Minggu, 05 Januari 2014

6 Kewajiban antar Sesama Muslim




Dalam kehidupan manusia, ada 2 Klasifikasi Hubungan.
  1. Hubungan Manusia dengan Allah (Hablumminallah)
  2. Hubungan Manusia dengan Sesama Manusia (Hablumminannas)
Dalam hubungan antara Manusia dan manusia ada hak dan kewajiban.
Hak dan Kewajiban ini jika di kaji lebih dalam hak dan kewajiban yang rule nya di ajarkan Islam gunanya untuk menjaga kesinambungan dan keharmonisan hubungan sosial, (*zoon politicon) Manusia tak dapat hidup sendiri, selalu butuh manusia lain.

ada 6 Kewajiban antara muslim satu dan muslim lain :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak/Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya, “Apa itu ya Rasulullah.” Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia -dengan bacaan yarhamukallah-, apabila dia sakit maka jenguklah dia, dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)


1.      Apabila Bertemu, Ucapkanlah Salam

Banggalah kita menunjukkan identitas diri sebagai seorang muslim, jika tiap bertemu dengan teman saling mengucapkan dan menjawab salam, jika menelpon/menerima telpon diawali dengan mengucapkan salam. Insya Allah akan tumbuh rasa cinta dan kedekatan sebagai sesama muslim.
Dalam Shahih Muslim disebutkan: Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.” 
Dalam mengucapkan salam via sms atau e-mail, sebaiknya kita harus berhati-hati dalam mengucapkan salam tersebut.


2.      Memenuhi Undangan

Apabila kita mendapat undangan, baik itu makan-makan atau undangan pernikahan,  penuhilah undangan tersebut karena akan membuat senang bagi orang yang mengundang kita dan mempererat tali persaudaraan sesama muslim selama undangan tersebut tidak mengandung maksiat dan kemungkaran.
Dalam memenuhi undangan pun, Saya juga sering lalai karena aktivitas yang padat. Jika Saya tidak bisa memenuhi undangan dari teman atau keluarga, Saya segera menghubunginya dan meminta maaf tidak dapat menghadiri undangan tersebut.


3.      Memberi Nasihat

Jika ada teman yang meminta nasihat atau curhat kepada kita,  maka berilah solusi terbaik kepadanya tentunya solusi yang sesuai dengan tuntunan umat Islam, Qur'an dan sunnah.


4.      Saling Mendo'akan ketika Bersin

Jika salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan Alhamdulillah, jika ia mengatakannya maka hendaklah saudaranya atau temannya membalas: yarhamukalloh (semoga Allah merahmatimu). Dan jika temannya berkata yarhamukallah, maka ucapkanlah: yahdikumulloh wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6224 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)


5.      Menjenguk Orang Sakit

"Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Syaikh al-Albani berkata: Hadits shahih)


6.      Mengiringi Jenazah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang mengantarkan jenazah hingga menshalatkannya maka baginya pahala satu qhirath, dan siapa yang mengantarkannya hingga dimakamkan maka baginya pahala dua qhirath”, beliau ditanya: “Apakah yang dimaksud qhirath ?”, beliau menjawab: “Bagaikan dua gunung yang besar“ (Riwayat Bukhari dan Muslim)


 ______________________________________

Catatan :
*Zoon politicon, Manusia merupakan mahluk monodualis. Artinya selain sebagai mahluk individu, manusia berperan juga sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk individu, manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Jiwa dan raga inilah yang membentuk individu.
Pengertian Zoon politicon, Aristoteles menjelaskan bahwa manusia disebut zoon politicon, artinya manusia itu adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. Terbentuknya masyarakat karena adanya berbagai hasrat dari manusia itu sendiri.
Manusia punya naluri gregariousness, yaitu naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar