Minggu, 14 Juni 2015

Mensyukuri do’a yang diijabah.



Setiap muslim harus bersikap optimis dalam mengharapkan ijabah atas do’a yang di mohonkannya, dan yakin bahwa Allah akan mengabulkannya, apabila persyaratan yang diperlukan sudah dipenuhi, apabila dia telah ridho Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, Al Qur’an sebagai imamnya dan Muhammad saw. sebagi Nabi dan Rasulnya.

Setiap hari kalimah yang diikrarkan:
“Rodhitu billahi rabban, wabil islami dinan, wabil qur’ani imaman, wabi muhammadin nabiyyan wa rasulan”.

Menurut Rasulullah saw. do’a yang paling didengar Allah swt. adalah do’a di tengah malam (sesudah shalat Tahajjud) dan setelah shalat fardhu. Dan yang menginginkan do’anya dipenuhi Allah ketika dalam kesulitan, hendaklah dia memperbanyak do’a di waktu lapangnya. Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud, karenanya hendaklah memperbanyak do’a diwaktu sujud. Do’a yang utama diawali dengan asma’ul husna, istighfar, shalawat, dan disampaikan dengan rendah hati melalui suara yang lembut.

Apabila do’a dikabulkan, orang beriman akan sujud syukur dan segera menyadari bahwa semua tambahan ni’mah dunia pada hakekatnya adalah bertambah panjangnya deretan amanah yang harus dipertanggung jawabkan didepan mahkamah peradilan yaumal qiyamah. Semakin mampu seseorang mengemban banyak amanah di atas titian siratal mustaqim, semakin besar kebajikan yang disimpan, semakin besar peluang baginya memasuki pintu surgawi menuju kebahagiaan hakiki yang abadi. Tapi semakin tidak mampu dia memikul setumpuk tanggung jawab yang dahulu sewaktu di dunia direnggutnya dengan penuh nafsu yang tak terkendali, akan terjatuh dia dari titian, dengan membawa catatan amal di tangan kirinya. Naudzubillah min dzalika.

Orang beriman akan menyikapi berbagai problema hidup dengan tawakal, keluasan pandangan dan penuh kebijaksanaan, dia menafsirkan kesulitan, permasalahan dan resiko sebagai jawaban atas permohonannya sewaktu berdo’a, berikut ini tutur katanya yang indah dan memikat: 

My Prayer(Do’a ku)

I asked for strength,
(Aku mohon kekuatan),
And Allah gave me difficulties to make me strong.
(Dan Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat),

I asked for wisdom,
(Aku mohon kebijaksanaan),
And Allah gave me problems to solve.
(Dan Allah memberiku masalah untuk diselesaikan),

I asked for prosperity,
(Aku mohon kecukupan),
And Allah gave me brain and strength to work.
(Dan Allah memberiku otak dan tenaga untuk bekerja),

I asked for courage,
(Aku mohon keberanian),
And Allah gave me danger to overcome.
Dan Allah memberiku bahaya/resiko untuk diatasi)

I asked for love,
(Aku mohon kasih sayang),
And Allah gave me troubled people to help.
(Dan Allah memberiku orang yang dalam kesulitan untuk ditolong)
I asked for favour, (Aku mohon kemurahan), And Allah gave me opportunities. (Dan Allah memberiku kesempatan-kesempatan)

I received nothing I wanted.
(Aku tidak menerima apa-apa dari yang kuinginkan),
I received everything I needed.
(Aku menerima segalanya dari yang kubutuhkan) My Prayer has been answered. (Do’aku telah diijabah).( Al Muslim ).


Oleh: H Muhammad Abdullah 


http://hilmanmuchsin.blogspot.com/2012/02/doa-dan-dzikir-pelita-hati-cahaya-bumi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar