Sabtu, 27 Desember 2014

Jin Caddy




Sepasang suami istri muda sedang main golf di padang golf selatan jakarta.
Tiba-tiba bola yang dipukul melambung tinggi hingga masuk di sebuah rumah mewah yang terletak di sebelah fairway
.
Keduanya kemudian menuju rumah itu, bermaksud mengambil bola yang telah melambung. Setelah beberapa saat mengetuk pintu, dan tidak ada yang membuka, si istri memberanikan diri mencoba membuka pintu ternyata memang tidak terkunci. 

Rumah itu kosong tidak berpenghuni. Setelah membuka beberapa ruangan, dilihatnya ada seorang pria dengan kumis dan jenggot lebat memakai piyama sedang berdiri. Dia memperhatikan sebuah vas bunga antik yang pecah berkeping-keping di lantai.
Si suami bertanya, "Maaf, apakah Anda pemilik rumah ini?"

Pria itu menjawab, "Saya JIN yang telah ribuan tahun berada di dalam vas itu, bola golf Tuan telah memecahkan vas itu dan membebaskan saya. Tuan sekarang menjadi majikan saya. Dan silakan tuan memberi saya tiga permintaan. Tapi, karena saya sudah ribuan tahun di dalam vas, maka permintaan Tuan lebih baik bukan yang jenis langsung tampak sekejap mata, tetapi bisa Tuan lihat secara berangsur-angsur."

Si suami jadi bersemangat, "Wah, boleh juga nih.

Kalau tiga permintaan, bisa nggak saya minta agar dibuatkan Rekening bank di Swiss?"
"Terkabul," kata si Jin Lalu,

"Bisakah tiap bulan ada setoran Rp 10 milyar ke rekening saya itu?"
"Terkabul," kata Jin

"Permintaan terakhir, saya ingin permainan golf saya jadi jago banget bisa mengalahkan Tiger Woods."

"Terkabul, secara berangsur-angsur dalam beberapa bulan," kata Jin.

Si Jin lalu melanjutkan, "Nah, Tuan tinggal pulang dan menunggu saja, nanti pasti semua bakal terjadi. Cuma ada satu hal nih. Saya kan Jin sudah ribuan tahun di dalam vas. Perlu ada penyaluran nih.
Saya cuma punya satu permintaan aja: Boleh nggak saya pinjam istri Tuan selama 3 jam untuk menyalurkan kebutuhan saya? Ini juga biar permintaan-permintaan Tuan tadi lebih lancar terkabulnya."

Si suami lalu memandang istrinya. "Ma, kamu mau kan?" kata suaminya.

Istrinya, melihat postur jin yang sekalipun cuma berbalut piyama sutra, memperlihatkan perut sedikit gendut tapi masih cukup atletis, mengiyakan saja, demi suami tercinta dan rekening bank. Lalu si suami pergi ke country club untuk menunggu dan si Jin membopong si istri masuk ke sebuah kamar.

Selama 3 jam Jin dan si istri melakukan pertempuran yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumya oleh si istri sehingga ketika waktu hampir berakhir, si istri masih merem melek keenakan.

Si Jin, lalu berbisik di telinga si istri, "Boleh nggak aku bilang sesuatu?"

"Apa yayang Jin? kamu minta lagi? Boleh kok..."

"Bukan aku cuma mau bilang: Kalian ini masih muda sekali dan lugu. Harus banyak belajar untuk hidup di dunia ini."

"Ah, kami sudah cukup dewasa kok, buktinya kita kan memainkan permainan dewasa..." jawab si Istri

"Bukan itu maksudku. Yang aku maksud mengapa hari gini masih percaya sama jin? Kebanyakan nonton siaran TV takhayul ya?

Gue di rumah ini cuma CADY yg nunggu rumah Pak Jenderal"



http://hilmanmuchsin.blogspot.co.id/2014/12/jin-cady.html



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar