Selasa, 30 Juni 2009

Remaslah Tanganku dan Akan Kukatakan Aku Sayang Kamu



Ingatkah ketika masih kecil kamu jatuh dan terluka?
Ingatkah apa yang dilakukan ibumu untuk meringankan rasa sakit?


Ibuku, Grace Rose, selalu menggendongku, membawaku ke tempat tidurnya, mendudukkan diriku, lalu mencium “aduh”-ku. Lalu ia duduk di tempat tidur di sampingku, meraih tanganku dan berkata, “Kalau sakit, remas saja tangan Ibu. Nanti akan kukatakan Aku sayang kamu.

Sering aku meremas tangannya, dan setiap kali, tak pernah luput, aku mendengar kata-kata, “Mary, Ibu sayang kamu.”

Kadang-kadang aku pura-pura sakit hanya supaya aku memperoleh ritual itu darinya. Waktu aku lebih besar, ritual itu berubah, tapi ia selalu menemukan cara untuk meringankan rasa sakit dan meningkatkan rasa senang yang kurasakan dalam berbagai bagian hidupku.

Pada hari-hari sulit di SMU, ia akan menawarkan sebatang cokelat almond Hershey kesukaannya saat aku pulang. Semasa usiaku 20-an, Ibu sering menelepon untuk menawarkan piknik makan siang spontan di Taman Eastbrook untuk sekadar merayakan hari cerah dan hangat di Wisconsin.

Kartu ucapan terima kasih yang ditulisnya sendiri tiba di kotak pos setiap kali ia dan ayahku berkunjung ke rumahku, mengingatkanku betapa istimewanya aku baginya.

Tapi ritual yang paling berkesan adalah genggamannya pada tanganku saat aku masih kecil dan berkata, “Kalau sakit, remaslah tangan Ibu dan akan kukatakan aku sayang kamu.”

Suatu pagi, saat aku berusia akhir 30-an, setelah orangtuaku berkunjung pada malam sebelumnya, ayahku meneleponku di kantor. Ia selalu berwibawa dan jernih saat memberi nasehat, tapi aku mendengar rasa bingung dan panik dalam suaranya.

“Mary, ibumu sakit dan aku tak tahu harus berbuat apa. Cepatlah datang kemari.”

Perjalanan mobil 10 menit ke rumah orangtuaku diiringi oleh rasa takut, bertanya-tanya apa yang terjadi pada ibuku. Saat aku tiba, Ayah sedang mondar-mandir di dapur sementara Ibu berbaring di tempat tidur. Matanya terpejam dan tangannya berada di atas perut. Aku memanggilnya, mencoba menjaga agar suaraku setenang mungkin.

“Bu, aku sudah datang.”
“Mary?”
“Iya, Bu.”
“Mary, kaukah itu?”
“Iya, Bu, ini aku.”


Aku tak siap untuk pertanyaan berikutnya, dan saat aku mendengarnya, aku membeku, tak tahu harus berkata apa.

“Mary, apakah Ibu akan mati?”

Air mata menggenang dalam diriku saat aku memandang ibuku tercinta terbaring di situ tak berdaya. Pikiranku melayang, sampai pertanyaan itu terlintas dalam benakku: ‘Jika keadaannya terbalik, apa yang akan dikatakan Ibu padaku?’

Aku berdiam sejenak yang terasa seperti jutaan tahun, menunggu kata-kata itu tiba di bibirku.

“Bu, aku tak tahu apakah Ibu akan mati, tapi kalau memang perlu, tak apa-apa. Aku menyayangimu.”

Ia berseru, “Mary, rasanya sakit sekali.”

Lagi-lagi, aku bingung hendak berkata apa. Aku duduk di sampingnya di tempat tidur, meraih tangannya dan mendengar diriku berkata, “Bu, kalau Ibu sakit,remaslah tanganku, nanti akan kukatakan, aku sayang padamu.”

Ia meremas tanganku.

“Bu, aku sayang padamu.”


Banyak remasan tangan dan kata “aku sayang padamu” yang terlontar antara aku dan ibuku selama dua tahun berikutnya, sampai ia meninggal akibat kanker indung telur.

Kita tak pernah tahu kapan ajal kita tiba, tapi aku tahu bahwa pada saat itu, bersama siapa pun, aku akan menawarkan ritual kasih ibuku yang manis setiap kali, “Kalau sakit, remaslah tanganku, dan akan kukatakan, aku sayang padamu.”

Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang pada orang yang anda cintai adalah dengan memegang dan meremas tangannya dengan lembut. Tindakan itu kadangkala mengandung makna dan arti yang teramat dalam yang hanya dapat dipahami antara anda dan orang yang anda cintai………….

(Mary Marcdante - Chicken Soup for the Mother’s Soul)

MENIKMATI KEBOSANAN.........


Suatu hari ada seorang tua yang sangat bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :Sebenarnya apa itu perasaan bosan, pak tua?

Pak Tua : Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.

Tamu : Kenapa kita merasa bosan ?

Pak Tua : Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.

Tamu : Bagaimana menghilangkan kebosanan ?

Pak Tua : Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.

Tamu : Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan ?

Pak Tua: Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari ?

Tamu : Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.

Pak Tua : Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.

Tamu: Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas ?

Pak Tua : Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.

Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga ?

Pak Tua : Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.

Tamu :
Contohnya ?

Pak Tua :
Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.

Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :
Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua ?

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.

Senin, 29 Juni 2009

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya............


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
“Makanlah nak, aku tidak lapar”

KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”

KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu
membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :
“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”

KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
“Minumlah nak, aku tidak haus!”

KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.
Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di
sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :
“Saya tidak butuh cinta”

KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :
“Saya punya duit”

KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku
“Aku tidak terbiasa”

KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
“Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan”

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah- tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu- alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas
apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita ? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” kemudian hari.

Setiap Hari Pria 68 Kali Pikirkan Wanita Lain



Banyak suami yang mengeluh bahwa gairah pernikahannya ternyata sudah padam. Setelah belasan tahun menikah, kehidupan seksual jadi terasa hambar dan begitu-begitu saja. Akhirnya, kebosanan pun muncul. Kadang pikiran melayang pada keindahan dan kehangatan malam pertama. Tapi, sekarang, hal itu sudah sulit diraih.
Keluhan semacam ini kerap dialami mereka yang sudah mengayuh biduk rumah tangga selama 10 tahun lebih. Bahkan mereka yang sudah menikah belasan tahun sampai 20 tahun, kerap menganggap kebersamaan adalah hal biasa.


"Banyak faktor yang menyebabkan gairah terasa padam. Selain kehidupan seks yang monoton, hal ini bisa juga disebabkan karena sudah berubahnya kondisi fisik pasangan kita," ujar pakar seks, dr Boyke Dian Nugraha SpOG, MARS, dalam seminar "Pakaian Dalam, Sex dan Keintiman Pernikahan" di Crowne Plaza Hotel, Jumat (3/5/09).

Menurut Boyke, dulu ketika baru menikah, tubuh suami istri tentu masih indah, hingga tidak ada kendala untuk menyalurkan perasaan cinta melalui hubungan seks.
"Tapi karena waktu terus berjalan dan anak-anak mulai besar, tubuh sang istri pun berubah, misalnya menjadi gemuk atau keriput. Suami juga sama. Perutnya akan membuncit dan tubuhnya juga semakin gemuk. Karenanya daya tarik seksnya pun berkurang. Akhirnya, pasangan itu sama-sama tidak lagi memiliki keinginan menggebu-gebu untuk melakukan hubungan seks seperti pada awal-awal pernikahan dulu," ujar Boyke di depan ratusan kaum ibu yang datang di acara tersebut.

Karena itulah, kata Boyke, kehidupan pernikahan harus terus diperbaharui dari waktu ke waktu. Berbagai cara bisa dilakukan dengan tujuan untuk membahagiakan pasangan sekaligus untuk mempertahankan keintiman pernikahan. Salah satu caranya, sambung Boyke, adalah dengan terus memperhatikan penampilan.

"Jangan mentang-mentang sudah menikah lama, lalu penampilan tak diperhatikan. Urusan penampilan dicuekin. Istri di rumah pakai daster melulu, atau suami selalu pakai singlet sehabis pulang kerja. Siapa yang nggak sebel ngeliatnya?" kata Boyke.
Menurut Boyke, ada baiknya suami atau istri selalu berusaha untuk tetap tampil mengesankan. "Banyak cara bagi kaum ibu untuk tetap tampil cantik di hadapan suami. Misalnya dengan berdandan secara khusus atau merapikan bagian-bagian tubuhnya yang dianggap indah. Semua itu sah saja dilakukan bila memang tujuannya untuk membahagiakan pasangan," lanjut Boyke.

Boyke kemudian memberikan tips untuk meningkatkan rangsangan seksual, yaitu dengan mengenakan pakaian dalam yang seksi. Pakaian yang satu ini biasanya sangat berkesan bagi para suami, karena memperlihatkan kecantikan tubuh seorang wanita.
"Di mana-mana suami pasti akan senang melihat istrinya dandan, menggunakan pakaian dalam yang tembus pandang, dan kelihatan cantik. Kecantikan adalah milik wanita yang disukai pria. Itulah intinya," ujar Boyke.

Bagaimana pakaian dalam ini dapat memberikan rangsangan seksual? Menurut Boyke, selain untuk melindungi bagian-bagian tubuh vital, pakaian dalam biasanya juga diciptakan untuk "memperindah" bagian-bagian tubuh seorang wanita.
"Pakaian dalam biasanya diciptakan dengan bentuk-bentuk yang menggoda seperti tembus pandang atau bagian dada yang setengah terbuka dan lain sebagainya. Bila pria melihat pemandangan ini maka dorongan seksualnya pun akan tergugah."
Untuk urusan warna, tergantung masing-masing selera. Ada pasangan yang suka warna hitam dan ada pula pasangan yang memilih warna lembut atau warna mencolok. "Pilihan ini tidak terbatas, tergantung pada selera masing-masing."

Fantasi seksual

Satu trik lain yang bisa digunakan untuk mengusir kebosanan dalam berhubungan intim: kembarakan fantasi seksual.
"Sebenarnya wajar saja bila saat berhubungan seks dengan pasangan, kita lalu mengembarakan fantasi, membayangkan wanita atau pria yang dikagumi dan membangkitkan gairah," kata dr Boyke Dian Nugraha SpOG, MARS.

Sebuah penelitian di negara maju membuktikan, hampir semua orang suka melakukan fantasi seksual-yang tumbuh sejak seseorang masih kecil. Bahkan terbuktikan, kaum pria lebih kerap berfantasi seksual dibanding kaum wanita. Dalam sehari kaum pria sedikitnya 68 kali memikirkan perempuan. Sedangkan perempuan memikirkan laki-laki lain yang bukan suaminya sebanyak 48 kali per hari. Ini karena, pada batas-batas tertentu, kaum pria lebih terbuka dalam soal fantasi ini, sementara kaum wanita lebih tertutup atau lebih suka sembunyi-sembunyi.
Hanya saja, kata Boyke lagi, kalau sedang berfantasi seksual, apalagi saat berhubungan seks dengan istri atau suami, fantasi itu tentu jangan diberitahukan pada pasangan. "Itu cukup menjadi rahasia kita sendiri dan agama pun tidak melarang. Tapi tetap ingat, niatkan itu untuk tujuan yang baik, yaitu untuk membahagiakan pasangan," ucap Boyke.

Selain itu, sambung Boyke, fantasi seksualnya tentu saja bukan yang bersifat liar atau yang cenderung berlebihan. "Ya, yang dalam batas-batas yang wajarlah. Misalnya kalau melihat lelaki ganteng atau wanita cantik, kadang kita membayangkan bagaimana ya saat dia tidak memakai baju, bagaimana dia ditempat tidur, dan seterusnya. Jadi yang masih pada batas-batas tertentu, bukan yang liar," papar Boyke. (ssy)

"Susu! Bikinin Susu, Bego!"
* Ajari Anak Menghormati Orangtua
Pernahkah mendengar anak Anda berteriak meminta sesuatu kepada Anda dengan cara yang tidak sopan? Sarah menyatakan pernah mendengar anaknya, Adrian (4), berteriak minta susu kepadanya.
Namun yang membuat Sarah terkaget-kaget, Adrian memintanya dengan cara yang tidak sopan, bahkan cenderung kasar. Ia berteriak: "Susu! Bikinin susu, Bego!"
Mendengar teriakan itu tentu saja Sarah pun kebingungan: dari mana Adrian mendapatkan kata makian itu. Mungkin Adrian tidak tahu bahwa kata makian yang ada di belakang kalimatnya itu tidak boleh digunakan. Apalagi terhadap orangtuanya!
Orangtua manapun tentu tak pernah mengharapkan anaknya berbicara seperti itu. Sarah pasti menjadi bertanya-tanya, mungkinkah didikannya kepada Adrian selama ini salah? Ataukah ada hal-hal lain yang mempengaruhi Adrian, sehingga dia bisa berkata-kata kasar? Maka, apa yang seharusnya dilakukan orangtua agar hal itu tidak terjadi?
***

SEORANG psikolog anak dari Amerika Serikat, Ron Taffel, PhD menyatakan bahwa pada tahun 1999 dirinya pernah mengadakan penelitian terhadap anak-anak usia balita. Hasil penelitian ternyata menghasilkan kesimpulan bahwa kebanyakan anak-anak tersebut tidak lagi mengindahkan rasa hormat. Seringkali orangtua dianggap sama dan selevel dengan teman, sehingga mereka acapkali menerima perlakuan dan kata-kata makian yang sama.

Menurut Taffel, sangat mudah untuk menyalahkan media elektronik seperti televisi sebagai kambing hitam pembawa pengaruh buruk. Memang hal itu mungkin saja benar, mengingat televisi menghadirkan berbagai jenis acara yang tidak saja untuk anak-anak.
"Pendapat bahwa televisi membawa pengaruh buruk bagi anak-anak untuk bersikap tidak 100 persen benar. Menurut saya, orangtua tetap harus memainkan peranannya untuk membina anak-anak mereka menjadi manusia yang penuh hormat kepada orang lain," ujar Taffel.

Hal utama dan pertama yang harus Anda tekankan adalah bahwa anak tetap harus menghormati orangtuanya. Inilah sebenarnya kunci utama bagi perkembangan kepribadian anak. Ingat!!!!!!!!!!!!

1) Anda adalah pembuat keputusan
LINDA memerintahkan anaknya, Randy, untuk mengerjakan PR-nya siang itu juga. Randy tak segera melakukannya. Ia malahan bertanya mengapa ibunya menyuruhnya melakukannya sekarang. Sebab menurutnya, PR dapat dikerjakan nanti malam sebelum tidur.
Taffel mengatakan bahwa tidak akan ada salahnya sesekali Anda menjelaskan kepada anak Anda secara rasional mengapa dia harus mengerjakan PR-nya siang itu juga misalnya. "Tapi hal ini jangan selalu Anda lakukan dengan selalu menjelaskannya setiap kali anak Anda bertanya. Apalagi bila penjelasan harus ditutup dengan penawaran yang kemudian dimenangkan anak Anda."
Ingatlah bahwa posisi Anda di sini adalah sebagai pembuat keputusan. Berarti tidak harus menuruti terus kehendak anak Anda. Tekankanlah kepada anak Anda bahwa bila Anda menyuruhnya mengerjakan PR-nya sekarang, memang itulah yang harus dikerjakannya.

2) Anda adalah bos
ANAK sekarang mungkin tidak akan mempan ketika Anda mengatakan, "Harus adalah harus!" Mereka cenderung kritis dan tak akan puas dengan jawaban apapun yang Anda berikan. Untuk itu Taffel menyarankan, sebaiknya Anda memberikan jawaban dalam bentuk pernyataan lembut tapi menegaskan peran Anda sebagai orangtua.

Saat anak Anda merengek-rengek minta es krim misalnya, katakan kepadanya bahwa Anda ingin agar anak Anda menghabiskan dulu makan siangnya, sesudah itu barulah dia boleh makan es krim yang diinginkannya.
Ketika si Anak menanyakan, mengapa dia harus menghabiskan dulu makannya, jawablah dengan kalimat, "...karena Ibu tidak ingin anak ibu sakit perut akibat perut kosong."

3) Tetap jaga privasi Anda

Maka bila terkadang anak Anda bertanya kepada Anda tentang mengapa Anda tadi terlihat bertengkar dengan ayah misalnya, jawablah pertanyaan itu dengan sederhana. Anda bisa katakan bahwa Anda tidak bertengkar tapi mencoba berdiskusi dengan ayah.
Bila si Anak tetap ingin tahu apa yang sedang terjadi, maka katakan bahwa kadangkala ayah dan ibu membicarakan sesuatu masalah dengan berdiskusi. Tujuannya adalah untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

4) Harus ada pembatasan

BERDASARKAN penelitian yang dilakukan Taffel, anak-anak yang mengalami masalah kedisiplinan banyak disebabkan karena orangtua mereka yang terlalu bersikap lunak. Hampir segala sesuatu yang anak minta, diiyakan.
Untuk menghindarkan diri dari berbagai masalah kedisiplinan, seorang anak harus memiliki batasan-batasan dalam hidupnya.
Ingatlah bahwa anak Anda tidak hidup sendiri. Pada waktunya nanti, secara perlahan-lahan mereka akan keluar dari lingkungan keluarga untuk bergabung dengan lingkungan sosial. Entah itu di sekitar rumah, di sekolah atau tempat-tempat yang jauh dari kedua lingkungan ini.

"Bila ada batasan yang jelas mengenai apa yang boleh dilakukannya dan mana yang tidak boleh dilakukannya, anak akan merasa lebih nyaman karena dia tidak akan melanggar batas milik orang lain. Juga saat dia mengalami permasalah dalam hidupnya, dia mempunyai orangtua yang dapat diandalkan untuk mengatasi masalah bersama-sama," ujarnya.

Kesimpulan
Keluarga memang merupakan tempat belajar pertama bagi anak-anak. Bila Anda berupaya untuk mengontrol diri untuk tidak mengungkapkan kata-kata yang tak patut diucapkan, maka anak Anda pun tentu tidak akan mengenalnya. Namun bila anak Anda mendapatkan kosakata yang tak patut diucapkan dan itu berasal dari lingkungannya, maka Anda diharapkan dapat segera mengatasinya. (ssy)


Kompas Cyber Media
Minggu, 12 Mei 2002, 4:05 WIB

Memahami Fantasi Seksual Wanita


Freud pernah mengatakan kalau hanya orang yang tidak pernah mencapai kepuasan yang punya fantasi seksual. Tetapi nampaknya pemikiran ini salah, karena beberapa penelitian membuktikan sebaliknya. Fantasi seksual lebih berkaitan dengan seseorang yang punya libido tinggi. Dan ini berlaku juga untuk wanita.

Wanita yang punya fantasi seksual lebih banyak juga punya gairah seks yang lebih besar. Suatu kepuasan memacu keinginan untuk mendapatkannya lagi.Tidak hanya pria, wanita juga sering berfantasi seks terutama setelah mereka terangsang.

Faktanya lagi, wanita yang berfantasi seks ketika sedang terangsang akan punya kemungkinan lebih besar mendapatkan orgasme daripada wanita yang tidak melakukannya.
Jadi pria jangan terlalu merasa bersalah berfantasi tentang Angelina Jolie ketika sedang bercinta dengan pasangannya. Karena bisa saja Angelina khayalan yang sedang dipeluknya itu, juga sedang berfantasi melakukannya dengan Brad Pitt.
Koresponden Askmen, Dr. Victoria Zdrok, akan menjelaskan lebih lanjut tentang imajinasi para wanita ini.

Apa yang bisa dikatakan tentang wanita yang berfantasi seks ini?

Hanya karena dia berfantasi tentang seseorang yang lain tidak berarti dia tidak bahagia dengan pasangan prianya. Alasannya sama dengan apa yang membuat pria berfantasi melakukannya dengan yang lainnya, bumbu fantasi ini akan menambah kesenangan dan rangsangan untuk membawanya ke puncak kenikmatan. Ketika dia masih bahagia berhubungan seks dengan pasangan pria-nya, membayangkan melakukannya dengan Brad Pitt akan memberikan padanya suatu rasa senang yang akan meningkatkan potensi tercapainya orgasme.

Apa yang difantasikan wanita?
1. Satu orang dalam satu kesempatan
Dalam beberapa hal fantasi wanita berbeda dengan milik pria. Pria suka berfantasi melakukannya dengan lebih banyak pasangan seks dan banyak pria suka mengganti-ganti “pasangan imajinasi” mereka. Sedangkan wanita lebih suka tetap bersama dengan satu orang tertentu saja selama berfantasi.

2. Fantasi yang gamblang, bebas dari detail yang akurat
Pria cenderung memfokuskan pada suatu perbuatan dan bagian tubuh dalam fantasi mereka. Meski fantasi wanita begitu gamblang, tetapi mereka seringkali tidak bisa memberikan detail deskripsi tentang apa yang mereka fantasikan. Fantasi wanita juga kurang jelas. Wanita tidak terlalu banyak membayangkan tentang organ-organ tertentu dari pasangan khayalannya seperti yang dilakukan pria. Sebaliknya, wanita lebih suka melibatkan respon emosional mereka sendiri daripada karakteristik dari pasangan khayalan mereka. Fantasi mereka sering menggambarkan khayalan tentang diri mereka sendiri, seperti: “Aku terlihat sangat seksi memakai lingerie biru favoritku yang membuatnya tidak berkedip." Wanita juga suka menggambarkan rasa yang ditimbulkan oleh fantasi mereka seperti: “Aku merasa bahagia dan bebas."

3. Suasana yang eksotis dan romantis
Ciri lain dari fantasi wanita yaitu kebanyakan berhubungan dengan suasana yang eksotis dan romantis seperti pulau, hutan, bunga, air terjun, sinar bulan dan surga. Beberapa wanita juga menyebutkan, bebas dari tanggung jawab dan gangguan (seperti anak-anak atau telepon) adalah aspek yang penting dari fantasi mereka.

4. Pemikiran pasif dan tunduk

Wanita juga lebih suka berfantasi sebagai pihak yang menerima rangsangan seksual, tidak seperti pria yang fantasinya lebih banyak berperan aktif melakukan aktivitas seksual pada objek seksual khayalannya.
Wanita juga cenderung punya fantasi sebagai pihak yang tunduk. Dia membayangkan daya tarik seksual yang dipunyainya tidak bisa ditolak sama sekali oleh pria dalam fantasinya. Membuat pria itu tidak bisa menahan lagi untuk meraihnya dengan penuh kasih sayang dan terkadang agak “keras”. Dorongan dari sang pria cukup kuat untuk mengatasi sedikit aksi perlawanannya. Kemudian sisi sensitif dan perhatian dari pria itu muncul, yang membuat pria itu mau melakukan apa saja untuk memuaskannya.

5. Hasrat emosional
Fantasi wanita lebih bersifat emosional, intim dan sering menggambarkan keinginannya pada komitmen dari pasangannya serta keinginan akan adanya suasana yang romantis. Jadi ketika pria mungkin berfantasi melakukannya dengan banyak wanita, fantasi wanita lebih menekankan pada sentuhan, perasaan, respon pasangan, respon fisik dan emosional dari mereka sendiri, dan suasana yang romantis. Objek dari imajinasi mereka mungkin seorang selebritis, tetapi lebih sering seseorang yang pernah mereka punya atau yang mereka ingin punyai. Jadi kebanyakan fantasi wanita termasuk tentang suami mereka sendiri.

6. Mimpi biseksual
Pasangan wanita Anda bisa juga berfantasi tentang Angelina Jolie, karena banyak wanita punya sifat sangat ingin tahu dan punya fantasi yang sama dengan pria. Jadi jika Anda mengetahui kalau pasangan wanita Anda punya fantasi seperti ini, jangan terlalu khawatir kalau dia itu lesbi.

7. Jarang yang aneh-aneh
Fantasi wanita jarang melibatkan aksi seksual yang aneh-aneh. Dia mungkin hanya berfantasi tentang hal-hal yang ringan saja, seperti bercinta dengan penuh keromantisan bersama pria bertipe bajak laut yang sangat tampan.

Bicarakan fantasi Anda berdua
Doronglah dia untuk membagi fantasinya dengan Anda dan kejutkan dia dengan mewujudkan salah satunya. Membicarakan fantasi Anda berdua akan memperkaya kehidupan seksual Anda dan mungkin membuat fantasi-fantasi itu bisa terwujud.
Dan satu hal lagi, jika setelah melakukan hubungan seks yang panas, dia berbisik di telinga Anda, "Oh, Brad, ini sangat menakjubkan!” Jangan langsung marah-marah dan cemburu dengan fantasinya itu. Peluklah dia, ciumlah matanya dan ganti berbisik ke dia, "Angelinaku, aku senang itu juga menakjubkan untukmu!" (asm/cax)

Jum'at, 22 Mei 2009 17:55
KapanLagi.com

Pria Membayangkan Seks Setiap 7 Detik?




Banyak mitos seputar seks yang beredar di masyarakat. Ada yang benar, ada yang tidak. Tak ada salahnya untuk mengetahui mana yang secara ilmiah benar, dan mana yang tak bisa diterangkan, untuk menambah pengetahuan kita. Apakah pengetahuan Anda mengenai mitos-mitos tersebut sudah cukup baik ?


1. Tidak dapat hamil jika berhubungan badan di dalam air.
Jika seorang wanita sehat dan seorang pria sehat berhubungan badan tanpa alat kontrasepsi, maka si wanita bisa hamil. Begitu pula jika hubungan badan tersebut dilakukan di dalam air. Jika ada sperma yang hidup dan sehat bertemu dengan sel telur bertemu di dalam rahim wanita, maka si wanita tetap berpotensi hamil. Mitos ini bisa dinilai salah.

2. Pria tak bisa berpura-pura orgasme

“Mereka bisa, dan mereka melakukannya. Dalam sebuah studi yang dilakukan di University of Kansas, sebanyak 35 persen pria mengakui mereka berpura-pura orgasme. Bahkan ada yang melakukannya saat oral seks. Tentu saja para pria tak bisa memalsukan ejakulasi, namun mereka bisa berpura-pura ketika melenguh dan melakukan gerakan tertentu. Mengapa? Seperti wanita, mereka pun bisa lelah, stres, juga karena sulit mencapai klimaks, namun tetap ingin membuat pasangannya merasa senang.

3. Seks oral 100 persen aman
“Transmisi virus HIV melalui seks oral memang jarang, tapi Anda akan tetap bisa tertular penyakit seksual, seperti gonorea (penyakit kencing nanah) dan herpes. Dalam sebuah laporan studi terbaru menemukan bahwa wanita yang pernah melakukan seks oral dengan 6 orang pria atau lebih memiliki risiko tinggi terkena kanker oral. Kemungkinan ini diakibatkan oleh infeksi dari virus human papillomavirus, yakni virus penyebab kanker rahim. Jika memang akan melakukannya, cobalah untuk menggunakan kondom yang memiliki rasa.

4. Pria memikirkan tentang seks tiap 7 detik
Asumsikan bahwa pria memiliki waktu 16 jam dalam keadaan terjaga dalam sehari. Jika ia memikirkan seks setiap 7 detik, maka ini berarti ia memikirkan tentang seks sebanyak 57.000 kali sehari. Jumlah ini kurang lebih sebanyak jumlah seorang manusia bernapas kala ia terjaga (tidak sedang tidur). Faktanya, jika seseorang memikirkan tentang seks sesering itu dalam sehari, ia tak akan mampu melakukan hal apa pun (dan tentunya akan membuat orang tersebut gila).

5. Wanita tak bisa berhubungan badan saat sedang hamil besar
“Kecuali dokter kandungan melarangnya, wanita yang hamil pun masih bisa melakukan seks. Faktanya, riset membuktikan bahwa wanita hamil yang melakukan hubungan badan bisa mencegah kelahiran dini. Bahkan ada sebagian wanita yang merasakan orgasme pertama mereka ketika sedang hamil, mungkin karena adanya perubahan tingkat hormone. Posisi adalah kuncinya. Kebanyakan wanita hamil menyatakan bahwa posisi sendok dan woman-on-top adalah yang terbaik.

6. Wanita hanya masturbasi ketika mereka masih single
Tak benar! Dalam riset terkini dilaporkan, bahwa lebih dari 40 persen wanita bersuami pun sering melakukan masturbasi. Bonusnya, wanita yang masturbasi saat sudah memiliki suami dilaporkan lebih puas dalam berhubungan badan. Mungkin karena mereka jadi lebih paham titik-titik sensitif mereka sendiri, sehingga bisa mengarahkan suaminya.

Apakah ada mitos lain seputar seks yang pernah Anda dengar dan belum menemukan penjelasannya?

Sabtu, 20 Juni 2009 | 17:57 WIB
KOMPAS.com

NAD
Sumber : Glamour

Minggu, 28 Juni 2009

Cinta, tapi Kok Berantem Terus?


Jika Anda dan pasangan cenderung lebih sering bertengkar daripada pasangan lain, tak usah buru-buru mengira Anda tak cocok satu sama lain. Merasa terganggu dengan kebiasaan-kebiasaan pasangan bisa menjadi suatu tanda bahwa Anda terikat secara sehat dengan pasangan Anda, dan bukannya makin terpisah, demikian menurut sebuah studi dari University of Michigan. "Artinya Anda justru menjadi makin nyaman dalam mengekspresikan perasaan Anda kepada pasangan," kata Kira Birditt, PhD, salah satu tim peneliti, seperti dikutip situs www.prevention.com.

Anda juga tak perlu heran bila pasangan yang sudah menikah lebih dari 10 tahun pun masih akan rajin bertengkar. "Menurut saya sih, sampai kapan pun suami-istri itu masih akan terus menyesuaikan diri. Sampai sekarang pun, saya masih menemukan hal-hal baru dari pasangan (yang menyebabkan perbedaan pendapat)," kata Setyo (37), yang sudah menikah 11 tahun.

Kadang-kadang memang sulit untuk berkata jujur kepada pasangan mengenai apa yang dirasakan. Banyak perempuan juga merasa takut ditinggalkan oleh pasangannya jika menyampaikan sesuatu yang tidak menyenangkan. Padahal, dengan menyimpan sendiri masalah tersebut dalam hati, justru akan membuat masalah menumpuk dan meledak begitu tak dapat ditahan lagi.

Agar bisa "berantem" dengan sehat tanpa takut kehilangan pasangan, inilah yang perlu Anda lakukan:

Tidak menyampaikannya di depan orang lain . Anda mungkin kesal karena suami tak juga mengurangi konsumsi rokoknya. Namun jangan melarangnya merokok saat ia sedang ditawari teman-temannya. Apalagi sambil mengatakan, "Kamu itu kan sudah enggak boleh merokok lagi sama dokter? Kalau sudah masuk rumah sakit baru tahu rasa!" Wuih... takuuuut...! Lebih baik Anda berbicara secara pribadi dengannya setelah tiba di rumah.

Cari waktu yang tepat .
Anda harus pintar-pintar mengenali kapan hatinya sedang in the mood. Capek sepulang kerja (karena pikirannya sedang tersita dengan proyek di kantor), atau malam sebelum ia harus melakukan pekerjaan yang berat esok paginya, bukan waktu yang tepat untuk mengatakan bahwa ibunya selalu mencari gara-gara dengan Anda. Pagi hari sebelum ia ke kantor juga bukan waktu yang baik untuk membahas sesuatu. Jika hari diawali dengan rasa kesal, bisa jadi mood-nya akan berantakan sepanjang hari.

Jangan menundanya.
Jika permasalahannya menyangkut uang, atau hal sensitif lainnya, diskusikan saja secepatnya karena waktu yang tepat tidak akan pernah ada. Lebih baik suami mengetahui bahwa Anda punya hutang saat jumlahnya masih tidak begitu besar sekarang, daripada mendapati debt collector mulai meneror rumah Anda.

Lakukan dengan cepat .
Bayangkan Anda sedang menarik plester dari kulit Anda: lakukan dengan cepat supaya sakitnya cepat hilang. Jika si dia menegur Anda karena suatu kesalahan yang Anda lakukan, akui saja. Jangan membela diri dengan terlalu banyak berbicara, karena Anda hanya terkesan sedang mencari-cari alasan. Segeralah meminta maaf, karena bagi pria yang penting adalah Anda mau mengakui kesalahan.

Sadarilah bahwa Anda pun memiliki kekurangan. Sangat tidak adil bila Anda selalu mempermasalahkan kebiasaan pasangan yang tidak Anda sukai. Bertanyalah pada diri Anda, apakah ada kebiasaan Anda yang tidak disukai suami? Contoh gampangnya, suami tak juga berhenti merokok, sedangkan Anda masih juga mengonsumsi makanan yang membuat Anda terkena asam urat. Daripada saling menyalahkan, lebih baik Anda berkompromi. "Oke, aku berhenti makan jeroan. Kamu berhenti merokok!"

DIN
Sumber : The Nest
Selasa, 23 Juni 2009 | 15:03 WIB
KOMPAS.com

Abaya gets a makeover from John Galliano and Blumarine


Top European fashion labels, including John Galliano and Blumarine, have sent models in couture abayas down the runway in an effort to lure wealthy Muslim women.



A horsewoman in a flowing, made-to-measure Islamic gown atop a snorting steed opened the fashion show on Thursday at the George V Hotel in Paris.

Abayas are the body-covering black robes some Muslim women don over their clothing in public, usually accompanied by a head scarf or niqab, the face veil that covers all but the eyes.

Designers who tried their hand at making over the abaya, which is required in Saudi Arabia, included Christian Dior's artistic director John Galliano, French luxury labels Nina Ricci and Jean Claude Jitrois and Italian houses Blumarine and Alberta Feretti.

The show began with a bang, as the carrot-topped cavaliere - decked out in a Galliano-designed abaya exploding with firework of coloured sequins and dangling fringe - rode her mount into the hotel's subterranean salon.

Twenty models followed on foot, wearing abayas heavy with rhinestones or airy in gauzy fabrics.

"I realised that most of the Saudi clients are wearing designer brands, but they're covered by a black abaya," said Dania Tarhini, the show's organiser and a general manager of Saks Fifth Avenue in Saudi Arabia. "It is an obligation to wear the abaya there, but let them feel good about it."

The timing of the Paris show was propitious: four days earlier, Nicolas Sarkozy, the French president, struck a nerve in the Muslim world by declaring that full-body veils such as the burka are "not welcome" in France, saying they make women prisoners. A top Muslim group in Britain called Mr Sarkozy "patronising and offensive." Lebanon's most influential Shia cleric called on Mr Sarkozy to reconsider his comments.

Ms Tarhini, a Lebanese who has lived in Saudi Arabia for the past seven years, acknowledged "it wasn't easy" to convince designers to take part in the project.

At first, "they couldn't imagine how to make a designer abaya," she told The Associated Press in an interview. "I explained to them the concept is to (make women) look good and also to promote their brands .... Then they accepted."

She said the initial batch of made-to-measure abayas - worth between €4,000-€8,000 ($5,500-$11,150) - would be given as presents to Saks' most faithful Saudi clients.

Ready-to-wear versions of the robes by the 21 designers featured in the Paris show are expected to go on sale in Saks stores the Saudi Arabian cities of Jeddah and Riyadh in September. The gowns, which are to retail for €1,800 ($2,500), could later be sold in the store's branches in neighbouring Bahrain and Dubai, she said.

Most of the gowns on display adhered to standards considered appropriate for wear in Saudi Arabia: all were black, most were floor-length and many had a built-in head covering or matching veil.

The few translucent abayas, like a bell-sleeved gown embroidered with white and yellow flowers by Carolina Herrera, the Venezuelan designer favoured by Renée Zellwegger, were meant to be worn over evening gowns, Ms Tarhini said.

"Everybody's waiting for a change in a good way," she said. Some women in Saudi Arabia "don't want to feel obliged (to wear the abaya). They want to wear it to look fashionable, as well."

© Copyright of Telegraph Media Group Limited 2009
Published: 10:13PM BST 26 Jun 2009

Wanita Punya Andil dalam Perselingkuhan Pasangannya?


Pembahasan tentang perselingkuhan memang tidak ada habis-habisnya.
Misalnya, mengapa pria berselingkuh? Konsultan perkawinan M. Gary Neuman membongkar kembali penelitian yang pernah dilakukannya mengenai ketidaksetiaan pria, dan mendapati bahwa kebanyakan jawabannya datang dari sudut pandang wanita. Apakah pria akan memberikan jawaban yang sama? Maka Neuman melakukan survei terhadap 200 suami yang pernah berselingkuh maupun tidak, untuk mendapatkan alasan sebenarnya di balik ketidaksetiaan pria. Hasilnya ia susun dalam buku berjudul The Truth About Cheating. Simak sebagian hasilnya berikut ini.

48% pria mengatakan ketidakpuasan emosional sebagai penyebab mereka berselingkuh.
Hanya 8% dari pria mengatakan bahwa ketidakpuasan seksual adalah faktor utama dalam perselingkuhan yang dilakukan. "Budaya kita mengatakan bahwa yang diperlukan pria untuk bahagia adalah seks," ujar Neuman. "Namun pria juga mahluk yang emosional. Mereka ingin pasangannya menunjukkan bahwa mereka dihargai, dan mereka ingin perempuan mengerti betapa sulit baginya untuk menyelesaikan masalah."

Pria memang tidak seperti wanita yang mudah mengekspresikan perasaannya, sehingga kita seringkali tidak tahu jika Si Dia membutuhkan pengakuan. Kebanyakan pria juga menganggap bahwa menuntut perhatian dari pasangan akan terkesan cengeng, namun di sisi lain mengakibatkan kebutuhan emosional mereka tidak terpenuhi. "Anda dapat menciptakan budaya saling menghargai dan memperhatikan dalam pernikahan. Sekali Anda melakukannya, pasangan pasti akan menerimanya," tambah Neuman.

66% pria yang berselingkuh mengaku merasa bersalah.
Ternyata, bukan cuma pria "brengsek" yang pernah berselingkuh. Dalam kenyataannya, 68% orang yang berselingkuh tak pernah berharap bahwa mereka akan tidak setia, dan hampir semua berharap tidak melakukannya, demikian hasil penelitian Neuman. Namun Anda tahu, rasa bersalah saja ternyata tidak menghentikan tindakan pria untuk berselingkuh. Pria, menurut Neuman, pandai membagi-bagi perasaan. Mereka bisa menahan perasaan mereka, dan menyelesaikannya belakangan. Jadi, meskipun pasangan Anda bersumpah tak akan berselingkuh, tetap lah waspada. Lebih baik Anda terus mengusahakan hubungan dan komunikasi yang harmonis.

77% pria yang berselingkuh memiliki teman baik yang juga berselingkuh.
Berteman dengan orang-orang yang tidak jujur dengan pasangannya membuat selingkuh seperti sesuatu yang normal, dan menganggapnya sebagai peluang. Ia akan berpikir, temannya adalah orang baik yang pernah membohongi istrinya. Kita memang tak bisa melarang pasangan untuk berteman dengan teman-temannya itu, namun kita bisa meminta agar suami lebih banyak menghabiskan waktu bersama di lingkungan yang tidak memungkinkan orang berselingkuh, misalnya di tempat olahraga atau di restoran keluarga. Strategi lainnya yang lebih mungkin dilakukan adalah membangun lingkungan sosial yang terdiri atas pasangan-pasangan yang harmonis.

40% pria yang berselingkuh menemui WIL-nya di tempat kerja.
"Seringkali wanita yang dijadikan selingkuhan di kantor adalah orang yang memujanya, mengaguminya, dan sering menghargai usahanya," jelas Neuman. Itulah sebabnya, penting bagi pria untuk merasa dihargai di rumah. Untungnya, ada peringatan yang jelas untuk melihat bahwa suami sedang dekat dengan rekan kerjanya: Jika ia beberapa kali menyebut nama seorang rekan kerja wanitanya, Anda harus mulai waspada. Inilah waktu bagi Anda berdua untuk menetapkan batasan-batasan apa yang boleh dan tidak boleh di tempat kerja, demikian saran Neuman. Bolehkah ia bekerja lembur jika di kantor hanya ada dia dan rekan wanitanya tersebut? Bisakah mereka melakukan perjalanan dinas bersama? Makan bersama di luar untuk mendiskusikan pekerjaan? Tanyakan pula apakah hal ini juga berlaku untuk Anda dengan rekan kerja pria di kantor Anda.

Hanya 12% pria berselingkuh yang mengatakan kekasih gelapnya lebih menarik daripada istrinya.
Dengan kata lain, pria tidak berselingkuh karena mengira akan melakukan hubungan seksual yang lebih hebat dengan wanita yang lebih menarik. Dalam banyak kasus, pria berselingkuh untuk mengisi kekosongan emosional. Pria merasakan koneksi dengan wanita lain, dan seks adalah sarananya. Maka jika Anda mengkhawatirkan ketidaksetiaan, berfokus lah untuk membentuk hubungan yang lebih bersifat memenuhi kebutuhan emosional pasangan, bukan sekadar mempercantik diri atau menguasai suatu posisi seks baru. Namun seks juga penting; inilah salah satu cara pria mengekspresikan cinta dan perasaannya pada Anda.

Hanya 6% pria berselingkuh yang melakukan hubungan intim degnan wanita yang ditemuinya pada hari yang sama.
Sebanyak 73% pria ingin mengenal wanita yang menjadi sasaran perselingkuhannya lebih dari sebulan sebelum mulai berselingkuh. Artinya, Anda seharusnya dapat menangkap tanda-tandanya sebelum perselingkuhan itu terjadi. Perhatikan, apakah ia mulai menghabiskan waktu lebih banyak di luar, berhenti mengajak bercinta, lebih sering menyulut pertengkaran, atau tidak menjawab panggilan Anda. Jika Anda berinisiatif mengkonfrontasinya, kebanyakan pria akan mengatakan bahwa berpikir untuk selingkuh pun tidak pernah, terutama jika hubungan secara fisik memang belum terjadi. Jika hal ini terjadi, saran Neuman, Anda lah yang harus mengontrol perilaku Anda. Jangan ragu menunjukkan penghargaan Anda untuknya, cari waktu untuk jalan-jalan bareng, dan tunjukkan inisiatif Anda untuk bercinta. Sampaikan juga bahwa Anda merasa ada sesuatu yang terjadi, tanpa menuduhnya, seperti, "Rasanya kok kita sekarang sudah jarang jalan-jalan bareng lagi, ya? Aku nggak pingin hubungan kita makin renggang."

Kamis, 14 Mei 2009 | 16:03 WIB
KOMPAS.com

DIN
Sumber : redbook

Agar Tetap Setia dengan Si Dia


Perselingkuhan adalah masalah yang dianggap paling besar oleh para pasangan, mengalahkan persoalan pekerjaan atau uang. Namun sebenarnya selingkuh hanya merupakan gejala dari masalah yang lebih besar. Anda menganggap perselingkuhan adalah pemicu retaknya hubungan Anda dan pasangan, karena perselingkuhan lebih mudah dilihat daripada masalah utamanya. Misalnya, kurangnya komunikasi antara Anda dan pasangan. Bagaimana asal mulanya?

Berjuang membagi waktu antara pekerjaan, mengasuh anak, dan menjalankan kegiatan yang lain seringkali hanya menyisakan sedikit waktu bagi pasangan. Kita jadi sering lupa mengekspresikan perasaan pada pasangan. Tanda-tanda dari kurangnya komunikasi, menurut Dr. Joshua Coleman, penulis dan anggota dewan Council on Contemporary Families, adalah ketidaksabaran yang kronis, dan kecenderungan untuk menyalahkan. Dinamika ini dapat melemahkan hubungan dan mendorong pasangan untuk mencari pembenaran dari orang lain. Tidak menjadi masalah bila pihak luar ini bersikap netral, atau bukan orang yang potensial menyebabkan perselingkuhan. Bila yang didapat adalah orang yang memberikan simpati tersebut seluas-luasnya, yang terjadi adalah perselingkuhan.

Bila dalam suatu hubungan mulai terlihat ada tanda-tanda keretakan, Dr. Coleman menyarankan agar pasangan segera memperbaikinya. Ia menyarankan sejumlah strategi yang dapat membantu pasangan untuk belajar lebih setia pada pasangan dan menghindari perselingkuhan.

Jujur.
Pastikan, bahwa ada suatu batasan antara flirting dan tahap awal suatu perselingkuhan. Kemampuan untuk mengendalikan perasaan terhadap sosok baru dalam hidup Anda amat diperlukan, dan sebaiknya simpan saja hal tersebut dalam hati. Jika Anda merasa perlu untuk memberitahukan perasaan ini pada pasangan Anda, pastikan Anda mengetahui risikonya. Bila Anda memberitahu pasangan, menurut Dr. Coleman, tentu akan sangat melukai perasaan Si Dia.

Menetapkan harapan yang realistis.
Meskipun komunikasi antara Anda dan pasangan berjalan cukup baik, hal ini tetap tidak dapat diharapkan untuk dengan segera menyelesaikan masalah, ujar Dr. Mark Smaller, psychoanalyst yang juga juru bicara American Psychoanalytic Association. Suatu perselingkuhan menjadi semacam jalan pintas menuju kebahagiaan, namun perlu Anda ingat juga bahwa perselingkuhan adalah tindakan impulsif yang dapat mengubah hidup Anda selamanya. Menanamkan harapan yang realistis akan membuat kita tidak kecewa berlebihan bila pasangan tidak dapat memenuhi harapan tersebut.

Cari konseling.
Jika isu perselingkuhan tidak dapat diselesaikan di rumah, mungkin ini waktunya untuk mempertimbangkan konseling perkawinan untuk Anda maupun bersama pasangan. Seorang terapis dapat membantu mengidentifikasi mengapa pasangan merasakan dorongan untuk berselingkuh, dan membantunya menghadapi masalah tersebut. Pasangan yang membutuhkan bantuan untuk menguatkan kemampuan berkomunikasi juga akan merasakan bahwa terapi akan menjadi alternatif yang berguna.

Tertawalah pada keterbatasan Anda.
Hal ini, menurut Dr. Smaller, merupakan tanda pasti bahwa Anda memiliki perspektif yang sehat mengenai kelemahan suatu hubungan. Kemampuan untuk menjauhkan diri dari tantangan menjalin hubungan setiap hari, bahkan menertawakan masalah antara Anda dan Si Dia, dapat membawa Anda ke dalam hubungan jangka panjang yang stabil.

Tak perlu buru-buru memperbaikinya. Mengundurkan diri dari pekerjaan, atau berusaha mengatasi masalah keuangan dapat mendorong seseorang untuk segera memperbaikinya, untuk mengembalikan keyakinan dirinya. Suatu affair juga dapat menyediakan dorongan tersebut secara sementara, namun Dr. Smaller menganggap bahwa ketergesa-gesaan untuk memperbaiki sesuatu yang hanya terlihat di permukaan dapat mengaburkan masalah kekecewaan atau ketidakpuasan yang lebih besar, yang sebenarnya merupakan masalah utamanya.

Jadikan pasangan sebagai sahabat. Selama masa-masa depresi, pasangan kekasih bisa melupakan persahabatan yang menjadi fondasi dari hubungan mereka selama ini. Kedua belah pihak bahkan cenderung berfokus pada apa kesalahan yang dilakukan pasangannya. Dr. Coleman menyarankan untuk mengingatkan diri Anda tentang sisi positif dari hubungan Anda, dan menunjukkan apresiasi Anda. Hal ini tentunya menunjukkan penilaian diri yang baik, yang dibutuhkan untuk menjalani hubungan yang sehat.

Tetap jalin hubungan dengan teman-teman lama. "Kebanyakan perkawinan terlalu dibebani dengan harapan-harapan," kata Dr. Coleman. Dengan kata lain, beberapa orang terlalu bergantung pada pasangan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika merasa kecewa, mereka akan terdorong untuk memenuhi kebutuhan itu dengan berselingkuh dengan seseorang. Dr. Coleman menyarankan untuk menanamkan minat pada hal-hal di luar hubungan, seperti bertemu dengan teman-teman sehobi, atau teman-teman lama.

Kenali affair sebagai suatu gejala. Dorongan untuk selingkuh sebenarnya merupakan suatu gejala dari masalah yang lebih besar. Mungkin masalah kurangnya komunikasi, tekanan finansial, atau stres yang berhubungan dengan belum hadirnya anak dalam perkawinan. Apa pun masalahnya, cobalah untuk mengenali akar permasalahannya, sebelum Anda harus menjelaskan kecerobohan (affair tersebut) kepada pasangan.

Ketidaksetiaan adalah keputusan besar.
Mudah saja untuk tertangkap basah memiliki perasaan romantis pada orang lain, namun Dr. Smaller mendorong para pasiennya untuk berpikir kembali bahwa berselingkuh adalah suatu keputusan besar. Artinya, Anda telah memahami mengapa mempertimbangkan untuk berselingkuh, dan apa yang akan menjadi akibatnya. Meskipun suatu hubungan bisa saja tidak langgeng, namun sebaiknya selingkuh bukan merupakan suatu hal yang menjadi penyebabnya.

Jumat, 29 Mei 2009 | 19:22 WIB
KOMPAS.com

DIN
Sumber : Forbes

Selingkuh Secara Emosional


"Kuhidup dengan siapa. Ku tak tau kau siapa. Kau kekasihku, tapi Orang lain bagiku. Kau dengan dirimu saja. Kau dengan duniamu saja. Teruskanlah. Teruskanlah. Kau begitu" – Agnes Monica, lirik lagu "Teruskanlah".

Pernahkah Anda merasa seperti lagu Agnes Monica tersebut? Ketika Anda merasa bahwa suami secara fisik ada di sisi, namun pikirannya entah di mana. Anda mulai curiga, namun ia tetap mengelak bahwa ia berselingkuh dengan orang lain. Tak ada bukti. Namun, ia tetap terasa jauh dari Anda.

Umumnya, mereka yang berselingkuh secara emosional tak mau membagi aspek hidup mereka kepada pasangan hidupnya. Mereka tak mau membagi emosi mereka. Cenderung tak mau melewatkan waktu bersama pasangan hidupnya, dan sering menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman spesialnya. Jika mereka membicarakan tentang ‘persahabatannya’ bersama orang spesial, mata mereka seperti berbinar. Orang ketiga ini seperti sangat spesial, unik, dan mengerti dirinya.

Sikapnya berubah
Jika Anda memiliki kesempatan untuk bisa melihat bagaimana pasangan Anda bersama orang yang Anda curigai, biasanya mereka akan memiliki kontak fisik. Bukan dalam artian erotis, melainkan koneksi fisik yang tak kentara. Misal, mata lebih berbinar, pupil membesar, atau intonasi suara yang berfluktuasi.
Ada pula kemungkinan, ketika pasangan Anda mulai semakin dekat dengan orang ketiga, ia akan mulai membandingkan Anda dan orang itu. Sepertinya orang ketiga itu selalu benar, sementara Anda, pasangan hidupnya, selalu salah. Tak jarang malah pasangan Anda akan menyalahkan Anda atas apa yang terjadi. Ini bisa jadi karena pasangan Anda mencari kambing hitam, memberinya alasan untuk menjustifikasi perselingkuhan emosionalnya.

Karena perselingkuhan psikis semacam ini bisa mencetuskan sebuah kerusakan terhadap hubungan suami-istri, Anda akan makin melihat adanya penghindaran dari dirinya. Tak heran jika ia menghindar, mencari kegiatan lain, misalnya jadi menghabiskan banyak waktu di depan komputer, pulang telat, dan lainnya. Hal itu semata-mata agar mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan orang yang ia senangi.

Mengapa?

Seseorang bisa mengalami perselingkuhan psikis atau emosional di usia berapa pun, bisa saja terjadi pada pasangan yang baru menikah, bahkan pasangan yang sudah sekian puluh tahun menikah. Komitmen adalah kuncinya. Memang ada yang namanya krisis paruh baya, yakni sebuah pencarian jati diri yang terjadi di usia paruh baya. Saat ini, seseorang sering mencari sesuatu yang lebih dalam hidup, yang bisa saja berarti mencari seseorang yang baru, namun bisa juga dengan mencari karier atau hobi baru. Adapun perselingkuhan emosional adalah ketika seseorang mencari orang baru agar ia bisa mencari pengalaman emosional yang sama sekali baru.

Perselingkuhan emosional vs seksual
Perselingkuhan fisik menyangkut orang yang berhubungan dengan pihak lain dalam lingkup erotik. Mereka bisa saja memiliki perasaan sayang terhadap satu dan yang lainnya, namun bukan itu yang mendorong mereka berhubungan. Perselingkuhan fisik lebih bersifat nyata, sementara perselingkuhan psikis cenderung tak kentara. Butuh lebih banyak waktu untuk mengumpulkan bukti-buktinya, dan lebih mudah untuk disangkal.

Ada tiga perbedaan utama dalam persahabatan dan perselingkuhan emosional. Persahabatan selalu terbatas dalam keberadaannya. Persahabatan tak selalu melindungi, sementara hubungan bersifat meliputi dan melindungi. Persahabatan biasanya tidak membuat sebuah pernikahan kehilangan energi. Justru persahabatan membantu pernikahan temannya berlangsung baik. Persahabatan tidak mengandung ancaman, sementara perselingkuhan emosional menguras tenaga. Persahabatan tidak akan menyebabkan perceraian.

Pernahkah Anda menonton serial House? Suatu ketika tokoh House, seorang dokter yang sulit dimengerti, cemburu dengan sahabatnya, Wilson, yang baru saja memiliki hubungan asmara dengan Amber. House membuat segala cara agar Wilson bisa menghabiskan waktu dengannya. Sedikit demi sedikit, House mencuri waktu Wilson dan Amber. Perselingkuhan emosional semacam ini tak jarang terjadi dengan orang yang berkelamin sama, meski mereka sebenarnya bukan berpacaran. Ketika ini terjadi, sebaiknya Anda bertanya kepada diri sendiri, apakah apa yang saya lakukan ini baik atau buruk dampaknya bagi pernikahan saya? Apalagi jika pasangan Anda sampai berkata, “Saya cemburu kamu menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka dibandingkan dengan saya.”

Seseorang yang sedang menjalani perselingkuhan emosional tak jarang tak mengetahui bahwa dirinya sedang melakukan hal tersebut. Tak ada yang bisa tahu, apakah perselingkuhan semacam ini terjadi dalam waktu cepat dan akan berakhir cepat atau sebaliknya. Tak jarang pula hubungan ini bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun.

Tanda-tanda berselingkuh secara emosional
Berikut adalah tanda-tanda jika Anda berselingkuh emosional; Anda akan lebih memilih makan siang/malam dengan orang yang bukan pasangan Anda. Kadang sahabat Anda (pria atau wanita) bisa membaca isi pikiran Anda. “Teman” Anda tersebut lebih bisa memenuhi kebutuhan emosional Anda ketimbang pasangan Anda. Rasanya hampa, sepi, dan merana ketika Anda tak bisa menghubungi “sahabat” Anda itu.

Sabtu, 27 Juni 2009 | 16:31 WIB
KOMPAS.com

NAD
Sumber : msn

Jumat, 26 Juni 2009

Ditemukan! Kapsul Herbal Anti Kanker


Guru besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Drs Sukardiman, Spt.M.Sc, menciptakan kapsul Androma, yang merupakan obat anti kanker dari bahan herbal (tanaman obat).

"Androma itu perpaduan dari kata-kata Latin untuk sambiloto dan kunyit, karena ekstrak antikanker itu memang saya buat dari sambiloto dan kunyit," kata guru besar Fakultas Farmasi (FF) Unair Surabaya itu.

Dalam konferensi pers menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-375 di Unair, ia mengaku kapsul anti kanker itu sudah diuji coba pada beberapa hewan uji dengan hasil cukup signifikan, yakni 60 persen mencegah pertumbuhan sel kanker.

"Saya sudah bekerja sama dengan Poli Obat Tradisional RSUD dr Soetomo Surabaya untuk melakukan uji coba pada manusia mulai Juli 2009, kemudian bila hasil uji coba sukses, maka kapsul herbal anti kanker itu akan diproduksi untuk masyarakat umum," katanya.

Menurut dia, bahan baku Androma sesungguhnya ada di halaman rumah, sambiloto dan kunyit, namun orang masih berpikir dua kali, sehingga dirinya berupaya membuat dalam bentuk ekstrak agar orang mudah mengkonsumsi tanpa rasa pahit.

"Kapsul antikanker Androma itu sebenarnya sudah menjadi obat atau OHT (Obat Herbal Terstandar), karena saya membuatnya melalui uji klinis, uji laboratorium, data keamanan, dan prosedur lainnya, namun belum diujicobakan pada manusia," katanya.

Didampingi dua guru besar yang dikukuhkan bersamanya, yakni Prof Dr Agung Pranoto, dr, MKes, Sp.PD, K-EMD, dan Prof Dr Rahmi Jened Parinduri Nasution, SH, MH, ia menegaskan kapsul ciptaannya itu bukan hanya berfungsi obat, tapi juga pencegahan.

"Karena itu, siapa pun dapat mengkonsumsinya, karena itu saya berencana mengembangkan seperti dalam obat China yang memadukan tiga hal yakni obat utama, obat pendukung, dan obat penurun efek samping," katanya.

Sementara itu, Guru Besar Divisi Endokrin Metabolik, Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran (FK) Unair Surabaya, Prof. Dr. Agung Pranoto, dr, MKes, Sp.PD, K-EMD, mengatakan kehamilan juga dapat menyebabkan diabetes.

"Saat kehamilan, tubuh perempuan justru menghasilkan hormon-hormon yang bersifat kontra insulin. Kekurangan insulin dalam tubuh akan mengakibatkan tingginya kadar gula darah dalam tubuh sehingga dapat memicu diabetes," katanya.

Diabetes saat hamil itu, dapat menimbulkan sejumlah risiko yakni Giant Baby (bayi raksasa) dengan berat di atas empat kilogram, sehingga dapat membahayakan nyawa ibu saat proses kelahiran serta menimbulkan trauma kehamilan.

"Risiko lainnya berupa patah tulang bayi pada kelahiran spontan, atau mengalami kondisi penurunan kadar gula darah secara drastis, sesaat setelah dilahirkan. Itu akibat terpisahnya bayi dari ibu yang sebelumnya selalu memberikan asupan gula dalam jumlah tinggi, sehingga kondisi bayi berpotensi mengalami kerusakan otak," katanya.

Menurut dia, agar terhindar dari penyakit diabetes saat kehamilan, penting bagi setiap calon ibu untuk melakukan deteksi dini dalam mempersiapkan kondisinya sebelum masa-masa kehamilan dan selama kehamilan, tentunya dengan mengatur pola makan.

"Gaya hidup merupakan salah satu penyebab utama yang mempercepat pertambahan penderita diabetes melitus dewasa ini," kata staf Pusat Diabetes dan Nutrisi RSUD Dr Soetomo, FK, Unair itu.
Sent from Indosat Blackberry powered by

Jumat, 26 Juni 2009 | 15:11 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com
BNJ
Sumber : Ant

Rabu, 24 Juni 2009

Inginkah Anda Menjadi Orang yang Ikhlas?




Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita. Terkadang ia ikhlas, di lain waktu tidak. Padahal, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap amal kebaikan kita.

Amal kebaikan yang tidak terdapat keikhlasan di dalamnya hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka. Bahkan bukan hanya itu, ingatkah kita akan sebuah hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa tiga orang yang akan masuk neraka terlebih dahulu adalah orang-orang yang beramal kebaikan namun bukan karena Allah?. Ya, sebuah amal yang tidak dilakukan ikhlas karena Allah bukan hanya tidak dibalas apa-apa, bahkan Allah akan mengazab orang tersebut, karena sesungguhnya amalan yang dilakukan bukan karena Allah termasuk perbuatan kesyirikan yang tak terampuni dosanya kecuali jika ia bertaubat darinya, Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa : 48)

Ibnu Rajab dalam kitabnya Jami’ul Ulum Wal Hikam menyatakan, “Amalan riya yang murni jarang timbul pada amal-amal wajib seorang mukmin seperti shalat dan puasa, namun terkadang riya muncul pada zakat, haji dan amal-amal lainnya yang tampak di mata manusia atau pada amalan yang memberikan manfaat bagi orang lain (semisal berdakwah, membantu orang lain dan lain sebagainya). Keikhlasan dalam amalan-amalan semacam ini sangatlah berat, amal yang tidak ikhlas akan sia-sia, dan pelakunya berhak untuk mendapatkan kemurkaan dan hukuman dari Allah.”

Bagaimana Agar Aku Ikhlas ?

Setan akan senantiasa menggoda dan merusak amal-amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba. Seorang hamba akan terus berusaha untuk melawan iblis dan bala tentaranya hingga ia bertemu dengan Tuhannya kelak dalam keadaan iman dan mengikhlaskan seluruh amal perbuatannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa sajakah yang dapat membantu kita agar dapat mengikhlaskan seluruh amal perbuatan kita kepada Allah semata, dan di antara hal-hal tersebut adalah

Banyak Berdoa


Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Lihatlah Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah doa:

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

Nabi kita sering memanjatkan doa agar terhindar dari kesyirikan padahal beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan. Inilah dia, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat besar dan utama, sahabat terbaik setelah Abu Bakar, di antara doa yang sering beliau panjatkan adalah, “Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain.”

Menyembunyikan Amal Kebaikan

Hal lain yang dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas adalah dengan menyembunyikan amal kebaikannya. Yakni dia menyembunyikan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dan lebih utama untuk disembunyikan (seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain). Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits, “Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya.” (HR Bukhari Muslim).

Apabila kita perhatikan hadits tersebut, kita dapatkan bahwa di antara sifat orang-orang yang akan Allah naungi kelak di hari kiamat adalah orang-orang yang melakukan kebaikan tanpa diketahui oleh orang lain. Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya sebaik-baik shalat yang dilakukan oleh seseorang adalah shalat yang dilakukan di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah menyatakan bahwa sebaik-baik shalat adalah shalat yang dilakukan di rumah kecuali shalat wajib, karena hal ini lebih melatih dan mendorong seseorang untuk ikhlas. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadush Sholihin menyatakan, “di antara sebabnya adalah karena shalat (sunnah) yang dilakukan di rumah lebih jauh dari riya, karena sesungguhnya seseorang yang shalat (sunnah) di mesjid dilihat oleh manusia, dan terkadang di hatinya pun timbul riya, sedangkan orang yang shalat (sunnah) di rumahnya maka hal ini lebih dekat dengan keikhlasan.” Basyr bin Al Harits berkata, “Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu.”

Seseorang yang dia betul-betul jujur dalam keikhlasannya, ia mencintai untuk menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekannya. Maka dari itu wahai saudaraku, marilah kita berusaha untuk membiasakan diri menyembunyikan kebaikan-kebaikan kita, karena ketahuilah, hal tersebut lebih dekat dengan keikhlasan.

Memandang Rendah Amal Kebaikan

Memandang rendah amal kebaikan yang kita lakukan dapat mendorong kita agar amal perbuatan kita tersebut lebih ikhlas. Di antara bencana yang dialami seorang hamba adalah ketika ia merasa ridha dengan amal kebaikan yang dilakukan, di mana hal ini dapat menyeretnya ke dalam perbuatan ujub (berbangga diri) yang menyebabkan rusaknya keikhlasan. Semakin ujub seseorang terhadap amal kebaikan yang ia lakukan, maka akan semakin kecil dan rusak keikhlasan dari amal tersebut, bahkan pahala amal kebaikan tersebut dapat hilang sia-sia. Sa’id bin Jubair berkata, “Ada orang yang masuk surga karena perbuatan maksiat dan ada orang yang masuk neraka karena amal kebaikannya”. Ditanyakan kepadanya “Bagaimana hal itu bisa terjadi?”. Beliau menjawab, “seseorang melakukan perbuatan maksiat, ia pun senantiasa takut terhadap adzab Allah akibat perbuatan maksiat tersebut, maka ia pun bertemu Allah dan Allah pun mengampuni dosanya karena rasa takutnya itu, sedangkan ada seseorang yang dia beramal kebaikan, ia pun senantiasa bangga terhadap amalnya tersebut, maka ia pun bertemu Allah dalam keadaan demikian, maka Allah pun memasukkannya ke dalam neraka.”

Takut Akan Tidak Diterimanya Amal


Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al Mu’minun: 60)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang mukmin adalah mereka yang memberikan suatu pemberian, namun mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka tersebut ( Tafsir Ibnu Katsir ).

Hal semakna juga telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Aisyah ketika beliau bertanya kepada Rasulullah tentang makna ayat di atas. Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan ayat, “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” adalah orang yang mencuri, berzina dan meminum khamr kemudian ia takut terhadap Allah?. Maka Rasulullah pun menjawab: Tidak wahai putri Abu Bakar Ash Shiddiq, yang dimaksud dengan ayat itu adalah mereka yang shalat, puasa, bersedekah namun mereka takut tidak diterima oleh Allah.” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih )

Ya saudaraku, di antara hal yang dapat membantu kita untuk ikhlas adalah ketika kita takut akan tidak diterimanya amal kebaikan kita oleh Allah. Karena sesungguhnya keikhlasan itu tidak hanya ada ketika kita sedang mengerjakan amal kebaikan, namun keikhlasan harus ada baik sebelum maupun sesudah kita melakukan amal kebaikan. Apalah artinya apabila kita ikhlas ketika beramal, namun setelah itu kita merasa hebat dan bangga karena kita telah melakukan amal tersebut. Bukankah pahala dari amal kebaikan kita tersebut akan hilang dan sia-sia? Bukankah dengan demikian amal kebaikan kita malah tidak akan diterima oleh Allah? Tidakkah kita takut akan munculnya perasaan bangga setelah kita beramal sholeh yang menyebabkan tidak diterimanya amal kita tersebut? Dan pada kenyataannya hal ini sering terjadi dalam diri kita. Sungguh amat sangat merugikan hal yang demikian itu.

Tidak Terpengaruh Oleh Perkataan Manusia

Pujian dan perkataan orang lain terhadap seseorang merupakan suatu hal yang pada umumnya disenangi oleh manusia. Bahkan Rasulullah pernah menyatakan ketika ditanya tentang seseorang yang beramal kebaikan kemudian ia dipuji oleh manusia karenanya, beliau menjawab, “Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin.” (HR. Muslim)

Begitu pula sebaliknya, celaan dari orang lain merupakan suatu hal yang pada umumnya tidak disukai manusia. Namun saudaraku, janganlah engkau jadikan pujian atau celaan orang lain sebagai sebab engkau beramal saleh, karena hal tersebut bukanlah termasuk perbuatan ikhlas. Seorang mukmin yang ikhlas adalah seorang yang tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan manusia ketika ia beramal saleh. Ketika ia mengetahui bahwa dirinya dipuji karena beramal sholeh, maka tidaklah pujian tersebut kecuali hanya akan membuat ia semakin tawadhu (rendah diri) kepada Allah. Ia pun menyadari bahwa pujian tersebut merupakan fitnah (ujian) baginya, sehingga ia pun berdoa kepada Allah untuk menyelamatkannya dari fitnah tersebut. Ketahuilah wahai saudaraku, tidak ada pujian yang dapat bermanfaat bagimu maupun celaan yang dapat membahayakanmu kecuali apabila kesemuanya itu berasal dari Allah. Manakah yang akan kita pilih wahai saudaraku, dipuji manusia namun Allah mencela kita ataukah dicela manusia namun Allah memuji kita ?

Menyadari Bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka

Sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari bahwa orang-orang yang dia jadikan sebagai tujuan amalnya itu (baik karena ingin pujian maupun kedudukan yang tinggi di antara mereka), akan sama-sama dihisab oleh Allah, sama-sama akan berdiri di padang mahsyar dalam keadaan takut dan telanjang, sama-sama akan menunggu keputusan untuk dimasukkan ke dalam surga atau neraka, maka ia pasti tidak akan meniatkan amal perbuatan itu untuk mereka. Karena tidak satu pun dari mereka yang dapat menolong dia untuk masuk surga ataupun menyelamatkan dia dari neraka. Bahkan saudaraku, seandainya seluruh manusia mulai dari Nabi Adam sampai manusia terakhir berdiri di belakangmu, maka mereka tidak akan mampu untuk mendorongmu masuk ke dalam surga meskipun hanya satu langkah. Maka saudaraku, mengapa kita bersusah-payah dan bercapek-capek melakukan amalan hanya untuk mereka?

Ibnu Rajab dalam kitabnya Jamiul Ulum wal Hikam berkata: “Barang siapa yang berpuasa, shalat, berzikir kepada Allah, dan dia maksudkan dengan amalan-amalan tersebut untuk mendapatkan dunia, maka tidak ada kebaikan dalam amalan-amalan tersebut sama sekali, amalan-amalan tersebut tidak bermanfaat baginya, bahkan hanya akan menyebabkan ia berdosa”. Yaitu amalan-amalannya tersebut tidak bermanfaat baginya, lebih-lebih bagi orang lain.

Ingin Dicintai, Namun Dibenci

Saudaraku, sesungguhnya seseorang yang melakukan amalan karena ingin dipuji oleh manusia tidak akan mendapatkan pujian tersebut dari mereka. Bahkan sebaliknya, manusia akan mencelanya, mereka akan membencinya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang memperlihat-lihatkan amalannya maka Allah akan menampakkan amalan-amalannya “ (HR. Muslim)

Akan tetapi, apabila seseorang melakukan amalan ikhlas karena Allah, maka Allah dan para makhluk-Nya akan mencintainya sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia akan menanamkan dalam hati-hati hamba-hamba-Nya yang saleh kecintaan terhadap orang-orang yang melakukan amal-amal saleh (yaitu amalan-amalan yang dilakukan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya ). (Tafsir Ibnu Katsir).

Dalam sebuah hadits dinyatakan “Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata: wahai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah kecintaan padanya di bumi. Dan sesungguhnya apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata : wahai Jibril, sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah ia. Maka Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah membenci fulan, maka benciilah ia. Maka penduduk langit pun membencnya. Kemudian ditanamkanlah kebencian padanya di bumi.” (HR. Bukhari Muslim)

Hasan Al Bashri berkata: “Ada seorang laki-laki yang berkata : ‘Demi Allah aku akan beribadah agar aku disebut-sebut karenanya’. Maka tidaklah ia dilihat kecuali ia sedang shalat, dia adalah orang yang paling pertama masuk mesjid dan yang paling terakhir keluar darinya. Ia pun melakukan hal tersebut sampai tujuh bulan lamanya. Namun, tidaklah ia melewati sekelompok orang kecuali mereka berkata: ‘lihatlah orang yang riya ini’. Dia pun menyadari hal ini dan berkata: tidaklah aku disebut-sebut kecuali hanya dengan kejelekan, ’sungguh aku akan melakukan amalan hanya karena Allah’. Dia pun tidak menambah amalan kecuali amalan yang dulu ia kerjakan. Setelah itu, apabila ia melewati sekelompok orang mereka berkata: ’semoga Allah merahmatinya sekarang’. Kemudian Hasan al bashri pun membaca ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Demikianlah pembahasan kali ini, semoga bermanfaat bagi diri penulis dan kaum muslimin pada umumnya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

(Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sehingga sempurnalah segala amal kebaikan)

***

Disusun oleh: Abu ‘Uzair Boris Tanesia
Muroja’ah: Ustadz Ahmad Daniel Lc.
Artikel www.muslim.or.id

Bukan Pemimpin Biasa



Dalam The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia, Herbert Feith mengategorikan Soekarno sebagai representasi terbaik pemimpin bertipe solidarity-maker (penggalang solidaritas massa).

Soekarno berdampingan dengan tipe administrator (pengatur kebijakan), berporos pada figur Mohammad Hatta.

Sementara Soekarno memandang revolusi harus terus digelorakan meski kemerdekaan politik bangsa sudah diraih, Hatta berpendapat sebaliknya. Bagi Hatta, revolusi telah selesai, karena itu yang diperlukan adalah kerja keras yang bersifat detail dan konkret guna menerjemahkan ide-ide besar ke dalam lapangan praktis.

Meski sejarah mencatat bahwa duet ideal ini tidak berumur panjang, sampai detik ini dua tipe kepemimpinan yang melekat dalam diri pasangan proklamator itu masih amat relevan untuk dijadikan pijakan analisis bagi corak kepemimpinan bangsa ini.

Anak zaman

Pasangan Soekarno-Hatta lahir dari konteks sejarah yang mendudukkan mereka sebagai penggerak revolusi yang sukses, yang kemudian berpisah karena perbedaan tipe kepemimpinan yang tidak bisa dikompromikan.

Soekarno tidak berselera pada kerja detail dan administratif yang ”kering”, sementara Hatta menginginkan konkretisasi langkah-langkah untuk meletakkan fondasi ekonomi kerakyatan pascakolonial yang diimpikan.

Mereka berbeda bukan hanya dalam tipe kepemimpinan, tetapi juga dalam memilih cara mencapai tujuan. Soekarno tetap mempertahankan kegemaran pada mobilisasi massa untuk pencapaian tujuan revolusioner, sementara Hatta lebih mendasarkan aktivitasnya pada basis pengetahuan yang diimplementasikan secara ”teknokratis”.

Zaman pun berganti. Namun, setiap zaman membutuhkan kehadiran para pemimpin yang memiliki pandangan ke depan (visi) yang gamblang menyangkut ke mana negeri ini akan dibawa, dengan cara apa, dan bagaimana tahap-tahap pencapaiannya.

Lebih dari itu, dibutuhkan kepemimpinan transformatif yang benar-benar sanggup memahami dan memecahkan aneka masalah bangsa (the nation’s problem solver), sekaligus meletakkan dasar yang lebih kokoh bagi struktur sosial ekonomi di masa depan.

Pemimpin, di mata Peter Drucker, adalah individu yang piawai menerjemahkan cita-cita menjadi kenyataan (make things happen). Karena itu, individu yang lemah atau tidak punya ketegasan dalam berprinsip sebenarnya tidak layak menjadi pemimpin bangsa. Ia akan sangat mungkin terjebak dalam pola oligarki politik, di mana kelompok-kelompok kuat di sekitarnya akan mengendalikan pilihan-pilihan kebijakannya.

Terciptalah sebuah kepemimpinan ”transaksional”, sebuah kepemimpinan yang didasarkan pada negosiasi kepentingan berjangka pendek dari kelompok- kelompok strategis (strategic groups) yang bermain di lingkaran kekuasaan.

Kepemimpinan yang kuat dalam visi dan implementasi program tidaklah identik dengan rezim otoriter. Harold Crouch (Indonesia's ’Strong State’, 1998) menyatakan, rezim Soeharto jelas menampilkan sebuah pemerintahan yang kuat dan represif, terutama dalam berhadapan dengan masyarakat.

Namun, di mata Crouch, rezim itu juga banyak menampilkan ciri pemerintahan yang lemah (weak government), yang bersumber dari struktur internalnya sendiri, yang diwarnai berbagai persaingan faksional yang disatukan oleh pola-pola distribusi patronase yang mengakar kuat dalam praktik pemerintahan.

Transformatif vs transaksional

Meski jauh dari ideal, sebuah kepemimpinan ”transaksional” boleh jadi mampu eksis di panggung kekuasaan dalam jangka waktu cukup lama. Itu terjadi ketika (1) situasi ekonomi global cukup kondusif, (2) mayoritas massa memiliki keterbatasan intelektual untuk mengontrol kebijakan publik, dan (3) kelompok- kelompok strategis (strategic groups) merasa terlayani kepentingannya sehingga merasa berkepentingan pula untuk terus melestarikan status quo.

Meski demikian, sejarah umumnya mencatat pemimpin ”transaksional” sebagai pemimpin dengan kategori ”biasa”, bukan pemimpin monumental yang dikenang dengan takzim sepanjang zaman.

Kepada putranya yang bernama Alexander (kelak menjadi Alexander Agung), Raja Philips II menasihatkan, seorang pemimpin harus belajar menghayati kesendirian. Learn how to be alone! Maknanya, pemimpin tidak seharusnya larut dalam arus kepentingan berbagai kelompok strategis yang berseliweran di sekitar kursi kekuasaannya.

Junichiro Koizumi, pemimpin karismatik Jepang awal abad ini, menolak dengan tegas hadiah ulang tahun yang disampaikan oleh salah seorang anggota kabinetnya sendiri. Ia dengan sadar memelihara independensinya, bahkan terhadap ”punggawa” kepercayaannya sendiri, di tengah keberadaannya sebagai ”panglima tertinggi” dalam organisasi pemerintahan.

Barack Obama, Presiden Amerika Serikat yang dikagumi di seluruh bumi, pernah menantang debat terbuka para pelobi dari perusahaan-perusahaan farmasi raksasa yang melakukan resistensi terhadap program reformasi kesehatan yang digulirkannya.

Koizumi dan Obama jelas bukan pemimpin yang besar semata-mata karena lihai memainkan politik ”dagang sapi”. Mereka adalah para entrepreneur politik yang siap menanggung risiko untuk menerapkan kebijakan-kebijakan publik yang diyakini baik bagi kehidupan rakyat yang dipimpinnya meski ditentang oleh oligarki kepentingan yang kuat dan berpengaruh.

Sayang ”pemimpin transformatif” seperti mereka terhitung langka, tak terkecuali di negeri ini. Padahal, di mata para ”pemimpin transaksional”, rakyat hanya deretan angka yang diperlukan untuk memperkuat posisi tawar saat berbagi kuasa dengan rekan koalisi.

Bagi mereka, rakyat jelata adalah kata lain dari ”kuda beban” yang diperlakukan dengan penuh kelembutan hati hanya ketika mereka sibuk berkampanye.


Kamis, 25 Juni 2009 | 03:06 WIB

Syamsul Hadi Dosen FISIP UI

Tetap Semangat Dalam Hal yang Bermanfaat (1)



Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ


“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

[Muslim: 47-Kitab Al Qodar, An Nawawi –rahimahullah- membawakan hadits ini dalam Bab "Iman dan Tunduk pada Takdir"]

Beberapa pelajaran berharga dapat kita petik dari hadits ini.

Mukmin yang Kuat Lebih Baik Daripada Mukmin yang Lemah

Mukimin yang kuat di sini bukanlah yang dimaksudkan adalah mukmin yang kekar badannya, perkasa dan sehat. Semacam ini yang sering dipahami sebagian orang tatkala mendengar hadits ini.

Yang dimaksud dengan mukmin yang kuat di sini adalah mukmin yang kuat imannya. Bukan yang dimaksudkan dengan kuat di sini adalah mukmin yang kuat badannya. Karena kuatnya badan biasanya akan menimbulkan bahaya jika kekuatan tersebut digunakan dalam hal maksiat. Namun pada asalnya, kuat badan tidak mesti terpuji dan juga tidak mesti tercela. Jika kekuatan tersebut digunakan untuk hal yang bermanfaat untuk urusan dunia dan akhirat, maka pada saat ini terpuji. Namun jika sebaliknya, digunakan dalam perbuatan maksiat kepada Allah, maka pada saat inilah tercela.

Jadi, yang dimaksudkan kuat di sini adalah kuatnya iman. Kita dapat saja menyebut seorang itu kuat, maksudnya adalah dia perkasa dengan kejantanannya. Begitu pula kita dapat menyebut kuat dalam masalah iman.

Yang dimaksud dengan kuatnya iman di sini adalah seseorang mampu melaksanakan kewajiban dan dia menyempurnakannya pula dengan amalan sunnah. Sedangkan seorang mukmin yang lemah imannya kadangkala tidak melaksanakan kewajiban dan enggan meninggalkan yang haram. Orang seperti inilah yang memiliki kekurangan.

Lalu yang dimaksudkan bahwa orang mukmin yang kuat itu lebih baik daripada yang lemah adalah orang mukmin yang kuat imannya lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah imannya.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa mereka semua (yaitu mukmin yang kuat imannya dan mukmin yang lemah imannya) sama-sama memiliki kebaikan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan demikian agar jangan disalahpahami bahwa mukmin yang lemah imannya tidak memiliki kebaikan sama sekali. Mukmin yang lemah imannya masih tetap memiliki kebaikan dan dia tentu saja lebih baik daripada orang kafir. Namun sekali lagi diingat bahwa mukmin yang kuat imannya tentu saja lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah imannya.

Bersemangatlah Dalam Perkara yang Bermanfaat Bagimu

Inilah wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya. Wasiat beliau ini adalah perintah untuk bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat. Lawan dari hal ini adalah melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya (dhoror), juga melakukan hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat atau pun bahaya.

Karena yang namanya perbuatan itu ada tiga macam: [1] perbuatan yang mendatangkan manfaat, [2] perbuatan yang menimbulkan bahaya, dan [3] perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat maupun bahaya. Sedangkan yang diperintahkan adalah melakukan macam yang pertama yaitu hal yang bermanfaat.

Orang yang berakal yang menerima wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini pasti akan semangat melakukan hal yang bermanfaat. Namun kebanyakan orang saat ini menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat. Bahkan kadangkala yang dilakukan adalah hal yang membahayakan diri dan agamanya. Terhadap orang semacam ini, pantas kita katakan: Kalian tidaklah mengamalkan wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Boleh jadi kalian tidak melaksanakannya karena tidak tahu atau karena menganggap remeh. Mukmin yang berakal dan mantap hatinya tentu akan melaksanakan wasiat beliau ini, juga akan semangat melakukan hal yang bermanfaat bagi agama dan dunianya. Hal yang manfaat dalam agama kembali pada dua perkara yaitu ilmu nafi’ (yang bermanfaat) dan amalan sholeh.

Yang dimaksud dengan ilmu nafi’ adalah ilmu yang dapat melembutkan dan menentramkan hati, yang nantinya akan membuahkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ilmu nafi’ inilah ajaran Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terdapat dalam tiga macam ilmu yaitu ilmu hadits, tafsir dan fiqih. Yang juga bisa menolong dalam menggapai ilmu nafi’ adalah bahasa Arab dan beberapa ilmu lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Adapun yang dimaksud amalan sholeh adalah amalan yang selalu dilandasi dengan ikhlash dan mencocoki tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun hal yang manfaat dalam masalah dunia adalah seorang hamba berusaha untuk mencari rizki dengan berbagai sebab yang diperbolehkan sesuai dengan kemampuannya. Juga hendaklah setiap orang selalu merasa cukup, tidak mengemis-ngemis dari makhluk lainnya. Juga hendaklah dia mengingat kewajibannya terhadap harta dengan mengeluarkan zakat dan sedekah. Dan hendaklah setiap orang berusaha mencari rizki yang thoyib, menjauhkan diri dari rizki yang khobits (kotor). Perlu diketahui pula bahwa barokahnya rizki seseorang dibangun di atas takwa dan niat yang benar. Juga berkahnya rizki adalah jika seseorang menggunakannya untuk hal-hal yang wajib ataupun sunnah (mustahab). Juga termasuk keberkahan rizki adalah jika seseorang memberi kemudahan pada yang lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَنسَوُاْ الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

“Jangan lupakan untuk saling memberi kemudahan di antara kalian.” (QS. Al Baqarah: 237). Yaitu yang memiliki kemudahan rizki memudahkan yang kesulitan, bahkan seharusnya memberi tenggang waktu dalam pelunasan hutang. Apabila semua ini dilakukan, datanglah keberkahan dalam rizki.

Dahulukanlah Maslahat Agama

Hadits ini begitu baik untuk direnungkan oleh setiap insan, bahkan hadits ini bisa dijadikan pelita baginya dalam melakukan amalan dalam masalah agama maupun dunianya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Bersemangatlah kamu dalam melakukan hal yang bermanfaat bagimu.” Perkataan beliau ini mencakup segala sesuatu yang bermanfaat baik dalam masalah agama maupun dunia. Namun, apabila maslahat dunia dan agama itu bertabrakan, yang lebih didahulukan adalah maslahat agama. Karena jika maslahat agama tercapai, maka dunia pun akan diperoleh. Adapun jika maslahat dunia tercapai, namun agama malah menjadi rusak, maka nantinya maslahat tersebut akan sirna.

Semoga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Perlu Ada Skala Prioritas: Dahulukan yang Memiliki Manfaat Lebih

Hadits ini juga menunjukkan bahwa jika bertentangan antara dua hal yang sama-sama manfaat, maka pilihlah perkata yang memiliki nilai manfaat yang lebih.

Misalnya adalah jika kita ingin bersilaturahmi dan kita punya dua pilihan yaitu bersilaturahmi ke saudara kandung dan paman. Keduanya sama-sama mendesak pada saat itu dan tidak mungkin kita berkunjung ke tempat keduanya sekaligus. Dari penjelasan di atas, kita haruslah mendahulukan silaturahmi kepada saudara kandung daripada paman karena berkunjung ke tempatnya tentu lebih utama dan lebih mendatangkan manfaat.

Begitu pula jika di dekat rumah kita ada dua masjid, yang jaraknya hampir sama. Akan tetapi salah satu dari dua masjid tersebut memiliki jama’ah lebih banyak. Dalam kondisi semacam ini, lebih utama shalat di masjid yang lebih banyak jama’ahnya.

Jadi ingatlah baik-baik kaedah yang sangat bermanfaat ini: Jika bertentangan dua hal yang sama-sama bermanfaat, yang satu memiliki nilai lebih dari yang lainnya, maka kita mendahulukan yang memiliki nilai lebih tersebut.

Namun sebaliknya, jika seseorang terpaksa harus melakukan hal yang terlarang dan dia punya dua pilihan. Di antara dua pilihan tersebut ada yang lebih berbahaya. Dalam kondisi semacam ini, dia harus memilih larangan yang lebih ringan.

Jadi, jika ada beberapa perkara yang terlarang dan kita harus menerjanginya, maka pilihlah yang paling ringan. Namun dalam beberapa perkara yang diperintahkan dan kita harus memilih salah satu, maka pilihlah yang paling bermanfaat.

Jangan Lupa Meminta Pertolongan Pada Allah

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kita untuk semangat dalam melakukan hal yang bermanfaat, kemudian beliau menyampaikan wasiat pula agar kita jangan sampai lupa minta pertolongan pada Allah Yang Berada di atas sana.

Seorang yang berakal dan cerdas pasti akan melakukan hal yang bermanfaat dan akan memilih melakukan yang lebih manfaat. Namun terkadang hati ini berubah, sampai-sampai kita bersandar pada diri sendiri dan lupa meminta tolong pada Allah ‘azza wa jalla. Inilah yang terjadi pada kebanyakan orang, mungkin juga kita. Kita terkadang merasa takjub dengan diri sendiri, seraya dalam benak hati ini mengatakan: Saya pasti bisa menyelesaikannya sendiri. Dalam kondisi ini, Rabb tempat kita bergantung dan tempat kita memohon segala macam hajat, posisi-Nya terpinggirkan. Ketika kita sudah bersemangat dalam melakukan suatu amalan sholeh dan yang bermanfaat, terkadang kita terlena dengan kemampuan kita sendiri, merasa takjub dan lupa meminta tolong pada Rabb kita. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada kita: Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah pada Allah. Maksudnya adalah janganlah kita melupakan meminta tolong pada-Nya walaupun itu adalah dalam perkara yang sepele.

Misalnya dalam hadits:

لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى يَسْأَلَ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ

“Hendaklah salah seorang di antara kalian meminta seluruh hajatnya pada Rabbnya, walaupun itu adalah meminta dalam hal tali sendal yang terputus.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya. Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim). Yaitu mintalah pada Allah walaupun dalam perkara sepele sekalipun, jangan sampai engkau melupakan-Nya. Misalnya: ketika engkau ingin berwudhu atau melaksanakan shalat, bergerak ke kanan dan ke kiri, atau mungkin ingin meletakkan sesuatu, maka pada saat itu jangan lupa untuk meminta tolong pada Allah. Karena seandainya tanpa pertolongan-Nya, niscaya sedikit pun tidak akan engkau raih.

Teruslah Melakukan Suatu Amalan Hingga Usai

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan lagi: Wa laa ta’jiz, yakni janganlah engkau lemah. Yang dimaksudkan di sini adalah hendaknya seseorang terus melakukan amalan tersebut hingga selesai, janganlah menunda-nundanya, dan janganlah biarkan pekerjaan terlalaikan begitu saja. Janganlah mengatakan bahwa waktu masih panjang. Selama engkau bertekad melakukan sesuatu, yakin bahwa yang dilakukan bermanfaat, lalu engkau meminta pertolongan pada Allah, maka janganlah menunda-nunda melakukannya.

Betapa banyak kita lihat para penuntut ilmu dalam mengkaji agamanya, dia semangat mempelajari satu kitab. Setelah seminggu atau sebulan, dia pun berpindah mempelajari kitab lainnya, padahal kitab yang pertama tadi belum dipelajari hingga usai. Dia mungkin telah melakukan yang bermanfaat dan meminta pertolongan pada Allah, akan tetapi dia begitu ‘ajz (lemah). Apa ‘ajz-nya (lemahnya)? Yaitu dia tidak mampu ajeg dalam mempelajari kitab hingga usai. Karena makna dari hadits: “Janganlah engkau lemah” adalah: Janganlah engkau meninggalkan amalan. Namun setelah engkau tahu bahwa perkara tersebut bermanfaat, hendaklah engkau terus melakukannya hingga usai.

Perbuatan seperti yang dilakukan di atas cuma berpindah dari satu kitab ke kitab lain, namun tidak mendapatkan faedah apa-apa dan hanya menyia-nyiakan waktu semata.

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id