Rabu, 27 Juli 2011

Keajaiban Lebah Madu


Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS An Nahl [16]: 68-69)

Madu dihasilkan dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada kebutuhan lebah. Ini mengisyaratkan bahwa minuman berkhasiat obat ini diciptakan agar bermanfaat bagi manusia.

Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.

Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata "wahyu [ilham]" yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.

Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

Pengaturan yang Luar biasa di sarang lebah

Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama "kehidupan masyarakat" lebah. Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa.

Rancangan segienam dari petak-petak sarang lebah memungkinkan penyimpanan madu dalam jumlah terbanyak dengan bahan baku pembuatan sarang, yakni lilin, dalam jumlah paling sedikit. Lebah hanyalah serangga berukuran 1-2 cm dan ia melakukan perhitungan itu dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.

Pengaturan kelembapan dan pertukaran udara: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.

Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.

Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang.
Kehidupan lebah di dalam sarang serta pembuatan madu oleh mereka sangatlah menakjubkan. Lebah melakukan banyak "pekerjaan" dan mereka berhasil melakukannya dengan baik melalui pengaturan (pengorganisasian) yang luar biasa.

Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.

Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?

Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.

Disarikan dari serial pengetahuan Harun Yahya
http://ramadhan.republika.co.id/berita/ramadhan/mukzizat-alquran/11/07/27/lozeyh-keajaiban-lebah-madu


***********************

Catatan : Kanada Kembangkan Lebah Madu Tahan Pestisida

Kematian massal lebah madu di sejumlah wilayah di dunia mendorong dua universitas di Kanada untuk mengembangbiakkan lebah madu yang tahan atau resisten terhadap pestisida dan penyakit.

Universitas Guelph dan Manitoba akan mencoba melakukan program pemuliaan lebah melalui seleksi genetika.

Program itu juga akan menyeleksi produk-produk baru pestisida dan pengendalian penyakit, serta mencoba menghasilkan cara baru dalam mengelola penyerbukan koloni yang menghadapi sejumlah risiko termasuk parasit, infeksi bakteri dan pestisida yang dihasilkan dari dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan.

Ottawa memberikan dana 244.000 dolar kepada Asosiasi Pelestari Lebah Ontario untuk berpartisipasi dalam proyek itu.

Tujuan program itu adalah membantu pelestari lebah menyelamatkan panen madu secara berkelanjutan dan memberikan layanan penyebukan bagi industri sayuran dan buah.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah koloni lebah madu menurun 10 hingga 30 persen di Eropa, 30 persen di Amerika Serikat, dan hingga 85 persen di Timur Tengah.

Lebah madu penting bagi pertanian global karena lebah tersebut melakukan penyerbukan terhadap lebih dari 100 tanaman yang berbeda, yang mewakili hingga 83 miliar dolar nilai tanaman di seluruh dunia setiap tahun serta sepertiga dari makanan manusia.

"Kami mencari lebah (untuk program pemuliaan) yang resisten terhadap tungau dan memiliki tolerasi yang lebih besar terhadap virus karena hal itu tampaknya menjadi dua faktor utama di balik penurunan koloni lebah," kata Rob Currie, guru besar entomologi pada Universitas Manitoba di Winnipeg, kepada AFP.

"Kami berharap dapat melestarikan lebah kami dengan membuat mereka semakin kuat," katanya. Currie mengatakan universitas berhasil menahan penurunan lebah menjadi 40 persen dalam uji coba memaparkan mereka terhadap penyakit, lebih rendah dari sebelumnya yang mencapai 75 persen.

"Ini bukan keberhasilan total, tetapi ini kemajuan signifikan dan memberikan banyak perbedaan secara ekonomi," katanya.

Di Ontario, juru bicara pelestari lebah Les Eccles mengatakan, sebagai bagian dari riset itu, kelompoknya akan menganekaragamkan jenis dan jumlah makanan untuk lebah, serta cara memindahkan lebah ke pertanian di seluruh Kanada untuk penyerbukan, sebagai upaya mengetahui cara terbaik untuk memelihara lebah tersebut.


http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/06/30/lnlwq2-kanada-kembangkan-lebah-madu-tahan-pestisida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar