Senin, 31 Maret 2014

Mencari Kebahagiaan Yang Hakiki





Ada yang berpendapat mencari kebahagiaan itu ibarat mengumpulkan serpihan kaca yang pecah. Ada yang berhasil mengumpulkan lebih banyak dan ada yang mengumpulkan paling sedikit.Tetapi tidak ada seorang pun yang berhasil menumpulkan kesemuanya. Karena ketika mengumpulkannya, pasti ada yang terluka..'

Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita ini barada di antara orang-orang yang bahagia? Mungkin ada di antara kita yang memiliki harta berlimpah ruah, tetapi tidak merasa bahagia. Ada pula yang memiliki kemasyhuran dan kedudukan yang tinggi, namun tidak pernah merasa bahagia.

Kalau begitu, ternyata ukuran bahagia itu tidak terletak pada banyaknya harta, bukannya pula kedudukan, dan bukan juga pada kehebatan seseorang. Lalu, di manakah kebahagiaan itu, dan bagaimana pula kita mendapatkannya ?

Allah SWT berfirman:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S.An-Nahl (16) : 97).

Jadi jelas dan tegas penjelasan Allah SWT pada surat An-Nahl ayat 97 ini, bahwa satu-satunya cara memperoleh kebahagiaan atau kehidupan yang baik itu adalah dengan mengerjakan amal-amal sholeh; yaitu ta'at dan menjalankan segala perintah serta larangan-Nya.

Inilah konsep kebahagiaan yang hakiki; yaitu tujuan hidup kita di dunia ini, baik dalam belajar, bekerja, ataupun berusaha, hanya satu saja “Mendapatkan Ridho Allah SWT



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar