Senin, 04 Agustus 2014

Jangan Menghujat



Assalamu'alaikum

"Janganlah kalian menjadi pembantu setan dalam menghadapi saudaramu", demikianlah sikap yg diajarkan Rasul SAW

Rasul SAW melarang para sahabat untuk mencela dan menghujat orang yg jelas bersalah. Rasul mengajarkan untuk senantiasa mendoakannya supaya yg bersangkutan bertaubat.

Menghujat orang lain merupakan tindakan DESTRUKTIF. Sebab, hal itu bisa membuat putus asa si pelaku untuk kembali ke jalan yg benar, juga akan membuat setan tertawa karena berhasil mengoyak persaudaraan.

Dulu, ketika Khalid bin Walid ra memaki seorang wanita yg berzina dan kemudian dirajam, Rasulullah SAW langsung menegurnya. "Wahai Khalid, apakah engkau memakinya? Demi Allah, ia benar2 telah bertaubat, yg andaikan taubatnya dibagikan kpd 70 rumah penduduk Madinah, tentu akan mencukupi mereka." (HR Muslim).

Rasulullah SAW mengajarkan sahabat untuk tetap bersikap baik, tidak melampaui batas, dan tidak menghujat orang yg bersalah. Begitu pula kpd mereka yg masih belum terbukti bersalah.

Allah befirman dalam Alquran,
"Wahai orang2 yg beriman, janganlah sekumpulan orang laki2 merendahkan kumpulan yg lain, boleh Jadi yg ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yg direndahkan itu lebih baik." (QS al-Hujurat: 11-12).

Rasulullah SAW bersabda, "Menghujat orang mukmin adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran." (HR Muslim).

Seandainya kita saling menahan diri, saling mengingatkan, saling membantu dalam kebenaran, saling berbaik sangka, tentu kita akan tumbuh menjadi umat yg kuat yg bisa dibanggakan oleh Allah SWT. In Syaa Allah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar