Selasa, 21 September 2010

SEHAT DAN BUGAR DENGAN SHOLAT KHUSUK

Setiap hari umat Islam diwajibkan melakukan sholat sebanyak 5 kali dimulai dari waktu subuh sebanyak 2 rakaat, zhuhur 4 rakaat, asar 4 rakaat, maghrib 3 rakaat dan isya 4 rakaat. Sebagian besar umat Islam menganggap kegiatan sholat sebagai beban dan kewajiban yang harus mereka lakukan secara rutin setiap hari. Namun banyak diantara mereka yang melakukan sholat dengan asal asalan kurang memperhatikan tu’maninah dan kekhusuan dalam sholat.

Kalau dilakukan dengan khusuk dan benar sholat dapat memberikan kekuatan pada jiwa dan jasmani. Bacaan sholat yang dibaca dengan benar dan dihayati maknanya bisa memberikan kekuatan yang dahsyat pada jiwa seseorang. Gerakan sholat yang dilakukan dengan tepat dan benar dapat memperbaiki metabolisme tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit yang banyak menyerang manusia dewasa ini.

Sholat jika dilakukan dengan benar dan khusuk dapat memberi manfaat ganda bagi orang yang melakukannya. Manfaat pertama bacaan sholat jika dimengerti dan dipahami maknanya dapat memberi ketenangan dan kekuatan pada jiwa seseorang. Manfaat kedua, gerakan sholat jika dilakukan dengan tepat dan benar dapat memperbaiki metabolisme tubuh dan memperlancar peredaran darah diseluruh tubuh.

Sehat dan bugar dengan sholat

Dewasa ini banyak orang yang mempelajari dan melakukan meditasi untuk mendapat ketenangan jiwa dan kebugaran tubuh. Kita mengenal dua macam tehnik meditasi yaitu meditasi diam dan meditasi bergerak. Meditasi diam dilakukan dengan duduk diam sambil bernapas dengan dalam dan teratur, mata dipejamkan atau pandangan dikonsentrasikan pada satu titik . Ada juga meditasi diam yang diiringi dengan music natural, suara alam atau kicauan burung dialam bebas. Meditasi bergerak dilakukan dengan bernapas dalam dan teratur sedang tubuh mengikuti gerakan tertentu yang lembut dan santai dengan diiringi music yang lembut pula. Meditasi model ini kita dapati pada senam yoga, thai chi, dan lain sebagainya.

Bagi umat Islam sebenarnya tidak perlu repot ikut belajar meditasi, yoga atau thai chi untuk mendapat kebugaran dan ketenangan jiwa. Semua itu sudah dipenuhi dalam gerakan sholat. Sayangnya banyak orang yang melakukan gerakan sholat dengan asal- asalan dan tergesa gesa sehingga mereka tidak mendapatkan kebugaran tubuh atau ketenangan jiwa yang diinginkan. Justru sebaliknya mereka merasa kegiatan sholat hanya membuang waktu, membosankan dan melelahkan.

Bagaimana gerakan sholat bisa memberi kebugaran dan memperbaiki metabolisme tubuh kita? Dewasa ini banyak sekali buku yang membahas tentang pengaruh gerakan sholat terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh. Yang perlu diperhatikan dalam melakukan gerakan sholat adalah pengaturan napas yang tepat, gerakan perlahan tenang dan tidak tergesa gesa serta berdiri, rukuk,sujud dan duduk iftirash atau tahiyat dilakukan dengan sempurna.

Pengaturan napas dalam sholat

Dalam kehidupan sehari hari manusia hanya menggunakan sekitar . 20 - 30 % dari kapasitas paru parunya. Kebanyakan manusia bernapas dengan cepat dan pendek sekitar 14-16 kali permenit. Mereka hanya mengisi 20-30 % dari paru parunya dengan udara, sebagian besar ruangan paru paru dibiarkan kosong tidak termanfaatkan. Pernapasan yang pendek dan buruk menyebabkan distribusi oxygen keseluruh sel tubuh tidak berjalan dengan baik. Sel darah dan tubuh tidak mendapat oxygen yang cukup, sehingga menjadi lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit.

Untuk memperbaiki distribusi oxygen keseluruh tubuh, banyak orang melakukan latihan berbagai macam olah raga terutama olahraga pernapasan seperti yoga, Thai chi, wai tankung, seni pernapasan Satria Nusantara, Mahatma, Kalimasada, silat tenaga dalam dan lain sebagainya. Dengan latihan olah napas suplai oxygen kedalam darah dan berbagai sel tubuh meningkat beberapa kali lipat, hingga memberi kesegaran dan kebugaran pada tubuh. Badan yang sehat dan bugar memiliki daya tahan yang tinggi terhadap berbagai macam penyakit, tubuh terbebas dari penyakit lemah, letih dan lesu. Hidup menjadi ceriah dan bersemangat, gairah kerja meningkat, sehingga banyak tugas dan pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai schedule.

Pengolahan napas yang tepat dan benar dalam sholat juga memberi efek yang sama seperti pada senam yoga atau Thai Chi, badan terasa lebih segar dan nyaman, karena kadar oxygen dalam darah meningkat lebih banyak daripada biasa. Sebagian besar dari kita sudah belajar mengerjakan sholat sejak masih kanak kanak. Kita hanya diajarkan cara melakukan gerakan sholat dan bacaan sesuai dengan Rukun yang diajarkan Rasulullah. Kita belum memahami apa hikmah dan kekuatan yang tersembunyi dalam gerakan dan pelaksanaan sholat. Kita harus menggali sendiri apa hikmah dan kekuatan yang tersembunyi dalam gerakan dan pelaksanaan sholat. Mari kita tingkatkan mutu sholat kita, sehingga tidak hanya menjadi suatu ritual yang berlalu begitu saja tanpa makna dan manfaat yang dapat kita rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari hari.

Usahakan menarik dan menghembuskan napas dalam sholat dilakukan dengan sempurna. Tarik napas dengan perlahan hingga memenuhi seluruh ruang paru paru, kemudian hembuskan dengan perlahan pula hingga paru-paru kosong sempurna. Hindari bernapas cepat dan pendek. Bernapas cepat dan pendek mendorong kita untuk ter-gesa gesa dalam sholat

Ketika takbiratul Ihram angkat tangan sejajar daun telinga sambil menarik napas hingga memenuhi rongga paru paru, kemudian hembuskan napas perlahan lahan sambil tangan diturunkan diatas perut. Kemudian tarik napas perlahan lahan hingga penuh barulah dimulai membaca do’a iftitah. Untuk lebih jelasnya ikutilah penjelasan berikut dibawah ini.

Shalat khusuk dan tehnik pengolahan napas

Berikut ini kami sampaikan cara pengolahan napas, hati dan pikiran untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pelaksanaan sholat. Diharapkan dengan metoda ini akan didapatkan sholat yang khusuk, sehingga manfaat sholat bagi hati, tubuh dan fikiran dapat segera dirasakan selama sholat dan selesai mengerjakan sholat.

1. Siapkan hati dan fikiran untuk mengerjakan shalat, misalnya shalat Dhuhur, Asar atau Maghrib.

2. Ambil wuduk untuk bersuci dari hadas kecil

3. Persiapan segala sesuatu untuk melakukan shalat, ruangan, kondisi dan lain sebagainya.

4. Berdiri tegak menghadap kiblat, kedua kaki agak diregangkan. Rasakan bahwa anda saat ini sedang berhadapan dengan Allah penguasa tertinggi dialam semesta. Bersikaplah tawadhu dihadapan Dia yang berkuasa penuh diseluruh jagat raya.


5. Takbiratul ihram

Angkat kedua belah tangan hingga sejajar daun telinga sambil menarik napas perlahan lahan hingga udara memenuhi seluruh ruang paru paru, ucapkan kalimat takbir Allahu akbar. Kemudian turunkan kedua belah tangan keatas perut sambil menghembuskan nafas perlahan lahan hingga paru paru kosong sempurna. Letakan tangan kanan diatas tangan kiri pada bagian atas perut.

6. Do’a Iftitah

Selanjutnya tarik nafas kembali perlahan lahan hingga memenuhi ruang paru paru, hembuskan perlahan lahan sambil membaca do’a iftitah:


” Allahu Akbar kabiraw walhamdulilaahi katsiiro, wa subhanallahi bukhrataw wa ashiila. Allah maha besar yang maha sempurna kebesarannya, segala punji bagi Allah sebanyak banyaknya, dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang hari ”
Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fathorosshamaawaati wal ardho haniifan muslimaw wama ana minal musyrikiin Sesungguhnya aku hadapkan hati dan fikiranku kepada yang menjadikan langit dan bumi, dengan lurus (ber-sungguh-sungguh) dan berserah diri , dan aku bukanlah termasuk orang yang mempersekutukanNya.

Innas sholaati , wanusuki, wamahyaya, wama maati lillahi rabbil alamiin. Laa syariikalahuu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya bagi Allah Tuhan sekalian alam, Tiada sekutu bagiNya, dengan demikianlah aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang berserah diri (muslim) .”

Jika nafas yang dihembuskan perlahan sudah habis sedang bacaan iftitah belum selesai, maka tarik nafas kembali hingga memenuhi ruang paru paru, kemudian hembuskan perlahan sambil melanjutkan bacaan yang belum selesai, demikian seterusnya. Konsentrasikan hati dan fikiran pada bacaan berikut maknanya. Mulut membaca do’a iftitah, fikiran menyebut terjemahannya, hati merasakan maksud kalimat yang dibaca. Rasakan kalimat yang dibaca dengan segenap perasaan dan penuh kekhusukan. Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan do’a iftitah tersebut.

7. Bacaan Al-fatihah

Selanjutnya tarik nafas perlahan lahan hingga memenuhi ruang paru paru, hembuskan perlahan lahan sambil membaca surat Al Fatihah. Konsentrasikan fikiran dan perasaan pada bacaan Al Fatihah tersebut. Ucapkan dengan lisan, terjemahkan dengan fikiran, pahami dengan hati. Rasakan setiap ayat yang dibaca, ikuti dengan visualisasi. Baca surat Al Fatihah tersebut dengan tartil dan perlahan lahan.

Ketika membaca
Bismillahirrohmanirahiim……bayangkan dan rasakan betapa rasa kasih sayang Allah pada kita semua.

Ketika membaca Alhamdulillahir robbil alamiin…. bayangkan betapa maha terpujinya Allah penguasa alam semesta.

Ketika membaca Arohmaanirrohiim bayangkan sifat kasih sayang Allah yang meliputi alam semesta.

Ketika membaca Maalikiyau middin ….bayangkan keadaan dihari berbangkit kelak , ketika kita dikumpulkan dipadang mahsyar yang kering dan tandus. Dihari yang tiada tempat bernaung selain naunganNya, dihari yang tidak ada tempat berlindung selain lindunganNya . Dialah penguasa tunggal dihari itu.

Ketika membaca Iyya kana’budu wa iyyaka nasta’in tanamkan dalam hati bahwa hanya Dialah yang disembah, dan hanya kepadaNya tempat mohon pertolongan.

Ketika membaca Ihdinas shiroothol mustaqiim bayangkan jalan yang lurus, jalan yang penuh rahmat dan berkahNya.
Ketika membaca Shirothol ladziina an amta alaihim, ghoiril maghdu bi alaihim , waldhoolliin ….bayangkan yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan yang ditempuh oleh orang yang telah mendapat rahmat dan nikmat dariNya , bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang yang sesat.

Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan Alfatihah
.

8. Bacaan surat dan ayat pilihan setelah Alfatihah

Setelah selesai membaca Alfatihah tarik nafas hingga memenuhi ruang paru paru. Hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca ayat atau surat pilihan. Untuk menambah kekhusuan ayat pilihan bisa disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang sedang mempengaruhi kita . Misalnya menghadapi musibah dan cobaan baca surat al Ankabut 1 s/d 5. Atau Al baqarah 153-157. Untuk membangkitkan semangat perjuangan dan mendapatkan karir yang lebih baik, baca surat Ali Imran 26-27, An Nur 55-56 atau Al Fath 1-4. Mengenang kehidupan akhirat baca surat al Waqi’ah, surat Al Zalzalah dan Al Qori’ah, Tentu saja ayat atau surat yang dibaca sudah dihafal berikut terjemahannya, demikian seterusnya. Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan ayat pilihan tersebut.

9. Rukuk

Mulai rukuk dalam keadaan paru-paru kosong, sambil mengucapkan takbir ,setelah rukuk betul betul sempurna membentuk sudut 90 derajat tarik nafas perlahan lahan hingga memenuhi seluruh ruang paru paru. Dalam kondisi rukuk ini perut dan dada akan tertarik kebawah akibat gaya gravitasi, sedang pundak akan tertarik kedepan sehingga paru paru mendapat posisi yang sangat lapang. Keadaan ini menyebabkan udara bisa masuk kedalam paru paru dengan sebanyak banyaknya. Tahan napas sambil mengucapkan kalimat tasbih ” subhanarabbiyal adzim ….Maha suci Allah yang maha besar “. kemudian hembuskan napas dengan perlahan lahan sambil tetap mengucakan tasbih sebanyak banyaknya. Punggung dan pinggang membentuk sudut 90 derajat, tangan bertumpu pada lutut. Rasakan suasana relaks dan nyaman selama rukuk. Hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan tasbih. Lakukan rukuk ini selama mungkin, napas juga bisa ditarik dan hembuskan sampai beberapa kali ulang, rasakan suasana nyaman dan rileks dari rukuk ini.

10. I’tidal

Tarik nafas perlahan lahan sambil berdiri dan mengucapkan kalimat ” Samiallahu liman hamidah…. telah mendengar Allah akan orang yang memujiNya. “. Kedua belah tangan diangkat sampai sejajar telinga. Selanjutnya turunkan kedua belah tangan kesamping kiri dan kanan sambil menghembuskan nafas perlahan-lahan. Berdiri tegak dengan kedua belah tangan disamping kiri dan kanan, tarik nafas perlahan lahan hingga memenuhi paru paru, kemudian hembuskan dengan perlahan lahan sambil membaca : “Robbana lakal hamdu, milussamawaati wamil ul ardhi, wamil umaasyi’ta, min syai’in ba’du….Wahai Tuhan kami segala puji bagiMu sepenuh langit dan bumi,dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudah itu”. Puji Allah dengan tulus dan ikhlas, rasakan suasana relaks dan nyaman. Hadapkan hati dan fikiran seluruhnya kepada Allah penguasa alam semesta dengan ikhlas dan tawadhu. Hembusan nafas berakhir bersamaan dengan berakhirnya bacaan do’a .

11. Sujud pertama

Tarik nafas perlahan lahan sambil turun untuk sujud dan mengucapkan kalimat takbir “Allahu akbar”. Selama sujud hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca kalimat tasbih : “Subhana rabbiyal a’la …..Mahasuci Allah yang maha tinggi “ sebanyak yang bisa dibaca. Hembusan nafas berakhir bersamaan dengan berakhirnya kalimat tasbih.Ucapkan kalimat tasbih dengan tulus dan ikhlas, rasakan suasana relaks dan pasrah kepadaNya. Hembusan nafas berakhir bersamaan dengan berakhirnya ucapan tasbih. Lama sujud tergantung kekuatan nafas dan jumlah kalimat tasbih yang dapat diucapkan. Rasakan suasana yang betul betul relaks dan pasrah padaNya.


12. Duduk Iftirash

Tarik nafas perlahan lahan sambil duduk dari sujud dengan mengucapkan kalimat takbir. Ketika duduk Iftirash hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca do’a :
” Robighfirli, warhamni, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’afinii, wa’fu’annii …….Ya Tuhanku , ampuni aku, rahmati aku, tutupi nkeburukanku, angkat derajatku, beri aku rezeki, beri aku petunjuk, sehatkan aku, ma’afkan aku…”. Ucapkan do’a dengan sungguh sunguh, ikuti dengan ikhlas dan penuh perasaan, jangan tergesa gesa. Nikmati kata demi kata dalam do’a ini, rasakan getaran dari setiap kalimat do’a yang diucapkan. Ini adalah do’a untuk kehidupan yang ideal. Jika Allah mengabulkan do”a ini anda tidak akan menderita, gelisah, tertekan, bingung, dan hidup dalam kemiskinan dan kekurangan. Anda akan mendapat ampunan, rahmat dan berkah, ditutupi keburukannya, diangkat derajatnya, mendapat bimbingan dalam menghadapi berbagai masalah, diberi badan yang sehat, dan ma’af dari Allah. Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan berakhirnya bacaan do’a.

13. Sujud kedua

Tarik nafas perlahan lahan sambil sujud dan mengucapkan kalimat takbir. Selama sujud hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca kalimat tasbih : " Subhana rabbiyal a’la …..Maha suci Allah yang maha tinggi” . Lakukan seperti pada butir 11. Setelah selesai, lanjutkan ke rakaat kedua. Tarik nafas perlahan lahan sambil berdiri dan mengucapkan kalimat takbir untuk melanjutkan kerakaat kedua .


14. Duduk tahiyyat


Bangun dari sujud, tarik napas perlahan lahan hingga memenuhi seluruh ruang paru paru, sambil mengucapkan kalimat takbir. Kemudian hembuskan nafas dengan perlahan sambil membaca do’a : Attahiyatul mubaarokatus shalawatut thoyyibatulillaah.
Assalamu alaika ayyuhanabiyyu warahmatullahi wabarakatuhu,
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah, salam rahmat dan berkahNya kupanjatkan padamu wahai nabi Muhammad……..
assalamualaina wa ala ibadillahisshoolihiin, Asyhaduallaa ilaaha illallahu wa assyhadu anna muhammadarrasuulullah, Allahhumma sholli ala muhammad wa ala aali muhammad….. Salam kesalamatan semoga tetap bagi kami seluruh hamba hambaNya yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah , dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan juga kepada keluarga nabi Muhammad “ . Pada tahiyyat akhir ditambahkan kalimat :….kama sholaita ala ibrahiim wa ala aali ibraahim , wa barik ala aali Muhammad wa aala ali Muhammad, Kama barakta ala aali Ibrahiim wa ala aali Ibrahiim fil alamiina innaka hamiidun maajiid….Sebagaiman Engkau pernah memberi rahmat kepada keluarga nabi Ibrahim, Berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah nmemberi keberkahan kepada Nabi Ibrahiim dan keluarga nya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang maha terpuji dan maha mulia ” . Jika hembusan nafas berakhir sebelum bacaan do’a selesai, tarik lagi nafas baru dan lanjutkan bacaan do’a sambil menghembuskan nafas perlahan lahan. Setelah selesai ucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan kiri nsebagai penutup seluruh kegiatan shalat.

15. Seluruh kegiatan shalat dilakukan dengan tenang, relaks dan tidak tergesa gesa. Resapi dan hayati setiap kalimat yang diucapkan dalam shalat. Insya Allah anda akan merasakan kenikmatan langsung dalam shalat ini. Jika gerakan shalat dan pengaturan nafas anda lakukan dengan betul, anda akan merasakan hawa hangat dan nyaman diseluruh tubuh. Badan akan terasa lebih segar karena ada peningkatan kadar oxygen didalam darah anda. Jika anda mengidap tekanan darah tinggi, insya Allah shalat seperti ini akan menurunkan tekanan darah anda. Selama sholat napas dilakukan dengan lembut dan perlahan lahan, udara didalam paru paru sempurna penuh dan sempurna pula kosongnya. Jumlah Oxigen yang dihirup oleh paru paru dan CO2 yang dibuang, dalam sholat ini akan meningkat dibandingkan diluar sholat, sehingga badan akan terasa lebih segar dan nyaman.


Efek nyata shalat khusuk dalam kehidupan sehari hari

Shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk akan menimbulkan efek yang nyata dalam kehidupan sehari hari. Beberapa indikator yang dapat anda rasakan dalam kehidupan sehari hari sebagai hasil dari shalat yang benar dan khusuk antara lain :

1. Badan terasa lebih segar dan relaks selama dan sesudah mengerjakan shalat. Insya Allah badan juga selalu terasa sehat dan bugar, memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit harian seperti pusing, flu, piliek, masuk angin, letih dan lesuh. Disamping itu tubuh juga memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai penyakit yang banyak menyerang manusia modern dewasa ini seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, stroke, serangan jantung. Untuk mendapatkan semua itu tentu saja harus juga dibarengi dengan pengaturan pola makan yang betul dan sehat.

2. Anda bisa merasakan suatu perasan nikmat dan asyik ketika mengerjakan shalat, hati dan fikiran terasa relaks dan focus pada kalimat yang dibaca. Adakalanya perasaan anda terbawa hanyut oleh ayat yang dibaca hingga badan bergetar dan kadang kala anda menangis karena merasakan kedahysatan Allah , kasih sayang dan azab -Nya..

3. Hati dan fikiran selalu merasa bahagia, nyaman, tentram, optimis dalam menjalankan kehidupan jauh dari perasaan sedih, duka, cemas, takut , putus asa, tertekan dan stress berkepanjangan.

4. Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cobaan dan tekanan hidup. Berbagai musibah dan kesulitan yang menghadang tidak menyebabkan nya patah semangat dan berputus asa.

5. Terpelihara dari melakukan perbuatan tercela dan perbuatan keji lainnya

6. Memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi dalam menyelesaikan dan menghadapi berbagai masalah yang datang menghadang dalam kehidupan sehari hari.

7. Tidak takut menghadapi ancaman dari manapun, ia hanya tunduk dan takut pada Allah Subhanahu wata’ala.

Jika anda belum melaksanakan shalat dengan benar dan khusuk, anda akan mendapatkan efek yang berlawanan dari hal yang telah disebutkan diatas. Beberapa indikator yang bisa anda amati dan rasakan jika anda belum melakukan shalat dengan benar dan khusuk antara lain sebagai berikut.


1. Shalat terasa sebagai beban dan dirasakan sebagai suatu kegiatan yang membosankan dan melelahkan. Selama mengerjakan shalat fikiran melayang kemana mana dan ada keinginan untuk segera selesai dari mengerjakan shalat

2. Shalat tidak meninggalkan bekas yang nyata dalam kehidupan sehari hari. Hati dan fikiran sering dirongrong perasaan gelisah, sedih, cemas, kecewa, putus asa, tertekan dan stres berkepanjangan.

3. Daya tahan terhadap cobaan dan tekanan hidup sangat lemah, mudah panik dan putus asa. Sehingga sering tergiur untuk mencari pertolongan alternatif seperti paranormal, dukun, ajimat dan perbuatan musyrik lainnya.

4. Tubuh sangat rentan terhadap berbagai penyakit harian seperti flu, pilek masuk angin dan berbagai penyakit degeneratif seperti darah tinggi, diabetes, asam urat dan lain lain.

5. Kecerdasan spiritual lemah sehingga mudah tergiur untuk melakukan perbuatan tercela dan keji lainnya demi mendapatkan apa yang diinginkan.

6. Sangat takut terhadap acaman manusia dan lain sebagainya, rasa takut tersebut mengalahkan rasa takutnya pada Allah, hingga mudah tergelincir pada perbuatan tercela dan perbuatan musyrik lainnya.


Demikianlah, mari kita tingkatkan mutu shalat kita masing masing, dengan berusaha untuk mengerti dan memahami setiap ayat atau kalimat yang kita ucapkan dalam shalat kita sehari hari, sehingga dapat memberi mafaat yang maksimal bagi kekuatan dan kesehatan rohani kita . Lakukan gerakan sholat dengan tepat dan benar, tarik dan hembuskan napas dengan perlahan dan lembut hingga paru paru penuh dan kosong dengan sempurna. Perhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh dan perasaan anda setelah anda bisa melaksanakan shalat dengan benar dan khusuk.

Pola makan yang sehat dan teratur

Untuk mendapatkan hasil badan yang sehat bugar dan prima tentu tidak cukup hanya dengan melakukan sholat yang benar seperti diatas , namun juga harus diikuti dengan pengaturan pola makan yang benar. Hindari makanan yang berlemak tinggi, makanan fast food, makanan yang mengandung bahan pengawet. Sebaiknya ikuti sunah Rasul dalam mengisi perut yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara, atau berhenti makan sebelum kenyang dan tidak makan sebelum lapar. Cara lain adalah dengan melakukan puasa senen –kamis atau puasa berganti hari seperti yang dilakukan nabi Dawud as.

Namun sayang pola hidup dikota besar yang sangat sibuk menyebabkan orang sulit untuk makan dengan teratur dan memiliki kandungan gizi yang tepat. Sebagian besar orang terpaksa makan apa adanya. Mereka mengkonsumsi makanan dari restaurant cepat saji, warteg, atau restaurant lainnya yang hanya memperhatikan kelezatan makanan tanpa memperhatikan kandungan gizi atau kesehatannya. Makanan yang mengandung kadar lemak tinggi dan zat lain yang berbahaya bagi tubuh seperti pengawet, bahan pewarna, penyedap makanan dalam jangka panjang menimbulkan berbagai kerusakan pada organ tubuh . Semua itu pada akhirnya akan memicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, jantung, diabetes, kolesterol, darah tinggi, asam urat, rematik, pengeroposan tulang, Parkinson dan lain sebagainya.

Ancaman penyakit Degeneratif

Penyakit degeneratif merupakan ancaman nyata bagi masyarakat di perkotaan pada dewasa ini ,penyakit ini bukanlah penyakit menular namun muncul akibat pola hidup masyarakat perkotaan yang keliru. Penyakit ini banyak menyerang manusia pada usia produktif sekitar umur 40 tahun, bahkan pada akhir akhir ini banyak juga orang dibawah usia 40 tahun yang mulai terkena penhyakit ini.

Beberapa penyakit degeneratif yang banyak menyerang manusia pada dewasa ini antara lain penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, asam urat, kanker, tumor, gagal ginjal, liver dan lain sebagainya. Penyakit ini sulit disembuhkan dan penanganannya membutuhkan biaya yang sangat mahal. Penyakit ini termasuk pembunuh nomor satu didunia pada saat ini. Penyebab utama penyakit ini adalah pola makan yang keliru dan kurang melakukan aktifitas olah raga.

Pola hidup masyarakat perkotaan yang sangat sibuk menyebabkan mereka terpaksa menjalani pola makan yang keliru serta tidak sehat dan jarang berolah raga. Sebagian orang mencoba mengatasi pola makan yang keliru dengan mengkonsumsi suplemen food sebagai makanan tambahan . Makanan tambahan ini sebenarnya juga tidak banyak menolong jika tidak diiringi olah raga yang berguna untuk melancarkan jalan darah dan memperbaiki metabolisme tubuh. Celakanya sebagian besar masyarakat perkotaan juga tidak punya waktu untuk melakukan olah raga ringan sekalipun. Bagi umat Islam sholat yang dilakukan dengan khusuk dan gerakan sholat yang tepat dan benar , sebenarnya juga memiliki efek nyang sama dengan olah raga ringan yaitu melancarkan jalan darah dan memperbaiki metabolisme tubuh. Sehingga sebenarnya sholat sudah bisa menjadi pengganti olah raga ringan yang tidak sempat dilakukan selama ini. Apalagi sholat dilakukan sebanyak 5 kali dalam sehari semalam, ini dirasa sudah cukup menggantikan kebutuhan olah raga ringan yang selama ini terabaikan.

Synergi Sholat khusuk dan makanan kesehatan sebagai penangkal penyakit degeretif

Sholat yang khusuk dan benar memberikan efek ganda bagi tubuh manusia. Bacaan sholat yang benar dan dimengerti maksudnya memberi kekuatan dan kesehatan pada jiwa (rohani), sedang gerakan sholat dan pengaturan napas yang tepat dan benar memberi kekuatan pada fisik atau jasmani. Pola makan yang salah, kurang olah raga, stress dan kesibukan bekerja pada orang yang hidup diperkotaan dewasa ini mengakibatkan semakin banyak orang yang menderita penyakit rohani maupun jasmani. Masalah ekonomi, masalah keluarga dan tekanan hidup menyebabkan banyak orang yang mengalami goncangan jiwa yang mengambil jalan pintas dengan bunuh diri untuk mengakhiri penderitaannya. Pola makan yang salah juga memicu berbagai penyakit degeratif seperti darah tinggi, diabetes, asam urat, kolesterol tinggi, penyempitan pembuluh jantung, stroke, kanker, tumor dan lain lain.

Dewasa ini penyakit degeneratif merupakan penyakit paling ganas yang banyak menyerang orang yang hidup diperkotaan. Penyakit ini banyak menyerang orang pada usia produktif sekitar 40 tahun , bahkan akhir akhir ini banyak orang yanmg usianya belum mencapai 40 tahun sudah terjangkit penyakit ini. Umumya penyakit ini muncul akibat pola makan yang salah dan kurang berolah raga. Bagi orang-orang yang sibuk bekerja dewasa ini sangat sulit untuk mendapatkan makanan yang tepat dan benar bagi kesehatan tubuhnya. Merekapun mengalami kesulitan menyediakan waktu untuk melakukan olah raga yang teratur. Synergi antara kegiatan sholat yang dilakukan umat Islam minimal 5 kali sehari dengan makanan kesehatan (suplemen food) diharapkan dapat mengatasi semua kendala seperti diatas.

Gerakan sholat yang tepat dan benar dapat melancarkan peredaran darah dan memperbaiki metabolisme tubuh , sehingga walaupun tidak sempat melakukan olah raga, gerakan sholat yang dilakukan dengan tepat dan benar sudah merupakan pengganti bagi kegiatan olah raga tersebut. Bacaan sholat juga memberi ketenangan dan kekuatan pada hati dan fikiran sehingga terhindar dari penyakit stress berkepanjangan. Pemilihan suplemen food (makanan kesehatan) yang tepat juga diharapkan dapat menutupi kekurangan akibat pola makan yang terpaksa keliru karena kesibukan kerja yang dihadapi.

Kalau kita amati makanan yang kita konsumsi sehari hari sebagian besar terdiri atas biji-bijian (nasi, roti,) dan daging. Sedikit sekali kita mengkonsumsi sayur dan buah buahan. Dalam keadaan terdesak kita juga cenderung memilih makanan cepat saji yang mengandung lemak tinggi dan penyedap rasa. Kurang olah raga, stress ditambah dengan pola makan salah mengakibatkan terganggunya metabolisme tubuh dan terjadi penumpukan berbagai zat berbahaya didalam tubuh. Dalam jangka panjang semua itu akan menimbulkan berbagai penyakit yang untuk menyembuhkannya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Penyakit jantung, kanker, liver, tumor, diabetes menahun adalah contoh penyakit degeneratif yang sulit untuk disembuhkan dan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk mengatasinya. Negara besar didunia menyadari betapa besar biaya yang harus dikeluarkanh untuk mengatasi penyakit degeneratif ini. Berbagai riset dilakukan untuk memproduksi makanan suplemen yang dapat mencegah atau mengatasi berbagai penyakit degeneratif itu. Bermacam macam suplemen food untuk mengegah dan mengurangi efek penyakit degeneratif dapat kita temui dipasaran seperti Minyak ikan omega 3, Garlic, Noni, susu Colustrum, spirulina, Chlorophyll , Habbatus Saudah dan lain sebagainya.

Synergi antara sholat khusuk yang diiringi dengan gerakan sholat dan pengaturan napas yang tepat dan benar serta pemberian suplemen food yang sesuai ,diharapkan dapat menangkal berbagai penyakit degeneratif yang banyak menyerang orang yang hidup diperkotaan dewasa ini. Akibat pola makan yang keliru dan kurang olah raga, di Amerika pengidap penyakit kanker sudah mencapai 30% dikuatirkan 20 tahun lagi akan mencapai 50 %. Pemerintah Amerika telah mengeluarkan biaya riset yang tidak sedikit untuk menangkal penyakit berbahaya ini.

Di Indonesia penderita kanker juga mulai meningkat, tanpa diketahui sebabnya tiba tiba salah seorang anggota keluarga kita ada yang terkena kanker payudara, kanker rahim, tumor otak, kanker liver yang selalu berakhir dengan kematian setelah menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Jumlah orang yang berhasil lolos dari penyakit ini juga sangat sedikit, itupun setelah berobat kesana kemari dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Mari kita tangkal berbagai penyakit berbahaya ini dengan mensynergikan sholat khusuk dan suplemen food. Penggunakan suplemen food bagi masyarakat perkotaan tampaknya juga sulit dihindari mengingat sebagian besar masyarakat kota terpaksa melakukan pola makan yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Mereka makan makanan apa adanya yang mereka beli direstoran , warteg atau restoran cepat saji. Mereka tidak punya waktu untuk mengolah makanan sendiri. Apalagi bagi suami istri yang bekerja keduanya, mereka makan apa adanya.

Penggunaan suplemen food juga tidak ada artinya jika tidak dibantu dengan olah raga, celakanya kesempatan untuk berolah raga juga sempit sekali. Sholat khusuk dengan gerakan yang tepat dan betul diharapkan bisa menggantikan kebutuhan olah raga ini. Mengingat bagi umat Islam sholat diwajibkan untuk dikerjakan 5 kali sehari dan ini dirasa sudah cukup untuk melancarkan jalan darah dan memperbaiki metabolisme tubuh.


Oleh : Fadhil Z.A
http://www.fadhilza.com/2009/03/tadabbur/sehat-dan-bugar-dengan-sholat-khusuk.html

MEMBANGUN MENTAL POSITIP DENGAN SHOLAT KHUSUK DAN DZIKIR ASMAULHUSNA


Pada dasarnya apa yang dialami seseorang merupakan produk dari fikiran dan perasaan mereka. Fikiran dan perasaan negatif akan mendatangkan kejadian negatif sebaliknya fikiran dan perasaan positip akan mendatangkan kejadian positip . Fikiran memancarkan gelombang fikiran kealam semesta dan menarik berbagai hal yang sama kepada diri yang bersangkutan. Fikiran negatif akan menarik kejadian negatif demikian pula fikiran positip akan menarik kejadian positip pula.

gelombang-fikiraSangat penting bagi kita untuk menjaga agar fikiran tetap memancarkan gelombang positip. Mengendalikan fikiran untuk tetap positip bukan hal mudah, fikiran selalu bergerak dan berubah sampai 60.000 kali dalam sehari semalam. Fikiran tetap bergerak dan aktif walaupun kita sedang tidur sekalipun. Fikiran tidak bisa dihentikan, ia hanya bisa dikendalikan dan diarahkan. Fikiran dikendalikan dan diarahkan oleh perasaan hati.

Fikiran manusia selalu bergetar berubah-setiap saat. Getaran gelombang fikiran manusia terbagi menjadi 3 kelompok.

Getaran Type A (Positip) , yaitu orang yang gelombang fikirannya selalu berubah setiap saat pada area positip dan tidak pernah turun melampaui batas area negatif. Penampilan orang ini selalu tenang berwibawa. Ia tidak pernah terpengaruh oleh berbagai kesulitan dan bencana yang menimpanya, ia selalu optimis dapat mengatasi berbagai masalah. Betapapun berat problem yang dihadapinya , ia tetap tenang dan yakin bahwa ia dapat menyelesaikan semua masalah tersebut.


Getaran Type B (negatif), yaitu orang yang gelombang fikirannya selalu berubah setiap saat pada area negatif dan tidak pernah naik menembus batas area positip . Penampilan orang ini selalu muram, sedih, kecewa, jengkel dan putus asa. Orang ini jarang tersenyum , ia merasa selalu tertekan dan dihimpit masalah , dadanya sempit, fikirannya kusut. Sangat sulit menolong orang ini selama fikirannya masih memancarkan gelombang negatif. Berapapun modal usaha yang diberikan padanya selalu habis tak berbekas, apapun usaha yang dipegangnya selalu gagal, kemalangan demi kemalangan selalu menimpanya bertubi tubi.

Getaran Type C (positip dan negatif), yaitu orang yang fikirannya selalu berubah turun naik kadang positip kadang negatif. Perasaan senang , gembira dan susah silih berganti menghampirinya. Ini adalah kondisi yang umum dialami kebanyak orang. Kejadian buruk dan baik silih berganti singgah dalam kehidupannya. Orang type ini bisa dilatih untuk mengarahkan fikirannya pada gelombang positip, dan bisa juga ditekan hingga jatuh pada gelombang negatif.

Masalah kita sekarang adalah bagaimana mempertahankian fikiran agar terus berada pada are positip, dan tidak turun menerobos area negatif. Jika fikiran kita berada dalam kondisi negatif maka masalah kita adalah bagaimana mengangkat fikiran tersebut agar berada pada area positip. Kita bisa mengetahui apakah fikiran kita ada pada area positip atau negatif dengan mengamati suasana dan perasaan hati kita masing-masing.

Kapan fikiran memancarkan gelombang positip dan negatif, bisa kita monitor dengan mengamati perasaan kita. Ketika perasaan kita tertekan, jengkel, kecewa, sedih, irihati, marah, dendam, putus asa, buruk sangka, cemas, takut itulah saatnya fikiran memancarkan gelombang negatif . Fikiran negatif tersebut akan menarik berbagai kejadian buruk pada diri kita seperti kecelakaan, kemalangan, kerugian bisnis, bangkrut, di PHK, Sakit-sakitan, di rampok, kemalingan, difitnah dan lain sebagainya. Ketika perasaan kita bahagia, nyaman, gembira, tenang, ikhlas, ridho, bersyukur, optimis, itulah saatnya fikiran kita memancarkan gelombang positip . Fikiran positip tersebut akan menarik berbagai kejadian baik pada diri kita seperti Kenaikan pangkat, diterima bekerja, menang tender, lulus ujian, sukses bisnis, sembuh dari sakit, selamat dari bencana dan lain sebagainya.

Agar fikiran tetap memancarkan gelombang positip kita harus selalu menjaga agar hati tetap berada dalam keadaan positip (gembira, bahagia,nyaman, tenang, optimis dan lain sebagainya ) . Banyak cara dilakukan orang untuk menjaga agar perasaan hati tetap positip, antara lain dengan mendengar music, bertamasya, menyaksikan lawakan, pesta, bersenang-senang diPub dan café, menikmati Karaoke, Meditasi, Ralaksasi dan lain sebagainya. Namun cara tersebut diatas biasanya hanya mendatangkan ketenangan semu. Keluar dari tempat hiburan tersebut suasana hati kembali negatif.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa ketenangan dan kenyamanan perasaan hati hanya bisa didapat dengan dzikrullah , sebagaimana ditegaskan dalam surat Ar Ra’d 28

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d 28)

Mengingat Allah (dzikrullah) bisa dilakukan secara lisan, maupun didalam hati, ketika berdiri , duduk dan berbaring secara berjamaah atau seorang diri. Sholat merupakan salah satu cara mengingat Allah, sebagaimana disebutkan dalam surat Thaha 14 :

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. (Thaha 14)

Orang yang melakukan sholat dengan khusuk dan selalu berdzikir mengingat Allah ketika berdiri , duduk , berbaring dimanapun berada, dijamin Allah hatinya akan nyaman dan tenang. Bebas dari rasa takut, cemas tertekan dan putus asa, insya Allah fikirannya akan selalu memancarkan gelombang positip ,yang tentunya akan mendatangkan berbagai kondisi positip pula dalam kehidupannya.

Kebanyakan orang gelombang fikirannya berada pada type B dan C, sedikit sekali yang memiliki gelombang fikiran type A. Orang yang memiliki gelombang fikiran type A umumnya berprofesi sebagai pemimpin, pengusaha, bisnisman yang sukses. Dengan memperbaiki mutu sholat insya Allah kita bisa memperbaiki gelombang fikiran menjadi type A, dan meraih sukses dan kemenangan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kalimat azan yang selalu dikumandangkan setiap hari menyeruh kita untuk meraih sukses dan kemenangan. Hayya alassholah…..hayya alal falaah….mari dirikan sholat….mari raih kemenangan.

Memperbaiki mutu hidup dengan meningkatkan mutu sholat


Kebanyakan orang tidak bisa khusuk dalam sholatnya. Ketika sholat antara ucapan, fikiran dan perasaan hati tidak sinkron. Mulutnya mengucapkan A, fikirannya membayangkan B dan hatinya merasakan C. Namun anehnya ketika berbicara melalui handphone semua orang bisa khusuk, antara ucapan, fikiran dan perasaannya bisa sinkron. Ketika mulutnya mengucapkan A maka fikirannya membayangkan A dan hatinya merasakan A pula. Kondisi ini terjadi karena ketika sholat kebanyakan orang tidak mengerti dan paham kalimat yang dibaca dalam sholat. Ketika bicara melalui handphone mereka bisa khusuk karena mereka mengerti dan paham dengan kalimat yang mereka ucapkan.

Bacaan dan kalimat yang dibaca dan diucapkan dalam sholat jika dimengerti dan dipahami bisa memberi ketenangan dan kenyamanan pada hati dan perasaan. Bacaan sholat merupakan alat kontrol dan kendali bagi perasaan kita. Jika dipahami dan diyakini bacaan sholat tersebut akan menjaga agar perasaan kita tetap nyaman, tentram , bahagia dan optimis sehingga gelombang fikiran akan tetap berada pada area positip. Kejadian buruk dan berbagai musibah yang dialami tidak nakan mempengaruhi perasaan hatinya, ia tetap tegar, tabah dan istiqomah menghadapi semua kejadian yang menimpanya.

Persoalan utama yang mendera umat Islam dewasa ini adalah sebagian besar umat Islam tidak mengerti kalimat yang dibaca dan diucapkannya dalam sholat. Akibatnya mereka tidak bisa khusuk , ketika sholat fikirannya melayang kemana mana, antara ucapan, fikiran dan perasaan hatinya tidak sinkron . Inilah yang menyebabkan sholat tidak berbekas dalam kehidupan mereka. Sholat yang diharapkan bisa mencegah dari perbuatan keji dan munkar, serta memberi rasa nyaman dan tentram tidak dirasakan keampuhannya.

Sebagian besar kita selama ini sejak kecil hanya diajarkan tata cara mengerjakan sholat, kita tidak diajarkan cara sholat yang benar dan khusuk. Setelah dewasa kita merasa sholat hanya sebagai kegiatan ritual sekedar melepaskan kewajiban, bahkan sholat dirasakan hanya sebagai beban yang memberatkan. Belum terlambat bagi kita untuk memperbaiki mutu sholat , hingga sholat betul betul berbekas dalam kehidupan kita sehari hari. Sholat bukan lagi sekedar kewajiban, tapi sholat sudah menjadi ,kebutuhan hidup. Sholat menjadi obat dan kekuatan untuk meraih sukses dan kemenangan.

Tidak mudah memperbaiki sholat yang sudah kita kerjakan selama bertahun tahun hanya sebagai kebiasaan rutin saja. Dibutuhkan latihan yang tekun untuk menghafal makna setiap ayat yang dibaca dan menyinkronkan lisan , fikiran dan perasaan agar fokus pada ayat yang dibaca dan diucapkan dalam sholat. Perlu latihan rutin diluar sholat untuk menyamakan lisan , fikiran dan perasaan terhadap bacaan yang dibaca dalam sholat, sehingga ketika sholat otomatis lisan, fikiran dan perasaan bisa sinkron dan fokus pada bacaan sholat.

Jika sholat sudah dilakukan dengan tepat , benar dan khusuk insya Allah akan dirasakan perubahan besar dalam kehidupan sehari hari. Kegiatan sholat menjadi suatu aktifitas yang menyenangkan dan mengasyikan. Sholat tidak lagi dirasakan segai kegiatan rutin yang membosankan, sholat tidak lagi dirasakan sebagai beban yang memberatkan. Sholat sudah dirasakan sebagai kebutuhan hidup yang menyenangkan. Perasaan hati selalu berada pada area positip sehingga secara otomatis fikiran akan selalu memancarkan gelombang positip, yang pada akhirnya akan menarik berbagai keberuntungan kedalam hidup kita. Dengan memperbaiki mutu sholat berarti kita telah memperbaiki mutu kehidupan.

Melatih sinkronisasi fikiran dan hati dengan dzikir pernapasan

Bernapas dengan dalam, panjang dan teratur dapat meningkatkan daya konsentrasi kita. Memasukan benang kedalam lubang jarum akan lebih mudah jika dilakukan dengan menahan napas, demikian pula ketika membidik dengan senapan atau memanah semua itu dirasakan lebih mudah dilakukan dengan penahanan napas. Berdzikir dan berdoa akan dirasakan lebih fokus jika dilakukan sambil bernapas panjang dan dalam atau ketika menahan napas.

Saya sering melihat orang yang membaca dzikir sambil memutar mutar biji tasbih dan matanya memandang kemana mana, bahkan kadang kala sambil duduk mendengar orang yang sedang gobrol. Dapat dipastikan yang berdzikiir hanyalah mulutnya sedang fikiran dan perasaanya mungkin melayang entah kemana. Kita banyak melihat orang yang berdoa hanya mulutnya saja sedang hati dan fikirannya melayang entah kemana, ia membaca kalimat doa dengan cepat sedang ia tidak mengerti bacaan do’a tersebut, tentu saja fikirannya tidak sinkron denga do’a yang diucapkannya.

Untuk melatih sinkronisasi fikiran dan hati latihlah dengan pernapasan segitiga sebagai berikut :

Tarik napas perlahan sampai memenuhi ruang paru paru sambil membaca kalimat “subhanallah” sebanyak yang bisa dilakukan didalam hati, kemudian tahan napas selama yang bisa dilakukan sambil membaca kalimat “Alhamdulillah” sebanyak banyaknya, selanjutnya hembuskan napas perlahan lahan hingga paru paru kosong sempurna sambil membaca kalimat “Allahu akbar” sebanyak banyaknya . Lakukan ini hingga beberap putaran sambil fikiran dan perasaan dikonsentrasikan pada makna kalimat tersebut.

Coba lakukan aktifitas diatas tanpa pengaturan napas. Baca subhanalah, Alhamdulilah, dan Allahuakbar sebanyak yang bisa dilakukan. Coba berkonsentrasi pada makna kalimat tersebut, rasakan perbedaannya. Dari pengalaman yang saya coba tanpa pengaturan napas lebih sulit untuk berkonsentrasi,fikiran cenderung liar dan melayang kemana mana, lama lama timbul rasa bosan . Dengan pengaturan napas fikiran dan perasaan lebih mudah fokus, badan semakin lama terasa semakin segar karena terjadi peningkatan kadar oxygen dalam darah. Aktifitas ini terasa mengasyikan sehingga terhindar dari rasa bosan.

Coba lakukan kegiatan diatas dengan mengganti kalimat yang dibaca, misalnya ketika menarik dan menahan napas baca “ya Rozak” , ketika menghembuskan napas berdo’a mohon dilapangkan dan dibukankan pintu rezeki dari langit dan bumi. Coba ganti dengan asamulhusana yang lain ya Rahman, ya Malik, ya Jabbar, ya Fattah selanjutnya ketika menghembuskan napas baca didalam hati do’a yang sesuai dengan kalimat asmaulhusna tersebut.

Selanjutnya coba metode diatas dengan mengganti kalimat diatas dengan bacaan sholat. Misalnya ketika menarik napas baca “ Hasbiayallahu wanikmal wakil, nikmal maula wanikman nashir…..Aku berserah diri pada Allah, cukup dia sebagai pelindung, pemimpin dan penolongku”. Ketika menahan napas baca do’a iftitah , Alfatihah , ayat Qur’an atau bacaan sholat lainnya. Ketika menghembuskan napas baca kalimat “ Lailaaha illallahuwahdahu laa syarikalahu, lahul mulku walhulhamdu wahua ala kulli syai’inkodir “ . Lakukan berulang ulang sambil fikiran dan hati fokus pada bacaan yang dibaca. Insya Allah jika sudah terbiasa aktifitas ini sangat membantu , sehingga ketika sholat fikiran dan perasaan sudah biasa fokus pada bacaan tersebut, insya Allah bisa dicapai sholat Khusuk.

Latihan bisa dilakukan setiap selesai sholat sekitar 5 – 10 menit, ketika bangun tidur, ketika relaks dan santai, usahakan latihan hingga minimal 1 jam sehari semalam. Jika setiap selesai sholat 10 menit berarti sudah 50 menit, tambah beberapa menit lagi diluar wakitu sholat insya Allah anda sudah berlatih lebih dari satu jam sehari. Kegiatan latihan ini juga sudah termasuk kegiatan ibadah dzikir harian. Insya Allah dengan meningkatkan mutu sholat kita bisa meraih sukses dan kemenangan seperti yang selalu diserukan dalam kalimat azan Hayya alassholah…hayya alalfalah.


Oleh Fadhil ZA
http://www.fadhilza.com/2010/09/tadabbur/membangun-mental-positip-dengan-sholat-khusuk-dan-dzikir-asmaulhusna.html

DZIKIR PERNAPASAN ASMA’ULHUSNA (1)


41- Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

42- Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al-Ahzab 41-42)


Dalam surat Al Ahzab ayat 41-42 Allah memerintahkan pada kita agar ingat kepada Allah dengan sebanyak banyaknya. Salah satu cara berdzikir mengingat Allah adalah dengan menyebut atau membaca kalimat asma’ulhusna dengan sebanyak banyaknya. Dalam Al Qur’an banyak ayat yang menganjurkan kita untuk berzikir mengingat-Nya dengan membaca atau menyebut Al-Asma’ulhusna, antara lain :

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (Al-Israak 110)

Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaulhusna (nama-nama yang baik). ( Thaha 8 )

Banyak cara dilakukan orang untuk melaksanakan zikir dengan membaca Asma’ulhusna. Ada yang membaca 99 Asma’ulhusna secara berjema’ah dengan irama bacaan yang syahdu dan menggetarkan hati. Ada yang membaca seorang diri dengan suara yang lembut dan hati tunduk. Ada yang membaca Asma’ulhusna seorang diri dengan berbisik, dan hanya memilih kalimat Asma’ulhusna yang ada hubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. Ada pula yang membacanya didalam hati sambil berjalan , duduk atau berbaring dimanapun ia berada.

Bagi pemula membaca kalimat Asma’ulhusna seorang diri kadangkala terasa membosankan, sehingga tidak bisa bertahan lama. Kadangkala kaki terasa kaku dan semutan, sehingga tidak sanggup duduk berlama-lama untuk membaca kalimat Asma’ulhusna tersebut. Untuk menghindarkan kaki semutan sebaiknya posisi duduk sering dirubah, misalnya bersila, kemudian duduk iftirosh, atau duduk tahiyat atau ditukar dengan posisi lain yang dirasakan nyaman.

Untuk menghindari kebosanan saya menawarkan suatu metode yang menggabungkan zikir asma’ulhusna dengan tehnik olah napas dan do’a. Kalimat Asma’ulhusna dibaca didalam hati ketika menahan napas, kemudian hembuskan nafas seraya berdo’a atau mengucapkan kalimat tahlil, tahmid atau takbir. Dzikir dengan cara seperti ini termasuk dzikir Qalbu (bathin) sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 205.

205- Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-Araaf 205)

Dzikir ini lebih utama dilakukan seorang diri, dengan membaca asma’ulhusna didalam hati, tanpa mengeluarkan suara dari mulut. Dilakukan setelah selesai sholat lima waktu, sholat sunah, sore hari atau pada waktu malam hari , dilakukan dalam keadaan suci dari hadas (berwuduk).

I. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Pertama

1. Setelah sholat lima waktu, duduk bersila, kemudian baca Istighfar 99x atau 100x, Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahuakbar) masing masing sebanyak 99 atau 100x , menggunakan alat bantu biji tasbih 33×3 yang banyak didapat dipasaran.

2. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca didalam hati ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong) . Hembuskan napas per-lahan2 sambil membaca Istighfar didalam hati sebanyak 33x.
Tahan napas sambil membaca ” Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhzim ( Tidak ada daya kami melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Besar)”. Kemudian tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca Surat Yasin ayat 83 : ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya hembuskan napas sambil membaca istighfar sebanyak 33x…demikian seterusnya hingga 3 x 33. Jika menahan napas setelah istighfar 33 x dirasa berat, maka untuk sementara tidak perlu dilakukan, sehingga selama Dzikir akan dilakukan menarik dan menghembuskan napas secara perlahan lahan disertai dengan dzikiir dan istighfar. Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk membaca kalimat Tahmid (Subhanallah) dan Takbir (Allahuakbar).

3. Selanjutnya teruskan dengan kegiatan membaca kalimat Asma’ulhusna, misalnya yaa Rahman…… ya Rohiim……. yaa Malik……. yaa Quddus……. ya salam……. ya Mukmin dengan cara sama seperti diatas. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong). Hembuskan napas sambil membaca yaaa Rahman…. didalam hati sebanyak 33x. Tahan napas sambil membaca ” Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhzim ( Tidak ada daya kami melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Besar)”. Kemudian tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…. ” dst dan selanjutnya hembuskan napas sambil membaca yaa Rahman… sebanyak 33x… demikian seterusnya hingga 3 x 33 , jika mau boleh digenapkan jadi 100 x dengan menambah 1 kalimat ya Rahman..

4. Demikian selanjutnya bisa dilakukan hal yang sama untuk membaca Asma’ulhusna yang lain seperti ..yaa Rahiim, ya Malik, ya Quddus……. yaa Latif, yaa Qohhar… dan seterusnya. Jika kaki terasa semutan silahkan dirubah posisi duduknya, sehingga jalan darah bisa lancar kembali. Usahakan pada waktu menarik napas perut dikembungkan dan pada akhir penarikan napas pundak sedikit dinaikan sehingga paru paru penuh sempurna. Pada waktu menghembuskan napas perut dikempiskan sehingga udara diparu paru kosong sempurna, demikian seterusnya.

II. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Kedua

1. Setelah sholat lima waktu, duduk bersila, kemudian baca Istighfar 99x atau 100x, Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahuakbar) masing masing sebanyak 99 atau 100x , menggunakan alat bantu biji tasbih 33×3 yang banyak didapat dipasaran.

2. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong) . Tahan napas sambil membaca Istighfar didalam hati sebanyak 33x.
Selanjutnya hembuskan napas perlahan-lahan sambil membaca ” Astaghfirullahal adzim alladzii laa illahuwal hayyul qoyyum wa athuubu ilaihi ( Aku mohon ampun pada Allah yang besar, yang tiada tuhan selain Dia, yang hidup dan berdiri sendiri )”. Kemudian tahan napas sambil membaca ” Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) ” Selanjutnya kembali kepada langkah semula yaitu tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya tahan napas sambil membaca istighfar sebanyak 33x…demikian seterusnya hingga 3 x 33, jika mau sempurnakan menjadi 100 x dengan menambah 1x istighfar. Pola pernapasan yang digunakan adalah pola pernapasan segi empat Tarik…..tahan….hembuskan dan tahan…kemudian kembali kepada siklus semula. Ketika menarik napas perut dikembungkan, ketika menahan napas perut ditekan (dikeraskan) dubur ditarik keatas, ketika menghembuskan napas perut dikempiskan . Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk membaca kalimat Tahmid (Subhanallah) dan Takbir (Allahuakbar

3. Selanjutnya teruskan dengan kegiatan membaca kalimat Asma’ulhusna, misalnya yaa Rahman…… ya Rohiim……. yaa Malik……. yaa Quddus……. ya salam……. ya Mukmin dengan cara sama seperti diatas. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong). Tahan napas sambil membaca …yaaa Rahman…. didalam hati sebanyak 33x.
Hembuskan napas sambil membaca kalimat tahlil “Laa illaha illallahu wahdahu laa syariikalahu, lahu mulku walhul hamdu yuhyii wayumiitu wa huwa ala kulli syai’in kodir ( Tidak ada Tuhan selain Dia sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian Dia yang menghidupkan dan mematikan dan dia maha kuasa atas segala sesuatu)”. Kemudian tahan napas sambil membaca ” Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) ” Selanjutnya kembali pada langkah semula dengan menarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya tahan napas sambil membaca yaa Rahman… sebanyak 33x… demikian seterusnya hingga 3 x 33, jika mau boleh digenapkan jadi 100 x dengan menambah 1 kalimat asma’ulhusna.

4. Demikian selanjutnya bisa dilakukan hal yang sama untuk membaca Asma’ulhusna yang lain seperti ..yaa rahiim, ya Malik, ya Quddus……. yaa Latif, yaa Qohhar… dan seterusnya. Jika kaki terasa semutan silahkan dirubah posisi duduknya, sehingga jalan darah bisa lancar kembali. Usahakan pada waktu menarik napas perut dikembungkan dan pada akhir penarikan napas pundak sedikit dinaikan sehingga paru paru penuh sempurna. Waktu menahan napas perut ditekan (dikeraskan) dan dubur ditarik keatas. Pada waktu menghembuskan napas perut dikempiskan sehingga udara diparu paru kosong sempurna, demikian seterusnya. Kalimat tahlil waktu menghembuskan napas dapat diganti dengan kalimat dzikir lainnya , dengan do’a dari Al Qur’an atau ayat Qur’an lainya seperti ayat Qursyi atau Al Baqarah ayat 286. Do’a yang diucapkan ketika menghembuskan napas bisa juga dalam bahasa Indonesia yang isinya disesuaikan dengan kalimat asma’ulhusna yang dibaca. Misalnya minta dilapangkan rezeki ketika membaca ya Razak, ya Ghoniyyu, minta diberi kekuatan , atau jabatan ketika membaca yaa Malik …dst.

III. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Ketiga

Dzikir Asma’ulhusna cara ketiga ini pada dasarnya sama dengan cara kedua, hanya saja kalimat Asma’ulhusna dibaca dengan sebanyak-banyaknya tanpa dihitung.Tarik napas pelahan lahan sambil membaca kalimat istighfar, tasbih, takbir, atau Asma’ulhusna sebanyak-banyaknya. Setelah paru paru penuh dengan udara, tahan napas sambil tetap membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir atau Asma’ulhusna sebanyak banyakny. Jika lama (masa) menahan napas dirasakan sudah cukup, Hembuskan napas sambil membaca kalimat tahlil” laa illaha illallahu wahdahu laasyariikalahu, lahu mulku walahulhamdu, yuhyii wayumiitu wahuwa ala kulli syai’inqodir ( Tidak ada Tuhan selain Allah yang satu, tidak ada sekutu bagiNya, baginya kerajaan dan baginya pujian, Dia yang meghidupkan dan mematikan, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu)”.

Bacaan yang dibaca ketika menghembuskan napas ini bisa juga diganti dengan do’a dari Qur’an atau do’a dalam bahasa Indonesia sesuai dengan hajat atau selaras dengan kalimat Asma’ulhusna. Misalnya berdo’a mohon rezeki setelah Asmaulhusna “ Ya Rozak, ya Mughni atau ya Ghoniyy, atau mohon jabatan, kekuasaan, kemenangan, kekuatan setelah membaca “ ya Malik. Ya Aziz, ya Jabbar dan seterusnya. Tahan napas sambil membaca surat yasin ayat 83 seperti pada cara kedua diatas. “ Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) “

Cara kedua dan ketiga ini lebih berat dibandingkan cara pertama, karena dilakukan dengan teknik penahanan nafas. Bagi yang sudah biasa melakukan teknik pernapasan pada pelatihan tenaga dalam, seni bela diri, yoga dan lain sebagainya tentu tidak akan mengalami kesulitan melakukan ini. Bagi yang belum pernah melakukan teknik olah nafas sebaiknya berkonsultasi dengan yang sudah menguasai teknik pernapasan yang biasa diberikan pada perguruan seni bela diri atau tenaga dalam. Teknik ini jika dilakukan secara kontinu disamping memberi kekuatan pada Ruh juga dapat membangkitkan energi magnetis disekitar tubuh yang melindungi tubuh dari berbagai bahaya dan bekerja secara otomatis. Dipadang mahsyar kelak energi itu akan terlihat berupa cahata yang memancar disekeliling tubuh orang yang beriman sebagaimana disebutkan dalam surat Al Hadid ayat 12 :

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak. (Al Hadid 12)

Energy itu juga akan melindungi tubuh dari sengatan api neraka, ketika kita harus singgah dilembah neraka sebagaimana disebutkan dalam surat Maryam ayat 71-72. Dalam surat Maryam ayat 71-72 dinyatakan bahwa tidak ada satu orangpun yang tidak melintas dilembah Neraka. Orang yang tidak memiliki perbekalan cukup tentu akan terbakar tatkala kakinya menginjak lembah Neraka. Namun orang yang telah memiliki perbekalan cukup, melindungi dirinya dengan banyak berzikir mengingat Allah ketika hidup didunia ini , niscaya tidak akan merasakan panasnya bara api neraka tersebut.


71- Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

72- Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
(Maryam 71-72)


Orang yang tidak ber-Iman dan tidak pernah berzikir pada Allah, niscaya tubuhnya akan terbakar tatkala menginjak bara api neraka, dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk keluar dan menyelamatkan diri dari ganasnya api neraka tersebut. Mereka berdiam kekal selamanya didalam lembah neraka yang panas. Sementara orang yang ber-Iman, bertakwa dan banyak berzikir akan berjalan dengan mudah dilembah neraka, sampai akhirnya mereka keluar dari lembah neraka tersebut melanjutkan perjalanan ke Taman Syurga dan berdiam kekal selamanya di sana .

Dalam pelaksanaan Dzikir Asma’ulhusna ini bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi tidak dianjurkan melakukan cara kedua ini, penahanan napas cenderung meningkatkan tekanan darah, sebaiknya lakukan cara pertama yang tidak ada unsur penahanan napas. Sebaliknya pernapasan yang panjang , lembut , perlahan sangat baik bagi pengidap penyakit darah tinggi karena pernapasan seperti ini menimbulkan rasa relaks dan membuka lebar pembuluh darah sehingga cenderung menurunkan tekanan darah.

Khasiat dan manfaat Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna

Membaca Asma’ulhusna dengan teknik olah napas memiliki beberapa keunggulan dibanding tanpa pengolahan napas, antara lain:

1. Memaksimalkan bekerjanya paru paru dalam menyerap oxygen dan membuang gas Co2

2. Membersihkan paru paru dari udara basi atau udara sisa yang tertinggal didalam paru paru

3. Meningkatkan kadar oxygen didalam darah dan melancarkan distribusi oxygen keseluruh organ tubuh yang membutuhkan

4. Meningkatkan kinerja organ penting tubuh seperti jantung, paru2, ginjal, liver , pembuluh-pembuluh syaraf dan lain sebagainya

5. Membangkitkan medan energy setiap sel tubuh, yang secara kumulatif pada akhirnya akan memancar berupa kekuatan medan bio-magnetis (energy ilahi) disekitar tubuh, energy ini akan berkerja melindungi tubuh secara otomatis dari berbagai kejahatan dan kejadian buruk yang datang menghampiri, dalam kehidupan dunia maupun akhirat (alam barzakh, padang Mahsyar)

6. Meningkatkan konsentrasi pada makna dan maksud kalimat Asma’ulhusna

7. Menghilangkan rasa bosan serta mengantuk yang biasanya muncul ketika sedang membaca kalimat dzikir atau Asma’ulhusna

8. Menguatkan dan menyegarkan Ruh dengan kalimat Asma’ulhusna

9. Menguatkan Ruh dengan sifat yang terkandung pada masing – masing Asma’ulhusna, seperti yaa Malik (kekuatan, kekuasaan, kewibawaan, kepemimpinan), yaa Jabbar (kemampuan mendapat yang diinginkan, memaksakan kehendak), yaa Rahman , yaa Rahim (membangkitkan rasa simpati, kasih sayang dan kecintaan), yaa Razak, yaa Mughni ( Kemudahan mendapatkan rezeki , kekayaan dan kemakmuran), yaa Quddus (terpelihara dari sifat buruk seperti pemarah, kikir, dengki, ria, takabbur, sombong), yaa Aliim (memiliki ilmu yang luas dan dalam)…… dan seterusnya.

10. Menghadirkan sifat Allah yang terkandung dalam Asma’ulhusna didalam diri, sehingga dicintai Allah dan mendapat berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan dunia maupun akhirat.

11. Membangkitkan kerinduan yang mendalam pada Allah penguasa alam semesta, yang pada gilirannya juga akan menimbulkan kecintaan Allah pada diri kita.

12. Asma’ulhusna akan mengendap dalam fikiran bawah sadar, sehingga dalam keadaan sehari hari fikiran akan terus menerus menyebut Asma’ulhusna , sehingga jadilah ia orang yang terus menerus berzikir ketika berdiri, duduk dan berbaring.

13. Mendapat semua manfaat dan kenikmatan yang telah dijanjikan Allah dalam Al Qur’an bagi orang ber-iman, bertawakkal dan bertakwa.

14. Mendapat kenikmatan dan asyiknya membaca Asma’ulhusna , sehingga sanggup duduk berlama lama membaca Asma’ulhusna tanpa merasa bosan dan lelah.


Metode ini pada awalnya memang terasa berat, terutama pada sat menahan napas. Namun setelah terbiasa , manfaatnya akan segera terasa dibandingkan tanpa penahanan napas. Bagi anda yang pernah mengikuti latihan olah napas pada perguruan seni beladiri, tenaga dalam, seni pernapasan seperti Satria Nusantara, Mahatma, Kalimasada dan lain sebagainya tentu tidak akan mengalami kesulitan melakukan metode ini. Bagi anda yang belum pernah mengikuti pelatihan tehnik olah napas sebaiknya berkonsultasi dengan teman yang sudah menguasai teknik olah napas. Hati hati, napas ditahan diperut bukan didada, ketika menahan napas dubur ditarik keatas. Jika merasa tidak nyaman ditubuh, hentikanlah mungkin ada kekeliruan pada teknik pengolahan napas. Jika metode yang dilakukan tepat dan benar anda akan merasakan keasyikan dan kenikmatan yang sangat prima selama melakukan dzikir ini. Badan terasa segar, hidup penuh energy dan semangat jauh dari perasaan sedih, kecewa, jengkel, cemas, takut, kuatir, dan stress yang berkepanjangan.

Agar aliran darah tetap lancar dan tidak mengalami kesemutan selama berdzikir , sebaiknya posisi duduk sering dirubah, misalnya dari duduk bersila , menjadi duduk iftirosh, duduk tahiyat atau duduk dengan kedua kaki dihimpit. Dengan melakukan dzikir pernapasan Asma’ulhusna ini insya Allah anda akan mampu mengatasi berbagai masalah yang menghadang dalam hidup ini. Dipadang Mahsyar kelak kalimat dzikir yang anda baca akan memancar disekeliling tubuh menjadi cahaya yang bersinar melindungi diri dari sengatan matahari dan panasnya api neraka. Ketika amalan ditimbang dihari berhisab nanti, kalimat dzikir ini juga akan menambah berat timbangan amal kebaikan. Dengan banyak zikir hidup terasa lebih nikmat dan mudah.

Bagi pemula yang ingin melakukan dzikir asma’ulhusna tanpa diiringini teknik pengolahan napas juga dipersilahkan. Baca ya Rahman 100x, selingi dengan do’a. selanjutnya yaa Malik 100x selingi dengan do’a demikian seterusnya. Konsentrasikan fikiran pada makna dan pemahaman kalimat Asma’ulhusna tersebut. Sekali lagi untuk dzikir asma’ulhusna dengan penahanan napas sebaiknya dilakukan dibawah bimbingan orang yang sudah mahir tehnik pengolahan napas. Kekeliruan pada tehnik pengolahan napas bisa berakibat fatal. Bagi yang sudah pernah mengikuti tehnik olah napas pada seni bela diri, silat tenaga dalam atau seni pernapasan Satria Nusantara, Mahatma, Kalimasada, insya Allah tidak akan mengalami kesulitan mengikuti metode ini.


Oleh : Fadhil ZA

http://www.fadhilza.com/2009/04/tadabbur/dzikir-pernapasan-asma%E2%80%99ulhusna-1.html

Pengertian Kecerdasan

Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus. Sudah sepantasnya manusia bersyukur, meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat, namun berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya.

1 Kecerdasan Intelektual (IQ)

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Ia merupakan kecerdasan untuk menerima, menyimpan dan mengolah infomasi menjadi fakta.[1] Kecerdasan yang paling utama dimiliki manusia adalah Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Intelektual atau Inteligensi adalah kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat-alat berpikir. IQ (Intelligence Quotient) adalah kemampuan atau kecerdasan yang didapat dari hasil pengerjaan soal-soal atau kemampuan untuk memecahkan sebuah pertanyaan dan selalu dikaitkan dengan hal akademik seseorang. Banyak orang berpandangan bahwa IQ merupakan pokok dari sebuah kecerdasan seseorang sehingga IQ dianggap menjadi tolak ukur keberhasilan dan prestasi hidup seseorang. Kecerdasan ini ditemukan pada tahun 1912 oleh William Stem yang digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang.

[1] A. Winarno dan Tri Saksono, Kecerdasan Emosional, Jakarta, LAN, 2001, hal. 4.Kecerdasan ini adalah sebuah kecerdasan yang memberikan kita kemampuan nuntuk berhitung, beranalogi, berimajinasi, dan memiliki dayakreasi serta inovasi. Orang yang kecerdasan intelektualnya baik, baginya tidak akan ada informasi yang sulit, semuanya dapat disimpan, diolah dan diinformasikan kembali pada saat dibutuhkan.Proses dalam menerima, menyimpan dan mengolah kembali informasi, (baik informasi yang didapat lewat pendengaran, penglihatan atau penciuman) biasa disebut ‘’berfikir’’.Berfikir adalah media untuk menambah perbendaharaan/khazanah otak manusia.

Dengan daya pikirnya, manusia berusaha mensejahterakan diri dan kualitas kehidupannya. Pentingnya menggunakan akal sangat dianjurkan oleh Islam.Tidak terhitung banyaknya ayat-ayat Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW yang mendorong manusia untuk selalu berfikir.Manusia tidak hanya disuruh memikirkan dirinya, tetapi juga dipanggil untuk memikirkan alam jagad raya.Dalam konteks Islam, memikirkan alam semesta akan mengantarkan manusia kepada kesadaran akan keMahakuasaan Sang Pencipta (Allah SWT).

Dari sini difahami bahwa otak dan emosi memiliki hubungan yang fungsional yang saling menentukan antara satu dan lainnya. Penelitian Rappaport di tahun 1970-an menyimpulkan bahwa emosi tidak hanya diperlukan dalam penciptaan ingatan, tetapi emosi adalah dasar dari pengaturan memori. Orang tidak akan pernah mencapai kesuksesan dalam bidang apapun kecuali mereka senang menggeluti bidang itu. Jadi untuk mengoptimalkan kecerdasan intelektual yang biasa disebut dengan accelerated learning, tidak dapat dicapai tanpa bantuan aktifitas emosional yang positif[1]

2 Kecerdasan Emosional (EQ)

Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi[1]. EQ dapat juga dikatakan sebagai kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Untuk pemilik EQ yang baik, baginya infomasi tidak hanya didapat lewat panca indra semata, tetapi ada sumber yang lain, dari dalam dirinya sendiri yakni suara hati. Akan tetapi, definisi akurat kecerdasan emosi masih merupakan rahasia yang belum terungkap dan masih berubah-ubah. Kecerdasan emosi merupakan suatu bangunan yang tersusun atas lima dimensi. Kelima dimensi itu adalah pengetahuan, pengelolaan hubungan, motivasi diri, empati dan pengendalian perasaan atau emosi. Kecerdasan ini di otak berada pada otak belakang manusia. Kecerdasan ini memang tidak mempunyai ukuran pasti seperti IQ, namun kita bisa merasakan kualitas keberadaannya dalam diri seseorang. Hubungan antara otak dan emosi mempunyai kaitan yang sangat erat secara fungsional. Antara satu dengan lainnya saling menentukan. Daniel Goleman menggambarkan bahwa otak berfikir harus tumbuh dari wilayah otak emosional. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa keserdasan emosional hanya bisa aktif di dalam diri yang memiliki kecerdasan intelektual.[2]

Upaya mendapatkan kecerdasan emosional dalam Islam sangat terkait dengan upaya memperoleh kecerdasan spiritual. Keduanya mempunyai beberapa persamaan metode dan mekanisme, yaitu keduanya menuntut latihan-latihan yang bersifat telaten dan sungguh-sungguh (mujahadah) dengan melibatkan “kekuatan dalam” (inner power) manusia. Bedanya, mungkin terletak pada sarana dan proses perolehan. Aktifitas kecerdasan emosional seolah-olah masih tetap berada di dalam lingkup diri manusia (sub-conciousnes), sedangkan kecerdasan spiritual sudah melibatkan unsur asing dari diri manusia (supra-conciousnes), di samping itu, kecerdasan emosional mengajarkan tentang integritas kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental kebijaksanaan dan penguasaan diri.[3]

Dalam bahasa agama, EQ adalah keahlian menjalin “hablun min al-nass”. Pusat dari EQ adalah “qalbu”.Hati mengaktifkan nilai-nilai yang tidak dapat diketahui oleh otak. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas dan komitmen. Hati merupakan sumber energi dan perasaan terdalam yang memberi dorongan untuk belajar, menciptakan kerja sama, memimpin dan melayani.[4] Keharusan memelihara hati agar tidak kotor dan rusak, sangat dianjurka oleh Islam. Hati yang tidak tercemarlah yang dapat memancarkan EQ dengan baik. Diantara hal yang yang dapat merusak hati adalah dosa.

3 Kecerdasan Spiritual (SQ)

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna, yakni kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas. Kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibanding dengan yang lain. Dapat juga dikatakan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas hanif dan ikhlas[1].

SQ adalah suara hati Ilahiyah yang memotivasi seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat . Kalau EQ berpusat di hati, maka SQ berpusat pada “hati nurani” (Fuad/dhamir). Kebenaran suara hati nurani tidak perlu diragukan Sejak awal kejadiannya, “hati nurani” telah tunduk kepada perjanjian ketuhanan. Di samping itu, secara eksplisit Allah SWT menyatakan bahwa penciptaan Fuad/ al-Af’idah selaku komponen utama manusia terjadi pada saat manusia masih dalam rahim ibunya (al-Sajadah,32:9). Tentunya ada makna yang tersirat di balik informasi Allah tentang saat penciptaan hati nurani karena Sang Pencipta tidak memberikan informasi yang sama tentang waktu penciptaan akal dan qalbu. Isyarat yang dapat ditangkap dari perbedaan tersebut adalah bahwa kebenaran suara hati nurani jauh melampaui kebenaran suara akal dan qalbu . Agar SQ dapat bekerja optimal, maka “Fuad” harus sesering mungkin diaktifkan. Manusia dipanggil untuk setiap saat berkomunikasi dengan hati nuraninya Untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, tanya dulu pendapat fuad/dhamir (hati nurani). Dengan cara demikian maka daya kerja SQ akan optimal, sehingga dapat memandu pola hidup seseorang. Inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW dengan sabda beliau “sal dhamiruka” (tanya hati nuranimu). Fuad ibarat battery, yang kalau jarang dipakai maka daya kerjanya akan lemah, malah mungkin tidak dapat bekerja sama sekali[2].

Kecerdasan spiritual dalam Islam sesungguhnya bukan pembahasan yang baru. Bahkan masalah ini sudah lama diwacanakan oleh para sufi. Kecerdasan spiritual (SQ) berkaitan langsung dengan unsur ketiga manusia. Seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa manusia mempunyai substansi ketiga yang disebut dengan roh. Keberadaan roh dalam diri manusia merupakan intervensi langsung Allah Swt tanpa melibatkan pihak-pihak lain, sebagaimana halnya proses penciptaan lainnya.

[1] Ary Ginanjar Agustian, ESQ, Op. cit., hal 57

[2] Taufik Bahaudin, Brainware Management, Jakarta : PT Gramedia, 2000, cet. Kedua, hal. 60
[1] A. Winarno dan Tri Saksono, Kecerdasan Emosional, Jakarta, LAN, 2001, hal. 8

[2] Goleman, op, cit., h. 15

[3] Ary Ginanjar Agustian, ESQ, Jakarta, Penerbit Arga, 2002, Cet. 7, hal xliii

[4] Daniel Goleman, Working with Emotional Intelligence, (New York : Bantam Books, 1999) hal. 13.
[1] Sandy MacGregor, Piece of Mind, Mengaktifkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar untuk Mencapai Tujuan, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000, h.41.

http://blog.uin-malang.ac.id/imam/2010/08/25/pengertian-kecerdasan/