Selasa, 14 November 2017

RENUNGAN PAGi.


12 NOPEMBER 2017

Banyaknya Harta dan Anak-Anak Bukan Ukuran Kebaikan Seseorang.

Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata:
"Kebaikan itu bukan dengan banyaknya harta dan anak-anakmu, akan tetapi kebaikan itu adalah dengan banyaknya amal shalihmu, dan besarnya kemurahan hatimu, dan engkau bersegera dalam beribadah kepada Rabbmu, lalu jika telah berbuat baik maka engkau memuji Allah SWT, jika berbuat keburukan engkau memohon ampun kepada Allah SWT.

SAHABAT2 FB KU

Dan tidak ada kebaikan di dunia ini kecuali untuk salah satu dari dua orang:
Pertama: Seseorang yang berbuat dosa, lalu ia segera mengikutinya dengan bertaubat..
Kedua: Atau seseorang yang bersegera dalam melakukan kebaikan-kebaikan...".
(Az-Zuhd Al-Kabir, No: 708; dan Al-Hilyah: 1/75)

_Wallahua'alam bishawab_

5 GOLONGAN YG AKAN DILINDUNGI ALLAH


Ada Lima Orang Yang Akan Dilindungi Allah dari Cuaca yang teramat panas di padang Mahshar:

1- ORANG YANG SERING SHALAT..
2- ORANG YANG SERING MENGAJI..
3- ORANG YANG JAUH DARI KEMAKSIATAN..
4- ORANG YANG SERING BERSEDEKAH..
5- ORANG YANG MENANGIS KARENA DOSA..

Semoga kita termasuk orang yang tergolong dalam hal tersebut..
Aamiin Allahumma Aamiin..

Ya Allah,

Terimalah amal ibadah kami, shalat kami, zakat kami, dan ibadah kami yang telah lalu, hingga ibadah yang akan datang.
Dan Jadikanlah kami semua jamaah menjadi ahli surga yang kematiannya dalam keadaan benar-benar bertaubat kepada Allah. Aamiin...

DOA PARA MALAIKAT PEMIKUL ARASY

Kandungan makna do'a-doa berikut ini
Semoga kita, orang tua kita, pasangan kita dan keturunan kita tergolongan kepada mereka yang didoakan oleh para malaikat pemikul arasy dan para malaikat di sekitarnya. Sehingga kita, orang tua kita, pasangan kita dan keturunan kita kelak bisa berkumpul, bereuni agung di surga `Adn.

رَبَّنَا هَب لَنَا مِنْ أَزْوَجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْينٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a`yun, waj`alnâ lil-muttaqîna imâmâ.

Duhai Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
(Al-Furqan/25:74)

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا اُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

Rabbanâ waj’alnâ muslimayni laka wa min dzurriyyatanâ ummatan muslimatan laka, wa arinâ manâsikanâ wa tub ‘alaynâ innaka Antat Tawwâbur Rahîm.

Duhai Tuhan kami, jadikan kami berdua orang yang patuh kepada-Mu; jadikan keturunan kami ummat yang patuh kepada-Mu; tunjukkan kepada kami tempat-tempat ibadah haji kami; dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. 
Al-Baqarah / 2: 128

DOA PARA MALAIKAT PEMIKUL ARASY

الَّذِينَ يحْمِلُونَ الْعَرْش وَ مَنْ حَوْلَهُ يُسبِّحُونَ بحَمْدِ رَبهِمْ وَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَ يَستَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا وَسِعْت كلَّ شىْ‏ءٍ رَّحْمَةً وَ عِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَ اتَّبَعُوا سبِيلَك وَ قِهِمْ عَذَاب الجَْحِيمِ‏. رَبَّنَا وَ أَدْخِلْهُمْ جَنَّتِ عَدْنٍ الَّتى وَعَدتَّهُمْ وَ مَن صلَحَ مِنْ ءَابَائهِمْ وَ أَزْوَجِهِمْ وَ ذُرِّيَّتِهِمْ إِنَّك أَنت الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.

Alladzîna yahmilûnal ‘arsya wa man hawlahu yusabbihûna bihamdi rabbihim, wa yu’minûna bihi wa yastaghfirûna lilladzîna âmanû. Rabbanâ wasi`at kullu syay-in rahmatan wa ‘ilmâ, faghfir lilladzîna tâbû wattaba’û sabîlaka, wa qihim ‘adzîbal jahîm.

Rabbanâ wa adkhilhum jannata adnin allatî wa`adtahum, wa man shalaha min âbâinâ wa azwâjihim wa dzurriyyatihim innaka Antal ‘Azîzul Hakîm.

“(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): 

"Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka ampunilah kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan selamatkan mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala.

Duhai Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, dan pasangan-pasangan mereka, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa dan MahaBijaksana.”  
(Al-Mu’min/40:7-8)

Bersabarlah, karena semua ada masanya,,, Bersabarlah, maka kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita harapkan.

"Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh…” 
(HR.Bukhari dan Muslim dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra,).

Begitulah proses penciptaan manusia. Setiap insan telah melaluinya, langkah demi langkah. 
Setiap tahapan dalam proses pun telah diperhitungkan dengan cermat,tepat dan tanpa cacat sedikitpun.
Mengapa diperlukan proses tersebut? 
Bukankah Allah mampu menciptakan semua manusia sekaligus bila Ia menghendaki?. 
Lagi pula hanya Diialah Allah Sang Maha Kuasa, Maha Mengetahui?

Didalam proses kandungan makna mendalam. Sungguh Allah sebenarnya telah mendidik hamba-hambaNya semenjak ia berada dalam perut ibundanya, tarbiyah istimewa dariNya yang bertemakan kesabaran. Ada proses yang harus dilalui dan itu membutuhkan kesabaran
Kesabaran terhadap segala sesuatu yang telah ia tetapkan, kesabaran dalam menjalani perintah-perintahNya, meski sungguh teramatlah mudah bagi Allah sang Maha Pencipta untuk menciptakan manusia sekaligus. Namun Allah menghendaki manusia menjalani proses dan bagaimana menjalani tahapan demi tahapan dengan bersabar.
Bila bukan karena kesabaran dan ketabahan, tentulah Siti Hajar tidak akan mondar-mandir, pulang dan pergi antara dua gunung yang kecil, shafa dan marwah sebanyak tujuh kali demi mendapatkan setetes air untuk putranya, ismail.
Contoh kesabaran juga bisa diambil dari kisah Nabi Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, terpisah dari ayah kandungnya, dan dipenjara sebagai tahanan, hingga pada akhirnya ia menjadi seorang penguasa Mesir. Nabi Yusuf melalui perjalanan yang amat panjang.
Sebagaimana pula Rosulullah saw yang rela dicerca dan dilempari batu hingga cedera pada kedua kaki Rasulullah oleh kaum Bani Tsaqif ketika beliau hijrah ke Thaif. 
Begitulah proses langkah demi langkah yang akan senantiasa berlanjut hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Seorang anak kecil tak lantas tiba-tiba mampu berjalan. Ia harus merangkak. Itu pun tak bisa dilakukan ketika si bocah masih di bawah sembilan bulan.
Saat pertama berjalan pun tak lantas ia bisa langsung berlari. Kadang keseimbangan sering hilang dan terjatuh. Butuh beberapa waktu lagi bagi si bocah untuk bisa benar-benar berjalan seimbang. Itulah waktu yang telah ditentukan dan tak bisa dielakkan dalam tahapan proses.

Namun dalam menjalani proses, sering kali manusia ingin mempercepat waktu. 
Contoh paling mudah saat ingin sembuh dari sakit. 
Ada usaha yang harus dilalui untuk mendapatkan kesembuhannya dan ketika meminum obat dari dokter pun terdapat syarat seperti sekali sehari, 2 kali sehari atau 3 kali sehari.

Tidak bisa kesembuhan diraih dengan serta merta meminum semua obat sekaligus. Justru ketika pasien melakukan hal tersebut akan mengakibatkan over dosis. Sifat ketergesaan inilah yang kerap menguasai seseorang dan membuat manusia sulit bersabar.

Senantiasa terdapat efek samping yang negatif dari tergesa-gesa. Manusia mudah melupakan segalanya dan senantiasa ingin mendapatkan apa yang diinginkannya dengan sesegera mungkin

Sebagaimana dalam beberapa firmannya 
“Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera” 
(QS. al-Anbiya’: 37).

Proses kehidupan perlu dilalui dengan sabar dan tenang, langkah demi langkah sebagaimana Allah mengajarkan proses terciptanya manusia.

Bersabarlah, karena semua ada masanya, seperti pelajaran ulat yang beralih rupa menjadi kupu-kupu elok. 
Bersabarlah, maka kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita harapkan. 
Justru sikap tergesa-gesa hanya membuat banyak energi terbuang sia-sia, membuat banyak ajaran dan petunjuk dari Allah terabaikan dan bahkan apa yang diupayakan bisa berakhir buruk, mirip dengan efek over dosis. Wallahua’lam.


Oleh Meylina Hidayanti