Minggu, 10 November 2013

Brokoli vs Kanker


Brokoli Bagus untuk Pasien Kanker Payudara

Khasiat brokoli untuk kanker sudah sejak lama menjadi perhatian para ilmuwan. Dalam riset terbaru diketahui, brokoli dan juga kubis bisa meningkatkan harapan hidup pasien kanker payudara, bahkan menunda kekambuhan kanker.
Penelitian yang dilakukan di China terhadap 5.000 perempuan berusia 20 - 75 tahun yang didiagnosa menderita kanker payudara menemukan, mereka yang sering mengasup sayuran golongan cruciferous seperti brokoli, kubis, atau sawi, risikonya untuk meninggal akibat kanker payudara 62 persen lebih rendah. Manfaat lainnya, risiko kekambuhan penyakit juga 35 persen lebih rendah.
Demikian hasil riset teranyar yang disampaikan oleh  Sarah Nechuta, seorang peneliti dari Vanderbilt Epidemiologi Center di Nashville, Tenn. "Studi ini menunjukkan bahwa sayuran silangan mengandung senyawa bioaktif yang dapat melindungi terhadap kanker payudara," katanya.

Peneliti mengklaim bahwa temuan mereka berbeda dengan riset-riset sebelumnya, karena temuan kali ini lebih melihat pengaruh konsumsi sayuran keluarga brokoli dan kubis pada pasien yang telah didiagnosa kanker payudara.

Para responden dalam penelitian ini adalah wanita yang ikut bagian dalam Shanghai Breast Cancer Survival Study. Para peneliti mewawancarai relawan selama enam bulan pasca didiagnosa untuk mengumpulkan informasi tentang diet, gaya hidup dan faktor-faktor klinis seperti stadium tumor. Mereka juga ditanya tentang seberapa banyak mengonsumsi sayuran pada 18 dan 36 bulan setelah didiagnosa.

Hasil menunjukkan, wanita yang konsumsi brokoli 62 persen lebih rendah untuk meninggal akibat kanker payudara selama masa studi sekitar lima tahun ketimbang wanita kurang mendapat asupan sayuran. Sementara risiko kekambuhan 35 persen lebih rendah di kalangan perempuan yang banyak mengonsumsi brokoli.

Peneliti mengatakan, hubungan rendahnya risiko kematian dan kekambuhan kanker bahkan telah disesuaikan dengan faktor lainnya, termasuk konsumsi kedelai dan daging, asupan vitamin, aktivitas fisik, stadium kanker, pendapatan dan tingkat pendidikan. Rata-rata, para wanita dalam penelitian ini makan sekitar 3,5 ons sehari sayuran keluarga brokoli.

Meski begitu, Dr Laura Kruper, direktur dari Women Health Center, City of Hope di Duarte, Calif, mengatakan, "temuan ini sangat sulit untuk menunjukkan hubungan sebab dan akibat." Dia menambahkan, perlu dilakukan studi lebih banyak lagi khususnya pada populasi lain dan dalam jangka waktu lama untuk melihat hubungan antara keduanya.

"Saya selalu mengatakan kepada pasien saya untuk membatasi alkohol (empat gelas dalam seminggu) dan gula, serta makan lebih banyak sayuran dan sedikit konsumsi daging merah," kata Kruper. Kruper menambahkan, alkohol dan kurangnya aktivitas fisik merupakan dua faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara.’

Brokoli Perlambat Perkembangan Tumor Payudara

Selain kaya akan kalsium, brokoli ternyata sangat baik untuk memperlambat perkembangan sel tumor. Para peneliti memanfaatkan senyawa sulforaphane dalam brokoli. Sebelumnya sayuran berwarna hijau tua ini diketahui memang meningkatkan enzim pelindung pada jaringan payudara, yang bisa menurunkan risiko penyakit artritis sampai kanker.
Mekanisme perlindungan brokoli tersebut baru berhasil diungkap oleh peneliti dari Institute of Food Research.
Sulforaphane didapatkan oleh tubuh saat kita mengkonsumsi sayuran silangan, seperti Brokoli. Sulforaphane memasuki aliran darah yang diedarkan meluas akan memicu sistem kekebalan tubuh terhadap karsinogen.

Dr. Maria Traka dari IFR Norwegia mengatakan sulforaphane dapat membantu keseimbangan antioksidan di dalam tubuh yang menangkal efek akibat pengaruh diet, lingkungan, dan karsinogen. Selain itu, senyawa ini mampu menghentikan perkembangan batang sel kanker yang tak mati terhadap kemoterapi dan radiasi.

Selain IFR, para peneliti dari John Hopkins University dan Sidney Kimmel Comprehensive cancer Center juga meneliti Sulforaphane bagi penderita kanker payudara. Untuk memperlambat pertumbuhan sel tumor dan meningkatkan enzim pelindung pada jaringan payudara, pasien wanita diberi Sulforaphane setiap hari selama dua minggu. Di Knight Center Institute Oregon, peneliti tengah meneliti apakah ekstrak Brokoli yang diminum tiga kali sehari selama dua bulan memperlambat pertumbuhan sel tumor.


Kukus Brokoli Lebih Efektif Lawan Kanker

Brokoli diketahui memiliki segudang manfaat, salah satunya yaitu mampu melawan sel kanker. Namun, menurut sebuah studi terbaru, cara memasak brokoli sangat menentukan kemampuannya untuk melakukan hal itu.
Brokoli dan sayuran berbunga lainnya merupakan sumber baik senyawa sulforafan. Senyawa tersebut diketahui memiliki manfaat antikanker yang kuat dalam studi laboratorium.

Kendati demikian, untuk membentuk senyawa tersebut, brokoli membutuhkan enzim yang disebut dengan mirosinase. Jika enzim tersebut rusak, maka sulforafan tidak akan terbentuk.

Karena itu, para peneliti pun menguji coba beberapa teknik memasak brokoli. Mereka membandingkan brokoli yang diolah dengan cara direbus, di-microwive, dan dikukus. Kemudian, mereka menemukan cara mengukus adalah yang terbaik dalam menjaga enzim tetap aktif.

Menurut Elizabeth Jeffery, peneliti studi asal University of Illnois, mengukus selama lima menit adalah cara memasak terbaik untuk mempertahankan enzim misorsinase pada brokoli.

Jeffery juga menemukan, jika terbiasa makan brokoli matang, cara lain untuk mendapatkan sulforafan yaitu dengan makan sayuran dengan cara mentah (raw food).
Dalam studi ini, para peneliti juga membandingkan kelompok peserta yang diberi suplemen brokoli tanpa mirosinase dan kelompok lain yang diberi makanan brokoli dengan mirosinase. Hasilnya kadar sulfarofan dalam kelompok kedua lebih tinggi secara signifikan daripada kelompok pertama.

"Moster, lobak, wasabi, dan sayuran berbunga lain mengandung mirosinase yang membentuk sulforafan," ujar Jeffery.

Studi sebelumnya menunjukkan, merebus sayuran dalam waktu lama dapat menghilangkan vitamin yang dikandungnya, seperti vitamin C, folat, dan niasin.

Lebih Baik Dimasak atau Dimakan Mentah?


Bagi sebagian orang, sayuran mentah terasa lebih nikmat ketimbang dimasak. Namun, yang lain merasa lebih aman untuk menyantapnya saat sudah dimasak. Rupanya, sejumlah sayuran ada sebaiknya disantap ketika masih segar dan ada pula yang mesti direbus terlebih dulu semata-mata demi kesehatan tubuh.

Segar memang baik, tetapi ada kalanya makanan yang dimasak lebih baik bagi sistem pencernaan. Menurut para peneliti Italia, memasak (tergantung metodenya) dapat menjaga dan kadang mendongkrak nilai nutrisi dari sayur.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa mereka yang menjalani diet ketat makanan mentah memiliki kadar likopen di bawah rata-rata.

Likopen adalah antioksidan yang memberi warna merah pada sejumlah buah dan sayur. Selain itu, likopen memiliki bahan antikanker poten dan penurun kolesterol.
Dijelaskan oleh Sharon Natoli, dietisi dari Food and Nutrition Australia, "Tomat yang dimasak terlebih dulu menjadi sumber likopen yang lebih baik daripada yang dimakan mentah."

Apa sebabnya?

"Karena proses memasak akan membantu memecah dinding sel tumbuhan, membuat nutrisi yang terkandung di dalamnya lebih mudah tersedia bagi sistem pencernaan," katanya.
Meski demikian, beberapa sumber makanan lebih baik bila dikonsumsi saat segar. Pasalnya, sejumlah nutrisi dapat rusak saat terpapar panas.
"Beberapa nutrisi, seperti vitamin C, sangat sensitif terhadap panas. Maka, semakin lama proses memasak, zat gizi kian rentan untuk rusak," imbuh Sharon, seperti dikutip Good Health.

Dengan fakta itu, Sharon pun memberi saran untuk menggabungkan sayur mentah dan dimasak supaya nilai nutrisinya menjadi optimal.

Bawang putih
Potong-potong dan diamkan terlebih dulu sebelum dimasak. Bawang putih mengandung allicin yang memiliki kemampuan melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung. Nah, memasak akan menonaktifkan enzim yang dibutuhkan untuk mendorong allicin.
Kecuali Anda suka mengunyahnya dalam kondisi mentah, peneliti AS merekomendasikan mencincangnya terlebih dulu dan mendiamkan sekitar 10 menit sebelum dimasak. Cara ini membuat enzim bekerja sebelum panas merusaknya.

Bayam
Masak dulu sebelum disantap. Bayam termasuk sayur kaya kalsium. Namun, bayam juga tinggi oksalat, yang bisa menghambat aksesibilitas kalsium. Untungnya, proses memasak dapat mengurangi kadar oksalat tersebut dan di sisi lain meningkatkan kandungan lutein.
Setengah cangkir bayam yang suclah dimasak mengandung 6,3 mg lutein, sedangkan secangkir bayam mentah hanya mengandung 3,6 mg.

Brokoli
Santap mentah atau setelah dikukus sebentar. Brokoli, seperti disebutkan pada sejumlah penelitian, mengandung sulforafane, bahan kimia yang bertindak sebagai antikanker.
Sayangnya, proses memasak yang terlalu panas akan merampas bahan kimia tersebut. Panas akan merusak enzim dalam brokoli yang disebut mirosinase.

Jagung
Dimasak, kalau bisa agak lama, sebelum dimakan. Penelitian menunjukkan, semakin lama jagung dimasak, semakin banyak kandungan antioksidannya. Dari 22 persen meningkat setelah 10 menit dipanaskan, dan hingga lebih dari dua kali lipatnya setelah 50 menit pemasakan.
Proses memasak ini akan melepaskan antioksidan spesifik dan sulit dijumpai, yaitu asam ferulik yang membantu melawan kanker. Para periset juga menjumpai peningkatan hingga 900 persen setelah dimasak lebih dari 50 menit.
Selain proses pemasakan, jagung kalengan juga memiliki kandungan antioksidan lebih baik ketimbang jagung segar.

Kubis
Makan mentah atau dimasak sebentar. Studi menunjukkan, perempuan yang mengonsumsi empat porsi atau lebih kol kubis mentah atau yang dimasak sebentar seminggu selama remaja, 72 persen lebih sedikit mengalami kanker payudara dibandingkan dengan yang hanya mengonsumsi satu atau dua porsi seminggu. Konsumsi kol selama dewasa juga memberi efek perlindungan.
Untuk mendapat efek lebih tinggi, pilih kubis ungu ketimbang kol putih. Kubis ungu memiliki aktivitas antioksidan enam kali lebih tinggi daripada yang putih kehijauan.  

Tomat
Santap usai dimasak dengan minyak zaitun. Proses memasak akan mendongkrak likopen dalam tomat. Para ahli di AS menyebutkan bahwa terpapar panas selama dua menit akan melipatgandakan jumlah likopen dalam tomat. Sementara dimasak selama satu jam akan meningkatkan kadar likopen hingga 164 persen.
Tambahan minyak zaitun akan memberi manfaat lebih. Peneliti di Melbourne, Australia, menjumpai bahwa minyak zaitun secara nyata meningkatkan jumlah likopen yang diserap selama proses pencernaan.
Satu hal yang pedu diperhatikan, sebaiknya tidak menyimpan tomat dalam kulkas. Studi di Selandia Baru menunjukkan, tomat yang disimpan pada suhu 25 derajat celsius, setelah 10 hari, mengandung likopen dua kali lebih banyak daripada yang disimpan pada suhu sekitar 7 derajat celsius.

Wortel
Santap bila sudah dimasak. Menurut penelitian di Arkansas, AS, wortel yang sudah dimasak mengandung antioksidan 34 persen lebih banyak ketimbang yangn masih mentah. Selain itu, kandungan falkarinol, komponen dengan bahan antikanker, lebih banyak.
Hal ini seperti dijelaskan pada penelitian di UK's Newcastle University, karena wortel yang sudah dimasak, komposisinya berubah. Wortel yang sudah dimasak akan kehilangan kemampuannya dalam menahan air. Akibatnya, konsentrasi falkarinol meningkat.
Saran para ahli, masak wortel dalam keadaan utuh.Trik ini akan membuat kandungan falkarinolnya 25 persen lebih banyak


11 Alasan untuk Menyukai Brokoli

Brokoli (Brassica oleracea L, kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.
Sebagian diantara kita mungkin belum banyak mengetahui manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau ini. Dalam beberapa literatur disebutkan brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Sayuran ini juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane).

Berikut ini adalah ragam manfaat dari brokoli, yang berkontribusi besar bagi kesehatan:

1. Melawan kanker
Brokoli mengandung dua senyawa fitokemikal yang disebut indoles dan isothiocyanate. fitokemikal berfungsi meningkatkan aktivitas enzim yang berperan untuk menghancurkan agen karsinogenik. Brokoli mempunyai agen anti-kanker seperti glucoraphanin, beta-karoten, diindolylmethane, selenium dan nutrisi lain seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, kalium, seng dan asam amino tertentu dalam mencegah pertumbuhan sel kanker di payudara, rahim, kelenjar prostat, usus, ginjal, hati dan paru-paru.

2. Detoksifikasi
Brokoli turut berperan dalam membebaskan tubuh dari radikal bebas dan racun seperti asam urat. Hal ini pada gilirannya, melindungi tubuh dari toksin-seperti bisul, gatal, rematik, batu ginjal, ruam, asam urat dan eksim.

3. Mengatasi sembelit
Brokoli cukup efektif mengatasi kesulitan buang air besar karena kaya akan serat. Selain mengikat racun di usus, serat juga membantu penyerapan nutrisi dari makanan.

4. Meningkatkan kesehatan kulit
Brokoli adalah gudang vitamin. Vitamin C, beta-karoten dan vitamin B kompleks hadir di Brokoli, yang sangat diperlukan untuk membuat kulit lebih bercahaya. Bahkan vitamin E yang teradapat pada brokoli turut mempercepat perkembangan regenerasi jaringan kulit yang telah mati.

5. Sehatkan jantung
Kandungan serat dalam brokoli ditambah adanya asam lemak Omega-3, beta-karoten serta vitamin lainnya mempunyai andil dalam menurunkan kadar kolesterol jahat disamping juga mengatur tekanan darah. Hal ini tentunya sangat baik untuk memaksimalkan kerja fungsi jantung.

6. Perawatan mata
Zeaxanthin adalah bahan utama dalam brokoli yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Nutrisi ini membantu dalam perbaikan kerusakan yang disebabkan karena radiasi UV serta mencegah gangguan kondisi mata seperti degenerasi makula dan katarak.

7. Meningkatkan imunitas
Brokoli mendorong peningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh dengan kehadiran vitamin c, beta-karoten, selenium, seng, fosfor dan tembaga.

8. Kesehatan tulang
Anak-anak, orang tua dan ibu hamil atau menyusui disarankan mengonsumsi cukup kalsium. Kekurangan kalsium yang dapat menyebabkan melemahnya tulang, gigi dan osteoporosis. Brokoli berkontribusi terhadap kesehatan tulang karena mengandung mineral seperti kalsium, fosfor magnesium, dan seng.

9, Mendukung kehamilan
Ibu hamil membutuhkan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan pertumbuhan janin. Brokoli mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan oleh seorang wanita hamil seperti antioksidan, kalsium, protein, vitamin, pendetoks, fosfor dan besi.

10. Menjaga kadar gula darah
Brokoli mengandung mineral yang disebut kromium yang membantu dalam berfungsinya hormon insulin. Ini merupakan salah satu cara mengatur kadar gula darah.

11. Mencegah anemia
Anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Brokoli merupakan sumber zat besi yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai obat yang efektif untuk anemia.


http://health.kompas.com/read/2012/04/04/10572620/Brokoli.Bagus.untuk.Pasien.Kanker.Payudara




http://health.kompas.com/read/2013/11/10/1011118/Kukus.Brokoli.Lebih.Efektif.Lawan.Kanker




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar