Jumat, 20 Mei 2011

Status FB hari ini ........................


Masyarakat kita saat ini terbelenggu dalam situasi saling mendiskreditkan dan serba salah.

Sikap ekstrem selalu berpadanan: ifrath dan tafrith, keras berlebihan dan lunak berlebihan.

Ada orang yang mau meletakkan akal sebagai nikmat terbesar sesudah iman, teronggok begitu saja tanpa kerja.


Kondisi Elite kita saat ini tidak akan pernah damai dan sejahtera dlm pengertian yang haqiqi, selama manusia2-nya mengabaikan Agama dan Moralitas (Akhlak). Selama mereka bersikap arogan, haus kekuasaan, Jabatan dan harta yg mereka miliki. Mereka lupa bhw semua yg mereka miliki tsb tdk akan kekal dan apabila Allah swt menghendaki semuanya lenyap, maka lenyaplah seketika TANPA ABA2.

Mereka tidak dapat lagi melakukan hal2 yg konstruktif (membangun), malah sebaliknya mereka menjadi manusia2 yg destruktif (merusak) akibat ulah mereka sendiri. Mereka terlalu cinta dan memuja kelompoknya, golongannya, materi, pangkat, dan harta.

Mereka ingin diidolakan, ingin dikultus-individukan, shg tanpa sadar mereka terjerat dgn hal2 yg berbau mistik dan syirik. Mereka terperangkap dgn rayuan, godaan dan pengaruh hukum dan pedoman produk manusia, yakni DEMOKRASI dan HAM. Mereka loyal thd konsep produk manusia ini. Se-olah2 kehidupan mereka akan mulus, terjamin dan aman jika mereka berlindung kpd kedua hal tsb

Pada hal telah terbukti bhw hukum buatan manusia yg sifatnya CONTROVERSIAL dan INTERPRETATIF, tidak dapat menyelesaikan berbagai masalah yg ada di belahan dunia manapun, termasuk di Indonesia.

Manusia sdh kehilangan arah, mereka menjadi orang2 yg selalu mencari pembenaran ketimbang kebenaran, mereka tidak lagi tertarik dan peduli tentang ajaran Agama, mereka sudah terlalu jauh melenceng, bagi mereka dosa sudah tidak lagi menjadi kendala (mendarah daging) dan merupakan sesuatu yg sudah lazim dan sering mereka lakukan. Semuanya, menurut mereka bisa diatasi dgn Uang, Pangkat, Harta, Jabatan serta Justifikasi (pembenaran).

Mereka yg secara sadar dan terpaksa menghinakan diri kpd orang2 yg dianggap dapat memenuhi nafsu rakusnya thd harta. Padahal sepanjang sejarah, banyak kisah tentang para penjilat dan kroni yg menghamba kpd kepentingan dan kekuasaan, walaupun harus mengorbankan kemuliaan dan harga dirinya.

Mereka menukar kemuliaan dgn kehinaan utk menjadi stempel penguasa dan para pengguna kejahatan mereka. Harga kehinaan harus dibayar dgn nilai2 yg sangat berharga dari kemanusiaan.

Kenapa nilai-nilai kemuliaan itu tidak digunakan untuk menggapai kemuliaan dan membeli harganya ?

Kenapa orang rela mengorbankan nyawanya untuk mendukung dan mengeksekusi kebijakan penguasa yang bertentangan dengan nuraninya dan nilai-nilai luhur kemanusiaannya ?

Orang yg menjadikan DUNIA sbg TUJUAN nya tidak mungkin mendapatkan kebahagian dan ketenangan hati.

Orang yg merasakan kebahagiaan hatinya hanyalah orang yg menikmati ibadah dan memuliakan dirinya dgn kemuliaan yg dituntun oleh Allah.

Hati yg selalu ingat kpd Allah, akan tersentuh dan bergetar. karenanya, iman yg terus bertambah dan penyerahan diri disertai keridhaan thd segala takdir Allah setelah usaha maksimal dilakukan merupakan sifat2 lain yg melengkapi kebiasaannya

Marilah bersama kita bangkit dan wujudkan impian Indonesia yg damai. Raihlah kembali kejayaan yang pernah dicapai dimasa silam! Jadilah Hamba Allah yang bertaqwa

http://www.facebook.com/note.php?created&¬e_id=10150315047385031#!/notes/hilman-tea/status-fb-hari-ini/10150315047385031

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar