Kamis, 19 Juni 2014

WORLD CUP 2014, Spanyol Tersingkir, Adios Spana, Sayonara La Furia Ro





Kiper tim nasional Spanyol, Iker Casillas. (AFP PHOTO / MARTIN BERNETTI)

Kiper tim nasional Spanyol, Iker Casillas. (AFP PHOTO / MARTIN BERNETTI)

Bola memang bundar! Jika ditendang bergerak berputar. Dan seperti kehidupan dia terus berputar yang pada akhirnya kembali pada titik awal perputarannya, dari titik ke nol kembali ke nol, atau pada jarum jam dari angka ke dua belas kembali ke angka dua belas. Gol Ediardo Vargas menit ke-20 dan gol Charles Aranguiz menit ke-43 menjadikan sejarah Juara bertahan Angkat Koper pada babak Penyisihan kembali terjadi. Spanyol harus pulang kampung! Adios Spana!

Kisah juara bertahan kembali berulang, seperti pada World Cup 2010 di Afrika selatan, Team Azzuri Italia. Datang dengan status juara bertahan, Azzurri harus tersingkir di fase grup usai kalah 2-3 dari Slovakia di laga pamungkas. Dalam laga yang dihelat di Ellis Park Stadium, Kamis  24 Juni 2010 malam WIB, laga berlangsung seru sejak awal. Kedua tim yang butuh kemenangan sejak awal memainkan sepak bola menyerang. Alhasil lima gol pun tercipta di pertandingan ini. Slovakia unggul di babak pertama lewat gol Robert Vittek. Di babak kedua Vittek kembali menggandakan gol sebelum diperkecil Antonio Di Natale. Kamil Kopunek menjauhkan keunggulan Slovakia sebelum Fabio Quagliarella memperkecil keadaan.

Dini hari 18 Juni 2014 WIB, seakan mengulang kisah 12 tahun lalu, tepatnya 11 Juni 2002 di Stadion Incheon Munhak, Korea Selatan, Timnas Prancis harus menerima nasibnya tersingkir dari gelaran Piala Dunia 2002 saat turnamen tersebut baru memasuki putaran grup. Padahal, status Prancis dalam turnamen yang digelar untuk pertama kalinya di Benua Asia adalah sebagai juara bertahan.

Setelah Prancis harus menjalani langkah terseok-seok pada Piala Dunia 2002 tersebut, sebagai juara bertahan, Prancis bergabung di grup A bersama Senegal, Uruguay, dan Denmark. Tanpa diperkuat Zinedine Zidane di laga perdana, Les Blues ditekuk Senegal 0-1 di laga perdana mereka. Ditahan imbang 0-0 Uruguay di laga kedua membuat Prancis mesti menang di laga terakhir putaran grup. Namun, alih-alih mampu menghajar Denmark, Les Blues malah dikalahkan 0-2 oleh juara Piala Eropa 1992 tersebut. Walau dalam laga yang disaksikan 48 ribu orang tersebut, Prancis diperkuat oleh Zinedine Zidane, Marcel Desailly, Patrick Vieira, dan David Trezeguet. Tapi, Les Blues tidak bisa mencetak gol sama sekali.

Secara statistik, Juara bertahan Spanyol sebenarnya lebih unggul dalam penguasaan Bola (52 %) dibandingkan dengan Chile (48 %), dengan tendangan ke gawang juga lebih besar, yakni 8 kali dan ini adalah 2 kali Tendangan ke Gawang Chile yang hanya 4 kali. Sementara itu tendangan sudut Spanyol 7 kali dan Chile 1 kali. Dan upaya penyelamatan yang lebih rendah, Spanyol 2 kali melakukan upaya penyelamatan dari serangan Chile dan Choile melakukan upaya penyelamatan 8 kali, 4 kali dari spanyol, namun “takdir” untuk pulang kampung lebih awal tidak dapat dielakkan oleh Spanyol. Serangan bertubi-tubi tersebut seakan ada saja yang menggagalkannya.

La Furia Roja sejak awal pertandingan berusaha untuk mendesak Chili sejak awal pertandingan. Namun, upaya mereka masih mentah. Claudio Bravo melakukan aksi cermat di menit 15 untuk menghalau kesempatan Xabi Alonso dari jarak dekat. Kejutan akhirnya benar-benar terjadi di menit 20. Bukan Spanyol yang bisa mencetak gol, melainkan Chili. Memanfaatkan kesalahan di lini tengah Spanyol kala Xabi Alonso salah mengumpan, pasukan Jorge Sampaoli bergerak cepat.

Pemain-pemain kesebelasan Chile, seperti Alexis Sanchez, Arturo Vidal, hingga Charles Aranguiz membuat bek Spanyol keteteran. Aranguiz kemudian memberikan umpan kepada Eduardo Vargas yang lowong, dan dengan mudah menaklukkan Iker Casillas. Spanyol yang harus mengejar ketertinggalan tidak bisa berbuat banyak. Diego Costa gagal memanfaatkan peluang di menit 28. Namun kiamat datang dua menit jelang babak pertama berakhir. Tendangan bebas Alexis Sanchez memang bisa dibendung oleh Iker Casillas. Tapi  Charles Aranguiz yang tinggal mendesak bola masuk gawang. 0-2!
Ketinggalan 2 - 0 pada menit ke-40 (babak Paertama) pemain-pemain Spanyol terus melakukan penguasaan bola dan terus berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun demikian upaya itu tidak menghasilkan gol hingga peluit panjang dibunyikan wasit. 

Kedudukan 2 - 0 membuat La Furia Roja terancam berada di dasar klasemen grupnya, dan lebih dari itu, perjuangan Kesebelasan Matador ini di World Cup 2014 ini harus terhenti dan harus angkat kopor lebih awal. Adios La Furia Roja!

Susunan pemain kedua kesebelasan sebagai berikut:
Kesebelasan Spanyol  dengan formasi 4-3-3  : Casillas; Azpilicueta, Martinez, Sergio Ramos, Alba; Iniesta, Busquets, Xabi Alonso; Silva, Diego Costa, Pedro.
Kesebelasan Chile  dengan formasi 3-5-2 : Bravo; Silva, Jara, Medel; Isla, Diaz, Vidal, Aranguiz, Mena; Alexis Sanchez, Vargas.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar