Rabu, 25 Februari 2015

KASIH SAYANG ALLAH “AR-RAHMAN AR-RAHIM”



Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda:  
“Siapa yang tidak pengasih tidak akan dikasihi”.

Diantara sifat-sifat Allah SWT yang telah menciptakan kamu lalu menciptakan dengan baik dan telah mendidik kamu lalu mendidik dengan baik adalah dengan “Sifat Kasih Sayang”

Tuhan telah menetapkan sifat itu pada diriNya dan berfirman:  
“RahmatKu melitupi segala sesuatu”, dan dari sifat itu Dia menjadikan untukNya dua buah nama yang mulia iaitu “AR-RAHMAN AR-RAHIM”

Dia memerintahkan hambaNya untuk memohon pertolongan dengan menyebut kedua nama tersebut “BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM”, dan agar mereka memujiNya dan mengakui KetuhananNya dengan mengucapkan kedua sifat itu: “AL-HAMDU LILLAHI RABBIL A'LAMIN, AR-RAHMANIR RAHIM”. 

Maka dengan kasih sayangNya, Ia melihat kepadamu dikala kamu masih berada didalam kandungan ibumu. Dengan kasih sayangNya, Ia melihat kepadamu dikala kamu berjuang di berbagai lapangan pekerjaan dan di masa tuamu. Dengan sifat itu pula Dia akan melihat kepadamu dan disaat Malaikat Maut melihat kepadamu disaat kamu mengadapNya untuk dihisab segala amal perbuatan yang telah kamu lakukan, kemudian memberitahu kepadamu kebaikan dan kejelekan-kejelekanmu. 

FirmanNya; “Barangsiapa yang membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalannya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya”. (QS.Al-An'aam:160). 

Tidak ada suatu nikmatpun yang telah diberikan Allah SWT kepada hamba-hambaNya baik umum maupun khusus melainkan nikmat itu merupakan kasih sayangNya. Kesehatan, harta benda, isteri yang baik, anak-anak yang sholeh adalah sebagian daripada Rahmat Allah SWT. 

Sesuatu yang bermanfa'at dan yang mudharat dalam hidup adalah sebagian daripada Rahmat Allah. Kekuasaan, pangkat dan kata-kata yang berpengaruh adalah sebagian daripada Rahmat Allah. 

Oleh karena itu perhatikanlah segala tanda rahmat kasih sayang Allah SWT yang meliputi kamu, yang mengelilingi segala urusanmu, baik dalam kejadianmu dalam badanmu dan sumber rezekimu ataupun dalam pendidikan serta petunjuk untukmu. 

FirmanNya; “(Tuhan) yang maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran, menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara”. (QS.Ar-Rahman:14).

Allah SWT menyukai apabila hamba-hambaNya mengukut sifat-sifatNya dan menyukai apabila mereka saling berkasih sayang sesamanya sehingga yang besar menyayangi yang kecil, yang kecil menghormati yang besar, yang kaya menolong yang miskin, yang kuat membantu yang lemah, yang pandai memberi petunjuk kepada yang bodoh dan yang bijaksana menunjuk ajar yang tidak tahu. Anak-anak melihat kasih sayang orang tuanya, murid-murid melihat kasih sayang gurunya dan orang sakit melihat kasih sayang doktornya. 

Mereka itulah orang-orang yang disayangi Allah SWT dan akan diberi kebahagiaan berjumpa denganNya serta diselamatkan dari cobaan di waktu hidup dan di waktu mati. Sebagaimana Allah SWT mewajibkan kepada manusia supaya berkasih sayang kepada saudaranya manusia, Allah SWT juga mewajibkan manusia untuk menyayangi binatang karena binatang memerlukan kasih sayang sebagaimana manusia memerlukan kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda; “Takutlah kepada Allah SWT mengenai binatang-binatang ini. Maka kenderailah dia dengan baik dan makanlah dengan baik”.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar