Selasa, 06 Juli 2010

Apakah Kita Sering Mengeluh ???

David J. Schwartz dalam buku The Magic of Thinking Big: One may get a little sympathy but one doesn’t get respect and loyalty by being a chronic complainer”.Dengan menjadi pengeluh kronis, kemungkinan orang akan mendapatkan sedikit simpati dari orang lain namun ia TIDAK akan mendapatkan RESPEK dan LOYALITAS.


Dengan sering mengeluh, Kita sudah melukai diri Kita sendiri, ya… bisa dibilang menganiaya diri Kita sendiri, mengapa demikian ?

Pertama, dengan mengeluh, Kita sebenarnya sedang mempersiapkan diri Kita menjadi orang gagal. Jika seseorang terbiasa mengasihani diri sendiri, maka cepat atau lambat Kita akan menyakini bahwa Kita adalah manusia yang tidak berharga.

Kedua, dengan mengeluh terus-menerus, seseorang menutup diri terhadap pengembangan potensi-potensi lain yang dimilikinya. Misalnya, Kita sendiri punya ketrampilan dalam bahasa Inggris (khususnya dalam hal penulisan). Kita sebenarnya punya kesempatan untuk menjadi penerjemah buku dari bahasa Indonesia ke Inggris dan sebaliknya. Bukankah ini sebuah kesempatan yang tidak dimiliki setiap orang ?

Ketiga, dengan mengeluh terus-menerus seseorang secara tidak sadar sedang menutup pintu persahabatan dengan siapapun. Secara alamiah, tidak seorang manusiapun yang suka bergaul dengan orang yang sikapnya negatif, termasuk mengeluh sepanjang waktu. Coba bayangkan, bagaimana perasaan Kita ketika berada di samping seseorang yang kerjanya hanya mengeluh, mengeluh dan mengeluh terus.

Percayalah “Tuhan tidak pernah menutup pintu yang satu tanpa membuka pintu lainnya. Manusia lah yang sering terpaku hanya pada pintu yang tertutup itu saja, sehingga ia tidak mampu melihat pintu lain yang telah dibukakan baginya”

Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan tujuannya masing-masing. kita lah yang sering tidak bisa menyadari nya.

http://umum.kompasiana.com/2009/06/12/apakah-anda-sering-mengeluh/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar