Selasa, 21 September 2010

DZIKIR PERNAPASAN ASMA’ULHUSNA (1)


41- Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

42- Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al-Ahzab 41-42)


Dalam surat Al Ahzab ayat 41-42 Allah memerintahkan pada kita agar ingat kepada Allah dengan sebanyak banyaknya. Salah satu cara berdzikir mengingat Allah adalah dengan menyebut atau membaca kalimat asma’ulhusna dengan sebanyak banyaknya. Dalam Al Qur’an banyak ayat yang menganjurkan kita untuk berzikir mengingat-Nya dengan membaca atau menyebut Al-Asma’ulhusna, antara lain :

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (Al-Israak 110)

Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaulhusna (nama-nama yang baik). ( Thaha 8 )

Banyak cara dilakukan orang untuk melaksanakan zikir dengan membaca Asma’ulhusna. Ada yang membaca 99 Asma’ulhusna secara berjema’ah dengan irama bacaan yang syahdu dan menggetarkan hati. Ada yang membaca seorang diri dengan suara yang lembut dan hati tunduk. Ada yang membaca Asma’ulhusna seorang diri dengan berbisik, dan hanya memilih kalimat Asma’ulhusna yang ada hubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya. Ada pula yang membacanya didalam hati sambil berjalan , duduk atau berbaring dimanapun ia berada.

Bagi pemula membaca kalimat Asma’ulhusna seorang diri kadangkala terasa membosankan, sehingga tidak bisa bertahan lama. Kadangkala kaki terasa kaku dan semutan, sehingga tidak sanggup duduk berlama-lama untuk membaca kalimat Asma’ulhusna tersebut. Untuk menghindarkan kaki semutan sebaiknya posisi duduk sering dirubah, misalnya bersila, kemudian duduk iftirosh, atau duduk tahiyat atau ditukar dengan posisi lain yang dirasakan nyaman.

Untuk menghindari kebosanan saya menawarkan suatu metode yang menggabungkan zikir asma’ulhusna dengan tehnik olah napas dan do’a. Kalimat Asma’ulhusna dibaca didalam hati ketika menahan napas, kemudian hembuskan nafas seraya berdo’a atau mengucapkan kalimat tahlil, tahmid atau takbir. Dzikir dengan cara seperti ini termasuk dzikir Qalbu (bathin) sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 205.

205- Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-Araaf 205)

Dzikir ini lebih utama dilakukan seorang diri, dengan membaca asma’ulhusna didalam hati, tanpa mengeluarkan suara dari mulut. Dilakukan setelah selesai sholat lima waktu, sholat sunah, sore hari atau pada waktu malam hari , dilakukan dalam keadaan suci dari hadas (berwuduk).

I. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Pertama

1. Setelah sholat lima waktu, duduk bersila, kemudian baca Istighfar 99x atau 100x, Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahuakbar) masing masing sebanyak 99 atau 100x , menggunakan alat bantu biji tasbih 33×3 yang banyak didapat dipasaran.

2. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca didalam hati ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong) . Hembuskan napas per-lahan2 sambil membaca Istighfar didalam hati sebanyak 33x.
Tahan napas sambil membaca ” Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhzim ( Tidak ada daya kami melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Besar)”. Kemudian tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca Surat Yasin ayat 83 : ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya hembuskan napas sambil membaca istighfar sebanyak 33x…demikian seterusnya hingga 3 x 33. Jika menahan napas setelah istighfar 33 x dirasa berat, maka untuk sementara tidak perlu dilakukan, sehingga selama Dzikir akan dilakukan menarik dan menghembuskan napas secara perlahan lahan disertai dengan dzikiir dan istighfar. Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk membaca kalimat Tahmid (Subhanallah) dan Takbir (Allahuakbar).

3. Selanjutnya teruskan dengan kegiatan membaca kalimat Asma’ulhusna, misalnya yaa Rahman…… ya Rohiim……. yaa Malik……. yaa Quddus……. ya salam……. ya Mukmin dengan cara sama seperti diatas. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong). Hembuskan napas sambil membaca yaaa Rahman…. didalam hati sebanyak 33x. Tahan napas sambil membaca ” Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhzim ( Tidak ada daya kami melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Besar)”. Kemudian tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…. ” dst dan selanjutnya hembuskan napas sambil membaca yaa Rahman… sebanyak 33x… demikian seterusnya hingga 3 x 33 , jika mau boleh digenapkan jadi 100 x dengan menambah 1 kalimat ya Rahman..

4. Demikian selanjutnya bisa dilakukan hal yang sama untuk membaca Asma’ulhusna yang lain seperti ..yaa Rahiim, ya Malik, ya Quddus……. yaa Latif, yaa Qohhar… dan seterusnya. Jika kaki terasa semutan silahkan dirubah posisi duduknya, sehingga jalan darah bisa lancar kembali. Usahakan pada waktu menarik napas perut dikembungkan dan pada akhir penarikan napas pundak sedikit dinaikan sehingga paru paru penuh sempurna. Pada waktu menghembuskan napas perut dikempiskan sehingga udara diparu paru kosong sempurna, demikian seterusnya.

II. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Kedua

1. Setelah sholat lima waktu, duduk bersila, kemudian baca Istighfar 99x atau 100x, Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahuakbar) masing masing sebanyak 99 atau 100x , menggunakan alat bantu biji tasbih 33×3 yang banyak didapat dipasaran.

2. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong) . Tahan napas sambil membaca Istighfar didalam hati sebanyak 33x.
Selanjutnya hembuskan napas perlahan-lahan sambil membaca ” Astaghfirullahal adzim alladzii laa illahuwal hayyul qoyyum wa athuubu ilaihi ( Aku mohon ampun pada Allah yang besar, yang tiada tuhan selain Dia, yang hidup dan berdiri sendiri )”. Kemudian tahan napas sambil membaca ” Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) ” Selanjutnya kembali kepada langkah semula yaitu tarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya tahan napas sambil membaca istighfar sebanyak 33x…demikian seterusnya hingga 3 x 33, jika mau sempurnakan menjadi 100 x dengan menambah 1x istighfar. Pola pernapasan yang digunakan adalah pola pernapasan segi empat Tarik…..tahan….hembuskan dan tahan…kemudian kembali kepada siklus semula. Ketika menarik napas perut dikembungkan, ketika menahan napas perut ditekan (dikeraskan) dubur ditarik keatas, ketika menghembuskan napas perut dikempiskan . Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk membaca kalimat Tahmid (Subhanallah) dan Takbir (Allahuakbar

3. Selanjutnya teruskan dengan kegiatan membaca kalimat Asma’ulhusna, misalnya yaa Rahman…… ya Rohiim……. yaa Malik……. yaa Quddus……. ya salam……. ya Mukmin dengan cara sama seperti diatas. Tarik napas perlahan lahan sambil membaca ” Hasbiyallahu wanikmal wakil, nikmal maula wa ni’man nashir (Cukup Allah pelindung kami, Dia sebaik pemimpin dan sebaik-baik penolong). Tahan napas sambil membaca …yaaa Rahman…. didalam hati sebanyak 33x.
Hembuskan napas sambil membaca kalimat tahlil “Laa illaha illallahu wahdahu laa syariikalahu, lahu mulku walhul hamdu yuhyii wayumiitu wa huwa ala kulli syai’in kodir ( Tidak ada Tuhan selain Dia sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian Dia yang menghidupkan dan mematikan dan dia maha kuasa atas segala sesuatu)”. Kemudian tahan napas sambil membaca ” Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) ” Selanjutnya kembali pada langkah semula dengan menarik napas kembali seperti diatas sambil membaca ” Hasbiyallahu…..dst dan selanjutnya tahan napas sambil membaca yaa Rahman… sebanyak 33x… demikian seterusnya hingga 3 x 33, jika mau boleh digenapkan jadi 100 x dengan menambah 1 kalimat asma’ulhusna.

4. Demikian selanjutnya bisa dilakukan hal yang sama untuk membaca Asma’ulhusna yang lain seperti ..yaa rahiim, ya Malik, ya Quddus……. yaa Latif, yaa Qohhar… dan seterusnya. Jika kaki terasa semutan silahkan dirubah posisi duduknya, sehingga jalan darah bisa lancar kembali. Usahakan pada waktu menarik napas perut dikembungkan dan pada akhir penarikan napas pundak sedikit dinaikan sehingga paru paru penuh sempurna. Waktu menahan napas perut ditekan (dikeraskan) dan dubur ditarik keatas. Pada waktu menghembuskan napas perut dikempiskan sehingga udara diparu paru kosong sempurna, demikian seterusnya. Kalimat tahlil waktu menghembuskan napas dapat diganti dengan kalimat dzikir lainnya , dengan do’a dari Al Qur’an atau ayat Qur’an lainya seperti ayat Qursyi atau Al Baqarah ayat 286. Do’a yang diucapkan ketika menghembuskan napas bisa juga dalam bahasa Indonesia yang isinya disesuaikan dengan kalimat asma’ulhusna yang dibaca. Misalnya minta dilapangkan rezeki ketika membaca ya Razak, ya Ghoniyyu, minta diberi kekuatan , atau jabatan ketika membaca yaa Malik …dst.

III. Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna Cara Ketiga

Dzikir Asma’ulhusna cara ketiga ini pada dasarnya sama dengan cara kedua, hanya saja kalimat Asma’ulhusna dibaca dengan sebanyak-banyaknya tanpa dihitung.Tarik napas pelahan lahan sambil membaca kalimat istighfar, tasbih, takbir, atau Asma’ulhusna sebanyak-banyaknya. Setelah paru paru penuh dengan udara, tahan napas sambil tetap membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir atau Asma’ulhusna sebanyak banyakny. Jika lama (masa) menahan napas dirasakan sudah cukup, Hembuskan napas sambil membaca kalimat tahlil” laa illaha illallahu wahdahu laasyariikalahu, lahu mulku walahulhamdu, yuhyii wayumiitu wahuwa ala kulli syai’inqodir ( Tidak ada Tuhan selain Allah yang satu, tidak ada sekutu bagiNya, baginya kerajaan dan baginya pujian, Dia yang meghidupkan dan mematikan, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu)”.

Bacaan yang dibaca ketika menghembuskan napas ini bisa juga diganti dengan do’a dari Qur’an atau do’a dalam bahasa Indonesia sesuai dengan hajat atau selaras dengan kalimat Asma’ulhusna. Misalnya berdo’a mohon rezeki setelah Asmaulhusna “ Ya Rozak, ya Mughni atau ya Ghoniyy, atau mohon jabatan, kekuasaan, kemenangan, kekuatan setelah membaca “ ya Malik. Ya Aziz, ya Jabbar dan seterusnya. Tahan napas sambil membaca surat yasin ayat 83 seperti pada cara kedua diatas. “ Fasubhanalladzii bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun (Maha suci Allah yang ditanganNya kekuasaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kamu dikembalikan) “

Cara kedua dan ketiga ini lebih berat dibandingkan cara pertama, karena dilakukan dengan teknik penahanan nafas. Bagi yang sudah biasa melakukan teknik pernapasan pada pelatihan tenaga dalam, seni bela diri, yoga dan lain sebagainya tentu tidak akan mengalami kesulitan melakukan ini. Bagi yang belum pernah melakukan teknik olah nafas sebaiknya berkonsultasi dengan yang sudah menguasai teknik pernapasan yang biasa diberikan pada perguruan seni bela diri atau tenaga dalam. Teknik ini jika dilakukan secara kontinu disamping memberi kekuatan pada Ruh juga dapat membangkitkan energi magnetis disekitar tubuh yang melindungi tubuh dari berbagai bahaya dan bekerja secara otomatis. Dipadang mahsyar kelak energi itu akan terlihat berupa cahata yang memancar disekeliling tubuh orang yang beriman sebagaimana disebutkan dalam surat Al Hadid ayat 12 :

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak. (Al Hadid 12)

Energy itu juga akan melindungi tubuh dari sengatan api neraka, ketika kita harus singgah dilembah neraka sebagaimana disebutkan dalam surat Maryam ayat 71-72. Dalam surat Maryam ayat 71-72 dinyatakan bahwa tidak ada satu orangpun yang tidak melintas dilembah Neraka. Orang yang tidak memiliki perbekalan cukup tentu akan terbakar tatkala kakinya menginjak lembah Neraka. Namun orang yang telah memiliki perbekalan cukup, melindungi dirinya dengan banyak berzikir mengingat Allah ketika hidup didunia ini , niscaya tidak akan merasakan panasnya bara api neraka tersebut.


71- Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

72- Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
(Maryam 71-72)


Orang yang tidak ber-Iman dan tidak pernah berzikir pada Allah, niscaya tubuhnya akan terbakar tatkala menginjak bara api neraka, dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk keluar dan menyelamatkan diri dari ganasnya api neraka tersebut. Mereka berdiam kekal selamanya didalam lembah neraka yang panas. Sementara orang yang ber-Iman, bertakwa dan banyak berzikir akan berjalan dengan mudah dilembah neraka, sampai akhirnya mereka keluar dari lembah neraka tersebut melanjutkan perjalanan ke Taman Syurga dan berdiam kekal selamanya di sana .

Dalam pelaksanaan Dzikir Asma’ulhusna ini bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi tidak dianjurkan melakukan cara kedua ini, penahanan napas cenderung meningkatkan tekanan darah, sebaiknya lakukan cara pertama yang tidak ada unsur penahanan napas. Sebaliknya pernapasan yang panjang , lembut , perlahan sangat baik bagi pengidap penyakit darah tinggi karena pernapasan seperti ini menimbulkan rasa relaks dan membuka lebar pembuluh darah sehingga cenderung menurunkan tekanan darah.

Khasiat dan manfaat Dzikir Pernapasan Asma’ulhusna

Membaca Asma’ulhusna dengan teknik olah napas memiliki beberapa keunggulan dibanding tanpa pengolahan napas, antara lain:

1. Memaksimalkan bekerjanya paru paru dalam menyerap oxygen dan membuang gas Co2

2. Membersihkan paru paru dari udara basi atau udara sisa yang tertinggal didalam paru paru

3. Meningkatkan kadar oxygen didalam darah dan melancarkan distribusi oxygen keseluruh organ tubuh yang membutuhkan

4. Meningkatkan kinerja organ penting tubuh seperti jantung, paru2, ginjal, liver , pembuluh-pembuluh syaraf dan lain sebagainya

5. Membangkitkan medan energy setiap sel tubuh, yang secara kumulatif pada akhirnya akan memancar berupa kekuatan medan bio-magnetis (energy ilahi) disekitar tubuh, energy ini akan berkerja melindungi tubuh secara otomatis dari berbagai kejahatan dan kejadian buruk yang datang menghampiri, dalam kehidupan dunia maupun akhirat (alam barzakh, padang Mahsyar)

6. Meningkatkan konsentrasi pada makna dan maksud kalimat Asma’ulhusna

7. Menghilangkan rasa bosan serta mengantuk yang biasanya muncul ketika sedang membaca kalimat dzikir atau Asma’ulhusna

8. Menguatkan dan menyegarkan Ruh dengan kalimat Asma’ulhusna

9. Menguatkan Ruh dengan sifat yang terkandung pada masing – masing Asma’ulhusna, seperti yaa Malik (kekuatan, kekuasaan, kewibawaan, kepemimpinan), yaa Jabbar (kemampuan mendapat yang diinginkan, memaksakan kehendak), yaa Rahman , yaa Rahim (membangkitkan rasa simpati, kasih sayang dan kecintaan), yaa Razak, yaa Mughni ( Kemudahan mendapatkan rezeki , kekayaan dan kemakmuran), yaa Quddus (terpelihara dari sifat buruk seperti pemarah, kikir, dengki, ria, takabbur, sombong), yaa Aliim (memiliki ilmu yang luas dan dalam)…… dan seterusnya.

10. Menghadirkan sifat Allah yang terkandung dalam Asma’ulhusna didalam diri, sehingga dicintai Allah dan mendapat berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan dunia maupun akhirat.

11. Membangkitkan kerinduan yang mendalam pada Allah penguasa alam semesta, yang pada gilirannya juga akan menimbulkan kecintaan Allah pada diri kita.

12. Asma’ulhusna akan mengendap dalam fikiran bawah sadar, sehingga dalam keadaan sehari hari fikiran akan terus menerus menyebut Asma’ulhusna , sehingga jadilah ia orang yang terus menerus berzikir ketika berdiri, duduk dan berbaring.

13. Mendapat semua manfaat dan kenikmatan yang telah dijanjikan Allah dalam Al Qur’an bagi orang ber-iman, bertawakkal dan bertakwa.

14. Mendapat kenikmatan dan asyiknya membaca Asma’ulhusna , sehingga sanggup duduk berlama lama membaca Asma’ulhusna tanpa merasa bosan dan lelah.


Metode ini pada awalnya memang terasa berat, terutama pada sat menahan napas. Namun setelah terbiasa , manfaatnya akan segera terasa dibandingkan tanpa penahanan napas. Bagi anda yang pernah mengikuti latihan olah napas pada perguruan seni beladiri, tenaga dalam, seni pernapasan seperti Satria Nusantara, Mahatma, Kalimasada dan lain sebagainya tentu tidak akan mengalami kesulitan melakukan metode ini. Bagi anda yang belum pernah mengikuti pelatihan tehnik olah napas sebaiknya berkonsultasi dengan teman yang sudah menguasai teknik olah napas. Hati hati, napas ditahan diperut bukan didada, ketika menahan napas dubur ditarik keatas. Jika merasa tidak nyaman ditubuh, hentikanlah mungkin ada kekeliruan pada teknik pengolahan napas. Jika metode yang dilakukan tepat dan benar anda akan merasakan keasyikan dan kenikmatan yang sangat prima selama melakukan dzikir ini. Badan terasa segar, hidup penuh energy dan semangat jauh dari perasaan sedih, kecewa, jengkel, cemas, takut, kuatir, dan stress yang berkepanjangan.

Agar aliran darah tetap lancar dan tidak mengalami kesemutan selama berdzikir , sebaiknya posisi duduk sering dirubah, misalnya dari duduk bersila , menjadi duduk iftirosh, duduk tahiyat atau duduk dengan kedua kaki dihimpit. Dengan melakukan dzikir pernapasan Asma’ulhusna ini insya Allah anda akan mampu mengatasi berbagai masalah yang menghadang dalam hidup ini. Dipadang Mahsyar kelak kalimat dzikir yang anda baca akan memancar disekeliling tubuh menjadi cahaya yang bersinar melindungi diri dari sengatan matahari dan panasnya api neraka. Ketika amalan ditimbang dihari berhisab nanti, kalimat dzikir ini juga akan menambah berat timbangan amal kebaikan. Dengan banyak zikir hidup terasa lebih nikmat dan mudah.

Bagi pemula yang ingin melakukan dzikir asma’ulhusna tanpa diiringini teknik pengolahan napas juga dipersilahkan. Baca ya Rahman 100x, selingi dengan do’a. selanjutnya yaa Malik 100x selingi dengan do’a demikian seterusnya. Konsentrasikan fikiran pada makna dan pemahaman kalimat Asma’ulhusna tersebut. Sekali lagi untuk dzikir asma’ulhusna dengan penahanan napas sebaiknya dilakukan dibawah bimbingan orang yang sudah mahir tehnik pengolahan napas. Kekeliruan pada tehnik pengolahan napas bisa berakibat fatal. Bagi yang sudah pernah mengikuti tehnik olah napas pada seni bela diri, silat tenaga dalam atau seni pernapasan Satria Nusantara, Mahatma, Kalimasada, insya Allah tidak akan mengalami kesulitan mengikuti metode ini.


Oleh : Fadhil ZA

http://www.fadhilza.com/2009/04/tadabbur/dzikir-pernapasan-asma%E2%80%99ulhusna-1.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar