Selasa, 14 November 2017

HUJAN adalah RAHMAH

Allohumma bika amsainaa wa bika ash-bah-naa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir

"Ya Allah, karena-Mu kami berada di sore hari, karena-Mu pula kami berada di pagi hari, karena-Mu kami hidup, karena-Mu pula kami mati, dan kepada-Mu tempat kembali

-----------
Al-Hamdulillah, segala puji milik ALLAH, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk 
Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
AIR adalah salah satu NIKMAT ALLAH yang sangat agung. Ia menjadi sumber kehidupan manuisa, hewan, dan tumbuhan. Semuanya tidak bisa lepas dari air. sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya': 30)

Allah telah menyediakan nikmat ini untuk makhluk-makhluk-Nya di bumi.
Sumbernya ada yang keluar dari tanah, turun dari langit (hujan), atau mengalir di sungai dan lautan.

Air Hujan salah satu nikmat yang banyak Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. 
Memiliki Manfaat dan fungsi sangat banyak, tidak diketahui detailnya kecuali oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Allah mengabarkan, Dia menghidupkan bumi yang mati dan kering melalui guyuran hujan. Airnya menghidupkan bumi & menghijaukannya.

وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ

“Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan.”
(QS. Al-Baqarah: 164)

Dengan sebab hujan, Allah menumbuhkan tanam-tanaman, sayur-mayur dan buah-buahan sebagai sumber makanan,
“dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu.”
(QS. Al-Baqarah: 21)
Maka air hujan yang turun dari langit ini adalah air penuh berkah. Yakni banyak mengandung kebaikan. Ia bisa menyucikan bumi dari kotorannya, membersihkan badan dari kotoran debu & najis. Ia adalah air suci secara dzat & menyucikan yang lain.
. . . . air hujan yang turun dari langit ini adalah air penuh berkah. Yakni banyak mengandung kebaikan. . . .
Kita lihat dalam Sunnah, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat berharap banyak kebaikan pada hujan yang Allah turunkan.
Beliau berdoa saat melihat hujan yang lebat,
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
"Ya Allah, -jadikan hujan ini- hujan yang membawa manfaat -kebaikan-."
(HR. Al-Buhari, dari hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha)

Dalam riwayat Muslim, dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, “Dan apabila beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam melihat hujan, beliau membaca: RAHMAH (ini adalah rahmat). (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga pernah menyibakkan bajunya agar tubuh beliau terkena air hujan. Saat beliau ditanya tentangnya, beliau menjawab:

لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah Ta’āla ciptakan.” (HR. Muslim)

Hal ini, sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi, karena RAHMAH
Baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala, maka beliau meminta berkah melaluinya.
Caranya dengan membasahi sebagian badan beliau dengan air berkah ini.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga mengajarkan agar memuji Allah 'Azza Wa Jalla, “Kami diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Selain itu, beliau juga mengajarkan agar berdoa kepada Allah & meminta kebaikan kepada-Nya saat turun hujan. Karena saat itu termasuk waktu yang mustajab. Maka dianjurkan bagi setiap muslim memperbanyak pada waktu tersebut.

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُوْلِ الْغَيْثِ

"Carilah pengabulan doa pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah shalat, dan saat turun hujan."

(HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak: 2/114 dan dishahihkan olehnya. Lihat Majmu' fatawa: 7/129. Al-Albani menghassankannya dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1469 dan Shahih al-Jami' no. 1026)

. . . berdoa kepada Allah & meminta kebaikan kepada-Nya saat turun hujan. Karena saat itu termasuk waktu yang mustajab. . .

Dalam Shahih al-Jami’ Al-Shaghir yang berstatus hasan, disebutkan redaksi yang lain, 
“Dua kondisi yang tidak akan ditolak doa; saat adzan dan dibawah guyuran hujan.”

Menurut al-Munawi, maksudnya adalah tidak ditolaknya doa di bawah guyuran hujan, atau jarang sekali ditolak. Karena saat itu adalah waktu turunnya rahmah. 
Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]


Oleh Badrul Tamam.

APA YANG KITA PIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI.


Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau bersabda, 

"Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu".
Orang itu menjawab,
"Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur".
Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw bersabda :
‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’.
(HR. Ibnu Majah)

Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullah saw.

*Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini 
"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya" (HR. at-Tirmidzi)

"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah *keridhaannya menerima keputusan ALLAH."*
(HR. Ahmad)

🔹Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.
🔹Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.
🔹Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal
🔹Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses.
🔹Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.
🔹Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat.

*Inilah, The Law of Attraction Hukum Tarik Menarik, merupakan Sunnatullah yang berlaku di alam semesta*

_*You are what you think*_
(Anda adalah apa yang Anda pikirkan)
*Selalulah berpikir yang positif* dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.
Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan.
Tugas kita hanya 2, yaitu : Berusaha optimal dan berdoa.
Sedangkan selanjutnya itu kuasa ALLAH SWT.
Nabi SAW bersabda :

"Ketika seorang hamba berkata, *Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah*, maka ALLAH berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu".
(HR. Ahmad)

Pikirkan Yg baik2, berkata yg baik, Bertindaklah yg Baik- Baik, dan Insyaa Allah yg datang juga Yg Baik- Baik!

Semoga kita menjadi lebih baik

Kemuliaan hanyalah bagi orang-orang yang gigih mengendalikan dan memelihara diri.

Musuh terbesar yang harus selalu kita waspadai adalah DIRI KITA SENDIRI..
Kita tak akan celaka KECUALI oleh diri kita sendiri.
Saat perang Badar, 300 kaum Muslimin BISA melawan hampir 1.000 orang.--->>> Perang yang sangat berat.
Ketika perang usai, Rasul SAW bersabda
"Kita baru menghadapi jihad yang kecil dan kita akan menghadapi jihad yang lebih besar lagi."
Sahabat bertanya, "Rasul, pertempuran seperti apakah itu?"
Tenyata jihad yang lebih besar adalah MELAWAN HAWA NAFSU
.
Kita sering lebih sibuk mengendalikan musuh lahir tanpa sibuk dengan musuh batin (tanpa sibuk mengendalikan diri sendiri), padahal mengendalikan diri seharusnya lebih diprioritaskan.
Musuh lahir hanyalah bonus dari Allah, sebagai pemicu dan alat agar kita memiliki kesempatan berjihad, sedangkan bersungguh-sungguh mengendalikan diri adalah fardhu 'ain.
Peperangan bukanlah masalah menang atau kalah.
Ketika Imam Ali akan menusuk lawannya, wajah beliau diludahinya, hingga beliau tak jadi membunuhnya.
Kemudian lawannya bertanya, "Ali, mengapa engkau tak membunuhku?"
Jawabnya, "Karena aku khawatir membunuhmu bukan karena Allah, tapi karena ludah."
Ketika dipukul oleh lawan, kita tak rugi, bahkan rasa sakit itu bisa menggugurkan dosa. Jika kita membalas agar lawan berhenti dari berbuat zalim, kita mendapat pahala.
Tapi jika kita membalas lebih, maka kitalah yang zalim.
Masalah terbesar bagi kita adalah mengendalikan hawa nafsu karena ia ibarat kuda.
Hawa nafsu (syahwat) adalah bagian dari karunia Allah, akan jadi amal saleh jika digunakan dengan niat dan cara yang benar, akan menjerumuskan jika tak ikendalikan.
Allah menciptakan setan sebagai musuh kita dan ia menjatuhkan kita melalui hawa nafsu. Kalau kita tak pandai mengendalikannya, ibarat kuda binal dengan setan sebagai pelatihnya.
Jika kuda tunduk pada kita, insya Allah kita akan lebih cepat mencapai tujuan maslahat dengan energi yang lebih efisien. Tapi kalau tak dikendalikan, akan seperti rodeo, membuat terombang-ambing, akhirnya terpelanting dan terinjak.
Mangapa masih ada orang yang tak bisa mengendalikan diri di bulan Ramadhan padahal setan saat itu dibelenggu?
Karena setan itu pelatih nafsu, kalau pelatihnya diikat, tetapi yang dilatihnya sudah terlatih, maka tetap saja dia bermaksiat.

Jika kita ingin tahu sampai sejauh mana pembinaan setan pada diri kita, lihatlah kemampuan kita mengendalikan diri di bulan Ramadhan.
Lalu, mulai dari mana kita mengendalikan nafsu?
Mulailah dari menjaga amarah, pikiran, lisan, pandangan, keinginan lainnya. Misalkan ketika marah, "Apakah kata-kata ini nasihat atau bagai pisau yang menghunjam dan mencabik-cabik?"
Mulut baru boleh berkata bila telah melalui proses perhitungan terbaik, setidaknya jangan berkata kecuali bermanfaat.
Ketika mata melihat sesuatu yang haram, jaga pandangan. Andai ingin merasakan manisnya iman, tahanlah pandangan, akrabkan mata dengan Alquran atau bacalah buku-buku yang bisa menambah ilmu.
Janganlah mengobral mata untuk melihat hal yang mengotori hati... Allah Maha Melihat bagaimana gigihnya kita menahan pandangan.
Kalau akan makan, "Halalkah ini?
Haruskah saya makan makanan semahal ini?
Dengan uang sejumlah ini berapa orang yang bisa kita beri makan?"
Jika sering bertanya seperti itu, maka nikmat makanan akan berpindah, bukan pada nikmat rasa, tapi pada nikmat syukur. Atau, "Kenapa saya harus memakai sepatu dan baju yang mahal? Bisakah uangnya dipakai membeli buku atau untuk kursus?"

Selalu mulai dengan pertanyaan. Allah Mahatahu bagaimana kegigihan kita meluruskan niat. Ketahuilah bahwa tabiat nafsu itu tak sebanding antara kesenangannya dengan akibat dan risiko yang harus dipikulnya.
Allah merancang kenikmatan itu sedikit dan sebentar.
Misalkan memakan makanan haram, nikmatnya sebentar, tapi akibatnya amal tak diterima selama 40 hari dan kalau jadi daging diharamkan surga baginya.
Bandingkanlah, kenikmatan sebentar dengan akibat tiada akhir yang dideritanya. 
Apa lagi yang bisa kita miliki kalau kita sudah tak bisa mengendalikan diri. Kalau kita tertipu dan diperbudak nafsu, lalu apa yang berharga pada diri kita.
Tak ada kemuliaan bagi orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu yang tak dijalan Allah.
Kemuliaan hanyalah bagi orang-orang yang gigih mengendalikan dan memelihara diri.
Semoga Allah SWT menggolongkan kita menjadi orang yang sanggup mengendalikan diri.

Penulis : stz/mqp/Abdullah Gymnastiar..

REPUBLIKA - Jumat, 28 Februari 2003

Senin, 13 November 2017

Dilapangan Golf sesame caddy memiliki bahasa atau kode rahasia

Dilapangan Golf sesame caddy memiliki bahasa atau kode rahasia


Andi Lau :
Antara dilema dan galau. Istilah ini sering disampaikan oleh caddy pada pegolf ketika pukulan yang dilakukan meragukan akan hasilnya, atau ada keraguan dari caddy atas hasil pukulan pegolf.

Gugel :
Gunung Geulis, nama lapangan golf di daerah Puncak

Meti :
Menang Tee Off, istilah pemain yang mempunyai pukulan drive jauh dan baik, namun tidak cukup baik dalam memainkan club lainnya seperti short game dan putter.

Medan :
Menang Edan, hmm ini cukup tahu saja istilah pegolf yang atraktif dilapangan golf.

Mega :
Menang Gaya, ooh.. ini menyangkut penampilan pegolf yang dianggap oke, namun tidak begitu dengan permainannya.

Pentagon : 
Sebutan lapangan golf di0 daerah Cilangkap.

Boray : 
Sebutan lapangan golf Bogor Raya yang berada di area Bogor.

OCOP : 
One Chip One Put, uji ketrampilan pegolf untuk memasukan bola ke hole dalam dua kali pukulan yang biasanya dilakukan di sekitar green.

DLL : 
Dekat Lubang Loyo, pukulan pegolf yang menuju hole yang tidak menghasilkan bola masuk.

ONBO : 
On Bodoh, istilah pegolf yang memainkan par 3, dimana pukulan pertama menghasilkan bola berada di area green, namun tidak menghasil par atau birdie (lebih dari 2 pukulan putter).

Kadal : 
Kanan Dalam, istilah caddy memberikan arahan untuk mengambil arah putting ke arah sebelah kanan dalam hole.

Bogor :
Bogey atau hasil pukulan satu di atas par.

PSK :
Pukulan Sayang Kedi, pukulan pemain dimana bola berada di area yang muda dijangkau para caddy, sehingga caddy tidak perlu berjalan jauh menuju bola.

“OB” :
Oh Beautiful, istilah caddy memberikan penghargaan kepada pemain yang melakukan pukulan yang baik.


LSM :
Loyo Sebelum Masuk, istilah bola yang kurang beberapa guliran untuk bisa masuk ke hole.

Kering :
Istilah para pemain yang mengadu ketrampilan one chip one put atau ketrampilan di sekitar green.

Netek :
Istilah bola hasil pukulan pemain yang sangat dekat dengan hole.

Pu Ken Ho :
Pukulan Kena Pohon.

Pu Thing Tse :
Pukulan Tinggi Sekali.


Seperti dikutip dari cepamagz.com,