Senin, 22 Februari 2016

Cara Menanam Pepaya Dalam Pot

Bermula saat berkunjung ke salah seorang teman beberapa tahun lalu, diajaklah saya ke sepetak pekarangan yang berjajar beberapa tanaman Pepaya didalamnya. Si teman bilang “Ini jenis California, rasanya oke lho !..”


pepaya1
pepaya2
pepaya3
pepaya4
pepaya5
pepaya6
pepaya7
pepaya8


pepaya9

Satu buah mengkal pun akhirnya dibawakan si teman sebagai buah tangan untuk saya, dan tak lupa beberapa bibit dari polybag ikut menyertai pula untuk di bawa ke Malang.
Benar ternyata kata si teman tadi, setelah beberapa hari buah diperam dan dirasa matang, saat dinikmati rame-rame semua sepakat jika pepaya jenis ini termasuk salah satu yang bercita rasa oke….
Sayang sekali, bibit di polybag kecil yang saya tanam di kebun belakang tidak sehat, dan sepertinya terkena serangan penyakit dan akhirnya tewas.
Penasaran akan benih Pepaya Calina ini, akhirnya saat ada tawaran dari seorang rekan yang menjual benih yang bergaransi langsung saja saya beli. Kala itu 1 pack benih berisi 200 butir dan dikemas dengan rapi dalam Alumunium Foil yang kedap udara.
Tanpa pikir panjang, sesampai di rumah beberapa butir benih pun di semai dalam media polybag kecil, dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang serta sekam dengan perbandingan berimbang.
Menginjak bibit seukuran 30 cm tingginya, beberapa di pindah ke tanah. Sayang karena saat itu musim hujan dan penanaman bibit banyak tergenang oleh air, tak satupun tanaman yang tumbuh bagus, bahkan banyak yang mati.
Akhirnya terpilihlah satu bibit untuk di coba di tanam di pot. Saat itu saya pilih pot dengan diameter 40 cm, dengan media yang digunakan adalah murni berupa sekam arang. Unsur tanah hanya ada pada media bibit dalam polybag saja.
Dengan penampang daun yang lebar, tentu saja penguapan yang terjadi sangat tinggi. Sifat sekam arang yang porous dan mudah kering, untuk ini penyiraman harus dilakukan 2-3 kali dalam sehari, sesuai cuaca. Karena masih menggunakan pot diameter 40 cm dan masih ringan, pemindahan tempat pun sering dilakukan mengingat cuaca yang ekstrim panas dan kadang telat (baca : lupa) untuk menyiram. Kadang ditempatkan di tempat teduh, namun lebih banyak ditempatkan di tempat full sun. Namun jika dapat dipastikan kita menyiram nya tiap hari sesuai kebutuhan, makan sebaiknya di letakkan di daerah yang mendapat sinar matahari cukup.
Apakah tanaman yang sudah berbuah pentil tidak akan roboh atau terguling mengingat medianya hanya sekam terlebih ditanam di pot ?? Kalaupun tidak roboh pasti akarnya tembus ke tanah…
Pertanyaan dan pernyataan ini sering saya dengar. Namun pengalaman dirumah tanaman tidak roboh, dan tidak tembus ke tanah. Kok ?!.. Iya… dengan media yang 90 % lebih berupa sekam arang, perakaran pepaya akan tumbuh subur dan mengikat sekam arang, sehingga memenuhi ruangan di pot. Itu penyebab dia tidak roboh jika misalkan terkena hembusan angin misalnya.
Beberapa rekan yang berkunjung ke rumah dan melihat tanaman ini sebagian besar bertanya : Apa pupuk yang digunakan ??
Seperti disinggung diatas, pemupukan mengadopsi salah satu sistem hidro ponik, yaitu menyiram sekaligus memupuk secara rutin.

Saat tanaman masih bibit dalam polybag, bisa disiram sehari sekali dengan pemupukan NPK tinggi N seminggu sekali.

Saat tanaman sudah dipindahkan ke pot, diberikan pupuk NPK berimbang plus unsur Mikro (TE) lengkap, dengan konsentrasi EC 1,5 frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, sekali siram 0,5 – 1,5 liter larutan siram.

Saat tanaman mulai berbunga hingga berbuah, diberikan pupuk NPK dengan kandungan K lebih dominan, plus unsur Mikro lengkap dengan meningkatkan EC menjadi 2-3. Sebab saat ini tanaman perlu pasokan nutrisi yang lebih. Frekuensi penyiraman sama dengan masa sebelumnya atau menyesuaikan keadaan tanaman dan cuaca.
Sekilas terlihat dan terkesan ribet saat aplikasi pemupukan diatas, namun bagi Anda yang berminat menanam Tabulampot Kates ini, bisa digunakan juga media campuran tanah, pupuk kandang dan sekam arang. Media tidak cepat kering seperti yang saya lakukan dengan hanya mengandalkan sekam arang. Pemupukannya pun bisa Anda berikan Seminggu sekali, bisa di kocor atau di pendam di perakaran.

So…bukan alasan tidak punya lahan tidak bisa menaman Pepaya.
Kalau saya bisa melakukannya, 100 % saya yakin Anda lebih bisa.
Sumber: Ayo Berkebun Hervin


http://tipsdani.com/cara-menanam-pepaya-dalam-pot/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar