Minggu, 21 Desember 2014

Khasiat Al-Hasyr 21-24 Menghancurkan Bakteri/Virus & Menyembuhkan Berbagai Penyakit




 
Beberapa waktu yang lalu gigi geraham saya pecah dan berlubang, sakitnya bukan main. Saya minum anti biotik dan menutupi lubang yang muncul dengan kapas yang diberi minyak angin cap elang. Alhamdulillah sakitnya berkurang dan akhirnya sembuh. Beberapa waktu kemudian baru terasa bahwa pengobatan yang dilakukan tidak menyembuhkan secara tuntas.


 
Dua minggu yang lalu gigi geraham saya terasa sakit berdenyut namun tidak ditemukan luka atau lubang pada gusi atau geraham tersebut. Saya binggung bagaimana mengobatinya karena rasa sakit terasa didalam gusi . Akhirnya saya pergi kedokter gigi diperkirakan ada infeksi didalam gigi. Saya diberi anti biotik untuk 4 hari dan diminta untuk membuat foto rontgen gigi . Setelah 4 hari saya kembali kedokter gigi , dari hasil rontgen terlihat ada infeksi pada akar gigi. Terlihat juga pegangan akar gigi pada gusi juga sudah tidak baik. Saya disarankan untuk mendatangi dokter konservasi gigi untuk diambil tindakan selanjutnya apakan dirawat akar giginya ataukah dicabut. Untuk sementara karena masih ada peradangan saya diberi anti biotik untuk 4 hari lagi.

Saya fikir masih ada waktu 4 hari lagi saya coba bertahan mungkin selam 4 hari ini akan ada perbaikan. Pengobatan gigi bagi saya memang sangat merepotkan karena saya memiliki penyakit jantung koroner. Dimana saya harus minum pengencer darah setiap hari. Jika akan diambil tindakan pada gigi yang menimbulkan pendarahan , maka sebelum diambil tindakan saya harus sudah menghentikan minum pengencer darah selama 5 hari . Penghentian minum pengencer darah terlalu lama akan berakibat buruk bagi jantung saya.

Pada hari ketiga mninum anti biotik ternyata kondisi gigi bukan menjadi lebih baik , tapi semakin terasa sakit. Gusi saya mulai terlihat merah dan ada pembekakan. Saya jadi bingung, anti biotik hanya tinggal untuk satu hari lagi dan tidak boleh ditambah lagi karena bisa membahayakan. Kebetulan saya baru menemukan tulisan tentang pengaruh bacaan Qur’an untuk penyembuhan penyakit di web Eramuslim. Tulisan itu baru saya copy dan saya muat diblog saya fadhilza.com. Saya punya rekaman surat Al Hasyr ayat 21-24 berikut terjemahannya . Saya dengarkan ayat tersebut berulang ulang menggunakan earphone agar lebih khusuk dan tidak mengganggu orang yang lain.

Sambil bekerja didepan komputer saya dengarkan ayat tersebut sejak pagi hari, sungguh aneh selama mendengar ayat tersebut terasa denyutan pada gigi saya semakin berkurang. Sore hari gigi saya terasa sudah nyaman , bengkak pada gusi juga jauh berkurang. Besok adalah hari terakhir saya minum anti biotik , saya bermaksud menemui dokter gigi dikantor saya untuk berkonsultasi kira kira tindakan apa yang mungkin dilakukan pada gigi saya ini. Malam itu gigi saya terasa nyaman.

Esok harinya saya pergi ke dokter gigi kantor PLN di Gambir untuk mengkonsultasikan penyakit gigi saya ini. Pagi hari saya bangun dan gigi saya terasa nyaman tidak ada rasa sakit seperti kemaren pagi. Setelah dilakukan pemeriksaan, dan mengingat bahwa saya memiliki kelainan jantung dokter gigi dikantor saya menyarankan agar gigi itu dicabut saja. Dengan catatan sebelum dicabut saya harus sudah meghentikan minum pengencer daerah selama lima hari, tekanan darah tidak boleh lebih dari 130 dan kadar gula juga normal. Perawatan gigi dengan membersihkan akar gigi perlu 3 sampai 4 kali tindakan dan ini cukup merepotkan untuk mengatur jadwal penghentian minum pengencer darah yang biasa saya lakukan.

Sayapun pulang untuk mempersiapkan diri , namun saya masih ragu dan berharap gigi itu bisa pulih dengan sendirinya. Hari ketiga dari dokter gigi ternyata tidak banyak kemajuan. Gigi saya masih terasa sakit jika tersentuh makanan. Akhirnya saya putuskan untuk segera mencabut gigi tersebut. Saya mulai menghentikan minum pengencer darah. Namun untuk menghilangkan rasa sakit yang kadang kadang timbul saya mulai lagi terapi mendengarkan ayat Qur’an seperti beberapa hari yang lalu.

Sungguh aneh besoknya terasa kedudukan gigi saya semakin kuat, dua hari kemudian gigi saya sudah bisa dipakai mengunyah makanan lunak seperti roti dan lontong. Saya heran, agaknya ayat Qur’an yang saya dengarkan itu merangsang gigi saya untuk recovery memperbaiki kerusakan dirinya. Subhanalah akhirnya saya tidak jadi mencabut gigi saya.

Sungguh dahsyat ternyata ayat Qur’an juga bisa digunakan untuk merukyah dan menyembuhkan penyakit medis. Sungguh benar firman Allah dalam surat Al Israak ayat 82.


Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Israak 82)

Selama ini saya pahami bahwa ayat Qur’an hanya digunakan untuk merukyah dan menyembuhkan penyakit non medis saja seperti terkena gangguan sihir atau Jin. Ternyata ayat Qur’an juga bisa digunakan untuk menyembuhkan semua penyakit lain seperti penyakit Medis, non Medis dan psykosomatik

Bagi pembaca yang punya kasus sakit gigi seperti apa yang saya alami , atau penyakit lainnya disamping pengobatan medis coba dibantu dengan mendengarkan/membaca surat Al Haysr ayat 21-24 berikut dibawah ini
 
21. Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. 

22. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

23. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 

24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Hasyr 21-24)

Surat Al Hasyr ayat 21 memiliki kekuatan untuk menghancurkan berbagai virus dan bakteri yang mengendap pada bagian tubuh yang sakit. Sedang surat Al Hasyr ayat 22-24 memiliki kekuatan dari kebesaran Allah untuk menyembuhkan dan menguatkan bagian tubuh yang sakit.

sumber
http://www.fadhilza.com/2013/01/tada...yat-quran.html

Resep Penggunaan Surat Al-Hasyr Untuk Menyembuhkan Berbagai Penyakit fisik & mental yg anda derita
1.Bacalah surat al-hasyr 21-24 7x setiap hari di waktu pagi,sore dan malam hari
2.Dengarkanlah mp3 surat al-hasyr 21-24 melalui laptop,iphone atau ipod khususnya ketika akan beristirahat sewaktu anda akan tidur siang atau tidur malam hari...dgn mendengarkan surat al-hasyr 21-24 ini sel-sel sehat di dalam tubuh anda akan menjadi kuat dan sel-sel penyakit akan melemah insya allah.
3.Sebelum anda akan minum obat yg di berikan oleh dokter, peganglah obat tersebut dan bacakan surat al-hasyr 21-24 3x di susul dgn kalimat tauhid & salawat nabi 7x dan niatkan kesembuhan kpd Allah SWT......insya allah obat itu akan menjadi lebih mantap & berkhasiat

Tambahan Obat Ruqyah Herbal untuk meningkatkan kesehatan anda
1.Sari Buah Kurma atau Jus Buah Kurma 2x setiap hari
2.Air zamzam 3x setiap hari
3.Air putih hangat yg di campurkan dgn madu murni & jintan hitam 3x

sebelum di minum bacakan al-hasyr 21-24 3x dan lanjutkan dgn salawat nabi+kalimat tauhid 7x.

salam & semoga bermanfaat

Video Surah Al-Hasyr 21-24





Sahabat Kaum Dhuafa



Namanya Jundub bin Junadah, tetapi lebih dikenal dengan panggilan Abu Dzar al-Ghiffari. Sahabat Nabi ini terkenal dengan sikap zuhudnya serta pandangan khasnya tentang harta. Bagi Abu Dzar, menyimpan harta dalam jumlah yang berlebih dari kebutuhan keluarga adalah haram. Ayat yang sering dikutip Abu Dzar: "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, beritahukanlah kepada mereka, (mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS at-Taubah [9]: 34).

Abu Dzar tidak pernah menyimpan harta lebih dari persiapan hidup tiga hari. Tidak jarang dia berhari-hari hanya makan beberapa biji kurma dan air. Sewaktu tinggal di Damaskus, pada zaman Khalifah Usman bin Affan, Gubernur Muawiyah bin Abi Sufyan pernah mengujinya dengan mengirimkan uang 100 dinar pada satu malam dan besok paginya memintanya kembali dengan alasan salah kirim. Ternyata uang tersebut sudah habis dibagikan malam itu juga kepada fakir miskin. Abu Dzar berjanji akan mengumpulkannya kembali dalam tiga hari jika Muawiyah menginginkannya.

Suatu hari, seseorang datang ke kediaman Abu Dzar. Tamu itu melayangkan pandangannya ke setiap pojok rumahnya. Dia tidak melihat apa-apa di rumah itu. "Hai Abu Dzar! Di mana barang-barang Anda?" Abu Dzar menjawab, "Kami mempunyai rumah yang lain. Barang-barang kami yang bagus telah kami kirim ke sana."

Tamu itu rupanya mengerti bahwa yang dimaksud Abu Dzar adalah akhirat. Lalu tamu tadi berkata, "Tetapi, Anda juga memerlukan barang-barang itu di rumah ini?" Maksudnya, di dunia. Abu Dzar dengan tangkas menjawab, "Tetapi yang punya rumah (Allah) tidak membolehkan kami tinggal di sini buat selama-lamanya."

Abu Dzar sering menyampaikan kepada kaum dhuafa bahwa pada harta orang-orang kaya itu ada hak mereka. Sebagai gubernur, Muawiyah khawatir kalau-kalau cara pandang Abu Dzar itu akan mendorong orang-orang miskin merampasi harta kekayaan orang kaya. Dia melaporkan Abu Dzar kepada Khalifah Usman di Madinah. Khalifah memanggil Abu Dzar dan dua sahabat ahli tafsir untuk menguji penafsiran Abu Dzar terhadap surah at-Taubah ayat 34 itu. Keduanya menyatakan bahwa yang diancam oleh ayat tersebut adalah orang-orang yang menimbun kekayaan dan tidak menunaikan kewajibannya membayar zakat.

Setelah peristiwa itu, Abu Dzar tidak mau kembali lagi ke Damaskus dan juga tidak mau menetap di Madinah. Dalam pandangan dia, umat Islam di kedua kota tersebut tidak lagi hidup secara sederhana seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dia minta izin tinggal di Rabdzah, sebuah kampung kecil di luar Kota Madinah.

Suatu hari, Abu Dzar berpesan kepada putrinya. Jika lewat kafilah di kampung kita ini, jamulah mereka makan. Setelah itu tanyakan kepada mereka, apakah Abu Dzar termasuk ahli surga atau bukan. Putrinya heran, karena biasanya pertanyaan itu diajukan setelah seseorang meninggal dunia. Mengetahui ada kafilah datang dan putrinya sudah menyiapkan jamuan, Abu Dzar mengambil air wudhu lalu shalat dua rakaat dengan khusyuk. Setelah shalat, dia berbaring dan melipat kedua tangannya, kemudian tenang. Pada saat itulah Allah SWT memanggilnya. Alangkah indahnya kematian sahabat kaum dhuafa ini.


Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas



Perilaku Mushallin



Mushallin (orang yang suka mengerjakan shalat) seharusnya adalah orang-orang yang tunduk dan patuh pada ketentuan Allah SWT dan rasul-Nya dalam seluruh aspek hidup dan kehidupannya.

Orang yang jujur, amanah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Orang yang mampu mencegah dirinya dari perbuatan fakhsyaa dan munkar (keji dan jahat).

Serta orang yang memiliki kecintaan dan kepedulian yang tinggi kepada orang-orang yang lemah, seperti fakir, miskin, dan anak-anak yatim.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS Al-Ankabut (29): 45 “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
   
Orang yang konsisten dan istiqamah dalam mengerjakan shalat adalah orang yang hati-hati dan bertanggungjawab di dalam melakukan berbagai macam perbuatan dan tindakan, sekaligus menjaga mulutnya dari pernyataan dan statement yang merugikan orang atau pihak lain.

Karena ia menyadari bahwa ia akan kembali kepada Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya.

Firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah (2): 45-46 “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.
   
Orang yang selalu mengerjakan shalat dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, akan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah SWT. Aturan dan norma-Nya akan berusaha untuk selalu diimplementasikan dan diwujudkan dalam kehidupan nyata keseharian.

Inilah makna shalat itu salah satu tujuan utamanya adalah untuk mengingat Allah SWT (zikir kepada-Ku), sebagaimana firman-Nya dalam QS Thaha (20): 14 “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.
   
Jika di dalam kenyataan kehidupan sekarang banyak orang yang shalat tetapi tetap mengerjakan kejahatan dan keburukan, seperti korupsi, perzinaan dan perbuatan buruk lainnya, serta tidak mau memerhatikan dan memedulikan orang-orang miskin dan anak-anak yatim, berarti shalatnya belum dilakukan dengan penuh kesungguhan, kerendahan hati dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Shalatnya baru sebatas melaksanakan kewajiban semata, belum masuk pada struktur rohani dan kepribadian.

Inilah yang dikecam oleh Allah SWT dalam QS Al-Ma’un (107): 4-7 “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna”.
   
Semoga kita tetap istiqamah dalam menegakkan shalat dan berusaha untuk mengimplementasikan nilai-nilai shalat dalam kehidupan keseharian. Wallahu A’lam.



KH Didin Hafidhuddin
 


Mantan Party Girl Ini Menemukan Islam Lewat Sosok Sang Kekasih



Claire Birkill

Awalnya, seperti tidak mungkin memisahkan Claire Birkill (37 tahun) dari gemerlapnya dunia malam. Berpakaian serba terbuka dan sensual, Claire biasa menghabiskan waktu setiap malam, menari hura-hura di diskotek hingga pagi tiba. Tambah pula, minuman keras, rokok 40 batang sehari, dan makanan berkadar lemak babi. Itu semua menjadi bagian dari keseharian Claire mengejar kesenangan hidup. Tapi tetap saja, ibu tiga anak ini mengaku, tidak merasakan bahagia.

“Pada 2013, saya dan suami akhirnya bercerai. Meski saat itu, usia pernikahan kami sudah delapan tahun. Hati saya hancur,” ujar Claire Birkill seperti dilansir Mirror, Jumat (19/12).

Untuk menyingkirkan kesepian, Claire lantas memutuskan masuk ke sebuah kursus kepariwisataan di Nottingham, Inggris. Setahun kemudian, dia berkesempatan mengunjungi Gambia, sebuah negara di Benua Afrika, untuk mempelajari turisme luar negeri.

“Di sanalah saya bertemu Sarif. Waktu itu, dia mengajar di sebuah sekolah. Saya terkesan sekali dengannya,” kata Claire Birkill, Jumat (19/12).

Claire mengisahkan, pada pertemuan pertama, dirinya dan Sarif Jallow (28 tahun) sudah saling menyukai satu sama lain. Pada hari terakhir kunjungan Claire di Gambia, Sarif lantas menyatakan perasaannya. Dia jatuh cinta kepada Claire. Di bandara, Claire menangis tiga jam lamanya karena harus berpisah dengan Sarif.

“Saya benar-benar sedih saat itu. Dia pria yang baik,” kata Claire Birkill, Jumat (19/12).

Sesampainya di Inggris, Claire setiap malam selalu menelepon Sarif. Perasaan cinta di antara keduanya pun kian menguat. Beberapa minggu kemudian, Sarif memberanikan diri melamar Claire. Saat itu, Claire sendiri sudah mengetahui, Sarif merupakan seorang Muslim. Karenanya, Claire mulai giat mempelajari agama Islam, yakni pertama-tama melalui internet.

“Saya tersentuh. Islam itu mengajarkan perdamaian, empati, dan cinta kasih. Segala hal yang saya yakini sebagai kebaikan,” tutur Claire Birkill.

Pada Juni 2013, hidayah Allah datang kepadanya. Claire Birkill akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan beberapa warga Muslim di sebuah masjid di Inggris. Sejak saat itu, dia teguh memegang keyakinannya demi mengungkapkan rasa syukur kepada Allah. Sebelum menikah dengan Sarif Jallow, Claire memutuskan mengganti namanya menjadi Jameela.

Kini segalanya berubah. Jika dulu terbiasa gaya hidup hedonistis, kini Jameela menghabiskan banyak waktu mempelajari agama Islam. Terutama, belajar membaca Alquran dalam bahasa Arab. Jameela menjelaskan, secara fisik tubuhnya pun kini terasa lebih sehat. Pasalnya, dahulu Jameela mengaku, rutin merokok 40 batang sehari, menenggak minuman beralkohol tiap malam, dan mengonsumsi makanan berkadar lemak secara berlebihan. Sekarang, semua itu masa lalu baginya.

“Saya mempelajari aturan Islam tentang makanan dan minuman halal. Bagi saya, aturan itu mengkondisikan tubuh kita lebih sehat. Selain itu, puasa pada bulan Ramadhan ternyata kenikmatan. Meksipun pada awal-awalnya, saya sendiri merasa sulit menjalaninya,” kata Jameela.

Jameela melanjutkan, rutinitas malamnya di diskotek kini sudah berganti dengan khusyuknya shalat malam. Jameela mengaku, begitu antusias menjaga waktu shalat wajib lima kali sehari. Baginya, shalat merupakan cara seorang Muslim mensyukuri kebahagiaan.

Namun, Jameela mengakui, keputusannya memeluk agama Islam tidak selalu direspons baik. Jameela sering diejek sejumlah tetangganya. Bahkan pernah ada seseorang yang tidak dikenalnya, ketika lewat di depan jalan, mencemooh cara berpakaian Jameela, yakni kain jilbab yang menutupi kepala hingga bagian perutnya serta baju berkain longgar dan menutupi lekuk tubuh.

Tidak cukup itu, Jameela menceritakan, pada suatu hari dirinya pernah diteriaki “teroris” oleh seorang pejalan kaki. Beberapa kawan lama, sahabat, dan bahkan sanak keluarga Jameela sendiri, ikut-ikutan menjauhinya sejak dirinya menjadi seorang Muslimah.

Bagaimanapun, Jameela mengaku, itu semua bukanlah persoalan. Dirinya tetap tidak berpaling dari Islam. Sebab, menurutnya, selama orang-orang Muslim memperlakukan siapapun secara santun, tidak ada alasan untuk berperilaku buruk. Lagipula, ungkap Jameela, komunitas Muslim Inggris menyambut terbuka Jameela sebagai bagian dari umat. Persahabatan yang sesunggunya lantas ditemukannya, terjalin atas dasar iman kepada Allah.

“Saya sangat bahagia sekarang. Dan terima kasih untuk Sarif, yang telah memperkenalkan saya kepada Islam,” kata Jameela, seperti dikutip dari Mirror.