Minggu, 08 Agustus 2010

ISTIGHFAR

“Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adaah yang bertaubat.” (HR Ibnu Majah).

Manusia tidaklah diciptakan seperti malaikat yang selalu taat kepada Allah SWT, dan tidak pula seperti Setan yang selalu berbuat dosa. Hadis di atas menunjukkan manusia pasti pernah berbuat dosa, karenanya istighfar merupakan kewajiban harian yang harus selalu dilakukan setiap manusia.

Semestinya, istighfar tidaklah sekedar ucapan. Menurut Yusuf Qardhawi dalam bukunya At Taubah Ila-Illah, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan sehingga Allah SWT benar-benar menerima istighfar kita.

Pertama, istighfar harus disertai keikhlasan dan niat yang benar, “Seluruh amal perbuatan manusia ditentukan oleh niatnya. Dan, balasan manusia ditentukan oleh niatnya. Dan, balasan amalah seseorang sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, istighfar harus dilakukan dalam keadaan suci, baik dari hadas besar ataupun kecil. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang yang berbuat dosa, kemudian ia bangun dan bersuci serta memperbaiki bersucinya, kemudian ia beristighfar kepada Allah SWT dari suatu dosa, sementara ia masih terus menjalankan dosa itu maka ia seperti orang yang sedang mengejek Tuhannya.”

Ketiga,
ada keselarasan antara hati dan lisan. Janganlah lisan beristighfar akan tetapi hatinya masih ingin terus berbuat dosa. Ibnu Abbas berkata, “Orang yang beristighfar kepada Allah SWT dari suatu dosa, sementara ia masih terus menjalankan dosa itu maka ia seperti orang yang sedang mengejek Tuhannya.”

Keempat, hendaknya istighfar dilakukan saat shalat tahajud, karena hal itu akan menambah kekhusyukan, terbebas dari riya dan termasuk waktu mustajab. Firman
Allah SWT, “Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS Adz-Dzariaat[51]:18).

Kelima, lafal istighfar bagusnya sesuai dengan Alquran dan sunah Nabi SAW, karena kita akan mendapat dua pahala sekaligus, pahala mengikuti Alquran dan sunah dan pahala istighfar, seperti yang dicontohkan Alquran, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” [QS Al A’raaf[7]:23). Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Wallahu a’lam bish-shawab

Wiwik Ariyani
http://hikmah08.multiply.com/journal?&page_start=20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar