Rabu, 25 Februari 2015

Manfaatkan Seduhan Green Tea Sebagai Antioksidan




Daun teh / green tea, sejak dahulu masyarakat chines menggunakannya sebagai obat obatan , tak hanya itu daun teh yang sudah di seduh merupakan minuman yang amat berkhasiat , kandungan yang terdapat pada daun teh membuat penyebaran teh dari negara- ke negara  menjadi sangat pesat.

Negara cina merupakan negara lahirnya teh namun dahulu masyarakat cina mengkonsumsi daun teh dengan cara langsung mengunyah daun teh , cita rasa yang terdapat pada daun teh memberikan kenikmatan tersendiri, seperti halnya orang dahulu di indonesia sering mengkonsumsi kinang / daun sirih yang dicampur dari berbagai rempah kemudian dikunyah dan  di capur dengan tembakau /  sering disebut dengan menginang. Cita rasa daun teh membuat  hubungan yang erat antara teh dan manusia, setelah berkembangnya  zamam , teh mulai berubah bentuk, pengkonsumsian teh sudah tidak dikunyah secara langsung , namun sudah di  buat / diolah menjadi minuman sedu teh.

Terkenalnya teh di negara cina merupakan awal penyebaran kenegara- negara lain ,  Lalu teh menyebar ke negara Jepang, Kenegeri Barat ,  Teh amerika dan Inggris, setelah itu teh mulai dikenal dibanyak negara, kemudian teh

Proses Pengambilan Pucuk Daun

Proses Pengambilan Pucuk Daun

berkembang menjadi banyak olahan , mulai dari teh tabur, teh celup, teh siap saji ( tinggal minum) , kemudian teh mulai dikolaborasi dengan rasa buah , dan sangat banyak olahan dari daun teh, perkembangan secara modern yang membuat produk teh berkembang menjadi sangat pesat. Dan sekarang teh sudah dapat dikonsumsi secara  instan.
  1. Black Tea  ( TehHitam) adalah jenis teh yang dalam pengolahannya melalui proses fermentasi secara penuh
  2. Oolong Tea ( Teh olong)  adalah jenis teh yang dalam pengolahannya hanya melalui setengah proses fermentasi
  3. Green tea ( Teh hijau) adalah jenis teh yang dala, pengolahannya tidak melalui proses fermentasi
3 macam Teh  tersebut berbeda menurut cara pengolahannya. Namun  diberbagai negara teh  di olah menurut tradisi dan cara penyajiannya , adapun teh Jepang, Teh Barat , Teh Korea .dll.
Lalu apakah sebenarnyaa kandungan daun teh tersebut. Sehingga membuat banyak negara yang meberikan waktu khusus untuk menikmati cita rasa teh hangat tersebut?
Banyak perusahan dalam negri di Indonesia , memproduksi olahan daun teh dengan menggunakan  cita rasa yang berbeda beda. Polifenol utama dalam teh hijau adalah katekin. Katekin pada teh hijau merupakan senyawa antioksidan yang amat kuat dan menguntungkan untuk kesehatan. Antioksidan merupakan senyawa yang mempunyai kemampuan untuk dapat meredam dampak negative dari radikal bebas, termasuk didalamnya enzimenzim dan protein pengikat logam

Antioksidan

Antioksidan merupakan suatu senyawayang dapat meredam dampak negatif radikal bebas, termasuk enzim-enzim dan protein pengikat logam yang merupakan substansi yang menghentikan atau menghambat kerusakan oksidatif terhadap suatu molekul target.

daun teh

Menurut Tea Board India, dalam secangkir teh terkandung energi sekitar 4 kilo kalori,disamping flour, mangan, vitamin B kompleks, asam nikotinat dan asam pantotenat. Sejumlah Vitamin yaitu niacin atau vitamin B kompleks seperti vitamin Bl dan vitamin B2; serta vitamin C, E dan K dan mineral antara lain mangan, potassium dan flour
Banyak manfaat yang terkandung di dalam  green tea, teh juga digunakan sebagai minuman herbal yang lebih mengacu kepada alternative pengobatan, dengan memanfaatkan kandungan yang terdapat pada daun teh.  teh daun juga banyak digunakan di dalam produk kosmetik, di gunakan sebagai masker wajah, pemanfaatan the berkembang sangat pesat.

Selain itu manfaat dari green tea juga dapat menyembuhkan/ menghambat  berbagai penyakit, antara lain :
  1. Mencegah Kanker
Epigallocatechin Gallate Merupakan Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh hijau, senyawa ini sangat potensial untuk menghambat sel pembentuk kanker.
  1.  Mencegah tekanan darah tinggi
Epigallocatechin Gallate  juga berfungsi  menghambat aktifitas ensim Angiontensin Transferase Penyebab tekanan darah tinggi.
  1. Menyegarkan Tubuh
Kafein  atau Thine  teh hijau mampu menstimulasi sistem syaraf pusat, dan mempunyai efek menyehatkan tubuh .
  1. Menangkal Kolesterol
Pertumbuhan lemak akibat bereaksinya LDL dengan hasil samping metabolisme dapat menghambat oleh senyawa Flavonoid dan pemoloic yang terdapat dalam teh hijau.
  1. Mencegah Influensa dan mengobati diare
Senyawa Cathecin Yang terdapat dalam teh hijau mempunyai sifat anti Mikrobia, senyawa ini juga mennonaktifkan virus penyebab influensa.
  1. Memperlambat Penuaan
Senyawa PolyPhenol dalam teh hijau merupakan senyawa antioksidan yang mampu menetralisir hasil samping metabolisme penyabab, proses penuaan.
  1. Mencegah Karies Pada Gigi
Mineral Flour (F) cukup banyak didalam teh hiaju , selain itu senyawa Polyphenol yang ada akan menghambat aktifitas bakteri mulut. hal ini lah yang menghambat  timbulnya kerusakan pada gigi.
  1. Mengoptimalkan Metabolisme Gula
Mineral Magan ( Mn)  yang terkandung dalam teh hijau merupakan CO- Ensim pada metabolisme gula, hal tersebut akan menjaga kita terhadap kenaikan gula dalam darah.
Di negara indonesia teh yang masih  sangat populer adalah teh Jasmine ( Teh wangi Melati). Daun Teh, mengandung polyphenol dan EGCG (Epigallocathecin Galate). Kombinasi Polifenol dan EGCG dalam Green Tea mampu meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh sekaligus mengembalikan tubuh yang mengalami obesitas ke bentuk yang ideal selain itu dapat menjadi antioksidan yang menangkal radikal bebas sehingga membuat tubuh tetap sehat.

Di dalam daun teh juga terkandung kafein dengan kadar 3-4%, kafein inilah yang memberikan rasa segar pada tubuh kita. Pada teh hijau juga ditemukan adanya katekin (catechin), ramino butyric acid, flavonoid, polisakarida dan fluoride.

Teh juga dapat menumbuhkan rambut / membuat rambut menjadi hitam berkilau,  tak hanya itu Secangkir teh hijau mengandung katekin 375 mg. Aktivitas polifenol dan katekin sebagai antioksidan mencegah radikal bebas yang dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat.

HASIL PENELITIAN
  1. Penelitian tahun 1999 yang dipublikasikan melalui American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan efek ekstrak teh hijau pada pembakaran energi dalam tubuh manusia.
  2. Penelitian tahun 2005 yang dipublikasikan melalui Annals of Nutrition and Metabolism, ekstrak teh hijau secara langsung membantu mengurangi obesitas. Tikus percobaan dibiarkan makan berlebihan sehingga tikus percobaan gemuk. Namun saat tikus percobaan gemuk diberi suplemen EGCG, jumlah jaringan lemak pada tikus percobaan menurun drastic sehingga mengurangi obesitas tikus percobaan.
 REFERENSI
  1. Dulloo, A.G. et al. 1999. Efficacy of a Green Tea Extract Rich in Catechin Polyphenols and Caffeine in increasing 24-h Energy Expenditure and Fat Oxidation in Humans. Am J Clin Nutr. 70 (6):1040-50
  2. Wolfram S. et al. 2005, TEAVIGO (Epigallocatechin Gallate) Supplementation Prevents Obesity in Rodents by Reducing Adipose Tissue Mass. Ann Nutr Metab. 49(1):54-63. Epub 2005 Feb 25
  3. Tuminah, S., 2004, Teh Sebagai Salah Satu Sumber Antioksidan, Cermin Dunia Kedokteran, 144.
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Teh



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar