Semangat ..........
Jangan sesali apa yang sudah pergi.
Jangan tangisi apa yang sudah tiada.
Tetapi bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi.
Jika kita berkerja karena uang, kita tidak akan kaya karenanya.
Tetapi jika kita menyintai perkerjaan yang kita lakukan, kesuksesan itu akan menjadi milik kita.
Kita sering melihat derita hari ini, tapi kita jarang ingat kebahagian untuk esok hari, jadi belajarlah untuk menghargai apa yang kita miliki hari ini, karena kita tak akan dapat mencapai penghargaan untuk esoknya jika semuanya telah tiada.
Kita mungkin ditipu jika terlalu mempercayai, tetapi hidup kita akan terseksa jika tidak cukup mempercayai.
Ketika kita melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-kata itu meninggalakn bekas seperti lubang di hati orang lain. Ibarat menusuk pisau ke dalam dada dan mencabutnya. Walaupun dengan ribuan kata-kata maaf, luka itu akan tetap ada.
Kata ma'af mungkin terlalu berat untuk diberikan kepada mereka yang telah melukai hati kita, tetapi hanya dengan mema'afkan dapat mengobati hati yang terluka.
Seseorang itu harus cukup rendah hati untuk mengakui kesalahannya, cukup bijak untuk mengambil manfaat dari kegagalannya dan cukup berani untuk memperbaiki kesilapannya.
Bermimpilah tentang apa yang ingin kita lakukan dan jadilah seperti apa yang kita impikan karena kita hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kita inginkan.
Dunia ini umpama lautan yang luas dan kita adalah kapal yang belayar di atasnya. Telah banyak kapal yang karam di dalamnya. Muatan kita adalah iman, dan layarnya adalah takwa niscaya kita akan selamat dari kesesatan di lautan hidup ini.
Hiduplah seperti lilin yang akan menerangi orang lain, janganlah hidup seperti duri menyombongkan diri dan menyakiti orang lain.
Akal itu ibarat seorang menteri yang menasihati, hati itu adalah ibarat Raja yang menentukan, harta itu adalah tamu yang akan berangkat, kesenangan itu ibarat suatu masa yang akan ditinggalkan.
Harta yang paling menguntungkan adalah sabar, teman yang paling akrab adalah amal, pengawal yang paling waspada adalah diam, bahasa yang paling manis adalah senyum dan ibadah yang paling indah adalah khusyuk.
Hidup memerlukan pengorbanan, pengorbanan memerlukan perjuangan, perjuangan memerlukan ketabahan, ketabahan memerlukan keyakinan, keyakinan pula menentukan kesuksesan. Kesuksesan pula akan menentukan kebahagian.
Kekuatan tidak datang dari kemampuan fisik semata, tetapi ia datang dari semangat yang tidak pernah pudar.
Jangan tangisi apa yang sudah tiada.
Tetapi bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi.
Jika kita berkerja karena uang, kita tidak akan kaya karenanya.
Tetapi jika kita menyintai perkerjaan yang kita lakukan, kesuksesan itu akan menjadi milik kita.
Kita sering melihat derita hari ini, tapi kita jarang ingat kebahagian untuk esok hari, jadi belajarlah untuk menghargai apa yang kita miliki hari ini, karena kita tak akan dapat mencapai penghargaan untuk esoknya jika semuanya telah tiada.
Kita mungkin ditipu jika terlalu mempercayai, tetapi hidup kita akan terseksa jika tidak cukup mempercayai.
Ketika kita melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-kata itu meninggalakn bekas seperti lubang di hati orang lain. Ibarat menusuk pisau ke dalam dada dan mencabutnya. Walaupun dengan ribuan kata-kata maaf, luka itu akan tetap ada.
Kata ma'af mungkin terlalu berat untuk diberikan kepada mereka yang telah melukai hati kita, tetapi hanya dengan mema'afkan dapat mengobati hati yang terluka.
Seseorang itu harus cukup rendah hati untuk mengakui kesalahannya, cukup bijak untuk mengambil manfaat dari kegagalannya dan cukup berani untuk memperbaiki kesilapannya.
Bermimpilah tentang apa yang ingin kita lakukan dan jadilah seperti apa yang kita impikan karena kita hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kita inginkan.
Dunia ini umpama lautan yang luas dan kita adalah kapal yang belayar di atasnya. Telah banyak kapal yang karam di dalamnya. Muatan kita adalah iman, dan layarnya adalah takwa niscaya kita akan selamat dari kesesatan di lautan hidup ini.
Hiduplah seperti lilin yang akan menerangi orang lain, janganlah hidup seperti duri menyombongkan diri dan menyakiti orang lain.
Akal itu ibarat seorang menteri yang menasihati, hati itu adalah ibarat Raja yang menentukan, harta itu adalah tamu yang akan berangkat, kesenangan itu ibarat suatu masa yang akan ditinggalkan.
Harta yang paling menguntungkan adalah sabar, teman yang paling akrab adalah amal, pengawal yang paling waspada adalah diam, bahasa yang paling manis adalah senyum dan ibadah yang paling indah adalah khusyuk.
Hidup memerlukan pengorbanan, pengorbanan memerlukan perjuangan, perjuangan memerlukan ketabahan, ketabahan memerlukan keyakinan, keyakinan pula menentukan kesuksesan. Kesuksesan pula akan menentukan kebahagian.
Kekuatan tidak datang dari kemampuan fisik semata, tetapi ia datang dari semangat yang tidak pernah pudar.
Permohonan si kaya dan si miskin
Nabi Musa a.s. memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin.
Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa a.s..
Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu.
Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa a.s.,
“Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada ALLAH SWT permohonanku ini agar ALLAH SWT menjadikan aku orang yang kaya.”
Nabi Musa a.s. tersenyum dan berkata kepada orang itu,
“Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada ALLAH SWT”.
Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata,
“Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja”!.
Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.
Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa a.s.. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa a.s.,
“Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada ALLAH SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu.”
Nabi Musa a.s.pun tersenyum, lalu ia berkata,
“Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada ALLAH SWT”.
“Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada ALLAH SWT ?. ALLAH SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. telinga yang dengannya aku dapat mendengar. ALLAH SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya”, jawab si kaya itu.
Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin ALLAH SWT tambah kekayaannya kerana ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. ALLAH SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua kerana ia tidak mau bersyukur kepada ALLAH SWT
Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa a.s..
Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu.
Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa a.s.,
“Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada ALLAH SWT permohonanku ini agar ALLAH SWT menjadikan aku orang yang kaya.”
Nabi Musa a.s. tersenyum dan berkata kepada orang itu,
“Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada ALLAH SWT”.
Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata,
“Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja”!.
Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.
Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa a.s.. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa a.s.,
“Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada ALLAH SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu.”
Nabi Musa a.s.pun tersenyum, lalu ia berkata,
“Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada ALLAH SWT”.
“Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada ALLAH SWT ?. ALLAH SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. telinga yang dengannya aku dapat mendengar. ALLAH SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya”, jawab si kaya itu.
Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin ALLAH SWT tambah kekayaannya kerana ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. ALLAH SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua kerana ia tidak mau bersyukur kepada ALLAH SWT
Dua Orang Sahabat
Cerita sukses kali ini menceritakan dua orang sahabat yang sudah lama berpisah. Sekitar 5 tahun mereka berpisah karena tuntutan karir masing-masing yang berbeda. Setelah 5 tahun berpisah, dua orang sahabat ini bertemu di sebuah rumah makan tanpa sengaja. Rumah makan ini memang rumah makan favorite mereka.
“Hai Joko, apa kabar?” kata Toni dengan wajah berbinar karena bertemu dengan sahabat lamanya. Kontan saja, Joko tesentak kaget karena tiba-tiba sahabatnya ada di depan mata.
“Alhamdulillah baik. Bagaimana dengan kamu? Terlihat makin sukses saja nich.” kata Toni.
“Alhamdulillah, kabar saya baik, juga dengan karir saya.” jawab Joko tak lepas dari senyum gembira.
“Kamu bekerja dimana?” tanya Toni.
“Saya bekerja di PT Bambu Kuning.” jawab Joko sambil tersenyum. Rupanya, Joko memang murah senyum.
Mendengar jawaban Joko, Toni sangat kaget campur kagum, “Hebat kamu… bisa diterima di PT Bambu Kuning. Gede donk gajinya?”
“Alhamdulillah sudah rezeki saya mungkin. Bagaimana dengan kamu?” Joko balik bertanya.
“Alhamdulillah, saya juga mendapatkan pekerjaan yang saya sukai. Namun tidak sebagus di Bambu Kuning. Mungkin nasib saya tidak masuk bekerja disana.” jelas Toni.
“Sebenarnya, kamu memiliki peluang besar untuk bekerja di Bambu Kuning. Seharusnya waktu itu kamu mencobanya.” jelas Joko. “Sebab, Bambu Kuning sebenarnya mencari orang dengan kualifikasi seperti kamu. Saya coba mencari kamu untuk memberitahu, tapi sayangnya kamu menghilang entah kemana.”
“Oh ya?” Toni tersentak kaget. “Apa saya bakal diterima disana?”
“Insya Allah… karena sudah lama Bambu Kuning mencari orang dengan kualifikasi yang kamu miliki. Plus rekomendasi dari saya kamu bakalan diterima. Bahkan, waktu itu, bos memarahi saya. Saya janji akan bawa kamu, tetapi gagal karena kamu menghilang.” jelas Joko.
Toni terdiam. Sebenarnya, Toni memiliki mimpi untuk bekerja di PT Bambu Kuning. Hanya saja, Toni tidak pernah mencoba sekali pun melamar ke perusahaan tersebut. Kini dia terhenyak. Bagaimana tidak… dia melewatkan kesempatan bekerja di tempat idamannya hanya karena dia tidak mau mencoba. Mata Toni mulai berkaca-kaca…
“Sebenarnya… saya ingin bekerja di Bambu Kuning. Hanya saja, saya merasa saya tidak pantas bekerja disana. Itu perusahaan elit, waktu itu saya berpikir kalau saya tidak akan diterima disana.” Jelas Toni agak terbata-bata.
“Lho koq?” Joko balik kaget. “Ton, kamu tau apa yang di pikiran saya? Saya selalu iri dengan kehebatan kamu dan kepandaian kamu. Saya pikir kamu lebih hebat dari saya. Kamu sendiri tau, kalau saya banyak belajar dari kamu. Kamu itu hebat, setidaknya lebih hebat dari saya.”
Toni hanya terdiam.. dia menyesal karena hanya karena tidak percaya diri, dia melewatkan peluang yang selama ini dia idam-idamkan.
“Sudahlah Ton… Lagi pula… kamu sudah bekerja di tempat yang kamu sukai.” kata Joko menghibur.
“Iya juga…” kata Toni sambil tersenyum. Senyum yang dipaksakan.
http://www.motivasi-islami.com/cerita-sukses-dua-orang-sahabat/
“Hai Joko, apa kabar?” kata Toni dengan wajah berbinar karena bertemu dengan sahabat lamanya. Kontan saja, Joko tesentak kaget karena tiba-tiba sahabatnya ada di depan mata.
“Alhamdulillah baik. Bagaimana dengan kamu? Terlihat makin sukses saja nich.” kata Toni.
“Alhamdulillah, kabar saya baik, juga dengan karir saya.” jawab Joko tak lepas dari senyum gembira.
“Kamu bekerja dimana?” tanya Toni.
“Saya bekerja di PT Bambu Kuning.” jawab Joko sambil tersenyum. Rupanya, Joko memang murah senyum.
Mendengar jawaban Joko, Toni sangat kaget campur kagum, “Hebat kamu… bisa diterima di PT Bambu Kuning. Gede donk gajinya?”
“Alhamdulillah sudah rezeki saya mungkin. Bagaimana dengan kamu?” Joko balik bertanya.
“Alhamdulillah, saya juga mendapatkan pekerjaan yang saya sukai. Namun tidak sebagus di Bambu Kuning. Mungkin nasib saya tidak masuk bekerja disana.” jelas Toni.
“Sebenarnya, kamu memiliki peluang besar untuk bekerja di Bambu Kuning. Seharusnya waktu itu kamu mencobanya.” jelas Joko. “Sebab, Bambu Kuning sebenarnya mencari orang dengan kualifikasi seperti kamu. Saya coba mencari kamu untuk memberitahu, tapi sayangnya kamu menghilang entah kemana.”
“Oh ya?” Toni tersentak kaget. “Apa saya bakal diterima disana?”
“Insya Allah… karena sudah lama Bambu Kuning mencari orang dengan kualifikasi yang kamu miliki. Plus rekomendasi dari saya kamu bakalan diterima. Bahkan, waktu itu, bos memarahi saya. Saya janji akan bawa kamu, tetapi gagal karena kamu menghilang.” jelas Joko.
Toni terdiam. Sebenarnya, Toni memiliki mimpi untuk bekerja di PT Bambu Kuning. Hanya saja, Toni tidak pernah mencoba sekali pun melamar ke perusahaan tersebut. Kini dia terhenyak. Bagaimana tidak… dia melewatkan kesempatan bekerja di tempat idamannya hanya karena dia tidak mau mencoba. Mata Toni mulai berkaca-kaca…
“Sebenarnya… saya ingin bekerja di Bambu Kuning. Hanya saja, saya merasa saya tidak pantas bekerja disana. Itu perusahaan elit, waktu itu saya berpikir kalau saya tidak akan diterima disana.” Jelas Toni agak terbata-bata.
“Lho koq?” Joko balik kaget. “Ton, kamu tau apa yang di pikiran saya? Saya selalu iri dengan kehebatan kamu dan kepandaian kamu. Saya pikir kamu lebih hebat dari saya. Kamu sendiri tau, kalau saya banyak belajar dari kamu. Kamu itu hebat, setidaknya lebih hebat dari saya.”
Toni hanya terdiam.. dia menyesal karena hanya karena tidak percaya diri, dia melewatkan peluang yang selama ini dia idam-idamkan.
“Sudahlah Ton… Lagi pula… kamu sudah bekerja di tempat yang kamu sukai.” kata Joko menghibur.
“Iya juga…” kata Toni sambil tersenyum. Senyum yang dipaksakan.
http://www.motivasi-islami.com/cerita-sukses-dua-orang-sahabat/
Langganan:
Postingan (Atom)