Senin, 28 November 2011

Niat: Awal dan Penentu Semua Amal Shaleh


Niat merupakan rukun pertama dari semua amal shaleh (perbuatan baik) yang kita lakukan. Tanpa niat segala amal ibadah kita sia-sia Shalat, Puasa, Zakat, Haji kita batal jika tidakada niat. Tidak ada pahalanya.
"Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya."[Imam Lima]

”Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi” (HR Bukhari)

”Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya” (HR Al-Baihaqi dan Ar-Rabii')”Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka” (HR Muslim)

Sebagaimana hadits di atas, niat bermacam-macam. Ada yang niat mengerjakan sesuatu untuk Allah, ada pula untuk yang lain seperti kesenangan dunia seperti pamer, harta, jabatan atau wanita.

a. Niat yang Baik untuk Mendapat Ridha Allah SWT


Niat yang bagus adalah niat untuk mendapat ridho Allah SWT. Atau untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.”Di antara orang-orang Arab Badwi ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya di jalan Allah untuk mendekatkannya kepada Allah dan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [At Taubah:99]

Orang yang berbuat kebaikan hanya untuk mendapat ridho Allah akan mendapat pahala berlipat ganda:

”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:261]

”Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat” [Al Baqarah:265]

Niat kita harus benar-benar tulus hanya untuk Allah. Bukan dengan lainnya:Allah berfirman “Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut (juga) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang diasyarikatkan
” (HR. Ibnu Majah 2/1405 no. 4202, adapun lafal Imam Muslim (4/2289 no2985) adalah, “aku tinggalkan dia dan kesyirikannya”).

b. Tidak Boleh Niat karena Riya atau Pamer

Sering orang melakukan suatu kebaikan hanya karena riya. Ingin dilihat orang sehingga orang mengatakan bahwa dia adalah dermawan, pahlawan, dan sebagainya. Meski dia tidak mengharapkan imbalan apa-apa kecuali dikenal orang sebagai orang yang baik, dermawan atau philanthropist, Allah mengatakan orang seperti itu sebagai teman setandan memberikan neraka sebagai balasannya:”Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya” [An Nisaa’:38]

Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ ’Uluumuddiin menggambarkan orang yang riya sebagai berikut. Jika ada orang yang melihatnya, baru dia shalat atau berbuat kebaikan lainnya.Tapi jika tidak ada orang yang melihat, dia tidak mengerjakannya.

Orang seperti itu seperti orang yang shalat hanya jika ada budak yang melihatnya disamping rajanya. Tapi begitu budak itu tidak ada, yang tinggal hanya raja, dia bermalas-malasan. Begitulah sikap orang yang riya terhadap Allah Raja Diraja, Tuhan Semesta alam.Orang riya macam ini hanya membuat gemas orang saja....Orang yang menyebut kebaikan yang diperbuatnya, apalagi sampai menyinggung hati orang yang menerima kebaikannya, pahalanya hilang tidak berbekas:”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allahdan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya adatanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu jadilah dia bersih tidak bertanah. Merekat idak mendapat apa-apa dari yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” [Al Baqarah:264]

c. Jangan Niatkan Amal untuk Mendapatkan Dunia atau Harta

Banyak orang yang bekerja atau mencari uang hanya karena ingin kaya atau dunia. Ini sangat berbahaya karena mereka hanya akan dapat kekayaan atau dunia tanpa mendapatkan pahala akhirat sedikit pun:
”Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah diakhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” [Huud:15-16]

Seharusnya niat tetap untuk mencari ridho Allah sehingga mereka tetap mendapatkan pahala di akhirat. Meski pekerjaan yang dilakukan sama, tapi karena niat berbeda hasilnyapun berbeda.Orang yang berusaha dengan niat mencari ridho Allah, niscaya dia akan dapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Meski ada sebagian motivator yang baik, namun saya banyak juga menyaksikan motivator yang memotivasi pembacanya hanya untuk menjadi kaya/mendapat dunia. Ini berbahaya karena bisa merusak niat dan amal/usaha pembacanya. Saran saya pelajari teknik mencari uang dengan niat mencari ridho Allah. Niatkan harta yang anda dapat selain untuk menafkahi keluarga anda sesuai ajaran Islam juga untuk di jalan Allah. Sebab siapa yang berusaha hanya ingin kekayaan/dunia tidak mendapat akhirat sedikit pun:
”Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat” [Asy Syuura:20]

”...Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya pahala akhirat. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” [Ali ’Imran:145]

Oleh karena itu hendaknya sebelum mengerjakan sesuatu kita niatkan pekerjaan kita ikhlas untuk Allah SWT:”Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada(agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar” [An Nisaa’:146]

Meski apa yang diperbuat sama, namun Allah hanya akan menerima perbuatan orang yang bertakwa:”Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata(Qabil): "Aku pasti membunuhmu!." Berkata Habil:
"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa." [Al Maa-idah:27]

http://www.scribd.com/doc/53061985/60/Nabi-Muhammad-Manusia-Terbaik-di-Dunia

Menuntut Ilmu itu Wajib




”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim lelaki dan Muslim perempuan” [HR IbnuMajah]

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." [Bukhari-Muslim]

Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim. Artinya jika kita menuntut ilmu kita mendapat pahala. Sebaliknya jika tidak, kita berdosa.

Tanpa ilmu semua amal kebaikan yang kita lakukan akan ditolak (HR Muslim).
Kenapa? Karena bisa jadi amal kita itu justru keliru dan malah merugikan orang. Sebagai contoh, jika ada orang yang membangun jembatan yang sangat besar melintas sungai, jika tanpa ilmu jembatan tersebut bisa runtuh dan menewaskan orang yang melewatinya.Begitu pula jika kita shalat tanpa ilmu, maka shalat kita bisa keliru. Mungkin ada rukun yang keliru atau malah tidak dikerjakan sama sekali.

a. Larangan Taqlid atau Membebek tanpa Ilmu

Dalam Islam kita dilarang membebek/taqlid meski kita mengikuti ulama:
”Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya...” [Al Israa’:36] Kenapa?
Itu sudah dijelaskan ayat di atas. Apalagi ulama juga banyak yang berbeda pendapat. Bahkan Imam Al Ghazali mengatakan ada 2 ulama yaitu ulama akhirat (yang benar) dan ulama su’ (jahat) yang justru menyesatkan manusia.
Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)

Sesatnya ummat Yahudi dan Nasrani karena mereka taqlid kepada ulama mereka sehingga ketika para ulama mereka mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram, mereka pun mengikutinya:
”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhanselain Allah...[At Taubah:31]

”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah...” [At Taubah:34]

Tentu anda bertanya, ”Saya kan masih awam. Kalau saya tidak mengikuti ulama bagaimana?” Belajar pada ulama yang lurus itu wajib. Tapi anda harus dapat dalil Al Qur’an dan Hadits dari guru anda. Bukan sekedar ucapan guru anda belaka. Sebab sumber pedoman dalam Islam hanya Al Qur’an dan Hadits. Ada pun pendapat selain Allah dan Nabi itu tidak maksum. Sering salah dan berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama lainnya. Anda bisa memeriksa kebenaran ajaran guru anda dengan memeriksa dalil AlQur’an dan Hadits yang dia berikan.

“Katakanlah, ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya! Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (Q.S. Ali Imran: 32)

“Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku...” [HR Imam Malik]

Guru yang baik akan memberikan anda dalil Al Qur’an dan Hadits untuk setiap ilmu agama yang dia berikan. Sebagai contoh, dalil untuk mengerjakan shalat dan membayar zakat adalah:”Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'” [AlBaqarah:43]

Ada baiknya anda berguru pada banyak guru sebagaimana Imam Malik yang sampaimempunyai 900 guru sehingga bisa membandingkan ajaran guru yang satu dengan yanglainnya dan memilih dalil mana yang terkuat.

b. Ilmu yang Wajib Kita Pelajari adalah Ilmu yang Bermanfaat

Anas ra berkata: Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah, manfaatkanlah untuk diriku apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku dengan apa yang bermanfaat bagiku, dan limpahkanlah rizqi ilmu yang bermanfaat bagiku)." Riwayat Nasai dan Hakim.Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ ’Uluumuddiin, mempelajari ilmu agama tentang kewajiban agama, serta halal/haram adalah fardlu ’ain. Artinya setiap Muslim wajib

mempelajarinya. Contohnya karena sholat itu wajib, kita harus mempelajari shalat. Segala macam yang berkaitan dengan sahnya sholat seperti wudlu dan mandi junub juga haruskita pelajari. Sebab jika kita junub dan tidak tahu cara mandi junub sehingga kita berhadats besar, maka segala sholat yang kita lakukan sia-sia karena bersih dari segala najis dan hadats itu adalah syarat sahnya shalat. Padahal Shalat itu tiang agama. Shalat adalah amal yang pertama kali diperiksa di Hari Kiamat. Jika shalatnya rusak, meski amalan yang lain sangat baik, otomatis ke neraka.

Bagaimana jika shalat kita masih belum betul?

Jawabannya kita harus selalu belajar/mengaji kepada para ustadz. Sebab selama kita masih menuntut ilmu, Allah masih memaklumi. Tapi jika sudah salah tidak mau belajar, ini adalah calon yang tepat untuk menghuni neraka....Ada pun ilmu-ilmu lain seperti Ilmu Kedokteran agar kita bisa menolong orang sakit atau ilmu Peperangan agar dapat mempertahankan negara itu adalah Fardlu Kifayah. Jika semua Muslim tidak melakukannya, semua berdosa. Tapi jika ada beberapa orang yang mengerjakannya, semua terbebas dari kewajiban itu.Ilmu yang tidak bermanfaat bahkan membawa mudlarat seperti ilmu sihir, ilmu ramal/nujum haram untuk dipelajari dan diamalkan.

c. Ilmu harus Segera Diamalkan/Dikerjakan

Ilmu jika tidak diamalkan akan sia-sia. Tidak ada manfaat. Orang yang sudah capek-capek belajar ilmu kedokteran kemudian tidak memanfaatkannya untuk menolong orang sebagai dokter maka ilmu itu tidak bermanfaat baginya. Jika kita belajar doa ”Bismillahitawakkaltu...” ketika akan bepergian kemudian tidak membacanya maka ilmu itu tak bermanfaat bagi kita.

Ilmu begitu didapat harus langsung diamalkan. Sebab jika menunggu banyak, kemudian baru mengamalkannya, itu sangat...sangat berat.Seorang alim yang tidak beramal seperti lampu yang membakar dirinya sendiri (HRAd-Dailami)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh
bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yangbesar." [Al Buruuj:11]

Di dalam Al Qur’an banyak ayat yang menulis bahwa orang yang beriman dan beramal kebaikan akan masuk surga. Orang yang tidak beramal akan merugi. Orang yang punya lmu tapi tidak mengamalkannya itu seperti pohon yang tidak berbuah. Tidak ada manfaatnya.

d. Setelah Mengamalkan Ilmu, Ajarkan Ilmu ke Orang Lain Setelah kita mengamalkan ilmu kita, kita juga wajib untuk mengajarkannya.

Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azzawajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.(HR. Ar-Rabii')

Wahai Abu Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalat sunnah seratus rakaat. Pergi mengajarkan satu bab ilmu lebih baik daripada shalat seribu raka'at. (HR. Ibnu Majah)

Itulah keutamaan mengajarkan ilmu. Jika kita tidak mengajarkannya atau merahasiakannya resikonya sebagai berikut:

Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datangpada hari kiamat dengan kendali di mulutnya dari api neraka. (HR. Abu Daud)

e. Ajarkan Ilmu Tauhid ke Lingkungan Terdekat

Hendaknya kita mengajarkan Tauhid ke lingkungan terdekat kita. Sebagai contoh,Luqman mengajarkan anaknya agar tidak mempersekutukan Allah:
Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalahbenar-benar kezaliman yang besar." [Luqman:13]

f. Kerjakan Lebih Dulu Sebelum Anda Mengajarkan Ilmu ke Orang Lain

"Mengapa kamu suruh orang lain berbuat baik, sedang kamu sendiri tidak mengerjakannya?..." [Al Baqarah:44]

Itu adalah kecaman Allah terhadap orang yang sering ceramah agar manusia berbuat baik sedang dia sendiri tidak mengerjakan apa yang diceramahkannya. Mengerjakan kebaikan memang hal yang sulit. Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk melakukan itu. Amal harus sesuai dengan ilmu. Ulama yang tidak mengerjakan ilmunya, apalagi itu menyangkut hal yang wajib atau haram, maka dosanya dua kali lipat dibanding dengan orang yang biasa.

Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya. (HR Al-Baihaqi)

Ilmu yang Bermanfaat jika Sudah Dipelajari Harus Diimani/diyakini Kebenarannya. Kemudian Diamalkan. Setelah itu Diajarkan


http://www.scribd.com/doc/53061985/60/Nabi-Muhammad-Manusia-Terbaik-di-Dunia

Nabi Muhammad Manusia Terbaik di Dunia


“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada suri teladan yang baik bagimu yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak menyebut Allah.”[Al Ahzab:21]


Itulah firman Allah yang menyatakan kemuliaan Nabi Muhammad. Bahkan non Muslim seperti Sir George Bernard Shaw dalam buku 'The Genuine Islam,' Vol. 1, No. 8, 1936 menyatakan bahwa jika ada agama yang akan menguasai Inggris atau Eropa dalamabad mendatang mungkin itu adalah Islam. Muhammad adalah orang yang mengagumkan dan pantas disebut Penyelamat Manusia (the Savior of Humanity). Begitu katanya.

Mahatma Gandhi, dalam pernyataan yang diterbitkan di “Young India”, tahun 1924 menyatakan bahwa bukanlah pedang yang menyebarkan Islam. Tapi kepedulian,keberanian, dan keimanan Nabi kepada Tuhan yang menyebabkan itu. Ketika saya menutup buku jilid kedua dari Kisah Nabi Muhammad, saya menyesal karena tidak ada lagi yang dapat dibaca.

Dan memang Muhammad yang kala itu pengikutnya hanya istri dan keponakannya, Ali,tidaklah mungkin bisa menyebarkan Islam dengan pedang. Karena kepribadiannya dan kebenaran Islamlah maka orang-orang berbondong memeluk Islam. Jika pun ada perang,maka itu tak lebih dari membela diri sebagaimana diketahui bahwa 3 perang besar pertama seperti perang Badar, Uhud, dan Khandaq terjadi di kota tempat tinggal ummat Islam diMadinah ketika mereka diserang kaum kafir Mekkah bersama sekutunya. Begitu pulap erang Mu’tah terjadi di tanah Arab ketika tentara Romawi yang beragama Kristen menyerang untuk menghancurkan Islam.

Michael H Hart dalam buku 'The 100, A Ranking of the Most Influential Persons InHistory,' New York, 1978 menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan pertama 100 orang paling berpengaruh di dunia mengalahkan Isaac Newton, Paulus, dan Yesus.

Menurut Michael H Hart, kebanyakan dari orang-orang besar yang ada dalam bukunya menjadi besar karena kebetulan lahir di negara-negara maju yang jadi pusat peradaban dunia. Bahkan tanpa ada mereka pun tetap saja negara-negara tersebut akan maju dan akan ada banyak orang yang akan menggantikannya untuk memimpin kemajuan tersebut.

Sebagai contoh Napoleon Bonaparte yang memimpin Perancis untuk menguasai Eropa itu terjadi karena Perancis adalah memang negara Eropa yang besar dan kuat. Napoleon tidak bisa melakukan itu jika Perancis adalah negara yang kecil dan lemah. Dan pada akhirnya, Napoleon pun gagal dan meninggal dalam pengasingan.

Yesus pun meski merupakan penyebar agama Kristen yang pertama, namun dia ditangkap dan disalib oleh tentara Romawi. Jumlah pengikutnya saat Yesus meninggal tidak banyak. Paulus lah yang berhasil mengembangkan agama Kristen sehingga diterima bangsa Eropa.

Sebaliknya, Nabi Muhammad lahir di kawasan yang terbelakang. Mekkah kota kelahiran Nabi adalah kota kecil di pinggiran yang jauh dari pusat perdagangan, seni, dan ilmu pengetahuan. Saat itu yang jadi negara besar dalah Romawi dan Persia. Ada pun bangsa Arab adalah bangsa jajahan yang terbelakang dengan jumlah penduduk yang hingga sekarang pun tidak banyak serta terpecah menjadi berbagai suku yang saling perang satu sama lain.

Pada saat Nabi lahir, kebanyakan bangsa Arab menyembah berhala. Selama 3 tahun pertama Nabi Muhammad menyeru Islam pada keluarga dan teman dekatnya. Baru pada tahun 613 Nabi menyiarkan Islam secara terbuka sehingga Islam mulai menyebar. Penguasa Mekkah yang kafir pun menganggap Nabi Muhammad sebagai bahaya dan ingin membunuhnya sehingga Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Setelah 3 kali serangan kaum kafir Mekkah dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq gagal, Nabi Muhammad dan pengikutnya menaklukkan kota Mekkah tahun 630. Pada saat meninggal tahun 632 Nabi Muhammad yang bertahun-tahun pada masa awal kenabiannya ditentang penduduk kafir Quraisy dalam tempo 23 tahun sanggup menyatukan bangsa Arab di dalam Islam.

Bangsa Arab bukan hanya sanggup menahan serangan tentara Romawi dan Persia,bahkan sanggup menaklukkannya. Hingga saat ini ibukota Romawi, Constantinople, di bawah kepemimpinan negara Islam dan berganti nama jadi Istambul (Turki). Begitu pula Baghdad yang sebelumnya jadi ibukota Persia ada di negara Islam Iraq.

Yang harus diingat adalah bahwa peperangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad bukanlah peperangan yang penuh darah seperti yang dilakukan tentara Salib yang membantai semua ummat Islam yang mereka taklukkan seperti dalam film ”Kingdom of Heaven” (dibintangi Orlando Bloom). Peperangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad seperti pada perang Badar, Uhud, Khandaq, dan Tabuk terjadi karena mereka membela diri dari serangan kaum kafir. Peperangan terhadap kerajaan Romawi dan Persia justru membebaskan daerah jajahan kerajaan tersebut sehingga mereka lepas dari penindasan kerajaan Romawi dan Persia yang membebani rakyat dengan pajak yang besar. Pada saat penaklukan kota Mekkah misalnya boleh dikata tidak ada peperangan yang penuh darah.Tapi penyerahan yang penuh kedamaian.

Dalam 100 tahun sejak kematian Nabi Muhammad, Kerajaan Islam menyebar dari India, Pakistan, Iran, Timur Tengah, Afrika Utara, Albania, Yugoslavia, hingga Spanyol sepanjang 7.600 km dengan lebar 3.200 km di 3 benua! Ini adalah satu imperium terbesar yang pernah ada dalam sejarah. Meski Spanyol kembali dikuasai Katolik setelah 7 abad, namun Islam tetap berkuasa di negara-negara Afrika Utara, Timur Tengah, Iran, dan Pakistan.

Islam bukan hanya maju secara politik dan militer. Dalam ilmu pengetahuan pun tiba-tiba bangsa Arab yang dulunya terbelakang di bawah ilmuwan Yunani atau Persia tiba-tiba jadi pemimpin. Banyak penemuan Islam / ilmuwan Arab/Islam yang diakui dunia hingga sekarang.

Sebagai contoh, sistem angka yang dipakai dunia sekarang adalah sistem angka Arab(Arabic Numeral) menggantikan sistem angka Romawi (Roman Numeral) yang kaku. Dengan angka Arab anda dapat menulis 93.567.794.214.698 dengan mudah. Angka tersebut tidak bisa ditulis dengan sistem angka Romawi.

Dalam ensiklopedi Microsoft Encarta disebut bahwa dalam dunia Islam yang menyebar keBarat hingga Spanyol banyak dihasilkan penemuan Ilmiah seperti angka Arab:
The Islamic world, which in medieval times extended as far west as Spain, alsoproduced many scientific breakthroughs. The Arab mathematician Muhammad al-Khwārizmī introduced Hindu-Arabic numerals to Europe many centuries after theyhad been devised in southern Asia.

Astronom Arab (baca Astronom Muslim) juga banyak yang menemukan dan menamakan bintang seperti Aldebaran, Altair, dan Deneb. Al Haytham (Alhacen) yang mengantarkan ilmu Optic juga menemukan metode Ilmiah yang menekankan kepada observasi,eksperimen, dan pencatatan yang akurat.

Singkatnya, Nabi Muhammad bukan hanya sekedar pemimpin agama atau Nabi. Namun beliau juga adalah pemimpin militer, pemimpin negara, dan juga peletak fondasi berkembangnya ilmu pengetahuan Islam (Islam Golden Age) di kalangan ummat Islam.

Hanya dalam waktu 23 tahun, Nabi Muhammad berhasil merubah bangsa Arab yang bodoh dan terbelakang serta terjajah menjadi bangsa yang cerdas dan terkemuka di dunia mengalahkan 2 super power dunia: Romawi dan Persia.Ini merupakan satu teladan yang harus bisa ditiru oleh pemimpin-pemimpin Islam!

Tak heran jika seorang Non Muslim seperti Michael H Hart pun mengakui Nabi Muhammad sebagai orang nomor satu di dunia mengalahkan Yesus dan manusia-manusia lain didunia.

Jika Non Muslim saja bersikap seperti itu, maka ummat Islam yang dalam syahadahnya mengakui Muhammad sebagai utusan Allah juga harus mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah manusia paling sempurna yang maksum (terpelihara dari kesalahan). Oleh karena itu ummat Islam harus mempelajari siroh/sejarah Nabi dan mengikuti sunnah Nabi.

http://www.scribd.com/doc/53061985/60/Nabi-Muhammad-Manusia-Terbaik-di-Dunia

Bagaimana Misteri dan Keajaiban Angka Tujuh ?



Surah pertama dalam Al-Qur’an, Al-Fatihah (Ummul kitab) mempunyai 7 ayat.
Sebagaimana Firman Allah dalam Surat AL Hijr ayat 87, “Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.”

Kalimah Syahadat dalam Laa Ilaaha ilaa Allaah, Muhammad rasul Allah terdiri dari 7 kata.

Allah menghiasi Al-Qur’an dengan Tujuh surat panjang, Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa’, Al ‘Araaf, Al An’aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah.

Menurut Al-Qur’an Tuhan menciptakan langit dan bumi menjadi 7 lapis.

Thawaf mengelilingi Ka’bah di Mekkah dilakukan sebanyak 7 kali.

Lari kecil (Sa’i) antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Pada akhir haji, dekat Mina, syetan di lepar dalam 3 kali masing masing dengan 7 buah kerikil kecil yang lazim disebut (melempar jumroh).

Angka 7 juga disukai oleh kaum Sufi. Tasawuf memperbincangkan 7 Lathaaif, atau titik titik subtil pada tubuh tempat kaum Sufi memusatkan kekuatan spiritualnya.

Allah menurunkan malaikat untuk membunuh pasukan gajah 70.000 malaikat

Allah menghias manusia dengan 7 anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya, dengan 7 peribadatan, yaitu : dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud.

Jumlah rakaat shalat 17 rakaat dalam sehari

27 pahala shalat berjamaah

Pintu surga dan neraka ada 7

Keajaiban dunia ada 7

Benua ada 7

Jumlah Ashabul Kahfi ada 7 orang

7 lubang dalam tubuh kita

1 minggu 7 hari

Tangga nada juga ada 7 (do, re, mi, fa, so, la, si)

Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan / tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan Rodhi’ (Menyusu), kemudian tahap Fa thim (disapih), tahapan Shobiyyi (bayi), tahapan Ghulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan Syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan Kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua)

http://daesri.blogspot.com/2011/11/bagaimana-misteri-dan-keajaiban-angka.html