Rabu, 08 Juli 2015

Ternyata Pribahasa dan Pepatah Ini Adalah AL-Quran, Hadist Dan Ajaran Islam

Agama Islam sangat lengkap dan sempurna. 

Semua hikmah, ajaran kebaikan dan jalan ketenangan dan kebahgiaan ada dalam Ajaran Islam.
Kita buktikan dengan banyaknya peribahasa dan pepatah bijak yang ternyata itu adalah hadits dan ajaran Islam atau inti kandungannya sudah ada dalam ajaran Islam.
Allah Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.” (Al-Maidah: 3)


Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ اْلأِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali (agama itu) tidaklah akan diterima, dan di akhirat kelak dia termasuk orang yang rugi.” (Ali Imran: 85)



Berikut peribahasa atau pepatah yang ternyata Al-Quran, hadits ataupun inti ajaran Islam:


-tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah

Ini adalah Hadits, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

“Tangan yang di atas lebih baik dibanding tangan yang di bawah”
[HR. Bukhari dan Muslim]



-tidak terjatuh dilubang yang sama

Atau “Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali”

Semakna dengan hadits. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda

لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Seorang yang beriman tidak terperosok di satu lubang yang sama dua kali”
[HR. BUkhari dan Muslim].



-setelah kesulitan ada kemudahan

Semakna dengan Ayat. Allah Ta’ala  berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh: 5-6).



-menghormati yang besar dan menyayangi yang kecil

Semakna dengan hadits. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيْرِنَا

“Bukan termasuk golonganku, orang yang tidak sayang kepada yang kecil dan tidak mengenal kedudukan orang yang besar.”
[ HR. Abu Dawud 4943, Tirmidzi 1921, dikeluarkan Ahmad bin Hanbal 2/75, Shahih Jami’ 2/5444]



–Bagai menegakkan benang basah

Atau “mencari jarum dalam jerami” artinya sesuatu yang tidak mungkin, maka ini juga ada ungkapannya dalam ayat yaitu fiman Allah ta’ala,

{ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ } [الأعراف: 40]

“Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. “ [Al-A’raaf:40]



-yang sedang-sedang saja

Atau papatah “Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya”.

Ini memang bukan hadits yang benar akan tetapi statusnya adalah “mauquf”. Yaitu perkataan para sahabat. Dan tentu para sahabat gurunya adalah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam. Dan ada dalil-dalil bahwa ajaran Islam memang pertengahan tidak ektrim dan tidak meremehkan.

Hadits mauquuf adalah,

خير الأمور أوسطها

“Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahannya”
[Didhaifkan oleh Syaikh Al-Albani dalm dhaif Al-Jami’ no. 1252 beliau berkata, jalur yang lain ini hadits mauquuf]



-long life learner (belajar seumur hidup)

Maka ini juga sudah ada dalam ajaran Islam. Sebagaimana perkataan Imam Ahmad rahimahullah yang terkenal,

مع المحبرة، إلى المقبرة

“ma’al mahbarah ilal maqbarah”

“Bersama tempat tinta hingga ke kuburan”
[Manaqib Al-Imam Ahmad”, 32-33, dinukil dari: http://www.ummah.com]



-seperti pohon yang tidak bebuah

Ini adalah perkataan ulama dan temasuk ajaran islam jika meninjau dalil-dalil yang lain. Al-Khathib al-Baghdadi rahimahullah nberkata,

فَإِنَّ الْعِلْمَ شَجَرَةٌ وَالْعَمَلَ ثَمَرَةٌ، وَلَيْسَ يُعَدُّ عَالِمًا مَنْ لَمْ يَكُنْ بِعِلْمِهِ عَامِلًا

“Sesungguhnya ilmu adalah pohon dan amal adalah buahnya. Seseorang tidak akan dianggap alim bila tidak mengamalkan ilmunya.”
[Iqtidhaul Ilmi Al-’Amal hal. 14, Maktab Al-Islami, Beirut, Syamilah]



Penutup

Demikianlah, kita perlu yakini dan tekankan sekali lagi bahwa semua yang berkaitan dengan kemashlahatan dunia dan akhirat sudah diajarkan oleh islam.

Mengapa kita masih mencari motivasi, jalan keluar dan prinsip hidup dari orang-orang kafir dan fasik. Mengambil dari filsafat yunani atau filsafat cina dan sebagainya.

Boleh-boleh saja jika bersesuaian dengan Islam, tetapi kenapa kita tidak mendahulukan perkataan Allah dan Rasul-Nya, perkataan sahabat, perkataan ulama dan orang-orang shalih.



http://muslimafiyah.com/ternyata-pribahasa-dan-pepatah-ini-adalah-al-quran-hadist-dan-ajaran-islam.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar