Tampilkan postingan dengan label Kecantikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecantikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2009

Cantik Dengan Minyak Zaitun


Minyak zaitun tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kaum wanita. Minyak zaitun atau Olive adalah hasil perasan dari buah zaitun, buah tradisional dari kawasan Mediterania yang sarat khasiat.

Minyak ini dapat digunakan mulai untuk memasak, bahan kosmetik, obat-obatan, dan sabun, dan juga sebagai bahan bakar untuk lampu minyak. Minyak zaitun dianggap sebagai minyak yang sehat karena mengandung lemak tak jenuh yang tinggi (utamanya asam oleik dan polifenol).

Selain diolah menjadi minyak, buah zaitun ini pun diolah dalam berbagai bentuk, ada yang dikeringkan atau dijadikan acar. Namun, seperti yang disinggung tadi, minyak zaitun selama beribu-ribu tahun juga terbukti menjadi salah satu rahasia merawat tubuh. Orang Yunani memanfaatkan daun zaitun sebagai pembersih luka.

Sekarang ini pun minyak zaitun banyak dipergunakan untuk kecantikan, antara lain untuk keindahan rambut, kulit hingga menjaga berat badan. Jika dioleskan ke mahkota kepala, minyak zaitun akan membantu menyuburkan rambut, membuatnya hitam dan lebat. Caranya bisa dicampurkan dengan penggunaan samphoo yang biasa dipakai sehari-hari kemudian bilas hingga bersih.

Campuran minyak zaitun kedalam makanan atau menggosoknya langsung kekulit dapat menjaga kelembapan kulit. Minyak zaitun mengandung vitamin E dan vitamin K yang baik untuk kesehatan kulit. Memakan buah zaitun langsung juga sangat bermanfaat. Kandungan oleic acid dapat mengenyalkan kulit dan melindungi elastisitas kulit dari kerusakan.

Ada resep sederhana bagaimana cantik dengan minyak zaitun. Pertama bersihkan kulit wajah, lalu scrub dengan bahan-bahan alami. Salah satunya campuran garam halus dan jeruk nipis, keduanya merupakan perpaduan pengelupas (exfoliator) yang kuat. Setelah itu bersihkan wajah dengan air suam-suam kuku.

Oleskan minyak zaitun merata dari kulit wajah sampai leher setiap malam, (scrub tak perlu dilakukan tiap malam) sambil melakukan pijatan ringan. Pijatan tersebut berfungsi mengendurkan ketegangan otot wajah setelah Anda lelah beraktifitas. Diamkan selama 10 menit agar meresap, setelah itu bilas hingga bersih.

Untuk tubuh, gunakan setiap kali sehabis mandi ke seluruh permukaan tubuh. Minyak zaitun mudah meresap, sehingga anda tidak perlu khawatir lengket. Dengan menggunakan minya zaitun rutin setiap hari, rambut dan kulit bersinar pun dapat anda miliki./cr1/it

By Republika Newsroom
Selasa, 10 Februari 2009 pukul 18:18:00

Jumat, 08 Mei 2009

Merawat Kecantikan Tubuh dan Rambut Ala Ibnu Sina


Allah SWT itu indah, dan mencintai keindahan, begitu bunyi salah satu hadis Rasululah SAW. Dalam hadis lainnya juga diungkapkan bahwa, “Sesungguhnya Allah SWT itu bersih dan mencintai kebersihan”. Ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW itu telah melecut para ilmuwan Muslim untuk berkontribusi dalam bidang perawatan kecantikan, mulai dari rambut hingga ujung kaki.

Sejatinya, perawatan kecantikan telah berkembang sejak era kejayaan Islam. Adalah Ibnu Sina (980 -1037 M) dokter Muslim legendaris dalam kitabnya Qanin fi Thib atau Canon of Medicine secara khusus menuliskan rahasia dan resep perawatan kecantikan mulai rambut hingga ujung kaki. Tips perawatan kecantikan itu ditulis dalam bab khusus yang disebut ziyet penampilan fisik.

Prof Nil Sari dari Fakultas Kedokteran Istanbul University dalam tulisannnya bertajuk ''Beauty, Hair and Body Care in the Canon of Ibn Sina mengungkapkan, meski istilah ziynet kerap digunakan untuk menyebut hiasan-hiasan, namun dalam kitab itu Ibnu Sina menjelaskan tentang tips dan rahasia berkaitan dengan penampilan, seperti perawatan rambut dan tubuh.

Menurut Prof Nil, sejak abad ke-10 M, Ibnu Sina sudah membahas mengenai penyakit kulit, perawatan, dan penyembuhannya. ''Ia juga membahas mengenai masalah berat badan, misalnya kegemukan dan kekurusan serta dampaknya terhadap penampilan,'' tutur Prof Nil. Ibnu Sina juga membahas tentang simptom atau gejala.

Misalnya, ia mengupas tentang berbagai masalah kecantikan yang kerap dihadapi setiap orang, seperti rambut rontok, kulit yang berubah pucat, serta bagaimana merampingkan tubuh. Dalam kitabnya yang fenomenal itu, ia juga mengungkapkan tentang formula perawatan rambut dan kulit.

Selain itu, Ibnu Sina juga memaparkan tentang penyakit-penyakit kulit, metabolisme serta makanan yang perlu dikonsumsi dan tidak untuk menjaga kecantikan tubuh. Avicenna – begitu ia akrab disapa di Barat -- mengupas masalah kecantikan bukan bertujuan untuk mempercantik diri, namun lebih menekankan pada sudut pandang kesehatan dengan cara merawat tubuh.


|Masalah Rambut

Dalam kitabnya, Ibnu Sina mengungkap rahasia perawatan rambut. Ia mengkaji semua hal tentang rambut (sha'r), jenggot dan lainnya. Ia sudah mampu mengungkapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah rambut dan jenggot rontok. Selain itu, dia juga memaparkan tentang cara mendapatkan rambut yang lebat dan panjang. Ibnu Sina juga memaparkan bagaimana cara menata rambut, seperti mendapatkan rambut halus yang lurus atau keriting.

Tak hanya itu, Ibn Sina juga menjelaskan metode untuk mengubah warna rambut, misalnya, warna rambut dibuat lebih gelapkan warnanya, dengan warna hitam pekat, atau warna rambut diubah menjadi merah, cokelat, dan lainnya. "Semua hal tentang pertumbuhan rambut, penyakit, pengobatan dijelaskan sesuai dengan teori humoral. Tetapi sulit untuk memahami arti medis dari beberapa istilah," ungkap Prof Nil.

Khusus tentang rambut, Ibnu Sina mengkaji masalah kebotakan dan beragam penyebab rontoknya rambut. Menurut dia, terdapat tiga faktor yang membuat rambut gagal tumbuh. Ppertama, "zat" rambut tidak menembus ke dalam tempat tumbuhnya rambut. Kedua, 'zat' menembus ke tempat rambut tumbuh, namun tak bertahan di tempat itu. Ketiga, "zat" rambut merusak, akibatnya tak cocok untuk pertumbuhan rambut.


Pengobatan rambut

Selain mengindentifikasi masalah penyebab kerusakan rambut, Ibnu Sina pun menawarkan pengobatannya. Secara khusus, ia menulis tentang ''obat melindungi rambut." Prinsip-prinsip pengobatan penyakit terkait rambut didasarkan pada teori humoral. Obat yang melindungi rambut, papar ibnu Sina, harus memiliki "daya tarik" untuk menormalkan dan menyesuaikan suhu (hararet-i latîfe-i jazzabe) dan "mempertahankan kekuatan zat" (quvva-i kâbiza).


Perawatan kulit

Selain membahas berbagai masalah tentang rambut, Ibnu Sina juga mengupas perwatan kulit secara detail. Masalah perawatan, penyakit dan pengobatan kulit diuraikan sang dokter legendaris dalam artikel kedua bab ziynet. Pada abad ke-10 M, Avicenna sudah mampu menjelaskan secara ilmiah mengenai perubahan warna pada kulit.

Menurut Ibnu Sina, ada sejumlah faktor yang menyebabkan perubahan warna kulit seperti sinar matahari, udara dingin, angin, usia lanjut, jarang mandi, makanan yang terlalu asin serta perubahan dalam darah. Sang dokter juga merinci tentang penyebab kulit mencaji pucat. Kata dia, penyebab kulit pucat antara lain, penyakit, kegelisahan, kelaparan, terlalu banyak jimak (hubungan seks), sakit parah, cuaca terlalu panas, kurang minum serta faktor lainnya.

''Hal yang luar biasa Ibnu Sina sudah mempu mengamati hubungan antara geophagia (kebiasaan memakan tanah) dengan anemia," ungkap Prof Nil. Ibnu Sina dalam bab ziynet juga sudah memberi solusi penyembuhan dan perawatan masalah yang biasa dialami pada kulit itu.


Penyakit kulit

Masalah penting lainnya yang dijelaskan Ibnu Sina mengenai jenis-jienis penyakit kulit dan pengobatannya. Dalam artikel ketiga, sang dokter sudah menjelaskan penyebab terjadinya kulit melepuh, jerawat, bisul, borok serta penyakit kulit lainnya.Menurut Prof Nil, pembahasan rahasia merwat kecantikan, rambut dan kulit yang dijelaskan Ibnu Sina diklasifikasikan berdasarkan gejala. Contohnya, rambut rontok, kulit pucat tau tubuh menjadi kurus. Dalam bab ziynet, penyakit-penyakit kulit juga dibahas Avicenna dalam artikelnya tentang kulit. Pembahasan kulit secara khusus, dikaji dan dikupas dalam artikel ketiga.

Ibnu Sina juga membahas masalah kecantikan dengan mengklasifikasikan organ. Ia mengupas masalah kecantikan mulai dari kepala yakni tentang perawatan rambut dan diakhiri dengan mempelajari kaki. Sang dokter berupaya membahas masalah kesehatan tubuh secara runut dari atas sampai ke bawah.

''Topik mengenai ziynet sebagai berhubungan dengan kosmetika,'' tutur Prof Nil. Ibnu Sina ternyata sudah mampu menawarkan formula perawatan untuk rambut dan kulit. Selain itu, ia juga sudah menjelaskan mengenai penyakit-penyakit kulit yang banyak dialami, metabolisme, terapi fisik dan haematologi. ''Ibnu Sina mengupas masalah ini bukan untuk mempercantik orang, tapi bagaimana menyembuhkan penyakit yang dapat merusak penampilan.'' n desy susilawati/hri


Madu sebagai Obat Kecantikan

Ibnu Sina melakukan penelitian terhadap bahan-bahan alami yang ada pada masanya. Salah satu bahan alami yang ditawarkannya untuk merawat kecantikan tubuh adalah madu dan minyak zaitun. Kedua bahan tersebut ternyata mampu menjadi obat mujarab yang digunakan sebagai kosmetika yang memiliki beragam khasiat.

Menurut Avicenna, madu dan minyak zaitun bisa mengencangkan kulit muka dan seluruh kulit badan. Kedua bahan alami yang mendapat perhatian khusus dalam Alquran itu mampu menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit. Selain itu, madu dan minyak zaitun juga bisa menghaluskan kulit dan mengurangi reutan pada wajah.

Yang tak kalah menariknya, Ibnu Sina pun telah menemukan fakta bahwa minyak zaitun dan madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta bisa memberikan vitamin pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga bisa digunakan untuk bearagam kegunaan lainnya.

Mulai dari makanan, obat-obatan sampai bahan untuk alat-alat kecantikan. Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala. Orang Mesir Kuno telah mengonsumsinya. Penduduk Mesir Kuno sudah terbiasa memanfaatkan madu sebagai makanan bergizi tinggi serta obat berbagai macam penyakit yang mujarab.

Meski begitu, peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah. Adalah Ibnu Sina seorang dokter legendaris sepanjang masa – yang telah berhasil membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut, dalam usia tua. Konon, Ibnu Sina masih tetap kelihatan sehat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, karena terbiasa mengonsumsi madu. n she


Sang Dokter Legendaris
''Bapak Kedokteran Modern.'' Begitulah Ibnu Sina (980-1037) atau Avicenna kerap dijuluki. Dokter kelahiran Persia itu dikenal sebagai seorang penulis produktif. Karyanya yang paling monumental adalah Qanun fi Thib -- rujukan dalam bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina bernama lengkap Abu Al al-Husayn bin Abdullah bin Sina. Ia lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan dan meninggal pada Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran). Dia adalah pengarang sekitar 450 buku, terutama kedokteran dan filsafat.

George Sarton mentahbiskannya sebagai "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu." pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikirannya terbilang independen. Ia dikenal berotak encer, karena memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa. Pada usianya yang ke-14 tahun, Inu Sina sudah setaraf dengan para gurunya. Ibnu Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya membuat masyarakat di wilayahnya berdecak kagum. Ia telah menghafal Alquran pada usia 5 tahun.

Penulis : she

By Republika Newsroom
Selasa, 31 Maret 2009 pukul 14:44:00

Kamis, 07 Mei 2009

Merawat Rambut Berjilbab



TERTUTUP: Meskipun mengenakan jilbab sebagai penutup, rambut wanita muslimah harus tetap dirawat agar terjaga keindahan dan kesehatannya.

JAKARTA-- Perempuan muslimah mungkin tersiksa dengan kondisi cuaca Indonesia terutama wilayah Ibukota Jakarta yang panas dan lembab. Kondisi demikian, tentu menjadikan rambut yang ditutup dengan jilbab lebih mudah berkeringat. Jika sudah begitu, perawatan mutlak diperlukan.

Pertanyaan pun muncul, apakah perawatan perempuan muslimah akan menguras isi dompet? Perlukah ke salon guna mendapatkan rambut sehat?. Jawabanya, tentu saja tidak. Bagi Anda perempuan muslimah tak perlu khawatir, seperti kecenderungan umum, perawatan rambut bisa dilakukan di rumah.

* Pertama yang dilakukan, pilihlah shampo yang sesuai dengan karakter rambut. Terlebih sekarang, perempuan muslimah banyak dimudahkan dengan produk-produk shampo yang khusus perempuan berjilbab.
* Gunakan pelembab rambut (conditioner) selepas berkeramas. Perlu diperhatikan penggunaan conditioner jangan dilakukan tiap hari karena akan mengakibatkan rambut mudah lepek. Karena ketika kulit kepala dalam kondisi tertutup tanpa udara maka bisa mengakibatkan rambut rusak.
* Jika memungkinkan,gunakan vitamin, creambath atau hair tonic minimal 2 minggu sekali guna menjaga kualitas rambut. Hal ini bisa dilakukan sendiri atau pergi ke salon.
* Perlu diingat, usai melakukan perawatan rambut, jangan pernah mengkondisikan rambut dalam keadaan basah. Karena jika basah, rambut akan menjadi lembab mengingat udara yang masuk sedikit. Gunakan pengering rambut (Hair Dryer) atau kipas angin guna membantu mengeringkan.
* Meskipun berjilbab bukan berarti rambut tidak terawat. Islam mengajarkan untuk selalu menjaga segala sesuatu yang telah dititipkan kepada setiap muslim, tentunya termasuk mahkota rambut. Caranya tak terlalu sulit bukan? (cr2/rin)

By Republika Newsroom
Selasa, 05 Mei 2009 pukul 10:52:00