Senin, 03 Januari 2011

Sudahkah kita menghargai diri sendiri ?

Sebagian dari kita mungkin sudah mencintainya diri mereka sampai batas tertentu. Namun tidak sedikit orang yang terlalu sibuk dengan aktifitasnya sehingga lupa dengan keadaan diri.

Orang cenderung tidak menghargai diri mereka, padahal penggargaan diri sangat penting.

Penghargaan diri merupakan dasar agar kita bisa bersyukur, memfokuskan kea rah positif dari diri kita dan tetnunya bagaimana menghargai orang lain.
Berikut ini beberapa cara Agar kita bisa mencintai diri sendiri :

1. Kenali Diri endiri

Mengenali diri merupakan sebuah proses yang menuntut kejujuran kita dalam melihat dan mengevaluasi diri. Hanya dengan kejujuran inilah kita bias mengidentifikasi keunggulan kita dan hal-hal dalam diri kita yang masih perlu kita perbaiki ataupun kembangkan lebih lanjut.

Dengan mengenal diri kita dengan baik, kita bisa memilih strategi terbaik untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Jika kita telah mengenal diri dengan baik, kita bisa memahami kekuatan kita yang bisa kita “bagikan” kepada orang lain. Kita juga bisa memahami apa yang bisa kita pelajari dari orang lain.

2: Menghargai Diri sebagai Ciptaan Tuhan

Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan membuat kita tetap rendah hati walaupun telah diberi kesempatan menikmati banyak kesuksesan. Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan juga dapat membuat kita lebih tegar dalam menyikapi kelemahan kita. Semua ciptaan Tuhan adalah sempurna menurut fungsi dan tanggung jawab yang kita emban dalam hidup ini.
Kita tidak perlu meratapi diri dalam menghadapi kelemahan yang tidak bias diperbaiki. Kelemahan ini membuat kita mendapat kesempatan melihat hal-hal lain yang bisa kita lakukan bukan terpaku pada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan lagi.

3. Sadari bahwa kita ini unik


Yakinlah bahwa diri kita adalah unik dan tidak ada yang bisa menduplikasi dari keunikan kita.
Dari jumlah manusia yang milyar angkanya , tidak ada yang seperti kita sebelum kita hadir di dunia ini, dan tidak ada yang seperti kita pada saat kita ada didunia ini, lebih lagi di masa akan datang tidak aka nada yang bergerak, berbicara dan berpikir sama persis seperti kita.

4: Atasi Kelemahan Kita

langkah yang satu ini sering kali sulit kita lakukan.
Kita seringkali tidak mau mengakui kelemahan kita.
Kita sering kali mengandalkan penilaian orang lain semata terhadap kelemahan kita. Padahal sebenarnya jika kita jujur, kitalah orang yang seharusnya lebih tahu kelemahan kita sendiri.

Jika kita jujur, kita mungkin mendapatkan bahwa kelemahan kita mungkin saja bukan kelemahan, tetapi kesalahan yang kita lakukan: kebiasaan buruk (misalnya: kebiasaan menunda pekerjaan, kebiasaan melakukan terlalu banyak pekerjaan dalam kurun waktu tertentu; sikap negatif (misalnya: lupa berterima kasih pada orang-orang yang telah banyak membantu, lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri tanpa melibatkan orang lain); atau cara pandang yang salah terhadap kesuksesan dan strategi untuk meraih sukses.

5: Kembangkan Diri Kita

Setelah kita mampu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan kita, kita perlu membiarkan diri kita dibentuk menjadi lebih baik. Dalam hal ini kita tidak bisa melakukannya sendirian. Selain berusaha, kita perlu juga mengkitalkan Sang Pencipta untuk membantu usaha pengembangan diri kita.

Bagaimana jadinya kalau kita tidak bisa menilai diri sendiri dan menghargai diri kita sendiri. Kita layak kok mendapat sesuatu dari apa yang sudah kita lakukan. Anggap saja itu adalah pekerjaan dan kita dibayar atas apa yang udah kita kerjakan Salah satu jalan untuk belajar menghargai kontribusi diri sendiri.

Dan faktor penting untuk menemukan kebahagiaan adalah berdamai dengan diri kita sendiri. Jika pkitangan kita terhadap diri sendiri sehat, kita akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan apapun dari dunia luar yang ditujukan kepada kita. Jika kita mempunyai gambar diri yang rendah, hal pertama yang perlu kita sadari adalah kita tidak bisa terus bergantung kepada orang lain untuk memberi arti pada keberadaan kita, serta dalam melakukan pergaulan dengan sesama.

Kita juga perlu belajar dari orang lain yang bisa menjadi teladan kita, dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dalam dari kita. Jadi kuncinya adalah kerendahan hati untuk meminta bantuan orang lain untuk pengembangan diri kita.

Langkah pertama untuk sukses adalah menghargai diri sendiri. Hanya dengan demikianlah kita bisa mengetahui bagaimana menghargai orang lain.

Satu-satunya orang yang akan menghabiskan seluruh hidup bersama kita adalah diri kita sendiri, jadi jika kita ingin bahagia seumur hidup kita, waktu kita untuk berdamai dengan diri sendiri adalah saat ini, dan Tersenyum pada diri sendiri, sudahkah kita tersenyum untuk diri kita sendiri?
Sekarang, coba kita bayangkan sejenak….

……andai kita menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut.
Jangan biarkan diri kita melihat atau mendengar apapun.
Selama beberapa hari itu kita tidak bisa melihat indahnya dunia, tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan tidak bias menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana perasaan kita ?,

Apakah beberapa hari cukup berat?

Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita.

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan. Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan untuk orang lain!

Coba kita renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!

Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

Menghargai diri sendiri adalah salah satu perwujudan rasa syukur kita, atas nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh tuhan YME kepada kita..

Tips untuk menghargai diri sendiri

1. Sediakan waktu.

Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda bisa menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan apa yang perlu dilakukan.

2. Lakukan sesuatu yang baik untuk tubuh.

Memang mudah mengabaikan kesakitan yang dirasakan tubuh dan lupa untuk mengurus diri sendiri. Cobalah berendam di air panas yang dicampur garam atau mintalah seseorang untuk memeluk. Bisa juga cobalah berdiri dan lakukan peregangan.

3. Buat diri sendiri merasa nyaman.

Misalnya dengan menelepon teman atau minum teh hangat, tidur dengan bantal dan selimut yang nyaman, menulis buku harian, makan sesuatu yang disukai, mencium bau minyak aromaterapi seperti vanila, lavender, dan lain-lain.

4. Pergi ke dunia lain.

Caranya adalah dengan membaca buku, menonton film, atau biarkan pikiran mengalir ke mana pun ia pergi.

5. Melakukan sesuatu yang konyol.


Ini akan membawa keluar jiwa kanak-kanak yang ada dalam kepribadian kita dan memberi perasaan bahagia. Misalnya bermain busa sabun, membuat kue, mengamati awan dan mereka-reka bentuknya, serta bermain dengan hewan peliharaan atau otopet.

6. Cuti sehari.

Apalagi bila Anda sudah merasa jenuh dengan pekerjaan sehari-hari. Ambil cuti sehari dan lakukan apa pun yang ingin dilakukan seharian penuh. Ini lebih baik daripada sehari di akhir pekan.

7. Jalan-jalan di tengah alam terbuka.

Kadang kita lupa memperhatikan dunia yang terbentang di sekitar. Mengamati alam akan membuat kita merasa lebih enak dan kalem. Berjalanlah di taman. Amati dan pandanglah pohon, rumput, langit, kemudian bernapaslah.

8. Melakukan sesuatu yang sudah lama ingin Anda kerjakan.

Mengapa menundanya lagi? Lekas kerjakan dan Anda akan merasa lebih baik.

Diambil dari berbagai sumber dan di Edit seperlunya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar