Senin, 13 April 2015

Cara Hilangkan Dendam

Menjadi sebuah hal yang wajar ketika seorang membalas keburukan dengan keburukan serupa sebagaimana seorang membalas kebaikan dengan kebaikan yang serupa, bahkan lebih baik lagi. Islam mengajarkan untuk senantiasa membalas kebaikan orang lain. Ketika seseorang memberi uang 10 ribu rupiah kepada kita, kemudian suatu saat kita memberikan kepadanya 20 ribu rupiah, maka itu merupakan perbuatan yang mulia.

Membalas kebaikan dengan kebaikan memang sangat dianjurkan dalam agama. Begitu juga membalas keburukan yang kita terima dengan kebaikan. Hal ini menempati derajat yang sangat mulia. Misalkan, kita bersilaturahim kepada orang yang memutus silaturahim dengan kita, mengucapkan kata-kata lembut dan manis kepada orang yang selalu menyakiti kita dengan ucapannya yang kotor, atau kita memberikan sedekah kepada orang yang senantiasa bakhil kepada kita.
 
Termasuk hal yang sangat mulia adalah menghilangkan dendam dalam diri kita. Dendam adalah sebuah sikap marah dan tidak suka kepada orang lain. Dendam yang kita simpan dan sewaktu-waktu bergejolak akan mengakibatkan kita kehilangan kontrol dan mudah melakukan berbagai macam kekerasan.

Api dendam sungguh sangat menghancurkan kehidupan seseorang, keluarga, bahkan masyarakat. Dendam juga akan menghilangkan akal sehat seseorang sehingga akan menerjang segala rambu larangan. Seorang anak kadang dengan kejamnya memutilasi orang tuanya karena dendam, ibu tega membunuh anaknya karena dendam berebut harta warisan, teman rela melakukan konspirasi membunuh orang terdekatnya juga karena dendam. Begitu bahayanya dendam sehingga Alquran memasukkan di antara golongan yang bertakwa adalah yang mampu menahan amarahnya.

 “Dan bersegeralah kalian menuju surga yang seluas langit dan bumi, ia disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) Mereka orang-orang yang menginfakkan dalam keadaan senang maupun susah, orang-orang yang mampu menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang baik.” (QS Ali Imran: 133-134).

Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda, “Orang yang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menjaga dirinya dari marah.” Beginilah seharusnya kita menampilkan akhlak seorang Muslim yang senantiasa lembut dan jauh dari aroma dendam dan provokatif. Hendaknya kita menghindarkan diri dari segala perbuatan teror maupun radikal karena justru semakin kita kasar kepada manusia maka mereka akan lari menjauhi kita. Dakwah yang kita usung akan mereka tolak jika kita menyampaikan dengan cara yang kurang santun dan kasar.

Rasulullah SAW ketika penaklukkan Kota Makkah telah memberikan contoh bagaimana berharganya nilai sebuah kesantunan. Saat orang-orang Makkah sudah pasrah dan menyerah menunggu apa yang akan dilakukan Rasulullah SAW, Nabi pun memberikan maaf kepada mereka. Padahal, dulu saat beliau bersama sahabatnya berada di Makkah selalu diganggu, ditindas, dan dihalangi melakukan berdakwah.

Dengan sifat lembutnya tersebut, Rasulullah berhasil memperkenalkan potret Islam yang lembut sehingga hal inilah yang menjadikan banyak orang tertarik kepada Islam. Setelah itu, banyak orang-orang  dari suku  yang belum masuk Islam berbondong-bondong masuk Islam setelah melihat kekuatan dan kelembutan Islam.

Sifat dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya dengan sifat lembut segala sesuatu menjadi indah dan mudah. Wallahu a'lam.



Minggu, 05 April 2015

Yorrys Harus Gentle Jawab Ultimatum Tommy Soeharto


Yorrys Harus Gentle Jawab Ultimatum Tommy Soeharto

Setelah 'disemprit' oleh putra Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), sampai saat ini Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono Yorrys Raweyai seolah-olah menghilang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekertaris Jenderal Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, Yorrys harus memperlihatkan keberaniannya untuk menanggapi teguran putra Presiden kedua, Soeharto tersebut,

Menurutnya, selama ini Yorrys yang berlagak seperti jagoan harus menunjukan keberaniannya, bukan malah tiba-tiba hilang ditelan bumi.
"Kalau memang gentle dan merasa paling jago, saya harap Yorrys menjawab tantangan Mas Tommy. Kalau tidak berani yah tidak usah terus berupaya seperti preman yang merusak dan mengganggu Partai Golkar demi kepentingan pribadi atau pun pihak-pihak yang diwakilinya," ujar Ali saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta.

Dikatakan mantan aggota DPR tersebut, teguran Tommy harusnya menjadi pembelajaran bagi Yorrys, agar tidak semena-mena lagi dalam bertindak, terlebih mengatasnamakan Partai Golkar.
"Ingat di atas langit ada langit, jangan sok merasa semua orang takut kepadanya," tegasnya.

Yorrys yang mengaku belum melihat Twitter dari Tommy Soeharto, menurut Ali hanyalah bualan belaka. Pasalnya sampai saat ini Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), tidak memberikan pernyataan apa-apa.
"Kalau tidak berani yah minta maaf lah, gentle kalau sudah berbuat salah dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," tambahnya.

Sebelumnya, Makin panasnya kisruh Partai Golkar membuat Tommy Soeharto angkat bicara. Lewat akun twitter-nya @HutomoMP_9, Tommy mengecam sikap arogansi kubu Agung Laksono yang menggeruduk ruang Fraksi Partai Golkar di bawah kendali kubu Ical, pada Senin 31 Maret 2015.

Putra bungsu Presiden ke-2 RI, Soeharto, itu secara khusus mengecam tindakan yang dilakukan Ketua Umum AMPG Yorrys Raweyai yang menjadi komando perebutan Fraksi Partai Golkar di bawah kendali Ical.

Tommy mengeluarkan 10 ancaman untuk Yorrys Raweyai. Berikut lengkapnya:

1. Tindakan palang pintu, atau lebih jelasnya pengambil alihan paksa sekretariat fraksi sebelum ada keputusan jelas yang dilakukan AL Cs

2. Saya mengecam keras perilaku Yorrys, selama ini anda saya anggap teman tapi ternyata lebih pantas dianggap pecundang

3. Perilaku anda seperti anak kecil yang hendak belajar tawuran

4. Belajar mengikuti kakak-kakaknya yang sudah lebih dahulu memiliki mental tawuran

5. Mental memang doyan tawuran namun selalu berusaha tampil di belakang saat bertemu lawan

6. Jika kelompok terdesak akan menjadi terdepan dalam hal melarikan diri

7. Kalau mau main keras saya juga punya sisi keras, sebaiknya jangan main-main dalam masalah ini

8. Partai Golkar jangan sampai anda jadikan arena perang jika anda sendiri tidak ingin diperangi

9. Saya berbicara seperti ini bukan karena membela saudara , tapi tindakan anda sepertinya ingin memancing seberapa besar kesabaran saya..

10. Anda sopan saya segan anda arogan saya makan!!! Begitu saja kok repot.
(ris)




Sebutir Kurma Penuh Berkah



Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Adi ibn Hatim bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Berlindunglah dari api neraka sekalipun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” Dalam riwayat lain ada tambahan, “Kalau itu pun tidak ada (kurma), maka (sedekah) dengan kata-kata yang baik”.

Inilah gambaran konsistensi keimanan seseorang untuk senantiasa beramal saleh. Konsisten sedekah walaupun sedikit adalah awal untuk bersedekah yang lebih banyak.

Ibnu Hajar mengatakan, “Tidak boleh meremehkan dan memandang rendah orang yang bersedekah dengan sedikit hartanya, sedikitnya saja sudah bisa menghindarkannya dari api neraka”.

Kata “sebutir kurma” dalam hadis di atas merupakan mubalaghah fil qillah, kiasan tentang amal-amal yang ringan, bahkan paling ringan di mata manusia, namun bernilai tinggi di mata Allah SWT.

Allah SWT berfirman, "Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya". (QS al-Zalzalah: 7)

Bersedekah tidak mesti selalu banyak, bersedekah juga bisa dengan memberi sekali banyak dan sesekali ala kadarnya. Inilah yang dicontohkan oleh Siti Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, ia biasa memberi makan fakir miskin yang setiap hari menemuinya.

Yang menarik, terkadang ia memberikan semua makanannya, terkadang hanya memberi sebutir anggur. Bersedekah tidak mesti dengan harta. Kita tidak mampu bersedekah dengan harta, maka dengan kata-kata yang baik pun dijamin oleh Rasulullah Saw sebagai sedekah.

Kalimat yang baik akan menjadi sedekah jika bermanfaat bagi yang mengucapkan sendiri dan orang lain yang mendengarnya. Bagi diri sendiri akan terasa damai, tentram dan tenang jika kita senantiasa berkata dengan baik. Tidak menyindir orang lain, tidak melukai orang lain. Dengan begitu tidak akan pernah mempunyai musuh.

Bersedekah membimbing jiwa untuk menjadi pemurah, dan jauh dari serakah. Cukuplah kisah Qarun menjadi pelajaran berharga. Pemuda dari bani Israil yang memperoleh kelapangan rizki, hingga kunci gudang hartanya saja tidak mampu dibawa oleh para pekerjanya seorang diri.

Setiap kali kaumnya memohon bantuan dan kemurahnnya ia tolak. Setap kali penasehatnya memberi nasehat, tidak bertambah kecuali Qarun semakin sombong. Dan tidak berapa lama Allah SWT pun melenyapkan seluruh kenikmatan itu, harta lenyap dan istana pun ditelan bumi.

Bersedekah berarti mengimplementasikan doa sapu jagat yang sering diucapkan selesai shalat. Berharap bahagia di dunia, kemudian dilanjutkan dengan kebahagiaan di akhirat.

Kejahatan yang sering terjadi, hilangnya rasa aman di jalanan, pembegalan dimana-mana, pencurian di perumahan-perumahan mewah dan kejahatan lainnya. Itu semua bukan saja karena kemiskinan harta akan tetapi bisa juga dikarenakan kemiskinan struktural yang disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan keenganan berbagi.

Sedekah menjadi instrument penting untuk antisipasi kejahatan yang mungkin terjadi, sebab dalam sedekah ada ikatan yang terjadi antara yang kaya dan yang miskin.

Memberi makan orang yang membutuhkan berarti memberikan jaminan kesejahteraan bagi yang diberi dan keamanan bagi yang memberi karena tidak akan diganggu keamanannya oleh yang diberi.

Dan sebagai langkah awal adalah dengan melakukan edukasi yang tepat mengenai konsep sedekah sehingga muncul kesadaran akan pentingnya mengeluarkan zakat, infak dan dana sosial keagamaan lainnya. Wallahua’lam.


Oleh: Adi Setiawan, Lc, MEI