Sabtu, 29 September 2012

SALING MENJAGA KEKURANGAN SUAMI / ISTRI



Manusia diciptakan oleh Tuhan adalah mahluk yang sempurna. Dibalik kesempurnaannya tercampur antara kekurangan juga kelebihan.
Ketika seseorang telah menikah, maka isteri dan suami telah menjadi satu bagian. Mereka bagaikan pakaian bagi satu sama lain. Dan fungsi utama pakaian adalah menutup aurat. Artinya, masing-masing suami istri harus berusaha menutupi aib pasangannya, dan pantang mengungkapkannya kepada orang lain, meski keluarga sendiri.
Sebagai pasangan rumah tangga dalam hal saling mencintai tidak hanya sekedar menerima kelebihan, tetapi juga harus bisa dan wajib bisa menerima kekurangan yang dimiliki pasangan.
Dalam setiap konflik suami dan isteri, selalu ada saham masalah dari kedua belah pihak. Besar kecilnya saham bisa berbeda, namun saham selalu berasal dari kedua belah pihak.
Salah satu hal yang harus dijaga dalam kehidupan rumah tangga adalah saling menjaga dan merawat kepercayaan di antara suami dan isteri, agar kehidupan keluarga bisa harmonis dan langgeng. Sangat banyak cara merawat kepercayaan antara suami dan isteri, di antaranya adalah dengan jalan menjaga privasi dan rahasia masing-masing. Jika suami dan isteri senang membuka kelemahan pasangan, akan menyebabkan kepercayaan menjadi hilang dan mengancam keharmonisan rumah tangga.
Kadang-kadang, menceritakan kelemahan pasangan ini terjadi secara tidak sadar. Karena bermula dari mengobrol dengan teman kerja, atau mengobrol dan curhat dengan teman, akhirnya berujung membuka rahasia pasangan secara vulgar dan detail.
Justru karena menyadari bahwa suami dan isteri memiliki kekurangan dan kesalahan itulah, sudah selayaknya suami tidak boleh menceritakan kelemahan isterinya kepada orang lain, sebagaimana isteri tidak boleh menceritakan kelemahan suaminya kepada orang lain.
Perbuatan itu, satu sisi masuk kategori menggunjing yang tercela, sisi lain akan menyebabkan tersebarnya aib atau kelemahan pasangan kepada orang-orang yang tidak berhak mendengar, dan tidak punya kompetensi untuk menyelesaikan masalah.
 Dari Abu Sa’id al-Kudriy, Pesan Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di Hari kiamat adalah seorang laki-laki (suami) yang bercampur (bersetubuh) dengan isterinya, kemudian membeberkan rahasia (isteri)-nya tersebut .” (HR. Muslim)
Rahasia pasangan harus selalu dijaga dengan baik, jangan sampai dijadikan komoditas untuk diumbar dan dibuka kepada orang lain. Perbuatan menceritakan kelemahan dan kekurangan pasangan itu tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan bisa menimbulkan permasalahan baru yang lebih kompleks. Apalagi ketika menggunjing pasangan ini menjadi semacam kesenangan atau kegemaran yang dilakukan di sembarang tempat. Ini akan membuat semakin rumitnya persoalan.
Perkuatlah prinsip bahwa suami/istri adalah separo dari kita. Saling mengisi, menguatkan dan menyempurnakan satu sama lain akan membentuk ikatan yang kuat dan kokoh .., berjalan dan beribadah bersama menuju ridha dan cinta Allah yang sejati.

Semoga rahmat karunia Nya selalu menyertai kita ...
Aamiin Ya Rabbal Alamiin




SEPASANG SUAMI ISTRI, SALING MENCINTAI KARENA ALLAH



Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. sambil menangis isteri berkata,

" Inilah janji kami sebagai suami isteri ..
Jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu ..."

Dari luar bilik mayat hospital, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya .. ustadz tadi bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya ..

Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa,
" Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu ...
Wahai suamiku .. Semoga Allah ampunkan dosamu dan satukan kita di akhirat nanti .."

Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata ..
"Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami ... semoga Allah beri pahala untukmu wahai suami ku .."

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata...
" Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku .., semoga Allah beri pahala berganda untukmu wahai suamiku ..."

Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata..
" Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku ... semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda .."

Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata ..

"Terima kasih suamiku .. karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia .. dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu .. dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu ..."

Subhanallah ..
Indahnya saling mencintai karena Allah ..

Semoga Allah merahmati pasangan suami-istri , dan seluruh keluarga yang saling menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala ..
Aamin Allahu yaa Karim ..


Asma Nur Khalidah / Ade A.


Rabu, 26 September 2012

Surat Al-Ashr




Surah Al Ashr adalah surat yg sangat dlm dan luas isi kandungannya. Bahkan menurut ahli tafsir Muhammad ‘Abduh, bhw seandainya hanya surat Al-Ashr ini saja yg diturunkan, maka sudah bisa mencakup seluruh kandungan Al-Quran.
Al-Ashri, demikian bunyi ayat pertama dari surah al-Ashr.
Allah bersumpah dgn masa, karena masa itu adalah sesuatu yg sangat penting. Masa itu terus berjalan. Masa tidak pernah berhenti, walaupun sesaat. Masa terus berputar dgn cepat. Masa tidak dapat kita kejar. Jangankan masa 5 atau 10 tahun yg lalu, sedetikpun waktu yg baru lewat tidak dapat kita kejar. Karena itu, kita harus bisa mempergunakan masa dgn sebaik-baiknya. Kalau tidak, kita akan menjadi orang yg merugi.
Dlm ayat selanjutnya, Allah SWT menegaskan bhw semua manusia pada hakekatnya merugi (la fii khusriri). Yg tidak merugi hanya orang2 yg melakukan empat hal.
1.    Aamanuu, yg beriman (beriman kpd Allah, malaikat, kitab2, rasul2, hari akhir, dan takdir dan ketentuanAllah).
2.   Wa ‘amilushshaalihaati, yg beramal shaleh baik sifatnya vertikal maupun horizontal, baik amal2 mahdhah (ritual) maupun amal2 sosial.
3.   Wa tawaashau bil haqqi, saling menasehati kpd kebenaran dgn cara yg benar.
4.   Wa tawashau bishshabri, saling memberi nasehat utk bersikap sabar dgn cara sabar.

Merugi yg dimaksud mencakup arti yg sangat luas, kerugian di dunia dan kerugian di akhirat. Di dunia, hidupnya tidak pernah tentram, walaupun segala keperluannya terpenuhi, dan di akhirat akan menerima azab yg maha dahsyat.

Orang yg beriman tidak akan merugi, sebab ia mempunyai tali utk bergantung, rumah tempat berteduh, dan tempat utk berlindung, yaitu Allah SWT. Orang yg tidak beriman kpd Allah, sama dgn orang yg tidak mempunyai tempat utk berlindung.
Iman harus diikuti dgn amal sholeh. Iman letaknya di dlm hati, harus ditampakkan dgn amal shaleh. Orang yg mengaku beriman, tetapi amal/ tingkah lakunya tidak shaleh, maka belum termasuk orang yg beriman dlm konteks surat Al- Ashr.
Selanjutnya, mereka yg beriman dan beramal shaleh, haruslah saling memberi nasehat, wasiat kpd kebenaran (haq) dgn cara yg benar (ma ‘ruf), dan saling memberi nasehat, wasiat utk senantiasa menjadi orang yg sabar dan dgn cara2 yg sabar pula, tidak gegabah dan emosional.
Semua manusia makhluk Allah SWT, sangat berpotensi berbuat khilaf, siapa pun dia. Nah, mereka yg mau terbuka menerima masukan orang lain, akan terbebas dari belenggu kerugian, karena masukan tsb telah membuat dirinya tidak ber-larut2 dlm kekeliruan yg tidak diketahuinya sebelumnya.


Sumber : Buletin Mimbar Jum’at No. 8 Th. XXIII – 20 Februari 2009


Surat Yusuf Menginspirasikan Kebajikan




Surat Yusuf adalah surat yg duapertiga isinya menceritakan secara detail kisah Nabi Yusuf. Tak ada nabi yg diceritakan kisahnya sedetail nabi Yusuf dari masih kanak2 hingga dewasa di surat manapun. Meskipun ada yg mendekati, yaitu nabi Musa, kelengkapan kisahnya dipecah dlm beberapa surat.

Bahkan Nabi junjungan kita Muhammad SAW, dlm Surat Muhammad tidak dijelaskan detail hidupnya, karena kisah hidup Rasulullah terdapat dlm sunnah dan hadis yg diriwayatkan oleh sahabat hingga Tabi’in nya.

“Kami menceritakan kepadamu kisah yg paling baik dgn mewahyukan Al Qur'an ini kpd mu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang2 yg belum mengetahui.” [QS. Yusuf :12: 3]

Dlm kisah nabi Yusuf, ada sebuah roman yg jauh lebih indah dari segala roman yg bisa dibuat oleh penulis naskah terkenal di dunia.

Nabi Yusuf adalah putera ke tujuh dr dua belas putera-puteri Nabi Ya’qub. Ia dgn adiknya yg bernama Benyamin adalah beribukan Rahil, saudara sepupu Nabi Ya’qub. Ia dikurniakan Allah rupa yg bagus, paras tampan dan tubuh yg tegap yg menjadikan idaman setiap wanita dan kenangan gadis2 remaja.

Ia adalah anak yg dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dgn saudara2-ya yg lain, terutamanya setelah ditinggalkan wafat ibu kandungnya Rahil semasa ia masih berusia dua belas tahun.

Beberapa Kisah Kehidupan Nabi Yusuf :
Saudara2 Yusuf Mengadakan Pertemuan Rahasia, Nabi Yusuf Bermimpi, Yusuf Dimasukkan ke dlm sumur, Yusuf dijual-beli sbg hamba sahaya, Yusuf dlm godaan nyonya Futhifar, Yusuf dlm penjara, Yusuf dibebaskan dr penjara, Yusuf diangkat sbg wakil raja Mesir, Pertemuan Yusuf dgn saudara2 nya, Yusuf menahan Benyamin sbg tahanan, Pertemuan kembali keluarga Ya’ub, beberapa ibrah kisah Nabi Yusuf A.S.

Dari sebuah pesona ke pesona lain, dari fitnah yg tak terbantahkan, hingga akhirnya mereka bersatu dlm ikatan halal.

Namun apakah ada yg tahu di tengah segala prahara itu, nabi Yusuf pernah terbesit sedikit maksud pada Zulaikha?. 


Nah dlm hal ini tirulah Nabi Yusuf yg bisa meluruskan niat hanya pada Allah semata. [baca TQS.Yusuf : 12 : 23]

Bila surat Yusuf saja sudah MENGINSPIRASI kita pada kebajikan, maka ada 113 surat lagi yg HARUS kita baca dan pahami utk kebajikan baik dunia dan akhirat.

Selasa, 25 September 2012

Teknik Mengingat Naskah, Buku, atau Referensi Lainnya






Saat ini, informasi yang disajikan tidak hanya dalam bentuk visual dan bentuk audio, tetapi sudah ada dalam bentuk audio-visual. Informasi dalam bentuk visual, seperti buku, majalah, naskah, atau jurnal. Rasanya belum selesai membaca sebuah buku, buku-buku lainnya sudah terbit dan menanti untuk dibaca. 

Kemampuan membaca secara efektif amat berguna bagi mereka yang haus akan informasi. Membaca secara efektif adalah kecepatan membaca yang tergantung pada bahan dan tujuan membaca. Dengan kata lain, membaca harus fleksibel. Misalnya, untuk kategori bacaan ringan, Kita dapat membacanya dengan kecepatan yang sangat tinggi, tetapi untuk kategori bacaan yang membutuhkan analisa, kecepatan membaca perlu dikurangi sesuai kehendak dan daya nalar Kita terhadap isi buku tersebut.

Kebanyakan orang membaca hanya sekadar untuk menghabiskan waktu saja. Mereka masih belum mampu untuk mengambil nilai dari bahan bacaan yang telah mereka baca. Itu berarti, mereka tidak hanya kehilangan waktu yang berharga, tetapi secara tidak sadar telah mengembangkan kebiasaan membaca yang kurang baik, yaitu tidak menaruh perhatian pada bahan bacaan bersangkutan.

Selanjutnya, Kita perlu menanyakan terlebih dahulu, apa manfaat yang akan Kita peroleh dengan membaca? Ini bukan sebuah pertanyan “bodoh”, tetapi hanya berusaha “menyadarkan” bahwa banyak manfaat yang bisa didapat dengan membaca. Setelah minat dan perhatian pada bahan-bahan bacaan tersebut telah diperoleh, perhatikan dan fokus pada bahan-bahan bacaan yang ada dalam pangkuan Anda. Singkirkan segala sesuatu yang dapat memecah konsentrasi Anda.

Bayangkan bahwa Kita hanya memiliki kesempatan membacanya untuk sekali saja. Dalam hal ini, bukan berarti Kita harus membaca dengan “menelusuri kata demi kata dalam ribuan kata”. Kita akan mampu mengingat dengan lebih baik apabila kita memusatkan pikiran. Membaca secara cepat akan membantu kita dalam memusatkan pikiran. Informasi yang diterima diproses secara cepat.

Untuk mudahnya Kita bisa bayangkan ketika Kita sedang menyetir di dua tempat yang berbeda, satu di jalan lurus sementara satu lagi di jalan yang berkelok-kelok atau bahkan naik turun. Tentu Kita akan lebih konsentrasi saat menyetir di jalanan yang naik-turun dan berkelok-kelok. Iya kan? Awali kegiatan membaca Kita dengan suatu tujuan. Jika Kita sudah mengetahui tujuan membaca buku tersebut, itu akan meningkatkan daya ingat berkaitan dengan buku yang akan dibaca. Kenali struktur bacaan. ini juga akan membantu Kita dalam mengenali dan menemukan hal-hal penting atau “intisari” dari bacaan tersebut.

Dapatkan ide atau gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis. Tempatkan diri Kita pada posisi penulis. Hal ini juga akan membantu Kita dalam menggali ide penulis lebih dalam lagi. Ini juga dapat bermanfaat saat Kita membaca karya-karya lain dari penulis yang bersangkutan. Namun, jika Kita masih merasa asing dengan tulisan atau penulis tersebut, coba cari tahu karya-karya apa saja yang sudah ia hasilkan. Cari informasi mengenai latar belakang penulis. Perhatikan judul dan subjudul bacaan (jika ada). Baca terlebih dahulu pendahuluan atau runutan terstruktur dari daftar isi secara saksama.

Beberapa buku juga melampirkan ringkasan dari masing-masing bab. Jika ringkasan itu ada, itu juga bisa dibaca lebih awal agar memudahkan Kita dalam memahami bacaan tersebut. Usahakan untuk mendapat gambaran umum dari bahan bacaan.

Apabila buku yang Kita baca termasuk dalam kategori sejarah, biografi, ataupun autobiografi, visualisasikan segala kejadian-kejadian layaknya adegan dalam sebuah film. Gunakan imajinasi Anda. Karakter-karakter apa saja yang terdapat dalam bahan bacaan itu. Bayangkan Kita sedang bercakap-cakap dengan tokoh tersebut, mencoba mencari tahu apa yang dirasakan. Gunakan teknik-teknik yang telah dipelajari dalam mengingat segala sesuatu terutama yang berkaitan dengan fakta. Biasakan untuk melakukan tinjauan di setiap akhir bacaan. Tanyakan kepada diri Anda, informasi apa saja yang mampu diingat setelah membaca bacaan itu. Seberapa banyak informasi yang mampu Kita ingat.

Jenis bacaan seperti jurnal, essay, atau sejenisnya juga dapat diperlakukan hampir serupa dengan kategori di atas. Baca secara saksama ringkasan yang biasanya disajikan di bagian awal bacaan. Pahami gambaran umum yang ingin disampaikan oleh penulis. Pelajari bagian-bagian yang terdapat pada bacaan. Untuk tema atau kategori bacaan yang masih asing bagi Anda, coba temukan istilah-istilah khusus yang masih belum Kita pahami. Selanjutnya, gunakan kamus untuk melihat pengertian atau rujukannya. Kamus yang dimaksud di sini bukan hanya berupa kamus terjemahan yang berkaitan dengan istilah asing, tetapi bisa juga kamus yang berkaitan dengan jenis bacaan, misalnya kamus teknik, kamus pertanian, atau kamus lainnya. Kita perlu mengetahui artinya karena besar kemungkinan istilah-istilah tersebut akan diulang pada bahan bacaan. 

Berikan tinjauan pada akhir bacaan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman dan ingatan Kita terhadap isi bacaan. Namun, agak sedikit berbeda untuk bacaan berbahasa asing (impor). Kebanyakan buku impor tersebut tergolong bacaan serius. Walaupun membaca lebih lambat dibandingkan ketika Kita membaca bacaan lokal, itu tidak jadi soal. Siapkan kamus untuk mengetahui istilah-istilah asing (dalam arti yang sebenarnya) untuk membantu Kita lebih memahami isi bacaan. Usahakan untuk memahami maksud yang ingin disampaikan oleh penulis di setiap paragrafnya. Jika perlu, buat poin-poin yang menurut Kita penting untuk diingat. 

Lakukan tinjauan pada akhir tiap bagian dan secara keseluruhan di akhir bacaan. Jika Kita memiliki referensi bacaan lokal yang membahas tema yang sama, jangan lupa untuk menyempatkan membacanya. Lakukan perbandingan. Informasi apa saja yang mungkin disampaikan oleh bacaan yang satu, tetapi tidak disampaikan pada bacaan lainnya. Ini tidak hanya akan menambah wawasan, tetapi akan merangsang Kita untuk melakukan analisis dan perbandingan terhadap bahan-bahan bacaan tersebut.

Bagi Kita yang ingin mengingat naskah pidato juga dapat menerapkan beberapa cara berikut ini. Agar lebih mudah mengingat naskah pidato, buatlah poin-poin utama pidato, bukan kata demi kata. Awali dengan membuat garis besar pidato beserta urutan poin-poin yang ingin disampaikan. Pidato yang baik adalah pidato yang tidak terlalu panjang ataupun tidak terlalu pendek. Sesuaikan bahasa yang digunakan dengan segmen pendengar. Tentu akan kurang cocok bila bahasa yang disampaikan menggunakan kata-kata yang canggih (sophisticated), sementara segmen pendengar Kita malah merasa asing dengan kata-kata tersebut. Bayangkan diri Kita sedang berada di tengah-tengah pendengar atau hadirin. Baca bagian pertama kepada mereka. Setelah itu, letakkan naskah Kita dan bayangkan mereka memandang Kita dengan tatapan bertanya. 

Ulangi bagian tersebut dengan menggunakan kata-kata Kita sendiri. Berikan ekspresi dan sikap tubuh yang sesuai. Jangan lupa berikan pula beberapa penekanan pada bagian-bagian yang dianggap perlu. Tidak usah takut untuk berimprovisasi. Selanjutnya, Kita bisa melihat kembali naskah pidato. Apakah ada bagian yang terlewati? Sampaikan kembali bagian tersebut kepada pendengar. Usahakan kali ini tidak ada bagian yang terlewati. 

Gunakan naskah tertulis hanya bila terpaksa. Ulangi tahapan-tahapan ini pada bagian berikutnya sehingga Kita merasa nyaman dalam menyampaikan materi tersebut. Sampaikan keseluruhan materi tanpa perlu melihat naskah. Apabila masih ada bagian yang terlewati, catat bagian tersebut. Gunakan teknik-teknik mengingat lainnya yang dapat membantu dalam mengingat naskah pidato. Lakukan secara rutin setiap kali Kita ingin berpidato. Kita tidak perlu kaget jika ternyata naskah yang telah dibuat sama sekali tidak Kita lihat! Tetap fokus dan gunakan segala daya improvisasi Anda. Itu akan menghindari isi pidato melebar atau melenceng jauh dari bahasan awal pidato. Selamat mencoba!



Usia Tua




Manusia tidak bisa menghindari usia tua selama ia masih mendapatkan kesempatan hidup di dunia ini. Kita berharap usia tua dgn perjalanan hidup yg semakin panjang membuat manusia semakin memiliki kematangan jiwa shg semakin mampu menyikapi kehidupan dunia yg sementara ini yg membuatnya tidak mudah terjebak oleh arus kehidupan dunia yg tidak baik.

Namun kenyataan menunjukkan bhw usia tua ternyata tidak menjamin seseorang menjadi orang yg memiliki kematangan jiwa, bahkan tidak sedikit orang tua yg lupa kalau ia sudah tua shg masih saja melakukan penyimpangan, bahkan penyimpangan yg biasa dilakukan oleh anak muda.

Karena itu, Rasulullah saw mengingatkan kita semua tentang usia tua yg harus diwaspadai, beliau bersabda:
Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: cinta dunia dan harta” (HR.Muslim dan Ibnu Majah).

Di dalam hadits lain, beliau bersabda:
Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: panjang umur dan banyak harta” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim)

Allah swt mengingatkan dalam firman-Nya: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yg berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yg merugi” (QS. Al Munafikun [63]:9).

Mudahan-mudahan usia kita yg semakin tua membuat kita semakin matang daiam menyikapi kehidupan dunia shg perjalanan hidup kita menjadi semakin baik dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya.

Doa Mohon Kebaikan Agama, Dunia, dan Akhirat

Allaahumma aslih lii diinii allazii huwa ‘ismatu amrii wa aslih lii dunyaaya allatii fiihaa ma’aasyii, wa aslih li aakhiratii allatii fiihaa ma’aadii. Waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khairin, waj’alil muta raahatan lii min kulli syarrin.”

Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi pusat urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai peristirahatanku dari setiap keburukan. (H.R. Muslim)”


Bidadari....



 
Didlm Al-Qur’an dan Hadits banyak sekali dijelaskan ataupun digambarkan tentang sosok bidadari yg bertempat di surga dan siap melayani para ahlul jannah.

Allah subhanahu wa ta’ala akan menikahkan orang2 mu’min di surga dgn wanita-wanita cantik yg bukan istri2 mereka di dunia sebagai mana firman-Nya:“Demikianlah, dan kami nikahkan mereka dgn bidadari” (Q.S. Ad-Dukhan:54).

Al-Qur’an melukiskan bidadari sbg perumpamaan berbadan indah: 
“Sesungguhnya orang2 yg bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun2 dan buah2 angur, dan gadis2 berbadan indah sebaya” (Q.S. An-Naba’: 31 – 33).

“Di dlm surga, terdapat bidadari2 yg sopan, yg menundukkan pandangannya, tdk pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni2 surga yg menjadi suami mereka) dan tdk pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yg manakah yg kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58)

Mata biadadari bukanlah mata dgn pandangan yg kesana-sini (liar), namun pandangannya yg sopan, teduh dan damai, hanya tertuju pd suaminya di surga.
“..dan, pd sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yg tdk liar pandangannya dan sebaya umurnya.”(Shaad:52)

“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yg tdk liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48)

Allah Ta’ala berfirman, “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58)

Allah juga menyatakan,“(Bidadari2) yg jelita, putih bersih dipingit dlm rumah.” (Qs. Ar-Rahman: 72)

Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik drpd wanita dunia penghuni surga. Sesungguhnya wanita2 dunia penghuni surga memiliki keutamaan yg sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dlm hadits,
“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik drpd dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yg lebih UTAMA, wanita dunia ataukah bidadari yg bermata jeli?”


Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Wanita2 dunia lebih utama drpd bidadari2 yg bermata jeli, spt kelebihan apa yg tampak drpd apa yg tdk tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama drpd mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kpd Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya ke-kuning2 an, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tdk mati, kami lemah lembut dan tdk jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tdk beranjak sama sekali, kami ridha dan tdk pernah ber-sungut2 sama sekali. Berbahagialah orang yg memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)

Mudah-mudahan dari gambaran sosok bidadari yg terdapat dlm Al-Qur’an dan Hadits tsb, lebih meningkatkan iman dan taqwa kita kpd Allah swt.

Semoga Allah memberkahi semua wanita2 muslimah di bumi ini 
yg bercita-cita ingin menjadi bidadari-bidadari 
diatas dunia ini dan tentu saja diakhirat nanti, 
Insya Allah.....


Senin, 24 September 2012

Do'a Seorang Anak Kecil




Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Hasan. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Hasan lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Hasan bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Hasan meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa.

Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".

Dorr. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
"Ayo.. ayo.. cepat.. cepat.. maju.. maju...", begitu teriak mereka.
Ahha.. sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish-pun telah terlambai. Dan, Hasan lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Hasan. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Hasan maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?".

Hasan terdiam.

"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Hasan. 
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain."
Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.




Minggu, 23 September 2012

Tantangan Muslim Yang Taqwa



Salah satu SUKSES syetan yang diabadikan dalam al-Qur’an adalah keberhasilannya memprovokasi tokoh-tokoh kafir Quraisy agar segera bersatu menghabisi Muhammad dan Kaum Muslimin dalam perang Badr yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke 2 Hijrah. Syetan yang ketika itu menyamar sebagai salah satu tokoh kepala suku menyatakan kesediannya membantu kafir Quraisy hingga kemenangan mereka raih.

Namun apa yang terjadi kemudian, “Dan ketika syetan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang dapat menang atas kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya adalah pelindungmu”. Maka takkala kedua pasukan telah saling berhadap-hadapan, syetan itu balik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kalian; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang tidak dapat kalian lihat; sungguh saya takut kepada Allah, dan Allah sangat keras siksanya.” (QS. 8: 48)

Jadi jelas bahwa syetan berhasil menjerumuskan manusia karena kemampuannya menjadikan baik dan indah pekerjaan buruk berlumur dosa yang dilakukan manusia. Dan ketika manusia terperangkap dalam kubangan dosa, syetan malah berlepas diri dan enggan bertanggung jawab, bahkan ia sendiri menyatakan rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. Begitulah karakter dan sifat syetan yang sebenarnya; menjadikan kita sebagai sasaran tembak untuk ia jadikan kawan yang menemaninya kelak di dalam neraka. Wal ‘iyadzu billah!

Rasulullah sudah menyampaikan peringatan bahwa, "Jalan ke Surga banyak hal yang nafsumu tidak menyukainya, sementara jalan ke neraka sangat disukai nafsumu" (HR. Muslim) 

Semakin hebat godaan, semakin kuat gelora nafsu dan semakin banyak kesempatan untuk maksiyat, tetapi tetap bahkan semakin bertaqwa kepada Allah, sungguh semakin besar dan mulia kedudukanmu dimata Allah, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, "Kami telah beriman", padahal mereka belum diuji" (QS :29:2).

Maka menjadikan ibadah shalat, puasa Ramadhan dan ibadah lainnya sebagai SUMBER  kekuatan iman menjadi mutlak dibutuhkan untuk menghadapi tipu daya syetan. Karena itu, bila kita menelaah kembali tujuan dari seluruh ibadah yang kita lakukan bermuara pada satu titik; menjadikan kita sebagai MUSLIM YANG TAQWA dan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Maka ketika kita mampu mempuasakan lisan, telinga, mata, bahkan hati dari perbuatan keji. Sebagaimana shalat yang ditunaikan seharusnya membuat kita mampu menjauhkan diri dari perbuatan mungkar, dan zikir kita pun sanggup menenteramkan jiwa dan membersihkannya dari penyakit-penyakit hati.


Nafsu.....




“ Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dgn adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” (QS Shaad [38]: 26).

Firman Allah SWT tsb menjelaskan bhw hawa nafsu bukan esensi yg tercela. Ia telah hadir dan bersemayam pada diri setiap insan. Namun, akan menjadi tercela jika hawa nafsu tsb cenderung diperturutkan TANPA KENDALI.. Tanpa sadar, kita pun akhirnya melupakan perintah kebaikan dan melupakan larangan yg sudah digariskan Allah SWT.

Memperturutkan hawa nafsu tanpa mampu mengekangnya adalah sebuah BENCANA yg dapat menjerumuskan hamba Allah SWT ke dalam KENISTAAN. Karena, hawa nafsu selalu memerintahkan kita kpd SYAHWAT yg berlebihan dan kesenangan SEMU belaka.

Angan2 kosong, ambiguitas keinginan tanpa dibarengi nilai moral yg tinggi, tentunya hanya mengantarkan hawa nafsu dalam kelakuan diri manusia tanpa terkontrol. Dan, hawa nafsu yg diperturutkan, juga akan menjadikan manusia hidup dalam kesia-siaan belaka.

Memang, tiada kebaikan yg bisa diharapkan dari seseorang pengabdi hawa nafsu. Namun idealnya, orang yg mampu menguasai hawa nafsunya dan menggunakan akal sehatnya sbg tali kendaraan untuk mengatur laju hawa nafsu dalam dirinya, dapat menghadirkan kecerdasan dan kemuliaan dalam hidupnya.

Menurut Ghazali, perang dan pertarungan melawan nafsu berlangsung setiap saat. Dalam pertarungan ini, kita bisa menang pd suatu waktu, tetapi kalah pd waktu yg lain. Begitulah seterusnya, menang dan kalah silih berganti.

Namun, bagi orang2 tertentu, yg terpelajar dan terlatih, serta mendapat pertolongan dari Allah, mereka mampu menaklukkannya dan keluar sbg pemenang. Mereka itulah yg dinamakan petarung sejati.
Allah SWT menjanjikan kemuliaan dan surga kpd mereka.
"Dan adapun orang-orang yg takut kpd kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal-(nya)." (QS al-Nazi`at (79):40-41).

Semoga kita akan selalu terhindar dari hawa nafsu yg TIDAK TERARAH  dan tak terkendali. Karena sesungguhnya, itu adalah senjata setan yg telah dikutuk untuk menjerumuskan manusia ke dalam lembah kemurkaan Allah SWT.

.

Hati Adalah Cermin


Manusia adalah ciptaan terbaik Allah Swt. Sempurna! Mulai tekstur kulit luar sampai dengan system perancangan kehidupan didalam tubuh seorang manusia. Bagaimana bernafas, bagaimana melihat mendengar dan juga belajar untuk menentukan jalan mana yang akan dipilih. Ke Surga kah? Atau lebih memilih gemerlap jalan ke Neraka.

Amalan manusia yang pasti dan hampir dilakukan setiap hari adalah bercermin. Kenapa? Karena keterbatasan manusia yang tidak bisa melihat dirinya sendiri. Dengan cermin akan terlihat rupa wajah bentuk tubuh dari diri kita.

Dari ‘Ali bin Abu Thalib RA, bahwasanya Nabi SAW apabila beliau melihat wajahnya di cermin, beliau berdoa,

“Al-hamdu lillaah, Allahumma kamaa hassanta kholqii fa hassin khuluqii”

(Segala puji bagi Allah, Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlaqku). [HR. Ibnus Sunni]

Doa yang cukup singkat dan mudah dihafal untuk diamalkan dalam keseharian kita tetapi mengandung makna yang sangat filosofis dan sangat mendasar dalam membentuk kepribadian setiap muslim. Bertobatlah, jika anda selalu lupa atau bahkan tidak mampu membaca doa yang satu ini.

Hakikat bercermin adalah melihat bayangan wajah sendiri atau tubuh pada sebuah cermin, air dan lainnya. Aktifitas ini hampir dilakukan oleh kita setiap harinya, untuk memastikan diri apakah penampilan kita telah serasi atau belum.

Bercermin akan menjadikan kita percaya diri (self-confidence) dalam pergaulan dan berinteraksi dengan manusia lain.

Hendaknya setiap muslim selalu mengawali setiap aktifitas hidupnya dengan doa termasuk bercermin ini.

Ada dua makna yang bisa kita ambil hikmah dari doa ini,
pertama, ungkapan syukur kehadirat Allah swt ,
dan kedua, sebuah refleksi diri.

Ekspresi bersyukur adalah melihat wajah dan seluruh badan kita yang telah diciptakan oleh Allah dengan segala kesempurnaannya,
“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (Q.S. At-Tīn: 4).


Kesempurnaan itu lebih dari sekedar kulit hitam atau putih, cantik, ganteng dan menawan, itu hanyalah persepsi, dan kesempurnaan yang sebenarnya adalah bagaimana Allah SWT menciptakannya berpasangan, sepasang mata, sepasang telinga, sepasang tangan dan kaki. Dan juga tata letak anggota tubuh yang sangat serasi, letak mata dan telinga, hidung, tangan dan anggota tubuh lainnya.

Setelah melihat kesempurnaan rupa fisik ini, refleksikan dengan seluruh perilaku hidup keseharian kita dikantor, pasar, rumah, madrasah dan dimanapaun, apakah perilaku kita telah sesuai dengan penciptan rupa ini?.

Ya Allah, Engkau telah sempurnakan penciptaan rupaku, maka muliakanlah akhlakku, jauhkanlah wajahku dari api neraka. Puji – pujian teruntuk hanya kehadirat-Mu yang telah menciptakan kesempurnaan dan keserasian ini, yang telah memuliakan wajahku dan men-cantikkannya, oleh karenanya masukkan hamba ke dalam orang - orang muslim.

Mari jangan pernah lupa berdoa. Dengan doa berarti diri ini memastikan bahwa yang akan/sedang dilakukannya ini diniatkan untuk beribadah menghambakan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah merahmati, memberikan kemudahan dalam segala kebaikan yang akan kita lakukan. Aamiin Ya Rabbal Alamin

Sabtu, 22 September 2012

The Trojans - Stand by me




Skanatra - Fly Me To The Moon





TOKYO SKA PARADISE ORCHESTRA - L.O.V.E



L is for the way you look at me 
O is for the only one I see 
V is very, very extraordinary 
E is even more than anyone that you adore and 

Love is all that I can give to you 
Love is more than just a game for two 
Two in love can make it 
Take my heart and please don't break it 
Love was made for me and you 
[ Lyrics from: http://www.lyricsfreak.com/n/nat+king+cole/love_20805479.html ] 
L is for the way you look at me 
O is for the only one I see 
V is very, very extraordinary 
E is even more than anyone that you adore and 

Love is all that I can give to you 
Love is more than just a game for two 
Two in love can make it 
Take my heart and please don't break it 
Love was made for me and you 
[ Lyrics from: http://www.lyricsfreak.com/n/nat+king+cole/love_20805479.html ] 
Love was made for me and you 
Love was made for me and you

Tokyo Ska Paradise Orchestra "Skaravan" (Live)




KESEDERHANAAN DALAM KEMAKMURAN


       
Pada masa Rasulullah memimpin masyarakat Madinah, selaku orang besar ia justru paling melarat, walaupun warga Madinah hidup berkecukupan.
Pada suatu hari, ketika Rasulullah mengimami Shalat Isya berjamaah, para sahabat yang jadi makmum dibuat cemas oleh keadaan nabi yang agaknya sedang sakit payah. Buktinya, setiap kali ia menggerakkan tubuh untuk rukuk, sujud dan sebagainya, selalu terdengar suara keletak-keletik, seakan-akan tulang-tulang Nabi longgar semuanya.
Maka, sesudah salam, Umar bin Khatab bertanya,”Ya, Rasullullah, apakah engkau sakit?”.
“Tidak, Umar, aku sehat,” jawab Nabi.
“Tapi mengapa tiap kali engkau menggerakkan badan dalam shalat, kami mendengar bunti tulang-tulangmu yang berkeretakan?”.
Mula-mula, Nabi tidak ingin membongkar rahasian. Namun, karena para sahabat tampaknya sangat was-was memperhatikan keadaannya, Nabi terpaksa membuka pakaiannya. Tampak oleh para sahabat, Nabi mengikat perutnya yang kempis dengan selembar kain yang didalamnya diiisi batu-batu kerikil untuk mengganjal perut untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kerikil itulah yang berbunyi keletak-keletik sepanjang Nabi memimpin shalat berjamaah.
Serta merta Umar pun memekik pedih, “Ya, Rasulullah, apakah sudah sehina itu anggapanmu kepada kami? Apakah engkau mengira seandainya engkau mengatakan lapar, kami tidak bersedia memberimu makan yang paling lezat? Bukankah kami semuanya hidup dalam kemakmuran?”.
Nabi tersenyum ramah seraya menyahut, “Tidak, Umar tidak. Aku tahu, kalian, para sahabatku, adalah orang-orang yang setia kepadaku. Apalagi sekedar makanan, harta ataupun nyawa akan kalian serahkan untukku sebagai rasa cintamu terhadapku, tetapi dimana akan kuletakkan mukaku dihadapan pengadilan Allah kelak di Hari Pembalasan, apabila aku selaku pemimpin justru membikin berat dan menjadi beban orang-orang yang aku pimpin?”.
Para sahabat pun sadar akan peringatan yang terkandung dalam ucapan Nabi tersebut, sesuai dengan tindakannya yang senantiasa lebih mementingkan kesejahteraan umat daripada dirinya sendiri.
Seorang tabib yang dikirim oleh penguasa Mesir, Muqauqis, sebagai tanda persahabatan, selama dua tahun di Madinah sama sekali menganggur. Menandakan betapa kesehatan penduduk Madinah betul-betul berada pada tingkatan yang tinggi. Sampai tabib itu bosan dan bertanya kepada Nabi, “Apakah masyarakat Madinah takut kepada tabib?”
Nabi menjawab, “Tidak. Terhadap musuh saja tidak takut, apalagi kepada tabib”.
“Tapi mengapa selama dua tahun tinggal di Madinah, tidak ada seorang pun yang pernah berobat kepada saya?”
“Karena penduduk Madinah tidak ada yang sakit,” jawab Nabi.
Tabib itu kurang percaya, “Masak tidak ada seorang pun yang mengidap penyakit?”.
“Silakan periksa ke segenap penjuru Madinah untuk membuktikan ucapanku,”ujar Nabi.
Maka tabib Mesir itu pun melakukan perjalanan kelililng Madinah guna mencari tahu apakah benar ucapan Nabi tersebut. Ternyata memang di seluruh Madinah ia tidak menjumpai orang yang sakit-sakitan.
Akhirnya, ia berubah menjadi kagum dan bertanya kepada Nabi, “Bagaimana resepnya sampai orang-orang Madinah sehat-sehat semuanya?”
Rasulullah menjawab, “Kami adalah suatu kaum yang tidak akan makan kalau belum lapar. Jika kami makan, tidaklah sampai terlalu kenyang. Itulah resep untuk hidup sehat, yakni makan yang halal dan baik, dan makanlah untuk takwa, tidak sekedar memuaskan hawa nafsu”.
***
Sumber : 30 Kisah Teladan 1, KH. Abdurrahman Arroisi, PT.Remaja