Sabtu, 28 Juni 2014

Marhaban ya Ramadhan, kami menyambutmu penuh kerinduan.





Alhamdulillah, bulan penuh berkah, ampunan, dan pahala telah tiba. Bulan yang senantiasa kita tunggu kedatangannya telah muncul di hadapan kita.

Sesungguhnya, bila saat ini jantung kita masih berdetak, nafas masih dikandung badan, semua adalah anugerah-Nya. Bukan karena kita hebat menjaga diri, mengatur gaya hidup dan pola makan, rajin berolahraga atau segala macam upaya untuk sehat. Namun semata, karena Allah menetapkan demikian. Belum sampai ajal kita seperti yang tertulis dalam lauhul mahfudh. Betapa banyak orang yang sehat, muda dan gagah, mendadak pergi meninggalkan dunia. Mungkin kecelakaan, atau sebab lain. Sebaliknya, betapa banyak pula orang yang sakit-sakitan, renta dan lemah, tetapi  belum juga mati. Ini semua karena kehidupan dan kematian jalan dan ketentuannya memang telah Allah tetapkan. Manusia hanya menjalani takdir dan tak punya daya kekuatan apapun untuk mengubahnya.

Marilah kita evaluasi diri dan jadikan sebagai aktifitas yang selalu dilakukan setiap hari, terus menerus hingga denyut nadi berhenti. Kematian itu begitu dekat, kita tak pernah tahu kapan ia datang. Bisa nanti, besok, lusa tanpa pernah kita duga.

Kita bersyukur kepada Allah s.w.t. karena dengan nikmat kesehatan, kesejahteraan, ketenteraman, keamanan dan dipanjangkannya usia kita, maka saat ini kita masih bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan kali ini dan dapat melaksanakan ibadah puasa yang menjadi salah satu kewajiban kita.

Allah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Marilah kita menghayati kembali tata cara Rasulullah s.a.w. dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan yang mulia agar Ramadhan kali ini dapat memberikan bekas yang positif dan kesan yang mendalam terhadap keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah s.w.t.

Keutamaan dan kelebihan bulan Ramadhan seperti sabda baginda Rasulullah s.a.w. dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah r.a.
"Sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, yaitu bulan yang diberkati, Allah mewajibkan kepada kalian puasa di dalamnya, di dalamnya terbuka pintu-pintu sorga dan tertutup pintu-pintu neraka Jahim dan di dalamnya dibelenggu para setan, di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari seribu bukan. Barangsiapa yang tidak diberikan kepadanya kebaikan selama bulan tersebut berarti telah tidak diberikan kepadanya segala bentuk kebaikan"

Ketika bulan Ramadhan datang, Rasulullah s.a.w. mengucapkan selamat kepada para sahabat dengan ungkapan:
"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, pemimpin segala bulan, maka selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan membawa beragam keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu"

Ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dengan penuh tanggung jawab. Ibadah yang hanya sebulan dalam setahun ini sering dijadikan tolak ukur dan ujian bagi keimanan dan ketaqwaan hamba kepada Tuhannya

Selayaknya kita menyambut bulan ini dengan perasaan yang wajar namun logis, agar kita masuk dalam golongan orang-orang yang diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Perasaan tersebut harus direalisasikan dalam bentuk mempersiapkan diri secara fisik, mental dan spiritual.

Persiapan fisik adalah dengan menanamkan paradigma bahwa kesehatan jasmani adalah penting. Maka Islam menuntut umatnya agar menjaga kesehatan supaya senantiasa kuat, bertenaga dan bebas dari penyakit. Upaya menjaga fisik agar sehat dan tidak sakit adalah dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, namun halal dan bersih serta menjauhi makanan yang kurang sehat, kotor apalagi yang diharamkan oleh agama. 

Allah berfirman:
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya

Persiapan mental artinya mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh rasa syukur kepada Allah dan dengan kegembiraan. Hendaklah kita tanamkan tekad dan niat kita untuk memberbaiki diri, memperbaiki ibadah puasa kita agar lebih baik dari sebelumnya.

Persiapan secara spiritual, adalah membekali diri kita dengan ketentuan, aturan dan hukum-hukum puasa, adab dan etikanya serta amalan-amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. selama bulan puasa. Di samping itu, hendaklah kita berusaha membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela seperti sombong, takabbur, dengki, tamak dan sifat-sifat hina lainnya agar ibadah yang kita laksanakan diterima oleh Allah s.w.t. Kita berusaha dan berdoa agar mampu melaksanakan ibadah puasa dengan sempurna. 

“Ya Allah, Sebelum mati, izinkan aku bertaubat. Izinkan hati, pikiran, lisan dan perbuatanku hanya terikat pada aturan-Mu. Izinkan aku untuk ikhlas beribadah pada-Mu. Izinkan aku untuk ridha dengan segala ketentuan-Mu. Izinkan aku untuk jatuh hati hanya pada-Mu. Mudahkan aku untuk selalu menaati-Mu. Hingga saat mati itu tiba, hanya kerinduanku pada-Mu yang aku bawa. Aamiin.”

Marhaban ya Ramadhan, kami menyambutmu penuh kerinduan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar