Kamis, 02 Mei 2013

I’tibar dari Wafatnya UJE



Jum’at pekan lalu kita dikejutkan oleh berita wafatnya Ustad Jefry Al Bukhori alias UJE…seorang ustad muda yg sangat fenomenal.. Ia berasal dari keluarga ustad yg kental dengan tradisi pesantren. Ayah dan ibunya seorang Ustad/Uztazah, kakak dan adiknya jg ustad. Sedari kecil UJE mendapatkan pendidikan agama yg kuat, baik dari lingkungan keluarganya yg alim, maupun dari pendidikan agama selama ia mondok di pesantren. Namun sebagai manusia biasa yg tak luput dari salah dan dosa, dalam perjalanan hidupnya UJE pernah tersesat di lembah hitam, dunia hura2, mabok2an dan narkoba...ia betul2 berada pada titik nadir dari suatu kehidupan beragama seseorang...banyak dosa dan maksiat yg ia lakukan, disamping lalai dan meninggalkan ibadah yg seharusnya ia kerjakan sesuai ajaran agama yg diterimanya
Bak cerita drama dalam sinetron, anak yg tersesat ini kemudian mengalami titik balik..ia mendapatkan hidayah dan bertaubat..ya taubatan nasuha... UJE kemudian menjadi sosok ustad muda yg cemerlang yg tersohor dan disukai hampir di semua lapisan masyarakat di seantero negeri ini.. ia dikenal sebagai pendakwah yang multi talenta..ia punya suara emas, piawai dalam mendendangkan lagu2 religi, sholawat, dan melantunkan ayat suci Al Qur'an dengan suara merdu.. Pendekatan dan pembawaannya dalam berceramah juga disukai berbagai kalangan, mulai dari kalangan anak-anak muda, ibu-ibu, nenek-nenek, warga kampung sampai kalangan artis dan selebritas….. Tausyiahnya disampaikan dengan bahasa sederhana/sehari-hari yg mudah dipahami….bahasa gaul istilah anak muda sekarang. Bahkan ceramahnya di televisi juga banyak disimak dan disukai oleh kalangan non muslim...(beberapa teman saya yang non muslim mengiyakannya)…
Dalam pergaulan sehari2 di tengah2 masyarakat, UJE dikenal sebagai pribadi yg rendah hati, ramah, supel, tidak sombong dan suka menolong orang lain..makanya tidak heran kalau dia dicintai banyak orang, dan ini terlihat dengan jelas pada saat dia wafat. Puluhan ribu orang mensholatkan jenazahnya di masjid Istiqlal (masjid terbesar di Indonesia), ditambah ratusan ribu orang mengikuti “sholat gaib” di masjid-masjid di pelosok nusantara setelah mereka selesai menunaikan sholat Jum'at, serta jutaan orang lainnya ikut mendo'akan arwahnya diberbagai tempat di seluruh Indonesia…. Subhanallah….sungguh sangat fenomenal...merinding saya melihatnya... 
Lalu apa I'tibar (pelajaran yang dapat diambil) dari wafatnya UJE ini..?
Ya...ini adalah pertanyaan standar yang terlontar dari kepala saya setiap menyaksikan peristiwa kematian orang dekat/saudara/keluarga/tetangga/sahabat ataupun orang terkenal baik menyaksikannya secara langsung maupun melalui media… Kenapa saya selalu bertanya demikian..? Ya, karena dari setiap kematian tersebut akan mengingatkan saya bahwa setiap saat “maut” juga akan menjemput saya...pasti itu..no doubt..!! Ingat firman Allah SWT dalam Q.S. Ali-'Imran:185 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya”… Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada kita untuk selalu mengingat mati..karena dengan mengingat mati kita bisa memperbaiki hidup dan mempersiapkan diri kita menuju alam keabadian. Nabi bersabda:”Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan, yaitu kematian (HR. At Tirmidzi).
Kembali ke fenomena UJE, pelajaran yang bisa saya petik dari peristiwa wafatnya UJE ini antara lain sbb:
I’tibar Pertama
sosok UJE merupakan perwujudan dari “manusia biasa” seperti kita-kita ini yang tidak luput dari salah dan dosa…dia hidup dijaman modern ditengah masyarakat kita yang carut marut…dimana kemaksiatan marak di mana-mana…pengaruh negatif lingkungan menjadi sangat dominan..yang dengan mudahnya dapat menggelincirkan kita ke jurang kemaksiatan… Nah kebetulan UJE pernah terpeleset di lembah hitam, sehingga sangat mudah dijadikan contoh oleh orang kebanyakan…istilah anak muda sekarang...”gue banget nih UJE”…. Akan sangat berbeda kalau yang dijadikan contoh adalah orang-orang “sholeh” yang sepanjang hidupnya tidak pernah jatuh di lembah hitam…seperti para Nabi/Sahabat/Imam/Wali/Ulama Besar...orang awam akan bilang:”Yaah kita kan manusia biasa mana mungkin seperti mereka”…sederhananya, bak contoh di awang-awang dan tidak membumi… Jadi buat saya, UJE adalah sosok yg sangat cocok dijadikan contoh hidup oleh orang awam seperti kita2 ini…      
I’tibar Kedua
UJE memberi contoh riil tentang “Taubatan Nasuha”. Lihatlah betapa UJE terjerembab dalam lembah hitam yg penuh lumpur dosa.. Dengan rahmat Allah SWT akhirnya dia sadar dan bertaubat...dan UJE mencontohkan kepada kita bagaimana taubat yg sesungguhnya (taubatan nasuha)...bukan “Tomat” lho…(hari ini tobat besok kumat). Dia berhasil menjalankan 4 syarat taubatan nasuha secara paripurna..apa itu? Yaitu..pertama dia mohon ampun kepada Allah SWT; kedua dia menyesali perbuatannya, lalu ketiga dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan yg keempat dia memperbanyak amal2 sholeh...
I’tibar Ketiga
UJE mengikuti jejak suksesnya hijrah Rasulullah SAW, orang yg sangat dicintainya...namun bukan hijrah jasmani dari Mekah ke Madinah seperti yg dilakukan nabi, melainkan hijrah rohani dari lembah hitam yg gelap ke ladang amal yg terang benderang. Tapi jangan dikira proses hijrahnya UJE itu mulus tanpa cobaan…tidak..dia harus berjuang keras… UJE berubah 180 derajat setelah pulang umroh, diapun mulai belajar agama Islam secara mendalam, dan mulai berdakwah yang awalnya dipandang sebelah mata oleh banyak orang..diapun punya pengalaman cukup pahit, bahkan pengalaman tersebut dialaminya ketika sholat…. Dia pernah jadi imam sholat di masjid, kemudian makmumnya langsung hilang..karena tidak mau diimami oleh pemabok.. Tapi dengan perjuangan yg gigih akhirnya dia sukses menjadi Da’i yang dicintai jutaan umat..dan mengakhiri hidupnya dengan khusnul khotimah…
I’tibar Keempat
UJE memberi contoh kepada kita bagaimana berperilaku jujur dan rendah hati.. Lihat betapa dengan jujur dan tidak malu dia mengungkap kepada publik bahwa dia pernah jatuh dilembah hitam (dia bukan tipe jaim yg sok suci..). Dia juga selalu menyampaikan kepada jama'ahnya bahwa meskipun ustad, tidak berarti dia lebih baik dari pada jama'ah yg diceramahinya..ungkapan dia yg terkenal:"yg berbicara belum tentu lebih baik dari yg mendengarkan". Menurut testimoni sahabat2nya, UJE orang yg tidak mau menyakiti hati teman2nya. Dia selalu menghibur orang2 disekitarnya baik dalam suka maupun duka. Dia bahkan sering minta do'a kepada orang awam, yg secara kasat mata jauh dibawah level dirinya. Ini berbeda dengan tradisi minta do'a yg umum, yg biasanya minta do’a kepada orang tertentu yg dianggap alim atau ulama..
I’tibar Kelima; UJE orang yg istiqomah dalam menjalankan agamanya. Secara konsisten dia menjalankan apa yg diajarkan Rasulullah untuk menjadi orang yg beruntung...apa itu? yaitu orang yg hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini...dia tidak mau jadi orang yg merugi..yaitu orang yg hari ini sama dengan hari kemarin..atau orang yg celaka..yaitu orang yg hari ini lebih buruk dari kemarin... nah kisah hidup UJE yang berhasil keluar dari lembah hitam ini, menginspirasi banyak orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik..
Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi..
Salam
NHA

itb77-bounces@bhaktiganesha.or.id; on behalf of; Nur Hasan Achmad [nurhasanachmad0858@gmail.com]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar