Rabu, 05 Maret 2014

Freemasonry


freemasonry6

1.Berawal dari Perang Salib

Pada postingan sebelumnya, saya menempatkan Freemansonry sebagai satu dari enam organisasi rahasia paling berbahaya di dunia (untuk lebih jelas, KLIK DI SINI). Penempatan tersebut tidak berlebihan, karena berdasarkan berbagai referensi maupun buku yang saya baca, banyak sekali kejadian di dunia ini yang bahkan berdampak pada perubahan sejarah peradaban manusia, yang terkait dengan mereka, seperti Revolusi Perancis, Kemerdekaan Amerika Serikat, dan berdirinya negara Israel di kawasan Timur Tengah.

Kali ini saya memposting artikel yang akan membuat kita mengenal lebih mendalam tentang organisasi persaudaraan rahasia kaum Yahudi ini, karena gerakan mereka hingga kini masih terus berjalan, bahkan kian agresif, untuk segera merealisasikan cita-cita pembentukan The New World Order atau Tatanan Dunia Baru atau Novus Ordo Seclorum dimana mereka dan Israel sebagai pemegang kendali utama atas dunia dengan cara, antara lain, mendirikan kembali Haikal Sulaiman, membuat kekacauan dimana-mana, dan menciptakan perang semesta atau perang akhir zaman yang akrab disebut perang Armageddon.

Sekitar 14 abad lalu, ketika Nabi Muhaammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima wahyu yang kemudian dicatatkan oleh para sahabat sebagai mushaf Kitab Suci Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengingatkan manusia tentang watak kaum bani Israil alias bangsa Yahudi.  Dalam Al Qur’an surah Al Isra 17 ayat 4, Allah berfirman; “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”
Data postingan ini saya olah dari berbagai sumber, termasuk dari Konspirasi.com.

Sejarah berdirinya Freemasonry berawal dari Perang Salib pada abad ke-12 yang dicetuskan oleh salah seorang petinggi Vatikan bernama Paus Urbanus II dan seorang pendeta bernama Peter the Hermit (Peter si Pertapa) untuk merebut kembali Palestina dan kota suci Yerusalem yang dikuasai Dinasti Seljuk yang notabene merupakan umat Muslim, berdasarkan Perjanjian Aelia antara Khalifah Umar dengan Partiarch Yerusalem Uskup Agung Sophronius yang mewakili Gereja Katolik Romawi Bizantium (Timur). Paus Urbanus II mengobarkan Perang Salib karena ketika itu di Vatikan sedang terjadi persaingan untuk merebut tahta kepausan, sehingga banyak ahli sejarah meyakini, Paus Urbanus II melakukan hal ini untuk menarik simpati umat Kristen Katolik. Sementara Peter si Pertapa, menurut Rizki Ridyasmara dalam buku Knight Templar, Knight of Christ yang ditulisnya menyebut, ikut mengobarkan Perang Salib karena dipengaruhi Ordo Kabbalah, salah satu organiasi rahasia Yahudi yang telah eksis saat itu.

Ajakan Paus Urbanus II dan Peter si Pertapa disambut hangat oleh umat Kristen di Eropa, karena sesungguhnya penyerahan Palestina oleh Uskup Agung Sophronius menimbulkan kemarahan luar biasa bagi kalangan Gereja Katolik Romawi Barat, sehingga sejak penyerahan dilakukan, mereka telah menyimpan dendam terhadap umat Muslim, dan bertekad akan merebutnya kembali suatu saat. Apalagi karena mereka menganggap, bahwa Yerusalem merupakan kota suci umat Kristen, bukan umat Islam.


Perang Salib pun pecah. Perang ini digambarkan termasuk perang paling sadis dalam sejarah manusia, karena para Pejuang Salib yang dipimpin Godefroy de Bouillon dan terdiri dari 20.000 prajurit terlatih serta 20.000 preman dan penjahat di kawasan benua Eropa yang diterjunkan, tak segan-segan melakukan apa saja untuk merebut kembali Palestina dan Yerusalem yang penguasaannya telah beralih dari Dinasti Seljuk ke Dinasti Fathimiyah. Sambil menyanyikan lagu-lagu pujian, mereka membanjiri jalan-jalan Yerusalem, membongkar tenda-tenda, mendobrak pintu-pintu rumah, membakar masjid, dan membantai semua manusia yang ditemui, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa. Dinasti Fathimiyah tak berdaya karena kalah dalam jumlah tentara. Penduduk yang panik banyak yang berlarian menuju Masjid Al Aqsa dengan harapan dapat aman di situ, namun mereka keliru. Pejuang Salib mengejar mereka ke sana dan membantainya tanpa sisa.

 perang-salib6
Perang Salib

Dalam laporannya kepada Paus Urbanus II, salah seorang pemimpin pasukan Salib menulis begini ; "Jika Paduka ingin mendengar bagaimana kami memperlakukan musuh-musuh kita di Yerusalem, ketahuilah, di Portico dan Haikal Sulaiman, kami berkuda di atas darah najis kaum Saracen (Muslim), yang tinggi genangannya itu mencapai lutut kuda-kuda kami".

Pada 1099, Yarusalem jatuh ke tangan Pejuang Salib, dan Baldwin I yang merupakan adik kandung Godefroy de Bouillon, diangkat sebagai raja di Yerusalem.
 Knight-Templar3
 
Knight Templar

Sekitar dua puluh tahun kemudian, atau tepatnya pada 1118, seorang bangsawan dari Champagne, Perancis, bernama Hugues de Payens, mendatangi King Baldwin I bersama delapan rekannya, dan menawarkan diri untuk menjadi petugas keamanan bagi masyarakat dari seluruh daratan Eropa yang kala itu, sejak Yerusalem jatuh ke tangan pejuang Salib, berbondong-bondong datang ke kota suci itu untuk berziarah. King Baldwin I menerima tawaran tersebut, dan memberinya markas di sayap kiri istana untuk orang-orang yang menyebut dirinya sebagai Order of The Poor Knights of Christ and of The Temple of Salomon (Ordo Ksatria Miskin Pembela Kristen dan Kuil Sulaiman) itu.
 Hugues-de-Payens
Hugues de Payens

Menurut penelitian Lynn Picknett dan Olivia Prince, Hughues de Payens dan kedelapan Ksatria Templar sebenarnya merupakan anggota Gereja Yohanit, gereja yang mengakui Yohanes Pembaptis sebagai Kristus, bukan Yesus. Mereka mengaku sebagai Order of The Poor Knights of Christ and of The Temple of Salomon untuk menutupi maksud dari tujuan mereka yang sebenarnya ke Yerusalem. Terbukti, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada abad ke-19, sejumlah peneliti, di antaranya Charles Wilson, menemukan jejak-jejak bekas penggalian dan eskavasi di bawah pondasi Kuil Sulaiman yang berada persis di atas kamar-kamar yang diberikan King Baldwin I di sayap kiri istana sebagai markas bagi para Templar. Bukti yang menguatkan bahwa memang Templar yang melakukan penggalian, diketahui berdasarkan bentuk alat-alat penggalian dan peninggalan arkeologis yang ditemukan, yang mengarah pada ordo ini. Bukti-bukti itu kini menjadi koleksi Robert Byrdon, seorang kolektor yang telah banyak mengoleksi benda-benda yang terkait dengan Templar.

 tabut
Tabut

Penemuan ini menguatkan dugaan, bahwa selama berpura-pura menjadi petugas keamanan bagi para peziarah, Templar mencari sesuatu di reruntuhan Kuil Sulaiman. Bahkan sejarawan Perancis Ghaetan de Laforge mengatakan, misi Templar yang sebenarnya selama di Yerusalem adalah melakukan penyelidikan untuk mendapatkan berbagai barang peninggalan dan naskah yang berisi intisari dari tradisi-tradisi rahasia Yahudi dan Mesir Kuno. Peninggalan dimaksud di antaranya berupa harta karun dan Tabut Suci yang dianggap sebagai benda paling sakral, sekaligus sebagai lambang kejayaan bangsa Yahudi. 

Tabut Suci terbuat dari kayu akasia berlapis ukiran dari emas pada bagian luar dan dalamnya. Benda ini memiliki panjang 44 inchi, lebar 26 inchi dan tinggi 26 inchi. Penutupnya dihiasi replika berbentuk malaikat  Serubin (Cherub) dalam posisi berhadap-hadapan. Selain menjadi tempat penyimpanan benda-benda keramat berupa cawan emas, tongkat Nabi Harun as, dan naskah Taurat asli yang diterima Nabi Musa as dari Allah Subhanahu wa Ta'ala  di Bukit Sinai, benda itu juga berfungsi sebagai penjaga bangsa Yahudi kala malam hari, baik dari kegelapan maupun dari gangguan bintang buas dan para penjahat, karena jika malam, Tabut itu mengeluarkan tiang api yang menerangi lokasi dimana umat Nabi Musa as itu berada.

Pada 587 SM, ketika Yerusalem diserang dan Haikal Sulaiman dihancurkan bangsa Babylonia di bawah pimpinan Raja Nebukadnezar II, Tabut itu hilang, dan bangsa Yahudi ingin menemukannya kembali. Namun, pencarian Templar agaknya gagal mendapatkan benda keramat tersebut, karena hingga kini pun bangsa Yahudi masih terus mencarinya, termasuk dengan melakukan penggalian di lahan Haram al-Syarif, Palestina, dimana masjid Al Aqsa dan Dome of The Rock berada. Pasalnya, di atas lahan itulah dulu Haikal Sulaiman berdiri.
 kuil-sulaiman

Kuil Sulaiman

Dan juga untuk diketahui, dalam Al Qur'an pun, seperti dalam surah An Naml, Allah menjelaskan, bahwa kerajaan Nabi Sulaiman merupakan kerajaan termegah pada zamannya, pada 960 M. Istana Nabi Sulaiman atau Haikal Sulaiman memiliki gaya arsitektur yang sangat luar biasa yang tak ada di istana-istana lainnya pada masa itu, serta dilengkapi dengan berbagai karya seni berkualitas tinggi dan benda-benda berharga. Jalan masuknya terbuat dari kaca. Kemegahan Haikal Sulaiman itu membuat Ratu Balqis terpesona dan mengakui keagungan Allah, serta masuk Islam.

Selain itu, mukjizat berupa kemampuan berkomunikasi dengan hewan dan memerintah makhluk gaib seperti jin yang diberikan Allah kepada Nabi Sulaiman, juga membuat Nabi ini bergelimang harta kekayaan. Harta itu di antaranya ada yang berasal dari dasar laut yang diambil oleh jin yang diperintah Nabi Sulaiman.

Para peneliti percaya, setelah melakukan penggalian, kecuali Tabut, Templar menemukan apa yang dicarinya. Karena itu, meski mereka menyebut dirinya sebagai ksatria-ksatria miskin, namun mereka dapat hidup dalam gelimang kemewahan. Mereka bahkan mampu membangun sebuah bisnis berbasis bunga seperti sistem perbankan pada saat ini, dan memperluas jaringan hingga ke seluruh Eropa. Sejarah juga mencatat, bersamaan dengan perubahan gaya hidup Templar tersebut, agaknya apa yang mereka temukan selama melakukan penggalian, juga mengubah keyakinan mereka dalam beragama, karena mereka kemudian memiliki keyakinan yang bertentangan dengan Gereja. Menurut sejumlah kalangan, sesuatu yang juga mereka temukan adalah suatu ajaran tentang Kabbalah, sebuah ajaran mistik kuno yang berakar pada sejarah Fir'aun pada zaman Mesir kuno.

 ShalahuddinAl-Ayyubi
Shalahuddin al-Ayyubi

Pada 1187 komandan besar Islam Shalahuddin Al Ayyubi mengalahkan pejuang Salib dalam peristiwa yang disebut Pertempuran Hittin, dan merebut kembali Yerusalem. Bahkan pada Mei 1291, benteng Acre, benteng terakhir yang dikuasai pasukan Salib di Palestina, juga berhasil direbut Shalahuddin, meski pasukan Salib dan Templar sempat berusaha mempertahankannya mati-matian. Peristiwa ini membuat para Templar meninggalkan Yerusalem dan menyeberang ke sejumlah negara di Eropa, terutama Perancis, dan berusaha menghasut para raja dan bangsawan Eropa agar melakukan pembalasan. Namun para penguasa di Eropa menolak karena selain telah lelah dan jemu terus berperang, mereka pun sudah kehabisan dana. Maka, jadilah mereka kstaria-kstaria kaya raya, namun tak punya pekerjaan alias menganggur. Kondisi ini membuat mereka lambat laun menjadi arogan dan senang mabuk-mabukan. Mareka bahkan menjadi trouble maker di wilayahnya.

 kabbalah2
Baphomet

Kelakuan para Templar ini mengganggu kenyamanan para bangsawan, raja-raja Eropa dan Paus di Vatikan.  Apalagi karena selain kaya raya, para Templar memiliki kemampuan lintas negara akibat jaringan luas yang dimilikinya yang diatur dengan sangat rapi dan kuat. Puncaknya pada 1306 ketika Templar menolak Raja Perancis Phillipe le Bel atau Phillipe IV yang ingin bergabung dengan ordonya, sehingga setahun kemudian, atau pada 1307, dengan didukung Paus Clement V, Phillipe le Bel memutuskan untuk membasmi Templar. Apalagi karena Phillpe mendapat informasi kalau diam-diam Templar telah menyeleweng jauh dari ajaran Kristen dan berpaling kepada bid'ah. Templar dikabarkan sering menyelenggarakan upacara-upacara pemujaan terhadap Baphomet, iblis berkepala kambing dalam mitologi Yahudi dan menjadi lambang okultisme, sembari meludahi salib. Bahkan ada pula ritual-ritual tertentu yang diakhiri dengan hubungan seks antara anggota dengan pemimpinnya. Bahkan tersiar kabar kalau Templar juga mempraktekkan hubungan homoseksual.

 Jack-de-Molay
Jack de Molay

Operasi penumpasan Templar dilakukan dengan sangat cepat. Para Templar pun kocar-kacir. Di antara mereka ada yang ditangkap dan diinterogasi sambil disiksa agar mengakui perbuatan bid'ah yang mereka lakukan. Bahkan Imam Besar (Grand Master) Templar, Jacques de Molay, pada 1314 dibakar di tiang salib bersama dua bawahannya. Saat api membakar dirinya, de Molay sempat mengutuk Phillipe dan Paus Clement V dengan kata-kata; "Setahun setelah kematianku, kalian berdua akan segera menyusulku menghadap Tuhan". Entah karena sihir atau hanya kebetulan, sebulan setelah kematian Molay, Clement V meninggal akibat disentri, sedang Phillipe meninggal tujuh bulan kemudian tanpa pernah diketahui penyebabnya.

 robert-de-bruce
Robert de Bruce

Sementara itu, sebagaian besar Templar yang selamat, 'mengungsi' ke Skotlandia, satu-satunya kerajaan di Eropa yang kala itu, pada abad 14, tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik. Bahkan dengan senang hati Raja Skotlandia Robert the Bruce menyembunyikan mereka ke dalam gilda (serikat pekerja) di Kepulauan Inggris, dan menyusupkan mereka ke lodge-lodge (pemondokan) para tukang batu (mason). Dari sinilah organisasi rahasia Freemasonry bermula, karena dari sini nama Templar menjadi Freemasonry. Sedang Templar yang melarikan diri ke Portugal mengubah nama ordo mereka menjadi Knights of Christ Order (Ordo Ksatria Kristus).

Beberapa peneliti yang meyakini bahwa Freemasonry berasal dari Templar di antaranya John J. Robinson dengan bukunya Born in Blood, serta Micheal Baigent dan Richard Leigh dengan bukunya The Temple and The Lodge. Bahkan Baigent-Leigh yakin, meski Freemasonry berawal di Skotlandia, organisasi itu baru benar-benar terbentuk setelah menyebar ke Inggris pada 1603 bersamaan dengan naiknya Raja Skotlandia King James VI ke tahta kerajaan Inggris.

Selain ke Skotlandia dan Portugal, para Templar juga lari ke Spanyol dan Malta. Di kerajaan-kerajaan ini mereka berbaur dengan penduduk setempat yang mayoritas memeluk agama Katolik Roma, dan kebanyakan dari mereka juga berganti nama atau meminta suaka kepada bangsawan dan tuan tanah di kerajaan-kerajaan itu. Tak sedikit permintaan suaka ini dipenuhi, namun tidak gratis, karena para bangsawan dan para tuan tanah itu tahu kalau para Templar kaya raya. Mereka meminta uang atas perlindungan yang diberikan, dan bahkan kemudian bermitra dengan meneruskan bisnis usaha 'perbankan' yang pernah dirintis Templar.

2. Demi The Promise Land

 Gewdung-BAPPENAS
Gedung BAPPENAS

Freemasonry berasal dari dua kata, yakni free yang berarti bebas, dan mason yang berarti tukang batu atau tukang bangunan. Namun demikian, freemasonry diartikan sebagai ‘pembangun kebebasan’, dan organisasi ini menamakan gedung tempat organisasi dikelola dengan lodge, sama dengan nama pemondokan para tukang batu di Skotlandia tempat dimana organisasi terbentuk, dan bentuknya pun sama persis dengan lodge-lodge para tukang batu itu. Karenanya, dimanapun organisasi ini berkiprah, jejaknya dapat dilacak melalui keberadaan lodge. Di Indonesia, lodge antara lain dapat ditemukan di kawasan Jakarta, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Padang, Palembang, dan Pekalongan. Dalam bukunya yang  berjudul Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia, Herry Nurdi menyebut kalau gedung Bappenas yang berdiri megah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, adalah lodge kaum Mason. Dulunya gedung ini bernama Adhuc Stat. Ini membuktikan bahwa Freemason pun telah menjadikan negara ini sebagai salah satu wilayah pergerakannya.

 Grand-Lodge-of-England1
Grand Lodge of England

Lodge pertama yang dibuat Freemasonry adalah Grand Lodge of England yang diresmikan bersamaan dengan diproklamirkannya keberadaan organisasi ini di Inggris pada 24 Juni 1717. Lodge inilah yang dijadikan basis utama kegiatan para masonik (anggota Freemasonry).

Seperti umumnya sebuah organisasi, Freemansonry juga memiliki hirarki berupa tingkatan-tingkatan atau diistilahkan dengan derajat keanggotaan. Berdasarkan kongres di London pada 1717, hirarki organisasi ini diputuskan menyerupai piramida yang tersusun dari 33 lapisan yang disebut Scottish Rite atau Sekte Skotlandia, dan 13 tingkatan yang disebut York Rite atau Sekte York. Lihat gambar di bawah ini.
Status keanggotaan yang paling rendah pada Scottish Rite disebut entered apprentice yang posisinya berada di dasar piramida. Status ini diberikan bagi para anggota baru. Sedang status tertinggi pada Scottish Rite atau status pada urutan 33 yang berada di puncak piramida disebut Sovereign Grand Inspector General. Pada status inilah pentolan-pentolan yang berwenang membuat kebijakan, berada.

freemasonry7

Pada York Rite, status terendah yang berada di dasar piramida juga disebut entered apprentice, dan diperuntukkan bagi para anggota baru. Sedang status tertinggi berada pada tingkatan ke-13 yang disebut Order of Knight Templar.

 paus-clement-v
Paus Clement V

Selain penetapan status, dalam struktur resmi Freemansonry juga mencantumkan delapan organisasi sekutu mereka (allied organization of Freemansonry), yakni Tall Cedars of Lebanon, Orders of Eastern Star, Grotto, Job’s Daughter, Rainbow Girls, Orders of De Molay, Shrine, dan Daughter of The Nile. Setiap orang yang menyatakan bersedia menjadi anggota organisasi ini harus mau diindoktrinasi sesuai tujuan utama pergerakan, bersedia disumpah, dan bersedia mengikuti ritual-ritual yang mereka lakukan yang tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Knights Templar sebelum diberangus Raja Perancis Philippe le Bel dan Paus Clement V pada 1307.

 philippe-le-bele
Philippe le Bele

Karena merupakan transformasi dari Knights Templar, tujuan utama pergerakan Freemansory tak jauh berbeda dengan Templar, yakni merealisasikan konsep The Promise Land atau Tanah Yang Dijanjikan yang dibuat para pemuka Yahudi ketika hidup dalam pengasingan di Babylonia ketika Yerusalem dikuasai Raja Nebukadnezar II. Itu sebabnya Knights Templar pada 1118 berpura-pura menjadi petugas keamanan bagi orang Eropa yang ingin berziarah ke Yerusalem setelah kota suci itu dapat direbut kembali oleh para Pejuang Salib pada 1099, namun sebenarnya, seperti dikatakan sejarawan Perancis Ghaetan de Laforge, mengemban misi untuk mendapatkan berbagai barang peninggalan dan naskah yang berisi intisari dari tradisi-tradisi rahasia Yahudi dan Mesir kuno.

Siapakah yang memberi misi kepada Knights Templar, dan mengapa para pemuka Yahudi membuat konsep The Promise Land? Mari kita mundur jauh ke belakang, ke zaman sebelum Babylonia dikuasai Raja Nebukadnezar II pada 587 SM.

Bangsa Pembangkang

Bani Israil alias bangsa Yahudi merupakan saudara bangsa Arab, karena kedua bangsa ini berasal dari satu ‘bapak’, yakni Nabi Ibrahim as. Hanya saja, jika bani Israil berasal dari anak Nabi Ibrahim as yang bernama Ishaq dari istri bernama Siti Sarah, sedang Bani Hasyim atau bangsa Arab yang juga disebut suku Quraisy, berasal dari anak Nabi Ibrahim yang bernama Ismail dari istri bernama Siti Hajar.

 hathor1
hathor

Sejarah mencatat, meski bersaudara, kedua bangsa ini bermusuhan dan selalu berperang. Pemicunya adalah watak Bani Israil yang licik, keras kepala, dan egois. Bangsa Israil bahkan kian lama kian sesat karena gemar mendalami ilmu sihir yang dipraktekkan para pendeta tinggi Fir’aun, dan menyembah berhala (paganisme). Kisah Samiri yang dimuat  dalam Al Qur’an memperjelas hal ini. Patung sapi betina yang dibuat Samiri merupakan adopsi dari bentuk Hathor dan Aphis, patung dewa Mesir kuno yang juga berbentuk sapi betina, dan terkait dengan penyembahan terhadap Dewa Matahari (The Sun God).

Namun demikian, Allah tetap berusaha menyelamatkan mereka dari kejaran Fir’aun dan balatentaranya dengan memerintahkan kepada Nabi Musa as agar memukul lautan dengan tongkatnya, dan laut pun terbelah sehingga Bani Israil dapat menyeberang, sementara Fir’aun dan balatentaranya terbenam, lalu tewas.

Namun meski telah ditolong, Bani Israil tetap pada kesesatannya, sehingga Allah mengutuk mereka, dan mengharamkannya memasuki Tanah Suci Palestina hingga beberapa tahun. Bani Israil baru dapat memasuki tanah suci itu kembali pada zaman Nabi Daud as yang merupakan ayah Nabi Sulaiman as. Mereka memasuki Palestina dari Sinai, dan kemudian menguasai Yerusalem. Ini terjadi sekitar tahun 2000 SM.

Pada 960 SM, Nabi Sulaiman mendirikan istana di Yerusalem yang kemudian dikenal sebagai Haikal Sulaiman. Setelah mengalami pasang surut kejayaan dan kemunduran, 370 tahun kemudian bangsa Babylonia yang dipimpin Raja Nebukadnezar II menduduki Yerusalem dan menghancurkan Haikal Sulaiman. Bangsa Yahudi ditangkap dan ditawan, dan kemudian diasingkan ke Babylonia. Kejadian ini membuat para pemuka Yahudi bertekad untuk dapat kembali ke Palestina meski bagaimanapun caranya. Untuk itu mereka membuat konsep The Promise Land, dan meyakini bahwa Bani Israil merupakan bangsa pilihan Tuhan. Mereka bahkan menganggap bahwa bangsa di luar Yahudi adalah bangsa kelas dua yang mereka sebut sebagai ghoyim atau gentiles, dan yang diciptakan Tuhan untuk melayani seluruh kepentingan mereka.

 soldadu-romawi
Soldadu Romawi

Berbekal konsep tersebut, bangsa Yahudi selalu berusaha agar dapat kembali ke Palestina dan menguasai Yerusalem. Mereka sempat berhasil ketika pada 70M, Romawi yang dipimpin panglimanya, Titus, menguasai kota suci itu. Namun pemberontakan yang dilakukan Yahudi pada 132-135 M, membuat bangsa Bani Israil ini harus lari tunggang langgang meninggalkan Yerusalem karena dibantai. Mereka menyebar ke seluruh penjuru Bumi, namun tetap bertekad akan kembali menguasai Yerusalem pada suatu saat kelak. Tak heran jika akhirnya bangsa Yahudi menjadi begitu suka, dan bahkan sengat terbiasa, untuk bergerak dalam organisasi-organisasi rahasia dan penuh konspirasi. Bahkan sebelum Knights Templar muncul, sejarah mencatat adanya sebuah organisasi rahasia bangsa Yahudi yang bernama Priory of Sion atau Biarawan Sion. Organisasi inilah yang diduga memberi misi kepada Templar untuk menggali di Haikal Sulaiman dengan berpura-pura bekerja kepada King Baldwin I sebagai penjaga keamanan bagi masyarakat Eropa yang berziarah ke Yerusalem. Dalam buku 'Knights Templa, Knights of Christ' yang ditulisnya, Rizki Ridyasmara menyebut kalau Templar adalah ordo militer yang dibentuk Biarawan Sion.

3 : Halalkan Segala Cara

 priory-of-sion
Priory of Sion

Freemasonry punya segudang cara untuk merealisasikan konsep The Promise Land. Organisasi ini bahkan menjadi sangat berbahaya karena masa lalunya yang buruk dengan Islam maupun Kristen, membuatnya tak segan melakukan apapun. Termasuk membuat suatu konspirasi untuk menghancurkan atau membunuh seseorang, menghancurkan sebuah institusi, bahkan negara, untuk kemudian menguasai dan menjadikannya sebagai bonekanya. Selain itu, mereka juga menggunakan politik adu domba demi mendapatkan keuntungan dari konflik yang terjadi.

Pada 1381 atau sekitar 74 tahun setelah Knights Templar dibasmi Raja Perancis Phillipe le Bel dan Paus Clement V, meletus pemberontakan petani di Inggris yang diyakini John J. Robinson, penulis buku Born in Blood, didalangi oleh para Templar untuk membalas dendam terhadap gereja Katolik. Sejarah bahkan mencatat, pada 1640 hingga 1660 terjadi pergolakan di Inggris yang kemudian dikenal sebagai Revolusi Inggris. Para ahli sejarah percaya, Freemasonry berada di balik gejolak ini dengan tujuan untuk melemahkan negara itu dan menguasainya secara politik maupun ekonomi.

 King-William-III
King William III

Ini terbukti, karena saat gejolak masih berlangsung, para Mason memprovokasi raja Inggris ketika itu, King William III, agar memerangi Perancis yang mayoritasnya beragama Katolik. Perang benar-benar terjadi, dan perang ini menjerumuskan Inggris dalam jeratan utang yang sangat besar untuk membiayai perang tersebut. Agar negara tidak bangkrut, King William III meminjam uang kepada bankir Yahudi yang juga anggota Freemasonry, dan pinjaman diberikan sebasar 1.250.000 poundsterling, namun dengan sejumlah syarat, di antaranya diizinkan mendirikan Bank Central Inggris. King William III tak punya pilihan. Pada 27 Juli 1694, Bank of England pun didirikan dan menjadi bank sentral swasta pertama di dunia.

Tak berhenti sampai di situ, uang yang dipinjam King William III dikenakan bunga, sehingga dalam empat tahun utang kerajaan Inggris meningkat 13 kali lipat menjadi 16.000.000 poundstreling.

Comte-de-MirabeauComte de Mirabeau

“Inilah catatan sejarah pertama kali tentang penjarahan besar-besaran uang rakyat sebuah negara melalui skema perbankan yang sama sekali tidak disadari oleh para petinggi Negara yang bersangkutan,” ujar Indra Aidil, peneliti sejarah Zionisme, seperti dikutip dari buku Knights Templar Knights of Christ.

Mengapa Freemasonry ingin menguasai Inggris secara politik maupun ekonomi? Jawabannya adalah, karena pada masa itu Inggris merupakan salah satu negera terkuat di Eropa, bahkan di dunia. Negara lainnya yang sekuat Inggris adalah Perancis, dan negara ini pun tak henti-hentinya diganggu Freemasonry. Bahkan akhirnya seperti dialami Inggris, dengan memperalat tokoh Perancis berdarah bangsawan, Comte de Mirabeu, pada Juli 1789 rakyat negara itu memberontak dan pecahlah apa yang kemudian disebut sebagai Revolusi Perancis. Tujuannya jelas, selain balas dendam masa lalu karena Raja Phillipe le Bel membantai Templar, juga karena jika Inggris dan Perancis dikuasai, maka akan tercipta peluang-peluang yang akan mempermudah bagi Freemasonry untuk merealisasikan The Promise Land, dan ini terbukti pada 1948, karena negara Israel berdiri atas dukungan Amerika dan Inggris.

 Mayer-Amshel-Rothschild
Mayer Amshel Rothschild

Selain itu, sejak keberadaannya diproklamirkan pada Juni 1717, tujuan yang hendak dicapai para Mason tak lagi hanya sekedar merealisasikan The Promise Land, namun juga ingin menguasai dunia dengan menciptakan Tatanan Dunia Baru atau The New World Order dimana mereka sebagai penguasanya. Mereka menganggap, ini harus dilakukan karena mereka adalah bangsa Terpilih, dan para ghoyim (non Yahudi) adalah bangsa-bangsa yang diciptakan untuk melayani mereka.

 Adam-Weishaupt1
Adam Weishaupt

Pada 1773, menurut buku Knights Templar Knigths of Christ, salah seorang pentolan Freemasonry yang juga seorang miliuner berdarah Yahudi, Mayer Amshell (Rothschild I), mengundang duabelas rekannya sesama tokoh Yahudi Masonik ke kediamannya di Frankfurt, Jerman. Dalam kesempatan itu, Mayer memberitahu kalau dia telah menemukan seseorang yang dinilai sangat cocok untuk menjalankan suatu organisasi yang akan dibentuk untuk mewujudkan rencana menguasai dunia. Nama orang itu adalah Adam Weishaupt, seorang Yahudi yang lahir di Ingolstadt, Jerman, pada 6 Februari 1748. Organisasi yang dibentuk bernama Perfectibilisen (Kelompok Yang Sempurna), namun pada 1 Mei 1776 berubah menjadi Illuminati. Hebatnya, setiap 1 Mei kini diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia.

4: Ingin Kuasai Dunia

illuminati1Adam Weishaupt lahir dari keluarga Yahudi Ortodoks yang beralih memeluk Katolik Roma. Ia sangat cerdas dan mahir berbahasa Inggris, Chech, Italia, dan Ibrani. Ia sempat menjadi anggota ordo Jesuit, namun kemudian, karena tak puas pada peraturan ordo yang dianggap terlalu mengekang, dia memberontak dan menjadi professor di bidang hukum gereja di Universitas Ingolstadt.

Tak ada catatan sejarah tentang bagaimana Freemansory mendekati pria ini, namun gerakannya sebagai anggota organisasi persaudaraan rahasia Yahudi ini ditengarai dimulai pada 1770 melalui organisasi yang disebut Perfectibilisen. Nama organisasi ini diambil dari kaum Kathari yang musnah akibat serangan tentara Paus Innocentius III saat Perang Salib Albigensian. Sama seperti Freemansonry, hirarki organisasi ini berbentuk piramida.

Strategi yang disusun Weishaupt untuk melaksanakan tugas yang diemban ‘majikannya’ amat mengerikan. Demi mewujudkan Pemerintahan Satu Bumi (E Pluribus Unum), anggota Freemansonry bernama sandi Spartacus ini membuat kebijakan sebagai berikut :
  1. Penghapusan dan penguasaan seluruh penguasa pemerintahan negara-negara dunia yang berpengaruh.
  2. Penghapusan dan pengusaaan seluruh lahan pribadi
  3. Penghapusan dan penguasaan kekayaan keturunan
  4. Penghapusan dan penguasaan terhadap jiwa pejuang
  5. Penghapusan dan penguasaan terhadap ikatan keluarga
  6. Penghapusan dan penguasaan terhadap agama-agama dunia
Yang dimaksud dengan penghapusan dan penguasaan seluruh penguasa pemerintahan negara-negara dunia yang berpengaruh, adalah dengan caramenjadikan para penguasa negara-negara itu sebagai kaki tangannya, dan tujuan ini sudah sangat-sangat berhasil, karena Amerika Serikat hanyalah satu saja dari begitu banyak negara di dunia ini yang telah berada dalam cengkeraman Freemasonry-Illuminati, dan menjadi kuda tunggangan yang paling nyaman.

Yang dimaksud penghapusan dan penguasaan terhadap seluruh lahan pribadi, adalah dengan cara menyusupkan ide-ide dasar mereka ke tiap-tiap orang di dunia ini melalui perangkat yang dapat digunakan, seperti media massa, budaya, lembaga pendidikan, ekonomi, dan sebagainya.

Yang dimaksud dengan penghapusan dan penguasaan kekayaan keturunan, adalah menguasai sumber daya alam yang di kandung dalam perut Bumi, laut, dan udara yang dimiliki berbagai bangsa.

Yang dimaksud dengan penghapusan dan penguasaan terhadap jiwa pejuang, adalah dengan cara melemahkan spirit para pemuda dan pemudi agar tidak lagi mau bersusah payah bekerja keras, tidak mau lagi bersusah payah belajar, dan tidak mau lagi bersusah payah menemukan sesuatu yang baru dan berguna bagi kehidupan manusia, dan menjadikan para pemuda-pemudi penerus generasi bangsanya itu sebagai orang-orang yang hanya memikirkan kesenangan hidup (hedonis), gemar berfoya-foya, lebih banyak menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang bersifat hiburan semata, dan lebih asyik mengejar kenikmatan duniawai baik dalam bentuk jabatan, pangkat, harta, dan seks.

Yang dimaksud penghapusan dan penguasaan terhadap ikatan keluarga memiliki arti yang sangat luas, bukan dalam ikatan sebuah rumah tangga, melainkan ikatan sebagai suatu bangsa, suku, dan negara. Untuk tujuan ini, Illuminati menyerang psikologis suatu bangsa agar tidak lagi memiliki rasa nasionalisme, mengacuhkan sukunya, dan asyik mengejar kebutuhan duniawi untuk diri sendiri atau kelompoknya. Dewasa ini, banyak sekali anak suatu bangsa yang memerangi sesamanya hanya demi kekuasaan atau pengaruh. Bangsa Indonesia bahkan kini termasuk bangsa yang lebih mencintai produk luar negeri dibanding produk bangsanya sendiri.

Yang dimaksud penghapusan dan penguasaan terhadap agama-agama dunia, adalah dengan merusak esensi ajaran asli agama-agama yang ada, karena meski di antara bangsa Yahudi ada yang beragama Kristen, namun mayoritas dari mereka, termasuk pengurus dan anggota Freemasonry-Illuminati, adalah penganut Kaballah.

Pada 1782, Illuminati menyelenggarakanoikumene atau pertemuan bersama dengan Freemasonry di Wilhelmsbad. Dalam kongres ini, Comte de Virieu, seorang bangsawan yang diduga anggota rendah Freemasonry, hadir. Ketika kongres masih berlangsung, Comte keluar sambil gemetaran. Ia ditegur oleh sejumlah orang, dan dengan terbata-bata, sambil masih gemetaran, Comte berkata ; “Saya tidak mungkin membuka tabir mereka kepada kalian. Saya hanya dapat menyampaikan, bahwa semua ini merupakan sesuatu yang sangat serius dan jauh di luar jangkauan fikiran kalian semua”.
Comte lalu melepas keanggotaannya di Freemasonry, dan mengatakan bahwakelompok persaudaraan itu tak ada bedanya dengan horor.

5 : Mengusai Amerika

freemasonry-Dengan adanya Illuminati, gerakan Yahudi untuk menguasai dunia kian efektif. Apalagi karena menurut catatan sejarah, para Mason 'ikut turun tangan' dalam kemerdekaan Amerika Serikat yang terjadi pada 4 Juli 1776 dengan tujuan menjadikan negara itu sebagai basis gerakan utama mereka. Para Mason tak puas, karena meski sejumlah negara di Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman, Portugis, dan lain sebagainya telah mereka kuasai secara ekonomi maupun politik, namun negara-negara itu tetap bukan milik mereka, sehingga mereka tidak dapat bergerak secara leluasa, dan kadangkala untuk mencapai tujuan tertentu, biaya yang harus mereka keluarkan relatif besar dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk direalisasikan, seperti Revolusi Perancis dan Inggris.

Selain itu, ‘permusuhan’ dengan gereja Katolik juga adakalanya membuat mereka harus ‘mengorbankan keyakinan mereka terhadap Kabbalah’ seperti yang terjadi pada 1489. Kala itu, pasca pembataian Knights Templar oleh Raja Perancis Phillipe le Bel dan Paus Clement V pada 1307, komunitas Yahudi merupakan komunitas yang paling dibenci masyarakat Perancis. Bahkan komunitas Yahudi yang tetap tinggal di negara itu, seperti di Pyrennes, sebuah provinsi di Selatan Perancis, Arles, Aix, dan Marseilles, mengalami intimidasi dan kekerasan yang tiada henti, serta dipaksa meninggalkan Kabbalah yang mereka anut, dan memeluk Katolik. Bahkan sinagog-sinagognya, tempat beribadah kaum Yahudi, ada yang dibakar.

Situasi ini membuat Rabi Shamur, petinggi Yahudi yang tinggal di Arles, Perancis, prihatin. Dia menulis surat kepada Pemimpin Tertinggi Kaum Yahudi di Konstantinopel, dan meminta petunjuk apa yang harus dia lakukan untuk mengatasi masalah ini. Surat itu dibalas pada 24 Juli 1489 dengan kalimat seperti ini ;

“Saudara-saudara, dengan rasa sedih, pengaduan kalian kami pelajari. Derita, nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa Raja Perancis telah memaksa kalian memeluk agama Nashrani. Kalian sulit menentang perintah paksaan itu. Maka masuklah agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Umat Kristen memerintahkan kalian supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah. Selanjutnya didiklah putera-putera kalian menjadi pegadang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka.
Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam hidup kalian. Maka binalah putera-puteri kalian menjadi dokter, agar dapat membunuh orang-orang Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka didiklah putera dan puteri kalian untuk menjadi pendeta agar dapat menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka didiklah putera-puteri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis agar dapat menelusup ke berbagai jajaran pemerintahan. Dengan demikian, kalian akan dapat menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka”.

 Martin-Luther1
Martin Luther

Jawaban surat dari Konstantinopel ini menjadi terkenal karena dengan lugas mencerminkan strategi kaum Yahudi untuk menundukkan Gereja dan dunia. Surat ini pula yang membuat ribuan orang Yahudi di Perancis, termasuk yang telah menjadi anggota Freemasonry, bersedia dibaptis dan memeluk Katolik. Tapi tentu saja, setelah Rabi Shamur mensosialisasikan isi surat itu kepada mereka. Hanya dalam beberapa tahun, banyak di antara mereka yang telah menjadi gembala-gembala sidang di Gereja-gereja Katolik di Perancis.

Momentum pertama mereka untuk merusak Gereja terjadi pada 31 Oktober 1517 ketika Marthin Luther King memprotes kebijakan Gereja Katolik Roma dengan membuat 95 pernyataan yang dibacakan di hadapan umum. Para Yahudi yang telah memeluk Katolik diam-diam mendukungnya, sementara para Masonik mengomporinya agar terus menentang Gereja. Maka lahirlah agama Kristen Protestan. Para Mason dan Yahudi Katolik juga lah yang mendukung John Calvin dalam menyuarakan Calvinisme, sebuah gerakan yang juga menggugat otoritas Gereja Katolik Roma yang dinilai terlampau mempengaruhi kehidupan masayarakat Eropa selama berabad-abad, sehingga mereka jenuh dan menginginkan reformasi.

 JohnCalvin
John Calvin

Kebutuhan para Mason akan negara sendiri yang dapat dikendalikan sedemikian rupa, membuat mereka melirik benua baru yang ditemukan Christopher Colombus, Amerika Serikat, pada 1498. Kebetulan, setelah benua itu ditemukan, orang Yahudi berbondong-bondong meninggalkan Eropa dan bermigrasi ke Brazil di Amerika Selatan. Namun tak lama setelah mereka melakukan migrasi, Brazil berperang dengan Belanda, sehingga karena merasa tak aman, bangsa Yahudi kembali melakukan migrasi ke Nieuw Amsterdam, sebuah koloni Belanda di Amerika Utara.

Kedatangan bangsa Yahudi di Nieuw Amsterdam tidak disukai Gubernur Jenderal Pieter Stuyvesant yang berkuasa di koloni Belanda itu, namun berkat lobi para pengusaha kaya dan kapitalis Yahudi internasional yang di antaranya merupakan anggota Frremasonry-Illuminasti, ketidaksukaan dapat diredam sehingga bangsa Yahudi dapat nyaman tinggal di situ dan menjuluki Nieuw Amsterdam sebagai The New Yerusalem.

Tak sampai setengah abad kemudian, Inggris merebut Nieuw Amesterdam dan wilayah-wilayah lain di Amerika, dan koloninya itu dibagi menjadi 13 negara bagian. Nama Nieuw Amsterdam pun diganti menjadi New York, hingga sekarang, dan negara bagian itu menjadi wilayah dengan jumlah penduduk beretnis Yahudi paling banyak di Amerika.

Menjelang 1775, Amerika mengalami krisis keuangan yang parah karena diperangkap para kapitalis Yahudi melalui penerbitan mata uang Amerika. Awalnya, dengan dalih demi memajukan perekonomian dan industri Amerika, Inggris disarankan untuk mencetak mata uang tersendiri untuk koloninya itu, terpisah dari mata uang Inggris. Inggris setuju. Maka seluruh asset di koloni Amerika pun didepositokan di Bank Sentral Inggris sebagai jaminan atas dana yang dipinjamkan, plus bunganya. Setahun kemudian, bank milik Freemasonry itu berulah dengan menolak menerima pembayaran lebih dari 50 persen dari nilai mata uang Amerika, meski skema pembayaran utang ini diatur dalam undang-undang yang dibuat Inggris sebelum mata uang Amerika diterbitkan. Akibatnya, nilai tukar mata uang Amerika anjlok hingga setengahnya, dan Amerika terperosok dalam krisis moneter yang kemudian melebar menjadi krisis ekonomi, sosial, dan politik. Kemakmuran yang dinikmati rakyat Amerika pun berakhir. Parahnya lagi, untuk mengatasi krisis, pemerintah Inggris mengenakan pajak tambahan kepada rakyat di koloninya itu yang kemudian dikenal dengan Pajak Teh. Situasi pun semakin memburuk. Kelaparan dan kekacauan mulai terjadi dimana-mana. Dalam kondisi ini, Freemasonry-Illuminati kian getol ‘bermain’ untuk kian memanaskan situasi demi mengobarkan apa yang sebelumnya telah terjadi di Inggris dan Perancis, yakni revolusi.

Revolusi-Amerika1
Revolusi Amerika

Revolusi Amerika

GeorgeWashingtonGeorge Washington
Alexander-Hamilton

Alexander Hamilton

Sejarah mencatat, bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan rakyat Amerika yang memberontak demi mendapatkan kemerdekaannya, terjadi pada 19 April 1775. Jenderal George Washington diangkat sebagai pemimpin kaum revolusioner. Selama perang berlangsung, Konspirasi Yahudi Internasional dimana di dalamnya terdapat para Mason, Illuminati, dan para kapitalis Yahudi, bermain di dua pihak. Di satu sisi mendukung Inggris dengan cara menggelontorkan dana untuk perang dan senjata, namun di sisi lain mendukung kaum revolusioner, juga dengan uang dan senjata. Inggris akhirnya kalah, dan kaum revolusioner mendeklarasikan kemerdekaan Amerika pada 4 Juli 1776.

Konspirasi Yahudi Internasional terus bekerja untuk dapat menguasai Amerika secara politik dan ekonomi. Melalui dua agennya yang disusupkan ke Kongres Amerika yang dibentuk pascadeklarasi kemerdekaan, Alexander Hamilton dan Robert Morris, pada 1783 Konspirasi Yahudi Internasional berhasil mendirikan Bank Amerika yang merupakan cabang Bank Sentral Inggris, namun gagal menjadi lembaga yang berhak mencetak mata uang Amerika karena dicounter anggota Kongres.
RobertMorris

Robert Morris
Thomas-Jefferson1

Thomas Jefferson

Kepada rekannya, Thomas Jefferson pernah menulis surat yang isinya begini ; “Saya yakin sepenuhnya bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita daripada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu juga telah melahirkan sekelompok aristocrat kaya yang kekuasaannya mengancam pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau hak mencetak uang bagi lembaga keuangan ini, dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat Amerika sebagai pihak yang paling berhak”.

Konspirasi Yahudi marah bukan main ketika mengetahui isi surat ini. Nathan Rothschild, kapitalis Yahudi yang juga seorang Masonik, mengancam Presiden Andrew Jackson akan menciptakan kondisi Amerika yang lebih parah dan krisis berkepanjangan. Tapi Presiden tak gentar. “Anda sekalian tidak lain adalah kawanan perampok dan ular. Kami akan menghancurkan kalian, dan bersumpah akan menghancurkan kalian semua!” kata Presiden seperti ditulis Willian Guy Carr dalam bukunya Yahudi Menggenggam Dunia.

 AbrahamLincoln
Abraham Lincoln

AndrewJackson
Andrew Jackson

Konspirasi semakin marah dan menghasut Inggris agar menyerang Amerika, dan terjadilah perang pada 1816. Intervensi Yahudi di Bumi Amerika yang tiada henti, membuat negara baru itu terus bergejolak. Bahkan pada 14 April 1865, Presiden Abraham Lincoln dibunuh karena berniat mengeluarkan sebuah undang-undang yang akan menyingkirkan hegemoni Konspirasi Yahudi Internasional terhadap Amerika. Pembunuhnya bernama Dickles Booth, pembunuh bayaran yang disuruh Konspirasi untuk menghabisi nyawa sang presiden. Pembunuh berdarah Yahudi ini diketahui terkait dengan Konspirasi, karena berhubungan dengan Yahuda B. Benjamin, seorang agen salah satu pentolan Freemasonry, Rothschild, yang ditugaskan di Amerika. Booth berhasil ditangkap dan dihukum, namun hingga kini Konspirasi sama sekali tak tersentuh.

Jika saat ini kita melihat Amerika merupakan sekutu Yahudi yang paling baik, paling hormat, dan paling setia, jangan kaget, karena sejak sebelum negara itu merdeka, Yahudi sudah 'cawe-cawe'. Bahkan berdasarkan presentasi Prof. Richard Claporth diketahui kalau upaya Freemasonry cs untuk menjadikan Amerika sebagai ‘negaranya’, telah membuat seluruh warga negara itu beserta asset-asetnya, sebenarnya telah menjadi milik The Federal Reserve Bank of New York, bank milik Konspirasi, sejak 1913

fed

6: Kekejaman Federal Reserve
 
Dalam makalah yang berjudul “US Government Bankruptcy Proceeding” yang dipresentasikan Prof. Richard Claporth dalam salah satu pertemuan rutin Smart Leadership Institute, Richard menguraikan sebab-sebab kebangkrutan pemerintah Amerika Serikat. Meski hanya berisi pokok-pokok peristiwa, namun makalah tersebut penting untuk diketahui. Inilah isi salinan makalah itu yang dicuplik dari buku ‘Knights Templar. Knights of Christ’.
fed1
- Sebelum 1913, pemerintah Amerika memperoleh dana dari tarif impor. Pada saat itu belum ada pajak yang dikenakan kepada warganegara. Mata uang Amerika dibuat dari logam asli atau yang biasa dihargai/dikembalikan sebagai logam (dikenal sebagai uang asli).

- Pada 1913, para Bankers memutuskan bahwa telah terjadi kekurangan mata uang di Amerika, dan pemerintah Amerika tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua emas cadangannya telah terpakai.

- Agar ada sirkulasi tambahan uang, kelompok orang mendirikan satu bank yang dinamakan The Federal Reserve Bank of New York.

- Kemudian Federal Reserve Bank of New York menjual stock yang dimiliki dan dibeli oleh mereka sendiri senilai US$ 450.000.000 melalui Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.

- Karena bank-bank tersebut memiliki cadangan emas yang besar, maka bank-bank tersebut dapat mengeluarkan mata uang yang dengan jaminan emas dan mata uang tersebut yang disebut Federal Reserve Notes. Bentuknya sama dengan mata uang Amerika, dan masing-masing dapat saling tukar.

- Untuk membayar bunga, pemerintah Amerika menciptakan income-tax (pajak penghasilan). Jadi sebenarnya warganegara Amerika membayar bunga kepada Federal Reserve. Income tax dimulai pada 1913, pada tahun yang sama dengan pendirian Federal Reserve. Semua income tax yang terkumpul dibayarkan ke Federal Reserve sebagai bunga atas pinjaman.

- Awal 1929, Federal Reserve berhenti menerima uang emas sebagai bayaran. Yang berlaku hanya ‘uang resmi’. Federal Reserve mulai menarik uang kertas yang dijamin emas dari sirkulasi, dan menggantinya dengan ‘uang resmi’.

- Sebelum 1929 berakhir, ekonomi Amerika mengalami malapetaka (disebut masa Great Depression).

- Pada 1931, Presiden Amerika Herbert Hoover mengumumkan kekurangan budget sebesar US$ 902.000.000.

- Pada 1932, Amerika menjual emas senilai US$ 750.000.000 yang digunakan untuk menjamin stabilitas mata uang Amerika. Ini sama dengan ‘penjualan likuidasi’ sebuah perusahaan bermasalah. Emas yang dijual ini dibeli dengan potongan (discount rates) oleh bank internasional/bank asing, dan pembelinya adalah Federal Reserve di New York.
fed2
- Presiden Theodore Roosevelt mengalahkan Presiden Hoover pada pemilu 1932. Dalam sambutannya, Roosevelt mengatakan ; “Satu-satunya hal yang harus kita takutkan adalah ketakutan itu sendiri”.

- Roosevelt membuat serangkaian kebijakan untuk mereorganisasi pemerintahan Amerika, namun negara tetap bangkrut karena tak mampu membayar bunga pinjaman kepada Federal Reserve.

- Akibat kebangkrutan Amerika, maka bank-bank yang merupakan pemilik Federal Reserve memiliki SELURUH Amerika, termasuk warganegara dan aset-asetnya, sehingga jika dianologikan, Amerika sebenarnya tak lebih dari 'anak perusahaan' Federal Reserve.

- Sepekan kemudian di Parlemen dilakukan tuntutan impeachment terhadap anggota-anggota dari Dewan Federal Reserve, kebanyakan agen-agen Federal Reserve dan para manager dari Departemen Keuangan Amerika, dengan tuduhan “kejahatan luar biasa dan penyalahguanaan wewenang”, termasuk pencurian lebih dari US$ 80.000.000.000 per tahun selama lima tahun (total US$ 400.000.000.000).
dolar-freemasonry- Pada 1934, Roosevelt memerintahkan seluruh bank di Amerika untuk tutup selama sepekan, dan menarik dari masyarakat emas dan mata uang yang di-back up emas, dan menggantinya dengan “seolah-olah uang” yang dicetak Federal Reserve. Tahun itu dikenal sebagai Liburan Bank Nasional.

- Rakyat Amerika menahan emasnya karena tak mau menggunakan kertas tak bernilai yang “seolah-olah uang”. Roosevelt pun mengeluarkan perintah larangan bagi setiap warganya untuk memiliki emas, karena illegal. Aparat bahkan menyisir penduduk, dan menyita emas yang didapat dari warga. Hal ini membuat rakyat berbondong-bondong menukar emasnya dengan sertifikat/bond bertuliskan I.O.U yang ditandatangani Morgenthau, Menteri Keuangan Amerika kala itu. Hal ini merupakan perampokan emas besar-besaran yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Pada 1976, Presiden Jimmy Carter mencabut kebijakan ini.

- Pada 1963, Presiden John F. Kennedy memerintahkan Departemen Keuangan mencetak uang logam perak untuk mengakhiri kekuasaan Federal Reserve, karena dengan memiliki mata uang sendiri, maka rakyat Amerika tak perlu lagi membayar bunga kepada bank milik kaum Yahudi itu. Lima bulan setelah kebijakan dikeluarkan, Kennedy dibunuh.

- Pengganti Kennedy, Lyndon Johnson, membatalkan kebijakan Kennedy dan memerintahkan Departemen Keuangan untuk menghentikan pencetakan mata uang perak, serta menarik kembali uang perak yang sudah diedarkan, dan dimusnahkan.

- Pada hari Kennedy dimakamkan, Federal Reserve Bank mengeluarkan uang ‘no promise’ yang pertama. Uang ini tidak menjanjikan bahwa bank tersebut akan membayar dalam mata uang yang sah secara hukum, namun mata uang itu merupakan alat pembayaran yang berlaku.

- Presiden Ronald Reagan berencana memperbaiki pemerintahan Amerika sesuai aturan konstitusi. Ia ditembak beberapa bulan kemudian oleh anak teman dekatnya, Wakil Presiden George Bush. Akhirnya Reagan ‘bungkam’, dan tidak mengeluarkan kebijakan baru hingga pada 1987. Namun kebijakannya untuk mengimplementasikan konstitusi dalam pemerintahan, tidak ditanggapi sama sekali oleh para pejabatnya.

- Pada 1993, saat berpidato di parlemen, James Traficant mengutuk system Federal Reserve sebagai suatu penipuan besar-besaran. Tak lama kemudian anggota parlemen dari Partai Demokrat itu menjadi korban penyelidikan kasus korupsi, namun hingga 2002 dia tidak diadili.

- Pada uang dolar yang dicetak sebelum tahun 2000 tertera tulisan Federal Reserve Bank cabang mana yang mengeluarkan dan menjamin uang tersebut, namun pada cetakan tahun 2000 tulisan yang tertera adalah Federal Reserve System.

 BenBernake
Ben Bernake

- Pada 2002, pengadilan memutuskan James Trificant terbukti korupsi. Politikus itu marah sekali, dan mengatakan bahwa saksi-saksi yang memberatkannya di pengadilan, semuanya dipaksa untuk berbohong. Ia bahkan tak dapat menghubungi orang-orang yang menyelidiki kasus korupsinya. Dengan kata lain, kasus James merupakan kasus yang direkayasa.

- Henry Ford pernah berkata ; “Barangkali ada bagusnya rakyat Amerika pada umumnya tidak mengetahui asal-usul uang, karena jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan terjadi revolusi.”

Dengan sejarah yang seperti itu, maka tak heran jika pada pecahan uang 1 dolar Amerika pun terdapat gambar piramida dengan sebuah mata pada puncaknya yang disebut All Seing Eye, dan di bawah piramid tersebut terdapat tulisan “Novus Ordo Seclorum”. The All Seing adalah salah satu simbol Masonik. Bahkan lambang Negara Amerika adalah burung elang yang mengembangkan sayapnya dengan kedua kaki mencengkeram anak panah dan daun zaitun. Di atas kepala burung itu terdapat sekumpulan bintang yang membentuk susunan Bintang David, lambang Yahudi.

Jika dicermati dengan baik, pada lambang negara Amerika itu terdapat banyak simbol yang mengarah pada Yahudi. Misalnya, bintang di atas kepala burung yang membentuk bintang David berjumlah 13; garis pada perisai di dada burung juga berjumlah 13; jumlah daun zaitun di kaki burung juga 13; jumlah anak panah 13; dan bulu di ujung anak panah juga berjumlah 13. Untuk diketahui, 13 merupakan angka pavorit kaum Yahudi, karena jumlah suku dalam bangsa Yahudi ada 13.

7: Terbongkar Karena Disambar Petir

 Robespierre
Robespierre

Ambisi Freemasonry untuk menguasai dunia sebenarnya sudah terbongkar secara kebetulan pada 1784, atau dua tahun setelah Illuminati menyelenggarakan oikumene dengan organisasi itu di Wilhelmsbad. Awalnya, Adam Weishaupt meminta seorang temannya yang berkebangsaan Jerman, Baron Xavier von Zwack, agar merancang strategi untuk meletuskan Revolusi Perancis. Setelah rancangan selesai, bersama  sebuah dokumen berjudul Einige Originalschriften des Illuminaten Ordens yang kemudian kita kenal sebagai Protocol of The Elders of Zion atau Protocol Zions, diberikan kepada seorang kurir agar serahkankan kepada Robespierre, tokoh Illuminati Perancis,

Ketika sedang melintasi wilayah Bavaria, Jerman, kurir yang pergi dengan menunggang kuda itu disambar petir dan tewas seketika. Kepolisian Bavaria yang menangani kasusnya, melakukan identifikasi untuk mengetahui jati diri kurir tersebut, dan menemukan dokumen Einige Originalschriften des Illuminaten Ordens dalam jahitan bajunya. Semula kepolisian Bavaria tak tahu dokumen apa yang dibawa si kurir karena sarat berisi kata-kata aneh dan sulit dimengerti, sehingga karena curiga kalau kata-kata aneh itu jangan-jangan merupakan bahasa sandi, dokumen diserahkan kepada seorang pemecah sandi untuk dipelajari. Alangkah kagetnya Kepolisian Bavaria setelah sang pemecah sandi selesai bekerja, karena dokumen itu ternyata berisi sesuatu yang sangat jahat dan gila.
 BaronXavier-von-Zwack

Baron Xavier von Zwack

Raja Bavaria marah sekali mengetahui isi dokumen itu, dan memerintahkan untuk menangkap Weishaupt dengan tuduhan akan melakukan kudeta dan melakukan praktek homoseksual. Namun sebelun ditangkap, dia kabur ke Regensburg, dan ketika dikejar ke sana, dia lari lagi ke Gotha, serta meminta perlindungan kepada Duke Ernst II. Gagal menangkap Weishaupt, pada Agustus 1785 Raja Bavaria mengeluarkan perintah untuk menangkap pengikut mantan anggota ordo Jesuit yang beralih menjadi penganut Kabbalah itu. Weishaupt meninggal pada 18 November 1830 dalam usia 82 tahun.

 JacobLanz
Jacob Lanz

Meski niat jahatnya terbongkar, Freemasonry tak mundur setapak pun. Cetak biru Revolusi Perancis tetap dijalankan, dan pada Juli 1789 revolusi itu benar-benar terjadi, membuat Raja Perancis King Louis XVI dan istrinya, Marie Antoinette, ditangkap, dipenjara, dan dihukum pancung dengan pisau guilotin. Kehebatan para Mason dalam menjalankan agendanya bukan hanya karena memiliki jaringan yang luas, namun juga karena memiliki orang-orang yang secara finansial dapat diandalkan. Salah satu nama yang paling popular yang tak dapat dilepaskan dari gerakan kaum Yahudi ini adalah Dinasti Rothschild (Dinasti Tameng Merah), sebuah dinasti asal Jerman sekaligus merupakan keluarga Yahudi terkaya di dunia. Dinasti ini merupakan salah satu motor penggerak Freemasonry dan antek-anteknya, seperti Illuminati, para bankir dan kapitalis Yahudi, yang secara global disebut sebagai Konspirasi Yahudi Internasional.

 EinigeOriginalschriften-des-Illuminaten-Ordens
EinigeOriginalschriften-des-Illuminaten-Ordens

Fakta bahwa para Mason berada di balik Revolusi Perancis, diungkap De Rosanbe, wakil anggota Majelis Nasional Perancis dalam sebuah diskusi di gedung majelis. Rosanbe mengatakan; “Kita telah meyakini dengan sungguh-sungguh tentang masalah ini, yaitu bahwa Freemansonry adalah satu-satunya pihak yang merancang timbulnya Revolusi Perancis. Dari sambutan serta tanggapan yang kita peroleh dalam majelis ini menunjukkan, bahwa sebagian dari kita sudah mengetahui apa yang saya ketahui”.

 King-Louis-XVI-dan-istrinya-Marie-Antoinette
King Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette

Anggota majelis yang lain, Gommel, yang diketahui merupakan anggota The Grand Eastern Lodge Perancis atau Bluemasonry, menjawab; “Kita bukan hanya mengetahui hal tersebut, akan tetapi kita juga akan mengumumkannya kepada dunia”.
Bahkan dalam acara yang juga dihadiri para politisi dan perwakilan Liga Bangsa-bangsa (sekarang bernama PBB) itu, seorang anggota The Grand Eastern Lodge dengan lantang menimpali; “Perancang pemerintahan Perancis adalah putera Freemasonry Nasional Perancis. Dan perancang Republik Dunia besok adalah puteri Freemasonry Internasional!”

8: Revolusi Rusia

Kesuksesan Freemasonry-Illuminati bersama para kapitalis Yahudi mencetuskan Revolusi Inggris, Perancis dan Amerika, membuat gabungan organisasi-organisasi Yahudi yang kemudian akan lebih dikenal sebagai Konspirasi Yahudi Internasional, melebarkan sayap ke Rusia, dan mencetuskan revolusi di sana. Tujuannya sama, agar dapat ‘digenggam’ secara ekonomi maupun politik sehingga dapat dikendalikan seperti ketiga negara yang telah diacak-acak itu. Namun demikian sejarah mencatat, menciptakan revolusi di Rusia tidaklah mudah, karena Konspirasi membutuhkan waktu belasan tahun sebelum akhirnya Tsar Nicholas II yang kala itu berkuasa di Rusia, terguling pada Oktober 1917, saat Perang Dunia I sedang berkecamuk.

Tsar-Nicholas-IITsar Nicholas II

Sel-sel Konspirasi diduga mulai melakukan infiltrasi ke Rusia saat negeri itu dipimpin Tsar Alexander II sekitar 1885. Ketika itu kebijakan Tsar yang toleran membuat ras Yahudi yang bermukim di negara itu dapat hidup tenang dan damai, bersatu dengan penduduk asli setempat. Menurut Rizki Ridyasmara dalam buku ‘Knights Templar, Knights of Christ’, kerukunan ini membuat Konspirasi tak senang, karena jika ras Yahudi berbaur dengan orang Rusia, lambat laun jati diri keYahudian orang-orang Yahudi itu akan hilang. Padahal, mereka adalah bangsa pilihan Tuhan, sementara di luar Yahudi, atau ghoyim, adalah ras yang harus melayani mereka.

Pula, jika orang-orang Yahudi itu kehilangan sifat keYahudiannya, Konspirasi khawatir orang-orang itu tak bisa lagi diajak bekerjasama mencapai ambisi besar mereka; menguasai dunia. Dan yang membuat Konspirasi makin tak senang adalah, jika seluruh lapisan masyarakat Rusia hidup rukun dan bersatu, Konspirasi kesulitan memecah belah mereka dan memunculkan friksi-friksi yang kemudian dapat dikembangkan menjadi konflik yang berujung pada kerusuhan yang meluas. Maka, sebagai jalan satu-satunya, Konspirasi memutuskan untuk membunuh Tsar Alexander II.

 Tsar-Alexander-III
Tsar Alexander III

Pada 1866, usaha yang dilakukan Konspirasi untuk membunuh Tsar gagal total. Konspirasi tidak kehilangan akal. Dengan memperalat seorang perempuan Yahudi kaya raya bernama Hessia Helgman, Tsar dapat dipancing ke rumah perempuan itu, dan tak lama kemudian, pada 1881, Tsar menemui ajalnya. Pengganti Tsar Alexander II, Tsar Alexander III, menyelidiki kematian pendahulunya itu, namun sebelum penyelidikan tuntas, Rothschild yang merupakan pentolan Freemasonry sekaligus pemegang kedudukan penting dalam Konspirasi, mengirimkan agennya yang bernama Baron Gainsburg, untuk mengajak Tsar Alexander III bekerjasama di bidang ekonomi. Tsar yang mendapatkan sinyal bahaya dari para penasehatnya, menolak tawaran Baron. Rothschild dan Konspirasi marah bukan main. Mereka lalu sepakat untuk menghancurkan Rusia dengan segala cara. Tak lama setelah itu, seluruh negara Eropa yang dikuasai Yahudi, terutama Perancis dan Inggris, memblokade hasil industri dan perdagangan Rusia dengan beragam dalih. Akibatnya, dalam waktu singkat Rusia meluncur ke dalam krisis ekonomi yang parah dan mencapai puncaknya pada 1905.

RevolusiRusia
Revolusi Rusia

Tak hanya sampai di situ, melalui agen-agennya, Konspirasi menciptakan kekacauan dan kerusuhan dimana-mana, serta membentuk kelompok revolusioner yang menghasut masyarakat untuk tidak lagi mempercayai kaum bangsawan dan agama. Kelompok revolusioner ini kemudian menjadi Partai Komunis Rusia.

 YacobSheiff
Yacob Sheiff  Lenin
Lenin

Belum cukup sampai di situ, Konspirasi juga membenturkan Rusia untuk berperang dengan Jepang. Melalui Cohen-Lobe, sebuah perusahaan Yahudi Amerika, Konspirasi mengucurkan dana besar-besaran kepada Jepang, dan pada saat yang bersamaan memutus jalur distribusi militer dan logistik pasukan Rusia yang menuju timur jauh. Akibatnya, Rusia kalah, dan kekaisaran Rusia terpuruk Konspirasi memperburuk kondisi ini dengan melakukan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh Rusia yang membenci Yahudi, dan tak pernah sudi bekerjasama dengan mereka. Tokoh-tokoh Rusia yang dibunuh antara lain mantan Menteri Dalam Negeri Dmitry Sipyagin, mantan Menteri Pendidikan Bogoliev, mantan Gubernur Uka Yogdanovich, Perdana Menteri Rusia, dan paman Tsar Alexander III, Prince Sergey.

The-assassination-of-Alexander-II
Pembunuhan Alexander II

ChaimWeizman
Chaim Weizman


MaxWarburg
Max Warburg

Tsar marah bukan main melihat sepak terjang Konspirasi untuk menghancurkan negaranya, dan tanpa sungkan menuding organisasi persekongkolan jahat kaum Yahudi internasional itu sebagai dalang kekacauan di negerinya. Salah satu nama anggota Konspirasi yang terungkap dan dianggap bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Rusia ini adalah Yacob Sheiff, konglomerat Yahudi dari perusahaan Cohen-Lobe. Harian Perancis Le Figaro memberitakan skandal ini pada edisi 20 Februari 1932.

Keberanian Tsar menuding Konspirasi sebagai dalang kekacauan di negerinya, membuat dia dalam bahaya besar, karena kaum revolusioner Rusia bentukan Konspirasi yang telah menjadikan dirinya sebagai golongan komunis Rusia, membentuk sebuah kelompok pembunuh yang dipimpin oleh Gishuin, Iveno Aziev, dan Alexander Ilyanov yang semuanya orang Yahudi. Namun Alexander III dapat meringkus para pembunuh ini dan menjatukan hukuman mati kepada mereka dan semua yang terlibat. Adik Alexander Ilyanov, Vladimir Ilyanov, tak dapat menerima kematian kakaknya, dan bertekad untuk membalas perbuatan Tsar. Dia lalu menjadi tokoh Partai Komunis Rusia dan masyarakat dunia kemudian mengenalnya dengan nama Lenin.

 AlfredMilnerRothschild
Alfred Milner Rothschild


trotsky1
Trotsky

Alexander III turun tahta dan digantikan Tsar Nicholas II. Kala itu suhu politik Rusia masih sangat panas dan belum dapat dikendalikan. Hampir setiap hari terjadi gelombang demonstrasi dimana-mana, menuntut dilakukannya revolusi dengan mengganti sistem monarki dengan sistem pemerintahan yang non monarki. Pada 22 Januari 1905 terjadi demonstrasi besar-besaran menuju istana kekaisaran Rusia yang berakhir kacau karena kepala regu pengawal istana menembaki para demonstran, dan mengakibatkan sejumlah orang tewas dan terluka. Kejadian ini dikenal sebagai ‘Pembantaian Minggu Berdarah’. 

Belakangan terungkap, kepala regu yang melakukan penembakan adalah seorang agen Konspirasi yang disusupkan untuk menimbulkan martir di kalangan rakyat, dan membuat situasi semakin panas. Tujuan Konspirasi berhasil, Rusia memang kian bergejolak. Apalagi  karena Lenin dan Partai Komunis Rusia-nya kian unjuk gigi. Namun kekaisaran Rusia tak juga runtuh. Baru pada Oktober 1917 Partai Komunis Rusia berhasil menggulingkan kekuasaan, dan menjadi partai penguasa. Tsar Nicholas II dan seluruh keluarganya dieksekusi pada 1918, dan Rusia kemudian diubah menjadi Uni Soviet yang berfaham komunis.

Mengenai keberhasilan Lenin menggulingkan Tsar Nicholas II, Indra Adil, peneliti Zionis Internasional dalam buku ‘Konspirasi di Balik Tragedi Diana’ menyebut, sebelum memimpin Partai Komunis Rusia, pada Mei 1916 Lenin bertemu dengan tokoh Yahudi Chaim Weizman di Zurich. Dalam pertemuan itulah Konspirasi menetapkan Lenin sebagai pemimpin sebuah partai beraliran Marxisme yang akan menggulingkan Tsar Nicholas II.


Paul-WarburgPaul Warburg

Untuk mendukung upaya Lenin, menurut buku ‘Knights Templar, Knights of Christ’, Freemasonry menyediakan dana sebesar US$ 31 juta dan dukungan personil sekitar satu juta orang keturunan Yahudi Rusia dan Yahudi yang didatangkan dari berbagai wilayah, termasuk dari New York. Dana itu dikumpulkan oleh tim yang dipimpin Paul Warburg, direktur The Federal Reserve Bank, dan disetorkan langsung kepada Lenin dan Trotsky, tokoh yang juga dilibatkan dalam penggulingan Tsar Nicholas II. Dana
tersebut berasal dari Max Warburg sebanyak US$ 6 juta, dari Alfred Milner Rothschild sebanyak US5 juta, dan Jacob Schiff sebanyak US$ 20 juta.
Revolusi Rusia yang juga dikenal dengan nama Revolusi Bolsyewik, menelan korban sekitar lima juta rakyat Rusia yang rata-rata beragama Katolik Ortodoks Rusia.

9: Kelahiran Protocol of Zions

Meski sepak terjang Freemasonry untuk menguasai dunia telah berlangsung sejak 1770-an, setelah para Mason merekrut Adam Weishaupt untuk mendirikan Illuminati, namun gerakan Yahudi untuk menguasai dunia baru mengkristal setelah 204 tokoh Yahudi dari 15 negara, yang di antaranya merupakan tokoh Freemasonry dan Illuminati, bertemu di Kota Bassel, Swiss, pada 29-31 Agustus 1897 dalam sebuah kongres yang dikenal dengan sebuatan Kongres Zionis Internasional I. Pasalnya, dalam kongres inilah para tokoh Yahudi itu menyatukan suara dengan Freemasonry dan Illuminati untuk menguasai dunia dan menciptakan The New World Order atauTatanan Dunia Baru.

Mengapa kongres ini menggunakan kata “Zion”? Karena kata ini memiliki makna yang sangat penting, bahkan pada akhirnya sangat politis, karena Zion adalah nama sebuah bukit karang di sebelah barat kota Yerusalem, yang diyakini kaum Yahudi sebagai lokasi dimana King Solomon (Nabi Sulaiman as) membangun istananya yang megah, penuh dengan harta kekayaan, benda-benda mistis yang terkait erat dengan kehidupan bangsa Yahudi di zaman Nabi Musa as, yakni Tabut Suci, dan benda-benda yang terkait dengan kepercayaan Yahudi, Kabbalah.
Kata Zion pertama kali ‘dipolitisasi’ oleh Nathan Bernbaum pada 1 Mei 1776, atau hanya dua bulan setelah kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 1776. Oleh tokoh Yahudi itu, kata Zion dijadikan nama gerakan untuk mewujudkan The Promise Land dimana bangsa Yahudi dapat kembali bermukim di Palestina sebagai sebuah bangsa, dan menjadikan kota Yerusalem sebagai ibukota negaranya. Maka untuk kepentingan ini, kata nama Zion pun dipanjangi menjadi Zionisme.


NathanBernbaumNathan Bernbaum

Ide Nathan ini disambut sangat positif oleh para tokoh dan petinggi Yahudi, termasuk yang menjadi dedengkot Freemasonry-Illuminati. Namun demikian sejarah mencatat, meski Zionisme merupakan buah fikiran Nathan, tokoh Yahudi yang mencetuskan gagasan untuk mendirikan Negara Israel di Palestina adalah Yahuda al-Kalaj. Dalam buku berbahasa Ibrani dengan judul Derishat Zion yang diterbitkan pada 1826, Izvi Hirsch Kalischer antara lain menulis begini ; “Saat itu para tokoh Yahudi bukannya tidak faham bahwa tanah Palestina sebenarnya bukan merupakan hak milik mereka, namun karena Talmud, kitab bikinan para pendeta Yahudi, menyatakan tanah Palestina sebagai Tanah Yang Dijanjikan (The Promise Land) bagi bangsa Yahudi, maka tanpa reserve mereka pun mengikutinya”.
 MosesHess

Moses Hess

Moses Hess, seorang Yahudi Jerman, menanggapi gagasan al-Kalaj dengan memberikan gagasan, bahwa untuk dapat menguasai Palestina, kaum Yahudi harus menggandeng orang-orang Barat yang memiliki kepentingan yang sama untuk kembali ke Palestina setelah kekalahan memalukan atas kaum Saracen yang dipimpin Salahuddin Al Ayyubi. Dalam buku Zionisme : Gerakan Menaklukkan Dunia, ZA Maulani mengatakan, bahwa ide Hess ini didukung beberapa kolonialis Barat dengan pertimbangan, antara lain, saat itu Eropa sedang melakukan konfrontasi dengan Turki Utsmaniyah di Timur Tengah, dan Eropa juga membutuhkan ‘satu benteng’ di sana yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga dan melindungi kepentingannya di negara-negara kaya minyak itu. Yahudi bersedia mendukung para kolonialis Eropa, dan bahkan menganggap, dendam Perang Salib yang belum terbayarkan, kini menemukan momentumnya.

 TheodoreHertzl
Theodore Hertzl

Sejak itu, dengan bantuan para kapitalis Yahudi, termasuk Dinasti Rothschild, orang-orang Yahudi pun berbondong-bondong melakukan migrasi dari Eropa ke Timur Tengah, terutama Palestina dan sekitarnya. Pada 1896, Theodore Hertzel menulis buku tentang konsep pendirian Negara Israel di Palestina dengan judul Der Judenstaat (Negara Yahudi). Buku ini disambut hangat oleh para tokoh Yahudi. Mereka bahkan menghadiahi Hertzel dengan gelar Bapak Zionis Modern. Strategi perjuangan Yahudi untuk mendirikan Negara Israel, oleh Hertzel secara singkat dapat diungkapkan dalam sebuah kalimat yang singkat, namun penuh arti. Yakni; “Bila kita tenggelam, kita akan menjadi suatu kelas proletariat revolusioner, pemanggul ide dari suatu partai revolusioner; bila kita bangkit, dipastikan akan bangkit juga kekuasaan keuangan kita yang dahsyat”.

Untuk dapat mendirikan Negara Yahudi di tanah Palestina, menurut Hertzel, harus dilakukan dengan cara-cara demokratis. Hal-hal yang harus dilakukan di antaranya, memenuhi tanah Palestina dengan orang Yahudi, sehingga Yahudi menjadi mayoritas; menjadikan warga Pelestina sebagai warga minoritas dengan berbagai cara, seperti pembersihan etnis, perang, penyebaran penyakit, pembukaan lapangan kerja di negara-negara tetangga sehingga warga Palestina bekerja di sana, dan sebagainya. Bahkan dengan berani Hertzel menemui Sultan Abdul Hamid II selaku pemilik otoritas Palestina karena ketika itu Palestina memang berada di bawah kekhalifahan Turki Utsmaniyah, dan meminta agar tanah Palestina diserahkan kepada Yahudi dengan imbalan bantuan dana dalam jumlah yang sangat besar dari para kapitalis Yahudi. Namun permintaan Hertzel ditolak mentah-mentah oleh Sultan. Bahkan penguasa kekhalifahan Turki Utsmaniyah itu berkata begini; “Jangan lagi engkau membicarakan soal ini. Saya tidak akan menyisihkan sejengkal pun tanah Palestina, karena tanah itu bukan milik saya, tetapi milik rakyat. Rakyat saya berjuang untuk mendapatkan tanah itu dan menyuburkannya dengan darah mereka … Biarkanlah orang Yahudi menyimpan uang mereka yang berjuta-juta banyaknya di peti mereka”.
SultanAbdulHamid-II
Sultan Abdul Hamid II

Ucapan Sultan membuat Hertzel tersinggung. Peristiwa inilah yang mengilhami Hertzel untuk mengumpulkan tokoh Yahudi dari seluruh dunia dalam kongres di Bassel. Tujuannya, tentu saja untuk mencari solusi agar Negara Israel benar-benar dapat didirikan di Palestina. Sebenarnya, ketika kongres sedang dipersiapkan, Konspirasi Yahudi Internasional mengirimkan tiga orang utusan untuk menemui Sultan Abdul Hamid II, yakni Mezrahi Krazu, Jack, dan Lion, dengan misi meminta izin kepada Sultan agar kaum Yahudi diizinkan berziarah ke Palestina dan mendirikan perkampungan kecil di dekat Yerusalem. Jika Sultan mengizinkan, maka Konspirasi akan melunasi seluruh utang pemerintahan Sultan, mendanai pendirian armada laut, dan memberikan kredit sebesar 35 juta lire uang emas tanpa bunga untuk menggairahkan perekonomian kekhalifahan Turki Utsmaniyah. Namun lagi-lagi Sultan menolak.

the-protocols1Selama kongres digelar, 204 tokoh Yahudi yang hadir menyampaikan buah fikirannya. Rothschild bahkan menyampaikan dokumen Einige Originalschriften des Illuminaten yang disusun Adam Weishaupt, dan isi dokumen itu langsung ditanggapi secara positif oleh semua yang hadir, serta dibahas secara lebih mendalam. Bahkan disempurnakan. Menjelang kongres ditutup, dokumen itu dikukuhkan sebagai hasil kongres dan dinamai Protocol of The Learned Elder of Zion atau yang biasa disebut Protocol of Zions saja. Protocol of Zions ini menjadi pegangan bagi Konspirasi Yahudi Internasional untuk mendirikan Negara Israel di Palestina, dan menguasai dunia. Ini lah isinya ;

1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.

2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.

3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.

4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.

5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.

6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.

7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.

9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.

10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.

11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.

12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.

the-protocols2

13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.

14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.

15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.

17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.

18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.

19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.

20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.

21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.

22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.

23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.

24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.

25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya

10: Penghancuran Negara 'Musuh'
 MustafaKemalAtaturk

Mustafa Kemal Ataturk

Pasca kongres di Bassel, gerakan Yahudi kian matang dan terorganisir. Mereka bergerak menuju dua arah, yakni menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk pendirian negara Yahudi di Palestina, dan menghancurkan secara diam-diam setiap negara non Yahudi di dunia, terutama yang menunjukkan sikap permusuhan seperti kekhalifahan Turki Utsmaniyah. Dalam waktu 27 tahun setelah kongres di Bassel, pada 3 Maret 1924 kekhalifahan itu benar-benar berhasil dihancurkan dan diganti dengan negara sekuler yang dipimpin Mustafa Kemal Ataturk, seorang Yahudi Turki dari kota Salonika.

Majalah Al-Mujtama Kuwait pada edisi 425-426 yang terbit Desember 1978 membeberkan kronologis kehancuran kekhalifahan Turki Utsmaniyah yang datanya bersumber dari sebuah dokumen rahasia yang ditulis Duta Besar Inggris di Konstantinopel, Sir Gebrar Lother, untuk Menteri Luar Negeri Inggris Sir C. Harving, pada 29 Mei 1910. Dalam edisi itu, Al- Mujtama menyebut kalau upaya Yahudi menghancurkan kekhalifahan Turki Utsmaniyah dilakukan dengan cara menyusup ke berbagai sektor vital pemerintahan Turki dan kemudian melemahkannya dari dalam.

Masa-masa pemerintahan Ataturk merupakan masa-masa suram bagi Turki, karena Ataturk memperlihatkan watak asli seorang Yahudi yang membenci agama. Dia pernah melarang orang beradzan dengan menggunakan bahasa Arab, harus bahasa Turki. Ketika suatu kali dia melewati sebuah masjid dan muazin di situ tetap mengumandangkan adzan dengan bahasa Arab, masjid itu dirobohkan. Dia juga pernah mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan setiap lelaki Turki mengenakan topi Barat, padahal kala itu di Turki, topi itu dianggap sebagai lambang kekafiran. Akibatnya, banyak warga Turki yang dihukum gantung karena menolak mengenakan topi itu.

Dalam buku Al Manaratul Mafqudah yang ditulisnya, Abdullah ‘Azzam memaparkan saat-saat menjelang kematian Ataturk pada 10 November 1938. Menurut dia, sebelum meninggal, Ataturk yang dijuluki ‘Bapak Turki Modern’ menderita penyakit yang amat parah. Da menderita sirrosis hepatitis yang membuat perutnya membuncit karena adanya cairan yang mengumpul di perutnya itu. Ingatannya pun melemah, dan dari hidungnya keluar darah yang tanpa henti. Dia juga menderita penyakit kelamin karena sering bermaksiat. Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul di perutnya, dokter mencoblos perut Ataturk dengan jarum.

anti-israel

Selama sakit, Ataturk berteriak-teriak sedemikian keras sehingga teriakannya terdengar hingga teras istana. Tubuhnya pun mengurus, tinggal tulang berbalut kulit, sementara giginya banyak yang tanggal sehingga mulutnya nyaris bertemu dengan alis matanya. Selain itu, tubuhnya mengalami demam tinggi, dan tubuhnya menguarkan bau bangkai. Namun demikian, sebelum meninggal Ataturk berwasiat, jika ia meninggal, ia tak perlu dishalati.

“Pada Kamis 10 November 1938 pukul sembilan pagi lebih lima menit, pergilah Mustafa Kamal dari alam dunia dalam keadaan dilaknat di langit dan di bumi …,” tulis Abdullah ‘Azzam.
 LordArthurJamesBalfour

Lord Arthur James Balfour

Untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina, Zionis Internasional secara intens mempersiapkan ‘perebutan’ tanah Palestina dengan beragam cara, di antaranya dengan menerbitkan beragam artikel dan buku-buku yang mengklaim bahwa tanah Palestina merupakan hak bangsa Yahudi, memigrasikan orang-orang Yahudi dari seluruh dunia ke Palestina, dan sebagainya. Gelombang migrasi Yahudi ke Palestina tentu saja menimbulkan gelombang protes dari para pemimpin di Timur Tengah. Sayanganya, Pan Arab tidak sekuat dan sefanatik Pan-Yahudi yang didukung pemerintahan kolonialis Barat, sehingga pada 2 November 1917 Menteri Luar Negeri Inggris Lord Arthur James Balfour mengirimkan sepucuk surat kepada pemimpin komunitas Yahudi di Inggris, Walter Rothschild, bahwa pemerintahnya menyetujui permintaan bangsa Yahudi untuk mendirikan negara di Palestina. Namun baru pada 14 Mei 1948 negara Israel dapat dideklarasikan, karena PBB baru menyetujui berdirinya  pada 1947.

11: Siapkan Perang Akhir Zaman

Revolusi Inggris, Revolusi Perancis, ‘penguasaan’ atas Amerika Serikat, dan Revolusi Rusia hanyalah beberapa dari begitu banyak strategi yang dirancang Freemasonry-Illuminati dan para kapitalis Yahudi yang menjadi bagian dari gerakan Zinonis Yahudi Internasional untuk menguasai dunia yang maha luas ini, karena untuk mewujudkan keinginan yang terlalu ambisius dan gila itu, para petualang tersebut telah merancang sebuah grand design yang perlahan namun pasti diyakini akan terlaksana semuanya.

Revolusi Inggris, Revolusi Perancis, ‘menguasai’ Amerika, dan Revolusi Rusia hanya bagian-bagian kecil dari grand design itu yang bertujuan untuk menopang tujuan utamanya, yakni ‘menguasai dunia’, karena dengan menguasai Inggris dan Perancis pada abad-abad dimana kedua negara ini merupakan negara terkuat di Eropa dan dunia, maka dengan sendirinya sepak terjang mereka akan menjadi leluasa dan berdampak signifikan. Terbukti, dengan ‘menggenggam’ Inggris, Yahudi berhasil menguasai Amerika.

 AlbertPike
Albert Pike

Berbagai buku yang membeberkan kebusukan kelompok Yahudi ini dengan tegas mengatakan, bahwa Perang Dunia (PD) I dan II juga merupakan ulah mereka dan termasuk bagian dari grand design tersebut. Bahkan PD III yang diyakini akan menjadi perang terakhir dalam sejarah umat manusia (armageddon), telah masuk dalam rancangan itu, dan para peneliti yang data-data hasil riset dan temuan-temuannya dijadikan rujukan bagi penulisan buku-buku tersebut, meyakini, jika PD III meletus, maka saat itulah ambisi Yahudi menguasai dunia telah berhasil, karena saat itu semua negara hancur, dan Yahudi dengan negara Israelnya menjadi satu-satunya yang terkuat dan dominan, karena agenda itu disusun untuk mendekonstruksi dunia demi tujuan yang ingin dicapai.

Menurut buku ‘Knights Templar, Knights of Christ’, cetak biru PD I, II, dan III dirancang oleh seorang Brigadir Jenderal Amerika Serikat berdarah Yahudi dan termasuk seorang Masonik, Albert Pike, pada 1859 hingga 1871. Dalam hirariki Freemasonry, jenderal kelahiran Boston pada 29 Desember 1809 ini berada pada derajat ke-33 atau tertinggi. Dia juga termasuk pendiri Ancient Accepted of Scottish Rite of Freemasonry dan menjabat sebagai Grand Commander of North American Freemasonry dari 1859 hingga akhir hayatnya pada 1891. Dia juga yang membentuk organisasi kulit putih dengan misi membantai manusia negro di Amerika yang diberi nama Order of Knight of The Ku Klux Klan (KKK) yang hingga sekarang masih eksis, dan merupakan grand master sebuah kelompok pemuja Lucifer bernama The Order of The Palladium yang didirikan pada 1737 di Paris.


GiussepeMazziniGiussepe Mazzini

Selain ‘semua prestasi’ itu, Pike juga diketahui bekerjasama dengan pendiri organisasi Mafia di Italia, Giussepe Mazzini, yang juga anggota Freemasonry derajat ke-33 dan pernah memimpin Illuminati pada 1834. Bersama Mazzini dan dua tangan kanan tokoh mafia ini yang juga anggota Freemasonry derajat ke-33, Lord Henry Palmerston dari Inggris (1784-1865) dan Jenderal Otto von Bosmarc dari Jerman (1815-1898), Pike mengelola Palladian Rite yang menjadi kelompok yang memayungi seluruh kelompok Masonik di dunia. Oleh Freemasonsy, Pike kemudian dinobatkan sebagai Grand Master Illuminati dan diberi tugas menyusun rencana yang sangat sistematis untuk menguasai dunia.


Lord-Henry-PalmerstonLord Henry Palmerston

Jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara Pike mengobarkan PD I, II, dan III secara detil, Anda dapat membaca buku Yahudi Menggenggam Dunia karya Admiral Inggris William Guy Carr yang bahasa Indonesianya diterbitkan Pustaka Al-Kautsar. Namun secara garis besar dapat dijelaskan, bahwa PD I dirancang untuk diletuskan pada awal abad 20 dengan target menghancurkan kekaisaran Tzar di Rusia; PD II diletuskan pada pertengahan abad 20 dengan target merontokkan nasionalisme Jerman serta mendirikan negara Israel di Palestina; dan PD III dirancang untuk diletuskan pada awal abad 21 dengan target menghancurkan perlawanan negara-negara di Timur Tengah yang menentang keberadaan negara Israel.

 Otto-von-Bismarc
Otto von Bismarc

Dalam menjalankan agendanya, Zinos tidak kaku pada apa yang telah mereka rancang, namun disesuaikan dengan kondisi terkini dimana agenda di jalankan. Terbukti, sejarah mencatat, selain untuk meruntuhkan kekuasaan Hitler, PD II juga dicetuskan untuk membasmi Yahudi pembangkang yang tidak patuh pada rencana gerakan Zionis Yahudi Internasional.

Kala itu, pasca kongres di Bassel pada 29-31 Agustus 1897, Zionis mengorganisasikan eksodus orang-orang Yahudi dari seluruh dunia ke Palestina, namun ternyata tak semua orang Yahudi bersedia, termasuk Yahudi yang bermukim di Jerman, karena selain telah merasa nyaman hidup di sana, mereka juga tak ingin terlibat dalam konspirasi jahat terhadap dunia, sehingga pada 1920 hingga 1929 misalnya, jumlah Yahudi yang ‘hijrah’ ke Palestina hanya sekitar 100.000-an orang, sehingga dengan jumlah penduduk Palestina yang kala itu sekitar 750.000-an orang, jumlah penduduk Yahudi di ‘Tanah Yang Dijanjikan’ itu tetap minoritas. Zionis pun marah besar dan mengupayakan eksodus paksa.

Kebetulan saat itu sepak terjang Yahudi telah menimbulkan antipati dimana-mana, termasuk di Jerman, sehingga muncul sikap anti-Semit. Zionis memanfaatkan orang-orang anti Yahudi ini untuk melakukan intimidasi dan teror agar para Yahudi pembangkang itu eksodus ke Palestina.
 Suasana-PD-II

Suasana PD II

Upaya ini dipertajam dengan  memperalat seorang ahli geopolitik Universitas Munich bernama Karl Ernst Haushofer (1896-1946) untuk mendekati ketua Nazi Jerman Adolf Hitler yang juga diketahui termasuk anti-Semit. Kepada Hitler, Haushofer yang berdarah Yahudi-Jerman, mengatakan bahwa para Yahudi di negaranya dan juga di negara-negara lain di seluruh dunia, harus dihabisi karena mereka terbukti mampu berbuat banyak terhadap dunia. Selain itu, Haushofer juga memaparkan sebuah teori yang berbunyi ; “Siapapun yang menguasai Heartland, maka ia akan menguasai world island”. Yang dimaksud heartland (jantung bumi) adalah kawasan Asia Tengah, sedang world island adalah kawasan Timur Tengah. Maka Hitler pun menindas kaum Yahudi di negaranya, dan kemudian menginvasi negara-negara tetangganya, dimulai dari Polandia pada 1 September 1939, hingga ke seluruh Eropa, bahkan Asia Tenggara, serta menindas semua ras Yahudi yang berada di negara-negara itu. Maka meletuslah PD II, dan ras Yahudi pun melakukan eksodus kemana-mana demi mencari selamat, seperti ke Amerika, Australia, Asia Tenggara, dan yang terbanyak adalah, berkat bujukan dan fasilitas yang diberikan Zionis, eksodus ke Palestina.

 KarlErnstHaushofer
Karl Ernst Haushofer

Data menyebutkan, eksodus ini membuat jumlah orang Yahudi di Palestina meningkat drastis, sehingga pada 1947, total warga Yahudi di Pelestina telah mencapai 630.000 orang, sementara warga asli Palestina, karena pertumbuhan penduduk secara alami, mencapai sekitar 1,3 juta jiwa. Wikipedia menyebut, PD II jauh lebih dahsyat dari PD I, karena dari Polandia sebagai negara yang pertama kali diinvasi Jerman, perang ini melebar hingga ke seluruh benua Eropa, Asia dan Afrika, dengan jumlah tentara yang tewas mencapai sekitar 50 juta orang, dan warga sipil yang tewas mencapai 12 juta orang. Perang ini berakhir setelah Pasukan Sekutu yang dipimpin Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada 14 Agustus 1945. Haushofer yang diperalat untuk meletuskan PD II, dikabarkan bunuh diri bersama istrinya pada 1946.

 AdolfHitler
Adolf Hitler

Saat ini, disadari atau tidak, agenda Zionis untuk meletuskan PD III pada awal abad 21 sebenarnya sudah memperlihatkan tanda-tanda akan berhasil, karena kita semua sedang digiring ke arah sana. Sejak Negara Israel berdiri pada 1948, negara ini, dengan didukung Zionis Yahudi Internasional tak henti-hentinya menciptakan konflik untuk memecah belah negara-negara di dunia, sehingga ada yang pro Israel seperti Mesir, dan ada yang tidak seperti Iran. Sementara konflik ini dibangun, Yahudi juga memanaskan suasana dengan tak henti-hentinya membuat perseteruan dengan Palestina dan Libanon. Suatu saat, dan momen tersebut diperkirakan antara 2020 hingga 2025, kedua kubu ini dibenturkan hingga terjadilah PD III yang dimulai di bukit Maggido, Palestina, dan memakan waktu yang sangat lama, serta melibatkan semua negara di dunia.


pohon-gharqad-di-israelpohon  gharqad di Israel

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda; “Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu, kemudian batu dan kayu itu berkata; “Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuh dia”, kecuali pohon Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi”.

Jadi, meski sehebat apapun kaum Zionis, pada ahkhirnya mereka akan menderita kekalahan, bahkan mati, dalam perang yang dirancangnya sendiri itu.

12: Lembaga-lembaga Penghancur

Konspirasi Yahudi Internasional melakukan seribu satu cara dan strategi untuk mencapai tujuannya. Secara garis besar, enam dari tujuh strategi yang disusun Adam Weishaupt yang kemudian melahirkan Protocol of Zion, telah menjelaskan semuanya. Modal kaum Yahudi untuk melaksanakan itu semua hanya dua; uang dan emas.


Ahmad-DaniAhmad Dani

Dengan uang dan emas, penghapusan dan penguasaan seluruh penguasa pemerintahan negara-negara dunia yang berpengaruh, dapat dilakukan. Buktinya adalah Revolusi di Perancis, Inggris, Rusia, dan Amerika yang membuat negara-negara itu jatuh ke dalam cengkeraman mereka. Bahkan dalam beberapa dekade terakhir, jabatan-jabatan penting di pemerintahan negara paling adidaya saat ini, Amerika Serikat, adalah orang-orang berdarah Yahudi, bahkan merupakan seorang Mason, seperti Bill Clinton (mantan presiden Amerika Serikat), George Bush (mantan presiden Amerika Serikat), George W. Bush (mantan presiden Amerika Serikat), Paul Wolfowitz (mantan deputi Menteri Pertahanan), Madelein Albright (mantan Menteri Luar Negeri), dan Ari Fleischer (mantan seketaris pers Gedung Putih). Dengan uang dan emas, Zionis dapat mengatur semua bidang kehidupan di suatu negera, termasuk di bidang politik perpolitikan. Kejatuhan Presiden Soekarno dan naiknya Soeharto ke tampuk pemerintahan RI pada 1965 yang disebut-sebut berkat campur tangan CIA, juga dimotori Yahudi sebagai pemain di belakang layar.

IMFBanyak fakta dan bukti-bukti yang mengindikasikan bahwa Yahudi pun menjadikan Indonesia menjadi salah satu wilayah pergerakan mereka untuk menguasai dunia. Satu di antaranya adalah, cermati penampilan Ahmad Dhani, pentolan grup band Dewa yang juga pendiri  Republik Cinta Management (RCM). Belakangan ini Dhani tampil dengan jenggot yang dikepang, persis jenggot khas kaum Yahudi. Mantan suami penyanyi Maia Estianty itu bahkan mengenakan bandul kalung berbentuk bintang David, simbol Yahudi, dan pada 2006, ketika Dhani dan band Dewa-nya merilis album Laskar Cinta, Dhani membuat umat Islam sangat marah, sehingga Front Pembela Islam (FPI) sempat berniat menggugatnya dengan tuduhan melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap agama Islam. Pasalnya, bersamaan dengan launching album itu, Dhani juga merilis logo baru untuk grup bandnya itu yang berbentuk kaligrafi bertuliskan Allah dalam kerangka bintang bersegi delapan. Saat konser di Trans TV, Dani dan Dewa-nya menginjak-injak karpet berhiaskan logo itu! Tak heran jika dalam berbagai buku, termasuk buku karangan Herry Nurdi berjudul "Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia", Dhani diduga termasuk salah seorang kaki tangan Yahudi di Indonesia.


JosephStiglitzJoseph Stiglitz

Dengan uang dan emas pula penghapusan dan penguasaan atas seluruh wilayah pribadi, kekayaan keturunan, jiwa pejuang, ikatan kekeluargaan, dan agama-agama di dunia dapat dilaksanakan. Saat ini publik mungkin telah banyak yang tahu bahwa International Moneter Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) adalah lembaga-lembaga yang dibentuk dan dikelola oleh Yahudi. Dalam buku 'Zionisme : Gerakan Menaklukkan Dunia', ZA Maulani menulis, 51 persen saham di kedua lembaga ini dimiliki Amerika Serikat, dan dananya diperoleh dari Federal Reserve Bank, bank milik para Mason yang pada 1932 membuat Amerika Serikat bangkrut.

Menurut Joseph Stiglitz, mantan Kepala Tim Ekonomi Bank Dunia, ketika IMF dan Bank Dunia memasuki sebuah negara, lembaga ini mengembangkan program empat langkah, dimana tiga di antaranya adalah; pertama, Program Privatisasi, yakni program yang mengharuskan negara-negara penerima bantuan menjual BUMN-BUMN-nya kepada swasta dengan alasan untuk mendapatkan dana segar secara tunai. Stiglitz lebih suka menyebut program ini sebagai 'program penyuapan', karena ketika program ini diusulkan, IMF/Bank Dunia mengiming-imingi pejabat keuangan di negara penerima bantuan dengan komisi sebesar 10 persen yang langsung ditransfer ke rekening pribadi mereka di Swiss yang diambil dari nilai penjualan BUMN-BUMN itu.

WBKedua, all size-economic solution atau yang akrab disebut Liberalisme Pasar Modal. IMF/Bank Dunia mengatakan, dengan membuka kran investasi selebar-lebarnya, maka modal asing akan mengalir dengan deras dan dapat digunakan untuk mengatasi krisis keungan dan melakukan pembangunan. Padahal kenyataannya, Liberalisme Pasar Modal dapat menguras cadangan devisa negara penerima bantuan karena harus mendatangkan asset melalui impor dari negara-negara yang ditunjuk IMF. 
Selain itu, Liberalisme Pasar Modal sebenarnya tak lebih dari ‘proses daur uang panas’, karena dana tunai yang masuk dan biasanya diinvestasikan di bidang real estate dan valuta, akan ditarik lagi oleh pemiliknya jika di negara penerima bantuan terlihat adanya tanda-tanda gejolak yang tidak kondusif dan mengarah pada kerusuhan. Bila hal ini terjadi, agar investor mau kembali, IMF meminta negara penerima bantuan agar menaikkan suku bunga banknya menjadi 30 persen, 50 persen, bahkan 80 persen, dengan disertai persyaratan untuk men-deregulasi peraturan perbankan dengan memberlakukan kebijakan uang ketat (austerity policies), dan dihentikannya subsidi pada bidang-bidang yang berkaitan dengan kebutuhan sosial-ekonomi negara. Kedua kebijakan ini berbahaya, karena di negara-negara miskin dan negara berkembang seperti Indonesia misalnya, program pembangunan sebagian besar masih ditanggung negara, sehingga kebijakan uang ketat yang berdampak pada penghentian subsidi terhadap sektor strategis, seperti pangan, BBM, transportasi, pendidikan, dan sebagainya, selalu berujung pada krisis politik. Sementara tingginya suku bunga memukul sektor ril seperti property, dan mempersulit berjalannya roda perekonomian.

 Suasana-di-BEI
Suasana di BEI

Stiglitz dengan tegas menyatakan, masuknya investasi asing meskipun nampaknya membantu untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyak, namun pada kenyataannya, persyaratan yang dikenakan IMF/Bank Dunia dapat membunuh pengusaha lokal karena belum mampu bersaing. Khususnya dalam hal pemasaran. Tak heran jika kemudian banyak pengusaha yang bangkrut dan akhirnya menutup pabriknya.

Ketiga, pricing atau penentuan harga sesuai pasar, sebuah frasa yang terlalu manis, namun sebenarnya merupakan sebuah program yang diusulkan IMF agar negara penerima bantuan menaikkan harga komoditas strategis, seperti pangan, air bersih, dan BBM. Stiglitz menyebut, program ini merupakan program IMF untuk membuat kerusuhan di negara penerima bantuan, sehingga dia menamai program ini dengan ‘Kerusuhan IMF’.

 KerusuhanMei1998
Kerusuhan Mei 1998

Pada 1997, Indonesia terjerumus pada masalah krisis moneter parah akibat jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. IMF masuk dan ketiga program itu dijalankan. Akibatnya, masalah bukan teratasi, namun krisis justru bekembang menjadi krisis multidimensi karena melebar ke masalah sosial dan politik. Bahkan akibat kebijakan pemerintah menghapus subsidi beras dan BBM, kerusuhan hebat meledak pada 1998 yang akhirnya membuat Presiden Soeharto lengser keprabon.

Di Bolivia, gara-gara IMF menyarankan agar pemerintahan negara itu menaikkan tarif air bersih, kerusuhan meledak pada 2001. Sementara di Ekuador, gara-gara Bank Dunia menyarankan agar pemerintahan negara itu menaikkan gas untuk kebutuhan rumah tangga, kerusuhan juga meledak pada 2002. Yang lebih parah dialami Argentina. Gara-gara diperangkap IMF, negara itu mengalami kebangkrutan ekonomi pada 2002 sehingga negara itu mengalami kekacauan politik dan sosial.

Jika ditilik sejak program pertama dijalankan hingga yang ketiga, jelas sekali kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di negara penerima bantuan memang telah direncanakan sejak awal. Tak lama setelah kerusuhan meledak di Ekuador, BBC dan The Observer mendapat bocoran sejumlah dokumen dari kalangan dalam Bank Dunia yang bercap ‘Confidential’, ‘Resticted’, dan ‘Not to be Disclosed’. Di antara dokumen-dokumen itu ada yang disebut ‘Interim Country Assistance Strategy’ (Strategi Bantuan Sementara) untuk Ekuador. Dalam dokumen itu, Bank Dunia berkali-kali menjelaskan, bahwa lembaga itu berharap rencana mereka di Ekuador dapat menyalakan ‘Kerusuhan Sosial’. Rencana dimaksud adalah, membuat kejatuhan nilai mata uang Ekuador terhadap dolar sehingga 51 persen penduduk Ekuador hidup di bawah garis kemiskinan.

soros

George Soros

Apa yang dilakukan IMF dan World Bank ini sejalan dengan butir ke-6 Protocol of Zion yang berbunyi; “Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan Konspirasi akan mencapai tingkat dimana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi”. Butir ini juga yang digunakan untuk mengobarkan Revolusi Inggris, Perancis, Rusia, dan Amerika.
 the-Protocols
Juga sesuai dengan butir 14 yang berbunyi; “Setelah Konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada Konspirasi, bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan di mata mereka”. 

Ini persis dengan yang juga terjadi di Indonesia setelah tumbangnya rezim Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto. Sejak Soeharto menjadi presiden pada 1967, Soeharto ‘dielus’ Amerika Serikat dan negara-negara sekutu Yahudi lainnya sehingga mampu berkuasa selama 32 tahun secara otoriter. Selama itu, negara dan pengusaha diguyur utang yang luar biasa banyak dari berbagai lembaga keuangan dunia, termasuk World Bank dan IMF. Kemudian spekulan George Soros yang Yahudi menciptakan krisis moneter dunia yang berimbas langsung ke Indonesia dan membuat nilai rupiah terpuruk dari Rp.2.500/dolar menjadi sempat menembus angka Rp.13.000/dolar. Akibatnya, keuangan negara kolap dan perusahaan-perusahaan besar bangkrut karena tak mampu membayar utang yang jatuh tempo. IMF pun masuk dengan paket bantuan yang justru membuat Indonesia kian terpuruk. Bahkan cara pemulihan yang disarankan IMF, membuat Indonesia terjerumus pada kerusuhan besar pada 1998 yang berbuntut lengsernya Presiden Soeharto.


soehartoSoeharto

Setelah Orde Baru tumbang, muncul istilah baru, yakni era 'reformasi' dan masyarakat larut dalam euphoria sehingga menuntut mantan Presiden Soeharto diadili. Sekarang terbukti, reformasi tidak membuat negara ini menjadi lebih baik, karena sejak Soeharto berkuasa, Kospirasi Yahudi Internasional dengan gerakan Zionisnya telah berproses untuk menguasai negara ini secara diam-diam dan terselubung, dan mereka berhasil. Setidaknya, ini terbukti dengan banyaknya anak bangsa yang menjadi agen IMF (baca; Yahudi). Satu di antaranya mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Tak heran ketika kasus Century sedang heboh-hebohnya, Sri Mulyani ditarik IMF ke kantor pusatnya di Washington dan Presiden SBY mengizinkan, karena penarikan itu merupakan upaya IMF untuk menyelamatkan agen-agennya dari kesulitan yang menjerat.

Apa yang terjadi di Mesir dan Tunisia pun tak jauh berbeda, karena butir ke-7 Protocol of Zion berbunyi; “Simpati rakyat harus diambil agar mereka dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan”. Bahkan butir pertama Protocol of Zion berbunyi ; “Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan dibanding kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa”. 

Karenanya tak heran, seperti juga Soeharto, selama puluhan tahun Amerika Serikat dengan Yahudi di belakangnya, mengelus Presiden Zine al-Abidine Ben Ali dan Hosni Mubarak sehingga dapat berkuasa selama 23 dan 30 tahun dengan pola tangan besi alias diktator. Ketika Konspirasi akhirnya memutuskan untuk  mengambil alih negara itu, maka rakyat kedua negara itu diprovokasi untuk bangkit dengan mengusung slogan ‘reformasi’. Maka tergulinglah kedua presiden itu pada 14 Januari dan 11 Februari 2011.


BenAliBen Ali

Setelah kedua presiden itu terguling, Amerika Serikat, Swiss dan negara-negara Eropa lain membekukan asset milik kedua presiden itu, plus keluarganya, dan kini rakyat keduanya pun menuntut agar mereka diadili atas kejahatannya selama berkuasa secara otoriter.


MubarakHosni Mubarak

Seperti yang terjadi pada Indonesia, setelah Ben Ali dan Mubarak terguling, Konspirasi akan melaksanakan butir Protocol Zionis yang ke-12 yang berbunyi ; “Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan Konspirasi. Tidak bisa lain”. Maka tak heran, menjelang detik-detik kejatuhan Mubarak, Amerika Serikat mengusung Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman untuk menjadi presiden Mesir yang baru.

13: Penghancuran Moral

Strategi keempat, kelima, dan keenam yang disusun Adam Weishaupt adalah penghapusan dan penguasaan terhadap jiwa pejuang, ikatan keluarga, dan agama-agama dunia. Sementara Protocol of Zion yang ke-13 berbunyi; “Dengan emas, Konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan 1.000 orang ghoyim/gentiles (non Yahudi) sebagai gantinya”.

Selain itu, butir ke-8 Protocol of Zion berbunyi; “Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut”.

Bahkan butir ke-24 Protocol of Zion dengan tegas menyatakan; “Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak Konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan”.

the-new-york-timesMedia memang salah satu bidang yang paling ampuh untuk mencapai tujuan, karena melalui media, sebuah program dapat dengan cepat disebarluaskan, dan bahkan melalui media, opini publik dapat dipengaruhi. Tujuan Konspirasi Yahudi Internasional dengan ketiga butir itu jelas sejalan dengan butir keempat, kelima dan keenam dari strategi yang dirancang Adam Weishaupt. Karena itu jangan heran jika budaya dan tradisi lokal di banyak negara saat ini telah tersingkir oleh budaya yang datang dari Barat, khususnya Amerika Serikat (AS), karena dari sana lah para Yahudi mengontrol gerakan mereka untuk menguasai dunia.

Anda yang belum tahu, mungkin akan terkejut jika membaca data-data yang saya cuplik dari buku “Zionisme : Gerakan Menaklukkan Dunia” yang ditulis ZA Maulani dan dipublikasikan Pustaka Amanah, Jakarta, pada 2002, karena pada saat itu saja, penguasaan Yahudi terhadap media sudah sangat luar biasa. Inilah data-data tersebut :
Media-media kelas dunia seperti harianThe New York Times, The Wall Street Journal, dan The Washington Post adalah media-media milik pengusaha Yahudi. The New York Times milik keluarga Suzberger yang juga memiliki 36 surat kabar harian lain, plus 12 majalah, di antaranya Mc Call’s dan Family Circle. Sementara surat kabar kuning terkenal di Amerika, seperti Daily News dan The New York Post dimiliki seorang miliarder Yahudi bernama Peter Kalikow, dan harian The Village Voice milik pengusaha Yahudi bernama Leonard Stern.

Tiga majalah beken di Amerika dan di seantero dunia, yakni Time, Newsweek, dan US News and World Report, juga milik pengusaha Yahudi. Times diterbitkan oleh Warner Corporation yang pemimpin eksekutifnya seorang Yahudi bernama Steven J. Ross. Sementara penerbit buku berkelas dunia seperti Random House, Simon & Schuster, dan Time Inc. Book Co. begitu pula pimpinan eksekutif Simon & Schuster adalah Richard Snyder dan ketuanya Jeremy Kaplan. Keduanya Yahudi.

Western Publishing, penerbit papan atas dalam jajaran penerbit buku untuk anak-anak dan menguasai 50 persen pangsa pasar buku anak-anak di Amerika dan dunia, juga memiliki ketua dan pimpinan eksekutif seorang Yahudi, yakni Richard Bernstein.

disneyDi bidang televisi, Walt Disney Company yang mempopulerkan kartun Micky Mouse dan Donald Duck, juga memiliki pemimpin eksekutif seorang Yahudi, yakni Michael Eisner. Sementara di bidang perfilman, The Walt Disney Pictures Group yang masih satu perusahaan dengan Walt Disney Company, juga dipimpin seorang Yahudi, yakni Joe Roth. Perusahaan ini juga merupakan pemilik Touchstone Pictures, Hollywood Pictures, dan Caravan Pictures. Ketika Disney Company 
DannyGoldbergmasih dikuasai orang-orang non Yahudi, film-film yang diproduksi lebih mengedepankan hiburan yang sehat bagi keluarga, namun setelah diambilalih Eisner pada 1948, film-film buatan Disney diwarnai dengan kekerasan dan seks yang tak sehat untuk keluarga dan anak-anak. Disney juga merupakan pemilik taman-taman hiburan terkenal di dunia, seperti Disneyland, Disney World, Tokyo Disneyland, dan Euro Disney.

Setiap tahun Disney menjual produk bernilai miliaran dolar dalam bentuk buku, mainan anak-anak, pakaian dan film. Pada Agustus 1995, Eisner mengakuisisi perusahaan Capital/ABC, Inc. selaku pemilik ABC Television Network. Dari akuisisi ini, Einser kemudian membangun kerajaan media televisinya dengan menguasai 10 stasiun televisi di New York, Chicago, Philadelphia, Los Angeles, dan Houston. ESPN, anak perusahaan ABC Television, dikepalai Steven Bernstein yang berdarah Yahudi. Perusahaan ini pemilik saham mayoritas di Lifetime Television and Arts & Entertainment Network Cable yang memiliki sekitar 3.400 jaringan di seluruh dunia.


DannyGoldbergDanny Goldberg

LeonardGoldensonLeonard Goldenson

TedTurnerTed Turner

EdgarBronfmanEdgar Bronfman

Warner Music, salah satu perusahaan rekaman terbesar di dunia, presiden komisarisnya bernama Danny Goldberg, juga seorang Yahudi. CNN, salah satu televisi berita paling terkemuka di dunia, dimiliki Ted Turner yang berdarah Yahudi. Karenanya jangan heran jika siaran CNN mengenai negara-negara yang tidak sehaluan dengan Israel, terutama negara-negara Islam atau negara dengan mayoritas rakyatnya beragama Islam, akan selalu dipelintir sehingga cenderung subjektif dan tidak berimbang.

Orang-orang dengan wajah dan latar belakang Timur Tengah atau muslim, senantiasa digambarkan sebagai bandit, bengis, culas, tak dapat dipercaya, dan bahkan teroris.

Televisi terkemuka lainnya, ABC, CBS, dan NBC, juga dimiliki Yahudi, karena ABC dipimpin Leonard Goldenson yang berdarah Yahudi, CBS dipimpin Laurence Tisch yang juga Yahudi, dan NBC dipimpin Robert Sarnoff yang juga Yahudi.

Perusahaan film seperti MCA dan Universal Pictures dimiliki satu perusahaan, yakni Seagram Co.Ltd, dan bosnya seorang Yahudi bernama Edgar Bronfman. Bahkan Yahudi yang satu ini tercatat sebagai ketua World Jewish Congress (Kongres Yahudi Sedunia).
Melvyn Golden Meyer (MGM) yang memproduksi serial James Bond, juga milik Yahudi. Begitu pula dengan Dreamwork yang sukses dengan film-film animasi dan film berefek tinggi seperti How Train The Dragon dan The Transformer, karena perusahaan ini dibidani oleh Stephen Spielberg, David Geffen, dan Jeffrey Katzenberg yang ketiganya Yahudi.


LaurencTischLaurenc Tisch

StephenSpielbergStephen Spielberg

Dengan penguasaan yang begitu luar biasa, maka tak heran jka Amerika Serikat tumbuh menjadi negara yang paling maju di bidang perfilman, musik, dan pers, dan menjadi kiblat banyak negara, termasuk Indonesia. Dari sana pulalah lahir industri pornografi yang ditandai dengan terbitnya majalah pria dewasa Playboy, Penthouse, Hustler, dan lain-lain, dan perusahaan film yang khusus memproduksi film-film porno seperti Vivid dan Belami.

Menurut majalah Saksi edisi Februari 2006, pendiri Playboy, Hugh Hefner, merupakan anggota The Anti-Defamation League (ADL) atau Liga Anti Fitnah, sebuah organisiasi pro-Zionis yang ikut mendanai organisasi-organisasi Zionis di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Organisasi ini merupakan gerakan bawah tanah di Amerika Serikat yang memusatkan kegiatannya untuk melakukan propaganda demi menangkis semua pernyataan maupun isu-isu yang merugikan Israel dan Zionis. Direktur Nasional ADL, Abraham F. Foxman, mengatakan ; “Penguasaan industri pornografi oleh kekuatan Yahudi adalah suatu karya gemilang orang Yahudi yang mengawali berdirinya industri pornografi di dunia, dan menjadikannya sebagai bagian dari apa yang disebut sebagai The American Dream”.


 play-boy
Propaganda Yahudi untuk melaksanakan butir ke-8 dan 24 Protocol of Zion kian massif ketika industri internet berkembang begitu cepat, karena melalui industri ini, apa yang mereka produksi dapat lebih mudah disebarluaskan dan tak dapat dibendung karena dapat diakses darimana saja, seperti dari rumah, kantor, café, bahkan jalanan melalui komputer, laptop, dan handphone. Maka jangan heran jika dari waktu ke waktu orang makin terbiasa dengan seks dan kekerasan yang dipertontonkan Zionis melalui film, VCD dan DVD, sehingga apa yang dahulu tabu di negara-negara Timur seperti Indonesia, kini bukan lagi hal yang tabu, seperti misalnya saja berciuman di depan umum, dan mengumbar kata-kata vulgar.


DavidGeffenDavid Geffen

HughHefnerHugh Hefner

JeffreyKatzenbergJeffrey Katzenberg

AbrahamF.FoxmanAbraham F. Foxman

Upaya Zionis untuk mendegradasi moral anak bangsa di seluruh dunia kian ampuh dengan eksisnya Mafia di seluruh dunia. Organisasi ini, menurut buku ‘Knight Templar, Knight of Christ’, didirikan oleh Guiseppe Mazzini, Grand Master Freemasonry Italia derajat ke-33 yang juga pimpinan tertinggi Illuminati pasca meninggalnya Adam Weishaupt pada 1830.

Masonik yang hidup pada 1805-1872 ini juga merupakan tokoh di balik revolusi Italia dalam melawan Austria pada 1848 sehingga dijuluki sebagai pemimpin revolusioner negara itu, namun juga merupakan pendiri Gangster Sicilia.

Menurut Rizki Ridyasmara, penulis ‘Knight Templar, Knight of Christ’, dalam buku 'World Underworld' karya Andrew Varna yang diterbitkan Museum Press, London, pada 1957, kata Mafia merupakan gabungan kata Mazzini, Autorizza, Furti, Incendi, dan Avvelenamenti yang berarti “Mazzini memberikan hak untuk mencuri, membakar, dan meracuni”. Kata Mafia berasal dari kumpulan huruf depan kelima kata itu.

Tak jelas kapan organisasi ini berdiri, namun sejarahnya dapat dilacak dari ketika Mazzini mendirikan sebuah organisasi bernama Oblonica yang dalam bahasa latin disebut Obelus pada 1860, karena dalam organisasi ini Mazzini membentuk hirarki yang penuh kerahasiaan dan aturan yang ketat, yang kini kita kenal sebagai Mafia. Organisasi kejahatan ini menyeberang ke Amerika sekitar 1890-an bersamaan dengan terjadinya gelombang imigrasi masyarakat Italia ke benua itu, dan merajalela di sana, serta kemudian menyebar lagi ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga jangan heran jika Indonesia pernah dijadikan pangsa pasar penjualan narkotika, dan kini bahkan menjadi negara produsen yang memasarkan hasil produknya ke negara lain.


internet

Tak sulit untuk menghubungkan organisasi ini dengan Freemasonry, karena janji antara anggota Mafia, tak berbeda dengan janji seorang Mason. Dalam buku 'Handbook of Masonry', Ronayne menuliskan begini tentang janji seorang Mason ; “Kami melindungi dan menutup rapat-rapat segala bentuk kejahatan yang dilakukan Saudara kami sesama Mason … dan jika diperintahkan untuk bersaksi atas kejahatan yang dilakukan Saudara kami sesama Mason, lindungilah. Bahkan jika perlu, untuk membebaskannya, berilah jaminan bagi saudaramu itu”.

Selain itu, dalam laporan Commissione Parlamentare Antimafia (CPA) Italia yang mengkaji hubungan antara Mafia dengan politik pada 1993 menyatakan ; “Komite menemukan satu kenyataan bahwa antara Cosa Nostra (Mafia) dan institusinya memiliki keterkaitan yang sangat besar dengan Massoneria (Freemasonry)”.

mafiaMelalui Mafia, Konspirasi Yahudi Internasional yang terdiri dari para Mason, Illuminati, dan pengusaha serta kapitalis Yahudi, merekrut begitu banyak orang dari kalangan muda di negara dimana mereka bergerak, dan kemudian menyebarkan racun berupa minuman keras dan Narkotika, prostitusi, dan berbagai bentuk kejahatan yang lain. Efeknya sudah terlihat sejak beberapa dekade lalu, dimana para pemuda yang terjerumus pada minuman keras, narkotika dan prostitusi, tumbuh menjadi orang-orang yang cenderung tak bermoral, egois, tak dapat diandalkan. Bahkan menjadi pelaku kejahatan. Yahudi berhasil melaksanakan butir ke-8 dan 23 Protocol of Zion dengan sangat baik.


korban-illuminatiKorban Narkoba Illuminati

Saat ini, tengoklah, berapa banyak pemuda Indonesia yang menganut faham seks bebas, yang bahkan tak malu-malu lagi mengandung dan melahirkan tanpa didahului prosesi pernikahan? Seberapa banyakkah pemuda Indonesia yang menjadi pecandu narkoba dan minuman keras, bahkan menjadi pelanggan PSK? Jangan heran jika Indonesia sulit menjadi negara besar seperti yang dicita-citakan para The Founding Father, karena gerakan yang tak kasat mata telah membentuk masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang hedonis, individualis, dan tidak memiliki semangat juang tinggi, malas, tidak bertanggung jawab, karena telah tercekoki dengan kenikmatan dunia yang semu. Bahkan agar terus dapat mereguk kenikmatan itu, tak segan-segan korupsi jika ada kesempatan, sehingga negara ini terjerumus menjadi salah satu negara terkorup di dunia.

Jangan salah, tempat-tempat hiburan yang banyak dibangun saat ini, termasuk Disneyland, adalah salah satu cara Yahudi untuk membuat para ghoyim asyik dengan kehidupan duniawi, dan mengabaikan, bahkan melupakan kehidupan akhirat, sehingga kelak, di hari kiamat, akan menjadi teman mereka di neraka Jahannam.

14: Berawal dari Kedatangan VOC

voc2Tak ada data pasti kapan Freemasonry merasuki kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, namun Herry Nurdi dalam buku ‘Jejak Freemason & Zionis di Indonesia’ memperkirakan, para Mason memasuki Indonesia melalui anggota mereka yang berasal dari Belanda, dan datang ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada abad 17 untuk mencari rempah-rempah.

Perkiraan ini merujuk pada lambang milik perusahaan Belanda itu yang berupa huruf V besar dengan huruf O dan C yang menempel pada kedua kaki V, dan huruf A di atasnya. Jika kedua kaki huruf A ditarik hingga memanjang ke bawah dan kedua kaki huruf V ditarik hingga memanjang ke atas, maka akan terbentuk simbol bintang David, simbol Freemasonry. Lagipula dalam bahasa Belanda tidak dikenal huruf A, sehingga lambang VOC dicurigai sebagai penyamaran lambang organisasi persaudaraan rahasia kaum Yahudi itu, karena memang, sejak awal eksistensinya pun organisasi ini selalu berusaha agar tidak banyak orang yang tahu tentang keberadaannya. Bahkan karena berasal dari Belanda, di Indonesia organisasi ini dikenal dengan nama Vrijmetselarij.

tarekat-mason-bebasBerdasarkan laporan tentang sejarah para Masonik di Indonesia yang diterbitkan Paul van der Veur pada 1976 dan diberi judul ‘Freemasonry in Indonesia from Radermacher to Soekanto 1762-1962’, diketahui kalau gerakan Freemasonry di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dirintis oleh J.C.M. Radermacher. Dia jugalah yang memprakarsai pembangunan lodge pertama di Batavia yang diberi nama ‘La Choisie’ atau ‘Yang Terpilih’ pada 1762. Bahkan nama Radermacher digunakan sebagai nama sebuah organisasi yang disebut Perhimpunan Batavia untuk Kesenian dan Ilmu Pengetahuan atau Batavian Society of Arts and Science.

Nama Soekanto yang disebut dalam laporan Paul van der Veur adalah Raden Said Soekanto Tjokrodiatmojo yang kala itu menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri, dan yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit Polri di Kramatjati, Jakarta Timur, yakni RS Soekanto. Dalam bukunya, Herry Nurdi menyebut, Soekanto pernah menjadi Suhu Agung para Vrijmetselarij di Indonesia, dan sejak 1952 namanya tercatat di Lodge Purwo Daksina.

freemasonry-indonesiaPada awal-awal Freemasonry merambah Indonesia, para pengikutnya adalah orang-orang Belanda yang berdarah Yahudi dan orang Eropa non Yahudi dengan beragam profesi, terutama pedagang. Namun dalam perkembangan selanjutnya, banyak penduduk pribumi, khususnya penduduk Pulau Jawa, yang menjadi anggota organisasi ini. Bahkan Van Niel, sejarawan Amerika, menyebut, bahwa pendidikan yang disumbangkan kaum Masonik turut berperan dalam melahirkan kaum elit modern di Indonesia, karena sejak mulai berkiprah, para Masonik membangun sekolah-sekolah dan memberikan pendidikan kepada kaum miskin, serta memberikan kesempatan kepada kaum muda Jawa yang berbakat untuk melanjutkan pendidikan di Eropa. Seluruh biaya ditanggung oleh para Vrijmetselarij. Maka tak heran jika gerakan para Mason di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, begitu cepat berkembang, bahkan berhasil menarik sejumlah orang penting ke dalam organisasinya.

Selain Soekanto, menurut Herry Nurdi, Pangeran Ario Notodirodjo yang merupakan ketua Boedi Oetomo 1911-1914 juga pernah menduduki jabatan tinggi di Vrijmetselarij, dan namanya tercatat di Lodge Mataram sejak 1887. Raden Adipati Tirto Koesomo, bupati Karanganyar yang juga ketua Boedi Oetomo, juga merupakan anggota di Lodge Mataram. Pengurus Boedi Oetomo yang lain yang juga anggota Freemasonry adalah Mas Boediardjo yang pada 1916-1922 menjabat sebagai inspektur pembantu divisi Inlands Onderwijs atau Pendidikan Pribumi.

 Loji-di-Semarang
Adik Pangeran Ario Notodirodjo, Pangeran Koesoemo Yoedho, putra Paku Alam V, berkali-kali menjadi pengurus di Lodge Mataram sejak dilantik menjadi anggotaVrijmetselarij pada 1909. Bahkan pada 1930, dia menjadi pengurus pusat dan merupakan orang Jawa pertama yang mempelajari indologi di Leiden, Belanda, dan lulus ujian besar, ujian yang biasanya hanya diperuntukkan bagi orang Belanda saja.
Tokoh lain yang menjadi anggota Vrijmetselarij adalah Dr. Radjiman Wedi
odipoera, tokoh penting dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan yang menjadi ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersama mantan Presiden Soekarno. Juga Raden Saleh (1810-1880), pelukis terkenal.

Ketika Belanda menjajah Indonesia dan mengambil alih kekuasaan VOC, gerakan Freemasonry sempat menghadapi kendala berarti, karena kerajaan Belanda yang dekat dengan gereja dan para pemimpin Katolik, bersikap memusuhi para Mason, dan menganggapnya sebagai “makhluk-makhluk berbahaya bagi negara dan agama”. Namun, kuatnya jaringan para Mason, membuat gerakan Freemasonry tetap tak terbedung. Kekuatan jaringan ini antara lain karena di antara para Mason ada yang berprofesi sebagai pengusaha, petinggi militer, pengacara, notaris, pegawai pengadilan, bahkan polisi. Masonik yang berprofesi sebagai pengacara di antaranya Nicolas Maas yang merupakan anggota Lodge La Fidele Sincerete, lodge kedua yang dibangun para Mason di Batavia pada 1767; Masonik yang berprofesi sebagai tentara di antaranya Mayor Zeni C.F. Reimen yang juga anggota Lodge La Fidele Sincerete; dan yang berprofesi sebagai pegawai pengadilan di antaranya P.A. de Win, juga anggota Lodge La Fidele Sincerete.

Ketika Jepang menjajah Indonesia, para Mason sempat kocar-kacir sehingga untuk sementara gerakan organisasi Yahudi ini terhambat. Namun setelah Jepang menyerah karena dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki, dibom atom Amerika Serikat pada 14 Agustus 1945, kekuatan Freemasonry kembali menguat, bahkan terus berkembang, sehingga makin banyak lodge-lodge yang dibangun, yang pembangunannya tak hanya di Batavia, tapi juga di kota-kota lain, hampir di seluruh Indonesia, seperti di Semarang, Surabaya, Tegal, Pekalongan, dan beberapa kota di Pulau Sumatera.

Di Indonesia, lodge yang merupakan markas para Masonik untuk melakukan berbagai kegiatan untuk kepentingan organisasinya, disebut loji. Ada kisah menarik di balik pembangunan loji di Pekalongan, karena ketika pembangunan gedung ini nyaris rampung, masyarakat setempat menolak keberadaannya karena menilai acara-acara ritual yang dilakukan para Mason di loji itu, sesat. Dan saat ini, Loji tersebut dikenal dengan nama Gedong Setan. Mengapa demikian?

Seperti kita tahu, kaum Yahudi menganut Kabbalah, sebuah kepercayaan yang bersumber dari tradisi lisan Mesir kuno yang mengandung filsafat esoteris dan ritual penyembahan serta pemujaan berhala dan Lucifer, raja Iblis. Maka ketika berada dalam gedung itu, yang dilakukan para Mason bukan hanya membahas hal-hal yang terkait dengan organisasi mereka saja, tapi juga melakukan ritual-ritual untuk menyembah berhala dan setan. Itu sebabnya masyarakat Pekalongan menilai ritual yang dilakukan para Mason di lojinya sesat, dan loji itu kemudian dijuluki Gedong Setan.

15: Pengaruhi Sejarah Indonesia

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa begitu banyak tokoh Boedi Oetomo yang menjadiMason, atau bahkan mungkin tak percaya? Untuk mencapai tujuannya, Yahudi melakukan berbagai cara, termasuk menyusupi bidang pendidikan, kebudayaan, dan kesenian demi membentuk intelektual-intelektual yang dapat disusupi ke berbagai bidang pemerintahan dari suatu negara yang ingin dikuasainya, sehingga dengan demikian organisasi ini memiliki kekuatan pendukung dan pelindung yang kuat, yang memungkinkan gerakan mereka terus tumbuh dan berkembang tanpa dapat dibendung.

cuci-otakSejarah mencatat, Boedi Oetomo dikenal sebagai organisasi kepemudaan pribumi di era kolonial Belanda yang mencetuskannasionalisme dan menjadi salah satu penopang pergerakan pemuda di Tanah Air untuk melawan Belanda, namun Herry Nurdi dalam buku ‘Jejak Freemason & Zionis di Indonesia’ menyebut, lembaga pendidikan ini justru sangat menentang nasionalisme, karena sejak Vrijmetselarij ‘menunggangi’ organisasi ini, para Mason telah mencekoki para tokohnya dengan berbagai doktrin, termasuk doktrin Indonesia Baruyang dikonsep sesuai dengan tujuan mereka untuk menguasai dunia, dan sikap mereka yang menolak Islam serta Kristen, karena mereka menganut Kabbalah. Maka tak heran ketika KH. Ahmad Dahlan, salah seorang tokoh senior mereka, mengusulkan agar di organisasi mereka diadakan pengajian, mayoritas tokoh Boedi Oetomo menolak. Bahkan para penolak usulan kyai yang pada 1912 mendirikan Muhammadiyah itu tak segan-segan menghina dan menghujat Islam, serta menghasut umat Islam agar tak perlu berhaji karena hanya membuang-buang uang. Salah satu tokoh Boedi Oetomo yang bersikap keras terhadap Islam di antaranya Dr. Soetomo yang kemudian membentuk Surabaya Studie Club dan berdebat sengit dengan Sarekat Islam tentang banyak hal terkait dengan masalah-masalah ke-Islam-an, termasuk dalam hal berbangsa dan bernegara. Dalam kongres yang diselenggarakan pada 1952, Boedi Oetomo mengukuhkan kebudayaan Jawa sebagai dasar pendidikan mereka.


para-tokoh-boediotomoPara tokoh Boedioetomo

Apa yang didoktrin para Mason kepada para tokoh Boedi Oetomo antara lain dapat dilacak dari tulisan Annie Besant, pemimpin besar Theosofische Vereeninging, Perkumpulan Theosofi di Hindia Belanda (baca; Indonesia) yang juga seorang Mason keturunan Belanda. Dalam artikel berjudul Soal Doenia yang diterbitkan majalah Liberty, Surabaya, Annie menulis begini ; “Ada orang mengira bahwa nilai dari tanah Arab, Nabi Muhammad ada berlainan dari Nabi dari agama-agama lainnya. Semua itu, meskipun berlainan rupanya, dan orang menganggap apa yang menjadi kenyataan sendiri ada lebih tinggi. Padahal semua agama itu menjadi sekawan dalam Rumah Bapak ini”.


annie-besantAnnie Besant

Annie juga menyatakan, bahwa fanatisme agama adalah penyebab perseteruan dan konflik sosial di masyarakat. “Meskipun agama bukan satu-satunya faktor, namun jelas sekali bahwa pertimbangan keagamaan dalam konflik-konflik itu dan dalam eskalasinya sangat banyak memainkan peran”.


teosofi-logoTeosofi Logo

Tulisan ini jelas sekali menunjukkan doktrin antiagama dan sekuler. Doktrin inilah yang antara lain diduga kuat dicekoki kepada para tokoh Boedi Oetomo sehingga mereka ‘memusuhi’ Islam. Doktrin ini dicekoki melalui berbagai cara, termasuk melaluigerakan theosofi, sebuah gerakan yang dilembagakan dengan nama Perkumpulan Theosofi dan didirikan Freemasonry di New York, AS, pada 17 November 1875. Perkumpulan berbentuk badan internasional ini memiliki tiga tujuan utama, yakni mengadakan inti persaudaraan antara sesama manusia tanpa memandang bangsa, kepercayaan, kelamin, kaum atau warna kulit; memajukan pelajaran dengan mencari persamaan dalam agama-agama, filsafat dan ilmu pengetahuan; dan menyelidiki hukum-hukum alam yang belum dapat diterangkan dan kekuatan-kekuatan dalam manusia yang masih terpendam.

Sekilas, ketiga tujuan itu memang sangat baik dan mulia, namun jika dicermati lebih mendalam, tujuan-tujuan itu cenderung merusak agama dan tatanan hidup manusia, karena dari perkumpulan inilah kemudian muncul istilah-istilah pluralisme,kebebasan berfikir, liberalisme, bahwa semua agama itu sama, dan lain-lain, serta mendorong orang untuk mengkaji hal-hal ghaib seperti mengkaji tenaga dalam dari alam maupun dari dalam diri manusia sendiri. Bahkan saat memberikan ceramah dalam pertemuan The Indonesian-Pakistan Culture Association yang diselenggarakan di Amerika pada 9 Desember 1953, tokoh nasional yang dikenal sebagai diplomat ulung, H. Agus Salim, mengaku, kalau keterlibatannya dalam Perkumpulan Theosofimembuatnya ‘terjerumus’ ke dalam dunia politik selama lebih dari 40 tahun.h.agus-salim

“Namun di sini hendak saya ikrarkan, bahwa mulai saat ini pesan yang hendak saya bawa ialah pesan agama Islam. Saya tidak akan menghiraukan soal-soal politik, karena bila ada terdapat suatu upaya untuk menyembuhkan segala penyakit di dunia ini, saya yakin upaya itu tidak lain daripada mencari jalan menuju ke Allah, dan memperjelas jalan itu,” tegasnya.

Tak lama setelah mengeluarkan pernyataan ini, Agus Salim keluar dari PerkumpulanTheosofische Vereeninging, Perkumpulan Theosofi di Indonesia.


Achmad-SubardjoAchmad Subardjo

Tokoh nasional yang lain yang pernah tercatat sebagai tokoh Perkumpulan Theosofi, menurut Herry Nurdi dalam buku ‘Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia’, adalah ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat, dan Achmad Subardjo, salah seorang menteri dalam kabinet pertama yang dibentuk Presiden Soekarno. Dr. Radjiman adalah propagadis terkemuka dari Theosofi yang menyebarkan ajaran-ajaran Theosofi melalui cerita-cerita wayang.

Bukti bahwa Boedi Oetomo dibina oleh Vrijmetselarij di antaranya adalah, Kongres I organisasi ini pada 1926 terlaksana berkat inisiatif Theosofische Vereeninging dan diselenggarakan di Loji Broederkarten sehingga sempat menimbulkan gelombang protes di kalangan pemuda dalam anggota organisasi itu, dan Kongres II diselenggarakan di Loji Mataram dan dihadiri Bupati Karanganyar, Surakarta, Raden Adipati Tirto Koesomo yang merupakan tokoh Vritmetselarij dan tercatat sebagai anggota Loji Mataram sejak 1895.

Karenanya, menurut Herry Nurdi, tidak berlebihan jika disebutkan bahwa gerakan-gerakan awal di Indonesia untuk meraih kemerdekaan, bahkan gerakan yang dianggap pemerintah sebagai pelopor kebangkitan Indonesia seperti Boedi Oetomo, sangat terwarnai, bahkan dipengaruhi gerakan Zionis Internasional melalui Vrijmetselarijsebagai kepanjangan tangannya di Indonesia. Bahkan cermati baik-baik tulisan pada lambang negara Amerika Serikat, burung rajawali, yang berhiaskan tulisan ‘E Pluribus Unum’ dengan tulisan pada lambang negara Indonesia, garuda, yang berhiaskan tulisan ‘Bhineka Tunggal Ika’. U Pluribus Unum berarti ‘satu dari yang banyak’, sementara Bhineka Tunggal Ika berarti ‘meski berbeda-beda namun tetap satu’. Kedua kalimat itu memiliki makna yang sama.


Lambang-negara-Indonesia-dan-Amerika 
Lambang negara Indonesia dan Amerika Serikat

Selain persamaan makna kata itu, coba cermati baik-baik lambang negara Indonesia dan Amerika, akan terlihat mirip, dan bahkan sama-sama memiliki perisai di dadanya. Menurut Herry Nurdi, lambang negara Indonesia sebenarnya merupakan bentuk lain dari Dewa Horus, salah satu simbol suci bagi masyarakat Yahudi.

Tentang hal ini, penulis buku ‘Jejak Freemason & Zionis di Indonesia’ ini merujuk pada penjelasan tentang lambang negara yang tercantum dalam lembaran negara Peraturan Pemerintah (PP) No. 66/1951 tanggal 17 Oktober 1951 tentang Lambang Negara. Pasal 3 PP ini dijelaskan, bahwa “Burung garuda yang digantungi perisai itu ialah lambing tenaga pembangun (creative vermogen) seperti dikenal pada peradaban Indonesia. Burung garuda dari mythology menurut perasaan Indonesia berdekatan dengan burung elang rajawali. garuda-mitosBurung itu dilukiskan di Candi Dieng, Prambanan, dan Panataran. Ada kalanya dengan memakai lukisan berupa manusia dengan berparuh burung dan bersayap (Dieng); di candi Prambanan dan di candi di Jawa Timur rupanya seperti burung, dengan berparuh panjang berambut raksasa dan bercakar. Lihatlah lukisan garuda di candi Mendut, Prambanan, dan candi-candi Sukuh, Kendal di Jawa Timur”.

Kalimat-kalimat yang di-bold dan digarisbawahi memiliki penggambaran yang sama persis dengan sekripsi wujud Dewa Horus, yakni berupa manusia berparuh burung dan bersayap, berambut, dan bercakar.

16: Makin Kuat Mencengkeram Indonesia

freemasonryAwal-awal kemerdekaan merupakan awal-awal yang menegangkan bagi parapelaku sejarah, terutama yang beragama Islam, karena pada saat inilah mereka harus ‘berhadap-hadapan’ dengan wakil paraFreemasonry yang ingin ‘menggenggam’Indonesia sebagaimana organisasinya telah menguasai Amerika. Mengapa organisasi persaudaraan rahasia Yahudi itu sangat menginginkan Indonesia? Jawabannya mudah.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil bumi seperti rempah-rempah, minyak, emas, perak, batu bara, dan sebagainya, dan merupakan negara yang amat luas dengan jumlah penduduk yang sangat banyak. Untuk dapat menguasai dunia, Yahudi membutuhkan sumber dana yang tak terbatas, maka strategi Adam Weishaupt diberlakukan di sini, yakni penghapusan dan penguasaan seluruh lahan pribadi dan kekayaan keturunan.

Dengan menerapkan strategi penghapusan dan penguasaan kekayaan keturunan, maka dapat dimengerti mengapa tak lama setelah Soeharto diangkat menjadi presiden untuk menggantikan Soekarno pada 12 Maret 1967, dengan dalih kerjasama dalam bentuk kontrak karya, pada tahun itu juga Soeharto dengan ikhlas ‘menyerahkan’ lahan tambang di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, untuk dikelola Amerika. Hingga kini Indonesia hanya menikmati secuil dari cadangan kekayaan alam di sana, karena 81,28% saham di PT. Freeport Indonesia, freeport-indonesiaperusahaan pengelelola lahan tambang itu, dikuasai Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc., yang berkantor pusat di New Orleans. Gilanya lagi, 9,4% saham di PT. Freeport Indonesia dimiliki PT. Indocopper Investama yang 100% sahamnya dimiliki Freeport-McMoran Copper & Gold Inc., sementara saham pemerintah Indonesia sebagai pemilik lahan hanya 9,32%!

Padahal, cadangan tembaga di Tembagapura itu disebut-sebut sebagai ketiga terbesar di dunia, sedang cadangan emasnya merupakan yang terbesar di dunia. Per tahun, dari lahan ini PT. Freeport Indonesia mengeduk pemasukan sedikitnya US$ 2,3 miliar.

Selain beroperasi di Indonesia, Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. juga menggarap lahan tambang di Colorado, New Mexico, dan Arizona, ketiganya di Amerika Utara. Juga beroperasi di Chili dan Peru (Amerika Selatan), serta Kongo (Afrika).

Dengan strategi penghapusan dan penguasaan seluruh lahan pribadi, sejak awal kebangkitan Indonesia pascakemerdekaan, terutama selama era Orde Baru,Freemasonry melalui para Mason-nya di Indonesia, mempropagandakan ide-ide yang menyatakan bahwa produk luar negeri lebih bermutu dibanding produk dalam negeri, dan orang akan merasa lebih bergengsi bila dapat mengonsumsi atau mengoleksi barang-barang buatan luar negeri, sehingga apapun yang diproduksi dari luar negeri, terutama Amerika Serikat, laris dibeli oleh orang Indonesia. Maka tak heran jikapemerintah harus berjuang habis-habisan agar bangsa Indonesia lebih mencintai produknya sendiri. Hingga kini, karena ide-ide itu telah tertanam kuat di benak sebagian bangsa Indonesia, terutama di kalangan atas, upaya pemerintah tidak sepenuhnya berhasil. Maka jangan heran jika produk KFC, Mc Donald dan sebagainya, sangat laris, sementara produk sejenis (ayam goreng atau fried chicken) yang dijual di restoran Indonesia dan warteg, hanya menjadi konsumsi masyarakat kalangan bawah, serta sebagian kalangan menengah. Jadi tanpa kita sadari, sejak awal Soekarno terguling pada 1967, Yahudi melalui Freemasonry tak hanya menjadikan Indonesia sebagai ‘lumbung uang’ yang dapat dikeruk setiap hari, tapi juga menjadikan negara ini sebagai pangsa pasar produk-produk yang juga mereka hasilkan.

Di dunia hiburan, mereka menjadikan Amerika sebagai yang terdepan, sehingga dibanding film-film dan musik yang dijual negara lain, penduduk Indonesia lebih menyukai film-film dan musik buatan Amerika, bahkan menjadikan negara itu sebagai barometer. Jadi, sekali lagi, tanpa disadari kita sebenarnya telah dikepung Yahudi dari berbagai arah agar mereka mendapatkan income sebesar-besarnya dari Indonesia demi tujuan menguasai dunia.

Puncak ketegangan para pejuang non Masonik dengan para Masonik pada awal-awal kemerdekaan Indonesia, menurut Herry Nurdi dalam buku “Jejak Freemason & Zionis di Indonesia” adalah hilangnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta atau The Jakarta Charter yang menjadi pembukaan UUD 1945. Ketujuh kata dimaksud adalah “ …dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.


mohamad-hattaMohamad Hatta

Piagam Jakarta dirumuskan oleh tim sembilan yang terdiri dari Soekarno, Muhammad Hatta, AA Maramis, Abikoesno, Tjokrosoejoso, Prof. Abdul Kahar Muzakir, Haji Agus Salim, Achmad Soebardjo, Abdul Wachid Hasyim, dan Muhammad Yamin, dan ditetapkan pada 22 Juni 1945. Ketujuh kata itu hilang pada 18 Agustus 1945 atau sehari setelah teks Proklamasi dibacakan. Salah seorang yang berperan atas hilangnya kata itu adalah Muhammad Hatta.

Dalam buku berjudul “Sekitar Proklamasi 17 Ags 45” pada bab 5, Bung Hatta menjelaskan; “pada sore hari saya menerima telepon dari Nisyijima, pembantu Admiral Mayeda, yang menanyakan dapatkah saya menerima seorang opsir kaigun (Angkatan Laut Jepang), karena ia mau mengemukakan suatu hal yang sangat penting bagi Indonesia. Nisyijima sendiri yang menjadi juru bahasanya. Saya persilahkan mereka datang. Opsir itu yang saya lupa namanya, datang sebagai utusan Kaigun untuk memberitahukan dengan sungguh-sungguh, bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik dalam daerah-daerah yang dikuasai oleh Angkatan Laut Jepang berkeberatan sangat terhadap bagian kalimat dalam pembukaan UUD yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Mereka mengakui, bagian kalimat itu tidak mengikat mereka, hanya mengenai rakyat yang beragama Islam. Tetapi tercantumnya ketetapan seperti itu di dalam suatu dasar yang menjadi pokok UUD berarti mengadakan diskriminasi terhadap golongan minoritas. Jika ‘diskriminasi’ itu ditetapkan juga, mereka lebih suka berdiri di luar Republik Indonesia”.

Atas hilangnya tujuh kata itu, Muhammad Roem mengatakan begini; “Hilangnya tujuh perkataan itu dirasakan oleh umat Islam sebagai kerugian besar dan tak jarang yang menyayangkannya. Tetapi, karena hilangnya tujuh kata itu dimaksudkan agar golongan Protestan dan Katolik jangan memisahkan diri dari Republik Indonesia, maka umat Islam merelakannya. Karena itu Menteri Agama Jenderal Alamsyah Ratu Prawiranegara menamakan Pancasila adalah hadiah terbesar yang diberikan umat Islam kepada RI”.

Namun dalam pengantar buku “Piagam Jakarta 22 Jumi 1945” yang ditulis H. Endang Saifuddin Anshari, Roem mempertanyakan begini ; “Apakah opsir Jepang tersebut wakil dari Kaigun? Darimana Kigun mengambil wewenang untuk menjadi penyambung lidah golongan Protestan dan Katolik? Apakah ada resolusi yang diambil oleh golongan Protestan dan Katolik, bahwa mereka lebih baik di luar Republik Indonesia kalau ketujuh kata itu ada dalam preambule UUD 1945? Bukankah dalam panitia sembilan yang merumuskan dan menandatangani Piagam Jakarta 22 Juni 1945 itu antara lain duduk Mr. AA Maramis yang dapat dipandang mewakili golongan Kristen? Bukankah dalam pleno BPUPKI yang menerima bulat Piagam Jakarta tanggal 11 dan 16 Juli 1945 itu terdapat pula orang-orang Kristen lainnya, antara lain Mr. Latuharhari, seorang pemimpin terkemuka?”

Jadi jelas ada yang bermain di balik hilangnya ketujuh kata tersebut, dan diduga kuat para Mason lah pemain tersebut, karena Yahudi tak menyukai agama, termasuk Islam, dan Yahudi tak ingin Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim, menjadi negara yang berlandaskan Islam. Mereka ingin Indonesia menjadi negara sekuler, negara yang tidak membaurkan agama dengan pemerintahan. Apalagi karena seperti telah diulas sebelumnya, Haji Agus Salim dan Achmad Soebardjo merupakan anggota Perkumpulan Theosofi, sehingga dapat dianggap termasuk kaum Masonik.

Dalam buku “Jejak Freemason & Zionis di Indonesia”, Herry Nurdi bahkan menengarai kalau Muhammad Yamin pun seorang Masonik karena dia anggota senior Jong Sumatrenan Bond atau Ikatan Pemuda Sumatera, organisasi yang didirikan di kawasan Weltervreden yang sekarang bernama Gambir. Organisasi ini berdiri karena difasilitasi Perhimpunan Theosofi atau Theosofische Vereniging. Bukti bahwa organisasi ini terkait dengan Freemasonry dapat diendus dari monumen yang dibangun organisasi ini di lapangan Segitiga Michiels, persis di depan Oranje Hotel yang kini bernama Hotel Muara, pada 6 Juli 1919. Monumen yang rampung pada 1920 itu berbentuk obelisk dengan paramida pada puncaknya, serta bola dunia bertengger di atas puncak itu. Obelisk, piramida, dan bola dunia adalah simbol-simbol agung Freemasonry. Herry menulis, dari organisasi inilah Muhammad Yamin kemudian terjun ke percaturan politik Tanah Air, dan menjadi salah satu dari tiga tokoh yang membuat lambang negara Indonesia, burung garuda. Dua tokoh lainnya adalah Sultan Hamid II dan Ki Hajar Dewantara.

m.yaminki-hajar-dewantarasultan-hamid-ii

M.Yamin  Ki Hadjar Dewantara Sultan Hamid II

Sultan Hamid II dan Ki Hajar Dewantara, menurut Herry Nurdi, memiliki kaitan erat dengan Vrijmetselarij atau Freemasonry, karena Ki Hajar Dewantara merupakan salah seorang anggota senior sekaligus pendiri Boedi Oetomo yang ditunggangi organisasi persaudaraan rahasia Yahudi tersebut. Sedang Sultan Hamid II yang lahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie pada 12 Juli 1913 adalah keturunan Abdul Rachman, Sultan Pontianak yang terdaftar dalam persaudaraan Vrijmetselarij di Surabaya pada 1944.

Jenjang pendidikan Sultan Hamid II adalah sekolah dasar Belanda, bahkan termasuk salah seorang Indonesia yang disekolahkan di sekolah militer Belanda di Breda. Pada masa kemerdekaan, Sultan Hamid II diangkat Soekarno menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio. Ketika Soekarno membentuk Panitia Lencana Negara pada 10 Januari 1950, dia ditunjuk sebagai kordinatornya. Lambang negara hasil buatan panitia ini, lambang garuda, diperkenalkan Soekarno kepada seluruh masyarakat Indonesia pada 15 Februari 1950.

17: Soekarno pun Terguling


soekarno3Soekarno
Patut untuk mencurigai, bahwa Indonesia sebenarnya mengalami nasib yang tak jauh berbeda dengan Amerika Serikat (AS), yakni sudah dicengkeram dengan erat oleh Yahudi melalui Freemasonry dan gerakan Zionis Yahudi Internasionalnya. Hanya saja, jika AS dijadikan sebagai basis pergerakannya untuk menguasai dunia, sehingga negara itu dijadikan yang terhebat, bahkan sangat berpengaruh, Indonesia sebaliknya.

Karena Indonesia hanya satu dari begitu banyak negara di dunia yang mungkin saja hanya dijadikan sebagai lumbung untuk mendapatkanincome sebanyak-banyaknya, maka seperti inilah yang kita alami sekarang; tidak maju-maju, bahkan terpuruk akibat berbagai persoalan yang datang silih berganti, seperti tak ada habisnya, namun tak mampu diselesaikan hingga tuntas oleh pemerintah.

Kasus Freeport merupakan salah satu kasus yang memilukan, karena meski cadangan tembaga yang terkandung di bumi Tembagapura merupakan ketiga terbesar di dunia, dan cadangan emasnya merupakan yang terbesar di dunia, kita nyaris tidak menikmatinya sama sekali, mengingat saham pemerintah hanya 9,32%!

Anda yang belum tahu mungkin terkejut, karena the founding father kita, Soekarno, ternyata juga seorang keturunan Yahudi. Mengutip dari Dr. Abdullah Tal, seorang peneliti muslim yang menulis artikel berjudul “Al Af’al Yahudiyah Fi Ma’aqalil Islami’ yang diterbitkan Al Maktab Al-Islamy, sebuah media terbitan Beirut, Herry Nurdi dalam buku “Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia” menyebut kalau Soekarno adalahketurunan Yahudi dari suku Dunamah, salah satu suku Yahudi yang bermukim di Turki. Karena itu, Abdullah Tal tak heran ketika Soekarno masih menjadi presiden, dia menerimakomunis sebagai orientasi pembangunan negara dengan doktrin Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis), dan tak heran pula jika Soekarno memenjarakan sekian banyak kawan seperjuangannya yang berasal dari kalangan Islam, seperti Muhammad Natsir, Dr. Sjahrir, Burhanuddin Harahap, Mohammad Roem, dan lain sebagainya, serta membubarkan Masyumi.

Sayangnya, Herry tidak mendapatkan sumber pasti tentang silsilah Soekarno, namun berhasil mendapatkan data kalau ayahanda Soekarno merupakan seorang anggota Perkumpulan Theosofi di Surabaya. Karena status ayahandanya inilah Soekarno dapat dengan bebas memasuki perpustakaan Perhimpunan Theosofi di Surabaya, dan membaca koleksi buku-buku di situ. 

Tentang hal ini, Soekarno pernah berkata ; “Kami mempunyai sebuah perpustakaan yang besar di kota ini (Surabaya) yang diselenggarakan oleh perkumpulan Theosofi. Bapakku seorang Theosof, karena itu aku boleh memasuki peti harta ini, dimana tidak ada batasnya buat seorang yang miskin. Aku menyelam lama sekali di dalam dunia kebatinan ini. Dan di sana aku bertemu dengan orang-orang besar. Buah fikiran mereka menjadi buah fikiranku. Cita-cita mereka adalah pendirian dasarku …”

Dasar negara Indonesia, Pancasila, termasuk salah satu hasil pemikiran Soekarno yang disampaikan dalam sidang BPUPKI. Ketika pertama kali disampaikan, kelima dasar tersebut adalah kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atauperikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, danketuhanan. 

Ketika menjabarkan tentang nasionalisme dan internasionalisme, Soekarno mengatakan begini ; “Saya mengaku, pada waktu saya berumur 16 tahun, duduk di bangku sekolah H.B.S di Surabaya, saya dipengaruhi seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran kepada saya. Katanya, jangan berfaham kebangsaan, tetapi berfahamlah rasa kemanusiaan sedunia. Jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikit pun. Itu terjadi pada tahun 17. Tetapi pada tahun 18, alhamdulillah, ada orang lain yang memperingati saya, ialah Dr. Sun Yat Sen! Di dalam tulisannya, “San Min Chu I” atau “The Three People’s Principles”, saya mendapatkan pelajaran yang membongkar kosmopolitanisme yang diajarkan A. Baars itu. Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan oleh pengaruh “The Three People’s Principles”. Maka oleh karena itu, jikalau seluruh bangsa Tionghoa menganggap Dr. Sun Yat Sen sebagai penganjurnya, yakinlah, bahwa Bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan hormat sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr. Sun Yat Sen, sampai masuk liang kubur”.

A Baars, menurut Herry Nurdi, berdasarkan penjelasan Soekarno sendiri, adalah seorang penganjur Marxis dan termasuk orang yang kemudian menumbuhkan benihkomunisme di Indonesia. Bahkan dia menjadi anggota Partai Komunis Indonesiayang didirikan Semaun dan Darsono. Sedang Dr. Sun Yat Sen adalah tokoh Revolusi Tiongkok dan pendiri Partai Kuomintang. Besar kemungkinan Sun Yat Sen juga seorang Freemasonry Cina yang pada 1912 mendirikan Tiongkok Merdeka, karena seperti yang mungkin juga telah Anda ketahui, bahwa teori komunisme, marxisme, dansosialisme, dicetuskan oleh Karl Marx, seorang pemikir Yahudi pada abad 18. Dengan komunisme lah, serta dukungan Freemasonry, Lenin berhasil menggulingkan kaisar Rusia, Tsar Nicholas II, melalui revolusi pada Oktober 1917. Yahudi menciptakan komunis untuk menjauhkan manusia dari agama.


dr-sun-yat-sendr Sun Yat Sen

semaunSemaun

karl-marxKarl Marx

Seorang ilmuwan lulusan Madina University, Abdullah Pattani, pernah secara khusus menelaah lima dasar yang dicetuskan Soekarno, dan menuliskannya menjadi sebuah artikel berjudul ‘Freemasonry di Asia Tenggara’ yang dipublikasikan oleh Madinah Al-Munawarah. Dalam artikel tersebut dinyatakan, bahwa ada kemiripan antara lima dasar tersebut dengan dasar-dasar yang digunakan Zionis sebagai ladasan gerakannya, dan konsep Sun Yat Sen, karena dasar-dasar gerakan Yahudi adalah internasionalisme, nasionalisme, sosialisme, monotheisme cultural, dan demokrasi. Sedang konsep Sun Yat Sen adalah mintsu (nasionalisme), min chuan (demokrasi), danmin sheng (sosialisme). Soekarno sendiri pernah memeras kelima dasar yang dicetuskannya hingga menjadi tiga dasar yang dikenal dengan istilah trisila, yakni sosio nasionalisme atau kebangsaan dan prikemanusiaan, sosio demokrasi yang mencakup demokrasi dan kesejahteraan nasional, dan ketuhanan. Bahkan trisila tersebut pernah diperas lagi hingga hanya menjadi satu sila, yakni gotong royong.

“Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Negara yang kita dirikan haruslah negara gotong royong! Alangkah hebatnya! Negara gotong royong!” ujar Soekarno.

Namun apapun dan bagaimanapun sepak terjang Freemasonry di Indonesia, pada akhirnya membuat Soekarno gerah dan pada.27 Februari 1961 presiden pertama RI itu mengeluarkan peraturan yang dicatat dalam Lembaran Negara nomor 18 Tahun 1961 tentang pelarangan aktifitas tiga buah organisasi yang terkait dengan organisasi persaudaraan rahasia Yahudi itu, yakni Vrijmentselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmemant Movement, dan Ancien Mystical Organization of Sucen Cruiser (Amorc). Soekarno maupun Sekretariat Negara tidak menjelaskan secara detil apa dasar pelarangan tersebut, selain penjelasan bahwa ketiga organisasi itu dilarang karena merupakan organisasi yang memiliki dasar dan sumber dari luar Indonesia yang tidak sesuai dengan kepribadian nasional. Peraturan ini dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 Tahun 1962 tentang Pembubaran dan Pelarangan Vrijmetselarij atau Freemasonry.

Lima tahun setelah Keppres ini keluar, atau pada 1967, Soekarno terguling dari jabatan sebagai presiden, dan digantikan oleh Soeharto. Pada 2000, atau 33 tahun setelah Soekarno turun tahta, Presiden Abdurrahman “Gus Dur” Wahid mencabut Keppres nomor 264/1962  dan menggantinya dengan Keppres nomor 69 Tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000. Sejak itu ketiga organisasi yang dilarang pada zaman Soekarno, kembali aktif di Indonesia. Begitupula dengan organisasi-organisasi Yahudi yang lain, seperti Liga Demokrasi, Rotary, Divine Life Society, dan Organisasi Baha’i, karena menjadi resmi dan sah untuk kembali eksis di Indonesia. Tak heran jika pernah berhembus isu kalau Gus Dur termasuk salah satu kaki tangan Zionis di Indonesia. Apalagi karena dia juga diketahui dekat dengan Israel.

18: Simbol-simbol Suci

Simbol atau lambang merupakan tanda pengenal bagi sebuah organisasi. Bahkan karena simbol atau lambang, orang dengan cepat mengetahui dan mengenali organisasi tersebut. Sebagai sebuah organisasi,Freemasonry juga memiliki simbol. Uniknya, karena organisasi ini bersifat tertutup dan rahasia, organisasi persudaraan kuno bangsa Yahudi ini memiliki simbol lebih dari satu.Lambang jangkar dengan penggaris sikuyang diposisikan sedemikian rupa seperti image utama artikel bersambung ini, hanya satu di antaranya.
Keunikan Freemasonry yang lain adalah, organisasi ini memiliki kode-kode agar antarsesama anggota dapat saling mengenali, namun orang di luar organisasi ini takkan tahu. Mereka bahkan memiliki tata cara pergaulan yang khas yang tidak dimiliki organisasi lain yang non Yahudi.

Berikut simbol-simbol Freemasonry tersebut yang datanya dicuplik dari buku ‘Knight Templar, Knight of Christ” karya Rizki Ridyaswara.


all-seeing-eyeAll Seeing Eye

Lambang ini pasti telah sangat akrab dengan Anda karena dapat ditemukan pada uang kertas pecahan satu dolar Amerika, dan telah sering pula dibahas para pecinta teori Konspirasi. Simbol ini berupa piramida dengan puncak terpisah dari badannya, dan pada puncak tersebut terdapat sebuah mata yang digambarkan tengah melihat ke segala arah. Bila Anda pernah berkunjung ke lodge-lodge paraMason dimana pun di seluruh dunia ini, dan juga ke sinagog yang merupakan kuil tempat kaum Yahudi beribadah, simbol ini juga dapat ditemukan.

Piramid pada simbol ini merupakanrepresentasi dari Piramid Cheops, kuburan Fir'aun yang terbesar. Mengapa merepresentasikan hal ini? Jawabannya adalah, ajaran Kabbalah yang dianut Yahudi, termasuk pada Mason, merupakan ajaran yang juga dianut para penyihir raja yang ditenggelamkan Allah di Laut Merah tersebut. Sedang mata pada puncak piramid merepresetasikan Mata Dewa Horus (Dewa Matahari), salah satu dewa yang disembah kaum Yahudi selain Lucifer, raja iblis yang dianggap Tuhan oleh mereka.

Bukti bahwa Yahudi menganggap Lucifer sebagai Tuhan, bisa dikaji dari tulisan Albert Pike, grand master Illuminati pengganti Adam Weishaupt, dalam tulisan berjudul ‘Moral dan Dogma’. Pada halaman 321 dan 567 tulisan tersebut terdapat kalimat yang menyatakan bahwa Lucifer adalah Sang Cahaya Pembimbing dan Malaikat Cahaya. Bahkan dalam tulisannya yang berjudul ‘The Lost Keys to Freemasonry’ yang terbit pada 1979, pada halaman 48 Manly P. Hall, seorang Mason, berkata, bahwa para Mason juga mempelajari berbagai keterampilan tangan dan meyakini, bahwa hal tersebut sepenuhnya dibimbing oleh tangan Lucifer.


Star-of-DavidStar of David

Freemasonry meletakkan Mata Horus di puncak piramida sebagai penegasan bahwa ‘Mata Tuhan’ melihat dan mengawasi aktifitas mereka dan para ghoyim (non Yahudi), serta konsisten untuk mencapai tujuan menguasai dunia. Simbol ini diputuskan untuk diterakan pada uang satu dolar Amerika dan menjadi salah satu lambang negara itu, pada 1776 dalam sebuah pertemuan rahasia yang diselenggarakan para anggota Kongres Konstitusi Amerika yang di antaranya merupakan seorang Mason dan tokoh Illuminati.
Ini lambing yang amat popular karena lambang khas kaum Yahudi, namun juga digunakan oleh para Mason. Bila Anda pernah mengosumsi minuman suplemen M150 atau permen bermerek Goliath, Anda akan menemukan lambang berbentuk segi enam atau heksagram ini. Lencana para sheriff di Amerika pun menggunakan lambang ini.

Bintang David bersumber dari segitiga sama sisi yang diletakkan terbalik dan tumpang tindih. Lambang ini merupakan lambang yang digunakan oleh Nabi Sulaiman (King Salomon) semasa masih berkuasa, sehingga dapat dikatakan, bahwa lambang ini merupakan cap seorang nabi dan merupakan simbol suci. Namun setelah diadopsi Yahudi maknanya menjadi berbeda, karena menjadi lambangpaganisme (penyembah berhala) bangsa Mesir Kuno. Di tangan Freemasonry, maknanya pun berbeda lagi. Dalam artikel berjudul ‘Alegori dan Simbol-simbol di Dalam Ritual Kita’, Mimar Sinan menulis begini;
“Sebuah segituga sama sisi dengan tiga ujung yang sama jaraknya satu sama lain, menunjukkan bahwa nilai-nilai sama. Simbol yang diadopsi oleh kaum Mason ini dikenal sebagai Bintang David. Simbol ini merupakan sebuah segi enam yang terbentuk dari peletakkan sebuah segitiga sama sisi terbalik di atas segitiga sama sisi lain. 

Sebenarnya, asal usul symbol ini adalah dari Mesir Kuno. Emblem ini pertama kali diciptakan oleh para Templar yang mulai digunakan sebagai simbolisme pada dekorasi dinding di gereja-gereja mereka (Gereja Yohanes Pembaptis atau Gereja Magdalena, atau mungkin juga Gereja Yesus sebagai kamuflase). Ini karena mereka lah yang pertama menemukannya di Yerusalem, beberapa fajta penting tentang agama Kristen. Setelah para Templar disingkirkan, symbol ini mulai digunakan di sinagog-sinagog. Namun di dalam Masonry, pengertian symbol ini bersifat universal sebagaimana pada masa Mesir Kuno. Jika Anda hapus dasar dari kedua segitiga sama sisi, Anda akan menemukan symbol aneh yang sangat Anda kenal, yakni symbol Freemasonry: dua jangka berhimpitan bertolak belakang”.


Pilar-KembarPilar Kembar

Simbol ini dapat ditemukan di pintu masuk kuil-kuil atau gedung Masonik. Juga dalam buku-buku, majalah, dan lain-lain yang diterbitkan para Mason. Biasanya di atas Pilar Kembar ini dipahatkan atau diterakan kata “Jachin” dan “Boaz” yang berartiestablish (mendirikan/menetapkan) dan strenght(kekuatan). Simbol ini merupakan tiruan dari dua tiang yang ada di pintu masuk Haikal Sulaiman (Kuil Salomon). Namun demikian, penggunaan simbol ini bukanlah wujud penghargaan para Mason terhadap Nabi yang mampu berbicara kepada binatang dan memerintah jin tersebut, melainkan sebagai penghormatan bagi para dewa yang mereka sembah.

Mengenai hal ini, dalam tulisannya yang berjudul ‘Alegori dan Simbol-simbol dalam Ritual Kita’, Mimar Sinan juga menulis begini; “Di Mesir, Horus dan Set merupakan arsitek kembar dan dianggap penopang langit. Bahkan begitu juga Bacchus di Thebes. Kedua tiang di dalam lodge kita berasal usul dari Mesir Kuno. Salah satu tiang ini berada di selatan Mesir, di kota Thebes; yang lainnya berada di utara Heliopolis. Di pintu masuk kuil Amenta yang dipersembahkan untuk Ptah, dewa kepala Mesir, disebutkan dua tiang, dinamai kecerdasan dan kekuatan, yang didirikan di depan gerbang masuk keabadian”.
Tulisan ini menguatkan, bahwa penggunaan Pilar Kembar oleh Freemasonry adalah untuk menghormati para dewa yang mereka sembah.

Obelisk


obeliskObelisk

Simbol ini diambil dari salah satu gaya arsitektur Mesir Kuno. Aslinya berbentuk menara tinggi dengan posisi tegak lurus menjulang ke langit dan dihiasi sebuah piramid pada puncaknya. Oleh para Mason, puncak menara ini dikreasikan sedemikian rupa sehingga berbentuk kerucut dan tidak secara tegas membentuk piramid.

Obelisk antara lain dapat ditemukan di New York, London, Paris, dan Jakarta yang kita kenal dengan nama Monas. Simbol ini umumnya dibangun menghadap gedung atau pusat kekuasaan sebagai cerminan dari ‘kejantanan’ dan ‘kekuatan’, seperti halnya Monas yang menghadap ke Istana Negara. Obelisk juga berdiri kokoh di tengah-tengah lapangan Katedral Saint Peter, pusat tahta suci Vatikan.

Obelisk merupakan simbol paganisme, karena simbol ini dianggap sebagai lambang kesucian Dewa Matahari, ritus penyembahan, kekuatan, dan lambang keperkasaan (maskulinitas).


CircleWithDotCircle With Dot

Lambang berupa lingkaran dengan titik di tengahnya ini merupakan bagian dari kepercayaan satanisme(okultisme) yang terkait dengan organ kewanitaan, dan merupakan ‘pasangan’ Obelisk yang melambangkan maskulinitas. Dalam tulisan berjudul ‘Point Within Circle’ yang diterbitkan Masonic Short Talk Bulletin edisi Agustus 1931 disebutkan, simbol ini merupakan ritus suci dimana hubungan seksual menjadi salah satu menunya.

Selain itu, dalam Short Talk Bulletin edisi Februari 1936, seorang Mason derajat 33 bernama Albert Mackey menyebutkan, bahwa lambang ini merupakan bagian dari kepercayaan kepada Lucifer. “Sebuah titik yang berada di tengah lingkaran merupakan lambang yang sangat penting dan suci bagi Freemasonry … Bagi yang mengerti dan meyakininya, symbol ini sungguh-sungguh indah dan menakjubkan, karena menggambarkan suatu bentuk upacara penyembahan terhadap Dewa Matahari. Lambang ini sendiri disebut sebagai Phallus (organ kelamin laki-laki).

---

Wahai saudara-saudaraku, sadar dan waspadalah ....
"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (QS al-Anfal 8:73)



 http://www.akhirzaman.info/secret-societies/101-the-builders/2179-mewaspadai-bahaya-freemasonry.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar