Selasa, 04 April 2017
"Peluncuran Skema Pendanaan Pengadaan Tanah Proyek Strategi Nasional beserta Penandatanganan Nota Kesepahaman" Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan 23 Perusahaan Badan usaha Jalan Tol (BUJT)
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN) pada pagi hari ini, Selasa tanggal 4 April 2017 tengah melangsungkan "Peluncuran Skema Pendanaan Pengadaan Tanah Proyek Strategi Nasional" beserta "Penandatanganan Nota Kesepahaman" Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan 23 Perusahaan Badan usaha Jalan Tol (BUJT) yang disaksikan oleh Menteri Keuangan, Menteri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Menteri ATR/BPN, serta Kepala BPKP - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Adapun tujuan pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman adalah (i) untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam pendanaan pengadaan tanah untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan Proyek Strategi Nasional (PSN); dan (ii) pengembalian pembayaran oleh Pemerintah dengan menggunakan alokasi dana Pengadaan Tanah TA 2016 atas dana yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Badan Usaha pada Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol.
Dengan hadirnya skema pendanaan tanah untuk pembangunan PSN, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan pendanaan pengadaan tanah di Indonesia. Skema ini perlu kiranya diikuti dengan peningkatan kualitas perencanaan dengan mengurangi deviasi antara perencanaan dan kebutuhan riil. Selanjutnya, dengan perencanaan yang baik juga dapat mengurangi potensi adanya cost overrun, yakni alokasi dana pada APBN yang belum mencukupi dan memenuhi kebutuhan dana akibat eskalasi nilai tanah, perubahan prioritas proyek, dan penambahan proyek baru.
Diharapkan agar pemangku kepentingan melaksanakan tata kelola yang baik dan memiliki perangkat lengawasan dan mekanisme quality assurance yang memadai serta kita patut optimis pengadaan tanah ke depannya menjadi semakin baik dan terealisasi sesuai dengan target pemerintah dapat diwujudkan.
Senin, 13 Maret 2017
Jadilah Insan yang Selalu Bersyukur pada-Nya
Al Kisah.., pada suatu hari seorang LELAKI YANG BIJAK membeli Buah Semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar.
Dan sang isteri pun marah.
LELAKI tsb menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus:
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah?
atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?" Tanya LELAKI tsb
Kepada pedagang buahnya kah?
atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?" Tanya LELAKI tsb
Istri beliau terdiam.
Sembari tersenyum., LELAKI tsb melanjutkan perkataannya:
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!".
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!".
Pertanyaan LELAKI tsb menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
LELAKI itu pun melanjutkan ucapannya :
"Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." Agar Allah memberikan keberkahan pada kita”
"Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridho dengan apa yang telah Allah SWT tetapkan."
Pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa setiap keluhan yg terucap sama saja kita TIDAK ridho dengan ketetapan Allah SWT, sehingga barokah Allah jauh dari kita.
Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.
Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Allah SWT.
Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
HIDUP yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Allah SWT.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab bin Umair.
TANAH yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah...tiada banding, tiada tara.
ILMU yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk Allah.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan yang hebat, *tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Robb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.
Semoga kita semua selalu dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur kepada ALLAH, agar kita mendapatkan keberkahan ALLAH.... Aamiin Ya Robbal Alamin.
Catatan ; Lelaki yang Bijak tsb, adalah Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi
Jumat, 10 Maret 2017
Allah Selalu Memperhatikan Kita
Dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya ALLAH SWT pasti memperhatikan kita.
Dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya ada malaikat yang mencatat setiap ucapan dan amal perbuatan kita.
Dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya ada malaikat yang mencatat setiap ucapan dan amal perbuatan kita.
ALLAH SWT dan malaikat-Nya memang ghoib, kita tidak bisa melihatnya. Akan tetapi, jikalau seseorang memiliki iman yang kuat, walaupun ALLAH SWT dan malaikat tidak nampak pada pandangan matanya, namun ia yakin bahwa ia selalu ada dalam pengawasan-Nya. Ia meyakini itu seolah ia sedang melihat ALLAH SWT secara langsung. Rasulullah SAW menerangkan hal ini sebagai konsep IHSAN
Ketika malaikat Jibril a.s bertanya kepada Rasulullah SAW. mengenai ihsan, maka beliau SAW. bersabda, “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat–Nya. Kalaupun engkau tidak melihat–Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
(HR. Muslim)
(HR. Muslim)
Semakin kuat iman seseorang, maka semakin mudah ia untuk selalu ingat kepada ALLAH SWT . Sebaliknya, semakin lemah imannya, maka akan semakin jauh dia dari mengingat ALLAH SWT . Kita perlu mengukur kadar keimanan kita. Mengukurnya bukan dengan pengakuan lisan, tapi dengan kejujuran hati.
Ada orang yang ingat kepada ALLAH SWT hanya ketika ditanya saja. Jika tidak ditanya, maka dia lupa. Semakin seseorang ingat terus kepada ALLAH SWT, dalam setiap keadaan, maka itu tanda iman yang bagus. Semakin imannya bagus, yakin kepada ALLAH SWT, maka dunia ini baginya semakin TIDAK MENARIK..Mengapa?
Karena yang menarik baginya hanyalah ALLAH SWT.
Semakin imannya bagus, maka semakin tidak tertarik ia untuk bergantung kepada makhluk. Mengapa? Karena satu-satunya tempat bergantung baginya hanyalah ALLAH SWT
Semakin imannya bagus, maka semakin tidak tertarik ia untuk bergantung kepada makhluk. Mengapa? Karena satu-satunya tempat bergantung baginya hanyalah ALLAH SWT
ALLAH SWT pasti memperhatikan kita.
Dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya ada malaikat yang mencatat setiap ucapan dan amal perbuatan kita.
Dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya ada malaikat yang mencatat setiap ucapan dan amal perbuatan kita.
Langganan:
Postingan (Atom)