Kamis, 03 April 2014

Pangkal Kerusakan Bangsa






Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman,  meriwayatkan hadis berbunyi,  Hubbuddunya ra’su kulli khathi’ah (cinta dunia adalah biang semua kesalahan).

Maksud istilah cinta dunia di sini adalah kondisi seseorang mencintai kesenangan dunia baik berupa harta, wanita, atau tahta sehingga membutakan hatinya dan lalai terhadap akhirat. (Lihat QS Al A’la 16-17, Al qiyamah 20-21).

Cinta dunia yang sudah membutakan hati, mendorong seseorang berani korupsi, merampok, berjudi, dan melakukan kemaksiatan lainnya.

Rasulullah SAW bersabda,’’Tiadalah cinta dunia itu menguasai hati seseorang kecuali dia akan diuji dengan tiga hal yakni cita-cita tak berujung, kemiskinan yang tak akan mencapai kecukupan, dan kesibukan yang tidak lepas dari kelelahan.’’ (HR Ad Dailami ). Allah SWT juga menimpakan berbagai musibah kepada suatu kaum, jika cinta dunia mendominasi relung hati mereka.

Rasulullah SAW bersabda,’’ Umatku akan selalu dalam kebaikan selama tidak muncul cinta dunia kepada para ulama fasik, qari yang bodoh, dan para penguasa. Bila hal itu telah muncul, aku khawatir Allah akan menyiksa mereka secara menyeluruh.’’ (Lihat Kitab Ma’rifat as Shohabah karangan Abi Nu’aim, juz 23 hal 408).

Rasulullah SAW mengkhawatirkan masa depan umat ini,  bila umatnya menguasai dunia. Beliau bersumpah,’’ Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan tapi aku khawtir seandainya dunia ditaklukkan kamu sekalian seperti ditaklukkan orang-orang sebelum kamu, akibatnya kamu berlomba mencari dunia seperti mereka berlomba dan duniapun mengahancurkan kamu seperti menghancurkan mereka.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Mengapa cinta dunia disebut sebagai pangkal semua bentuk dosa dan kesalahan serta merusak keberagamaan seseorang? 


Ini bisa ditinjau dari beberapa aspek. 

Pertama, mencintai dunia yang berlebihan akan menimbulkan sikap mengagungkannya.
Padahal, dunia di hadapan Allah sangat rendah. Mengagungkan apa yang dianggp hina oleh Allah termasuk dosa besar. 


Kedua,  Allah SWT melaknat dunia dan membencinya kecuali dunia yang digunakan untuk kepentingan agama-Nya.
Siapa mecintai yang dilaknat Allah, ia dibenci Allah dan diuji-Nya.  Ad Daylami meriwayatkan hadis yang menyatakan, dosa besar yang paling besar adalah cinta dunia. 


Ketiga, kalau seseorang cinta dunia berlebihan, dunia jadi sasaran akhir hidupnya.
Orang itu akan menjadikan akhirat sebagai sarana mendapatkan dunia. Seharusnya dunia ini dijadikan wasilah untuk menanam investasi akhirat. 


Keempat,  mencinta dunia akan menghalangi seseorang dari urusan akhirat.
Menghalangi pula mereka dari keimanan dan syariat. Cinta dunia bisa merintangi mereka menjalankan kewajiban atau minimal malas berbuat kebajikan. 


Kelima, mencintai dunia mendorong kita menjadikan dunia sebagai orientasi hidup.
Rasulullah bersabda,’’Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah memberikan kekayaan dalam hatinya, mengumpulkan semua usahanya dan dia akan dihampiri dunia walaupun dia enggan. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah menjadikan kefakiran di depan matanya dan menceraiberaikan usahanya dan tidak dibagikan dunia kepadanya kecuali yang sudah ditakdirkannya.’’ (HR At Turmudzi).

Keenam,  pencinta dunia disiksa berat dalam tiga tahapan.  Di dunia tersiksa dengan berbagai kepayahan dalam mencarinya, di alam kubur merasa sengsara karena harta dunia yang telah dicarinya tidak dibawa ke alam barzakh.

Dan di alam akhirat,  dia akan menjumpai kesusahan berat saat dihisab. Siksa inilah yang ditegaskan surah at-Taubah ayat 55. Semoga Allah menjadikan kita sebagai penguasa dunia dan bukan ditaklukkan olehnya. Aamiin


Oleh: Achmad Satori Ismail


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar