Sabtu, 07 Juli 2018

PESAN PERSATUAN INDONESIA - Dari Kami Untuk Ummat

Menghafal Surat Ar-Rahman Dengan Latin || Muzammil Hasballah Ar Rahman





Bacaan Surat Ar Rahman 
Bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-1-13
bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-14-25
bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-26-30
bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-31-36
bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-37-45
bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-46-53
bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-54-61
bacaan-surat-ar-rahmaan-ayat-62-78
Bacaan Surat Ar Rahman Latin
Bismillahirrahmaanirrahiim
1. Ar-rahmaan
2. ‘Allamal qur-aan
3. Khalaqal insaan
4. Allamahul bayaan
5. Asy-syamsu wal qamaru bihusbaan
6. Wan najmu wasy-syajaru yasjudaan
7. Wassamaa-a rafa’ahaa wa wadha’al miizaan
8. Allaa tathghau fiil miizaan
9. Wa aqiimuul wazna bil qisthi wa laa tukhsiruul miizaan
10. Wal ardha wa dha’ahaa lil-anaam
11. Fiihaa faakihatun wannakhlu dzaatul akmaam
12. Wal habbu dzuul ‘ashfi warraihaan
13. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
14. Khalaqal insaana min shalshaalin kal fakh-khaar
15. Wa khalaqal jaanna min maarijim min naar
16. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
17. Rabbul masyriqaini wa rabbul maghribain
18. Fab-iayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
19. Marajal bahraini yaltaqiyaan
20. Bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan
21. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
22. Yakhruju minhumaallu’lu’u wal marjaan
23. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
24. Wa lahul jawaaril munsyaaatu fiil bahri kal a’laam
25. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
26. Kullu man ‘alaihaa faan
27. Wayabqaa wajhu rabbika dzuul jalaali wal-ikraam
28. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
29. Yas-aluhuu man fiis-samaawaati wal ardhi kulla yaumin huwa fii sya’n
30. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
31. Sanafrughu lakum ayyuhaats-tsaqalaan
32. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
33. Yaa ma’syaral jinni wal-insi iniistatha’tum an tanfudzuu min aqthaaris-samaawaati wal ardhi faanfudzuu laa tanfudzuuna illaa bisulthaan
34. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
35. Yursalu ‘alaikumaa syuwaazhun min naarin wa nuhaasun falaa tantashiraan
36. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
37. Fa-idzaaan-syaqqatis-samaa-u fakaanat wardatan kaddihaan
38. Fabiayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
39. Fayauma-idzil laa yusalu ‘an dzanbihi insun wa laa jaann
40. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
41. Yu’raful mujrimuuna bisiimaahum fayu’khadzu binnawaashii wal aqdaam
42. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
43. Haadzihii jahannamullatii yukadz-dzibu bihaal mujrimuun
44. Yathuufuuna bainahaa wa baina hamiimin aan
45. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
46. Wa liman khaafa maqaama rabbihii jannataan
47. Wa liman khaafa maqaama rabbihii jannataan
48. Dzawaataa afnaan
49. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
50. Fiihimaa ‘ainaani tajriyaan
51. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
52. Fiihimaa min kulli faakihatin zaujaan
53. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
54. Muttaki-iina ‘alaa furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wa janal jannataini daan
55. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
56. Fiihinna qaashiraatuth-tharfi lam yathmitshunna insun qablahum wa laa jaann
57. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
58. Ka-annahunnal yaaquutu wal marjaan
59. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
60. Hal jazaa-ul ihsaani ilaal ihsaan
61. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
62. Wa min duunihimaa jannataan
63. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
64. Mudhaammataan
65. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
66. Fiihimaa ‘ainaani nadh-dhaakhataan
67. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
68. Fiihimaa faakihatun wanakhlun wa rummaan
69. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
70. Fiihinna khairaatun hisaan
71. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
72. Huurun maqshuuraatun fiil khiyaam
73. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
74. Lam yathmitshunna insun qablahum wa laa jaann
75. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
76. Muttaki-iina ‘alaa rafrafin khudhrin wa ‘abqariyyin hisaan
77. Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan
78. Tabaarakaasmu rabbika dziil jalaali wal-ikraam

Arti Bacaan Surat Ar Rahman
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang
1. “(Tuhan) Yang Maha Pemurah,”
2. “Yang telah mengajarkan al Quran.”
3. “Yang menciptakan manusia.”
4. “Yang mengajarinya pintar berbicara.”
5. “Matahari beserta bulan (beredar) menurut perhitungan.”
6. “Dan tumbuhan serta pepohonan keduanya tunduk pada Nya.”
7. “Dan Allah telah meninggikan langit serta Dia (Allah) telah meletakkan neraca (keadilan).”
8. “Agar kamu tidak melampaui batas tentang neraca itu.”
9. “Dan tegakkanlah timbangan itu dengan seadil-adilnya dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.”
10. “Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).”
11. “Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.”
12. “Serta biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.”
13. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
14. “Dia menciptakan manusia dari tanah yang kering seperti tembikar,”
15. Dan Dia (Allah) yang menciptakan jin dari nyala api.”
16. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
17. “Allah lah yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Allah lah yang memelihara kedua tempat terbenamnya”
18. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
19. “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,”
20. “Diantara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”
21. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
22. “Dan Dari keduanya keluar mutiara serta marjan.”
23. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
24. “Dan milik-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.”
25. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
26. “Semuanya yang berada di bumi itu pasti akan binasa.”
27. “Dan tetap kekalah Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran serta kemuliaan.”
28. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
29. “Semua yang ada di langit serta yang ada di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.”
30. “Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?”
31. “Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu wahai manusia dan jin.”
32. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
33. “Wahai golongan jin serta manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”
34. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
35. “Kepada kalian (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).”
36. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
37. “Maka apabila langit sudah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.”
38. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
39. “Pada masa itu manusia serta jin tidak ditanya tentang dosanya.”
40. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
41. “Orang-orang yang berdosa akan dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun serta kaki mereka.”
42. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
43. “Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang pendosa.”
45. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
46. “Dan untuk orang-orang yang takut ketika menghadap Tuhannya, terdapat dua surga.”
47. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?,”
48. “kedua surga itu memiliki pepohonan serta buah-buahan.”
49. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
50. “Dalam kedua surga itu terdapat dua buah mata air yang mengalir”
51. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
52. “Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang memili pasangan.”
53. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
54. “Mereka bergeletakan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari jarak yang dekat.”
55. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
56. “Di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan serta menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (para penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak juga oleh jin.”
57. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
58. “Seakan-akan bidadari itu permata yakut serta marjan.”
59. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
60. “Tiada balasan kebaikan selain dengan kebaikan (pula).”
61. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
62. “Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi (yang lainnya),”
63. Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
64. “Kedua surga itu (nampak) hijau tua warnanya.”
65. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
66. “Dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.”
67. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan serta kurma dan delima.”
69. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
70. “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik lagi cantik-cantik.”
71. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
72. “(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit didalam rumah.”
73. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
74. “Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.”
75. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
76. “Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.”
77. “Maka nikmat dari tuhanmu manakah yang kalian dustakan?”
78. “Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.”

Sampai nangis!!! Mualaf bersuara indah

Kisah Hijrah Derry Sulaiman Di Depan Ustad Abdul Somad Lc

Selasa, 03 Juli 2018

TEGAS!! MENYIKAPI KONTROVERSI YAHYA CHOLIL STAQUF - INI TEGURAN KERAS DA...




Banyak ulama banyak juga JENIS ulama. Ada ulama lurus ada yang bengkok. Ada ulama yang benar benar alim dan baik ada pula ulama yang JAHAT
Perlu kecerdasan dan kehati-hatian ekstra untuk memilih ulama yang akan kita ikuti fatwanya dan teladannya.
Kebenaran di Zaman FITNAH
IMAM SYAFI'I (Rohimahullah) pernah ditanya oleh salah satu muridnya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah?.
ulama1Jawab beliau,
” Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa) maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran”…
Jadi pilihlah dan ikutilah ulama dengan ciri berikut agar selamat di jaman penuh fitnah ini:
Ulama yang paling dibenci dan tidak disukai orang kafir
Ulama yang paling tidak disukai orang munafik
Ulama yang keras terhadap orang kafir yang mengganggu
Ulama yang lemah lembut terhadap orang Islam
Ulama yang selaras antara ucapan dan perbuatan
Ulama yang tidak peduli dengan caci maki orang kafir sejauh ia menyuarakan kebenaran
Ulama yang jika kita memandangnya dan mendengar petuahnya semakin membuat hati kita semangat untuk lebih rajin beribadah
Semoga kita diselamatkan dari fitnah dunia dan fitnah dajjal yang sepertinya semakin dekat kemunculannya.


Jazirah Islam, Kisah Muslimah Polandia, On Air, Jumat 17 Juni 2016

ISLAM NUSANTARA ALA NU. ALA YAHYA CHOLIL STAQUF. ANEH. SESAT & ADU DOMBA .

Grand Syaikh Al-Azhar Skakmat Ketum PBNU Said Aqil Siroj

Mualaf Orang Belanda, Mantan Penentang Islam

Bagaimana Seorang Pastor Menjadi Seorang Muslim

Alami Kejadian Aneh, Wanita Kanada Ini Mantap Masuk Islam - Mualaf Ameri...

MasyaAllah Prosesi Syahadat Yohana Mengharukan ketika Masuk Islam dibant...