Kamis, 09 Januari 2014

Mengenang Djasli Djamarus, kawan sekaligus Sahabat Yang Telah Pergi





Kawan sekaligus Sahabat Djasli Djamarus telah lebih dahulu pulang.
Djasli adalah kawan dan sahabat yang menyenangkan, sahabat yang selalu meninggalkan kesan ringan membantu kawan dan baik dihati.

Dulu kita pernah senang senang
pernah juga bersedih
pernah juga marah karena hal kecil
tapi kami tidak akan melupakan
kenangan indah kita di acara 30 & 35 tahun ITB 77
walau kamu telah tiada


Djasli adalah kawan yang menyenangkan dan slalu berwajah ceria tak pernah lelah
tapi sekarang yang ada hanyalah kenangan lama
Kenangan yang terindah bagi kami ITB 77


Sekarang Djasli telah meninggalkan kami ITB 77
kami akan menyusulmu nanti di kemudian hari
Bertemu kamu di akhirat nanti


Kematian itu begitu dekat. kematian seolah dengan diam-diam mengikuti kemana saja kita pergi. Kita tak akan pernah tahu kapan kematian akan menghampiri. siap atau tidak, malaikat pencabut nyawa akan datang memaksa. Dan manusia tidak bisa meminta menunda atau memajukan.

Begitulah kita tak punya pilihan sama sekali. yang bisa kita lakukan hanyalah bersiap-siap saja. meski sudah sering mendengar kematian dari SMS, BBM, whatsapp atau pengumuman di milis, tetap saja shock dan sedih membaca kabar duka yang dikirim hari ini, tanggal 9 january 2014.

“innalillahi wainna ilaihi roj'un, telah meninggal dunia, kawan, sahabat kita, Djasli Djamarus  pukul 13.02 hari ini. Mohon do'anya semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasannya”

Sesaat, kami seolah tak percaya. Tapi sekian menit berikutnya kami pun tersadar bahwa dalam hidup ini kita sering disodorkan dengan kenyataan kenyataan yang tak terduga.
Djasli telah meninggalkan kita semua untuk selama selamanya, menghadap Sang Khalik.
Semakin kami kenang sosoknya, semakin tak mampu kami bendung rasa haru. Akhirnya, butir butir airmata tak sanggup kami tahan.

Djasli seorang pekerja keras yang rajin, seorang kawan berdiskusi tentang apa pun, seorang yang pandai bergaul, dan aktivis dalam berbagai komunitas
Orang yang telah menjalani hidup dengan sepenuh hati. Tidak pernah mengeluh tentang hidup maupun penyakitnya.

Dan kini kita menyadari bahwa antara hidup dan mati memang sangat tipis jaraknya dan kita tidak pernah tahu kapan kematian itu akan datang menjemput. 
Kematian adalah sebuah kepastian yang akan menyapa setiap makhluk bernyawa. Dalam QS. Ali Imran: 185 Allah SWT berfirman: 

Setiap tubuh yang berjiwa pasti merasakan mati, bahwasanya pahalamu akan disempurnakan (dibayar) di hari kiamat. Barang siapa dihindarkan dari neraka dan diangkat ke sorga, sungguh menanglah dia. Tiadalah kehidupan di dunia ini, kecuali hanya kesenangan palsu yang memperdaya”.

Setiap orang menyadari bahwa hidup ini ada akhirnya. Hanya saja kapan dan bagaimana kita akan menghadapi kematian, tak seorang pun yang tahu.
Firman Allah SWT: “Seseorang tidak tahu pasti apa yang akan diperbuatnya besok pagi, dan tidak pula mengetahui secara pasti di bumi/daerah mana ia akan mati” (QS. Luqman: 34).

Hidup dan mati benar-benar menjadi rahasia Allah SWT.
Berapa banyak orang yang sehat walafiat tiba-tiba meninggal mendadak.
Berapa banyak orang yang selamat dalam kecelakaan-kecelakaan maut.
Atau berapa banyak orang yang sembuh dari penyakit kritis yang divonis tak terobati.
Ajal akan datang pada saat yang Allah tetapkan, tanpa ada yang bisa menunda atau mempercepatnya. “… ketika ajal mereka tiba, mereka tiada daya menangguhkannya ataupun menyegerakannya sesaatpun” (QS. Al-A’raf: 34).

Ketentuan ini memberi isyarat bagi kita untuk senantiasa bersiap-siaga menuju kematian. Tuntunan kekasih Allah -Rasulullah SAW- benar-benar menjadi rumus pamungkas bagi kita dalam menjalani hidup ini:
 “Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari”.

Kini, Djasli di alam sana sudah merdeka, terbebas dari segala ikatan dan kepentingan duniawi. Menghadap Sang Maha Sempurna.

Ya Allah, ampunilah Djasli Djamarus, naikkanlah derajatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, dan lindungilah keluarga dan keturunannya yang masih hidup. Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekalian alam, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya. Aamiin

Selamat jalan kawan, semoga engkau bahagia di sisi-Nya. Engkau benar-benar menjalani hidup dengan baik.  Aamiin


http://hilmanmuchsin.blogspot.com/2014/01/mengenang-djasli-djamarus-teman.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar