Kamis, 22 Agustus 2013

Prediksi Harga Emas Mengikuti Deret Fibonacci





Bahwasanya uang kertas yang menjadi salah satu pangkal Riba pasti hancur, ini sudah dijanjikan Allah dalam surat Al Baqarah (2) 276: "Allah Memusnahkan Riba dan Menyuburkan Shadaqah…"

Namun karena para ekonom dan ilmuwan sering mengabaikan peringatan Al-Qur'an dan mengandalkan teori dan analisa ilmiah semata, maka pada tulisan ini saya berusaha menjelaskan proses ilmiah kehancuran mata uang kertas (US Dollar, Rupiah atau apapun namanya) dengan menggunakan analisa statistik harga Dinar dalam Rupiah dan US$ untuk jangka waktu beberapa tahun terakhir.

Dalam Ilmu Statistik ada yang dikenal sebagai Deret Fibonacci, yaitu deret angka-angka 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89,144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, dst. Angka-angka ini dihasilkan dengan cara menjumlahkan 2 angka sebelumnya menjadi angka berikutnya. Contoh angka 5 adalah 2+3 ; angka 8 adalah 5+3, dst.

Apa istimewanya bilangan tersebut?  

Coba Anda bagi mulai angka 34:21 kemudian 55:34 gunakan kalkulator Anda dan set menjadi 3 digit di belakang koma ? maka hasil pembagian akan menjadi angka 1.618. Begitupun angka-angka sesudahnya apabila dibagi dengan angka sebelumnya hasilnya akan menuju angka 1.618 tersebut.

Nah sekarang sebaliknya, bagi angka sebelumnya dengan angka sesudahnya… maka Anda akan selalu mendapatkan hasil angka 0.618.

Lantas apa istimewanya angka 1.618 dan 0.618 ini? Ternyata angka ini banyak sekali kita jumpai di alam dan di tubuh kita. Barangkali ini antara lain yang diperintahkan Allah kepada kita untuk berpikir dalam surat Adz-Dzariyaat (51): 21: "Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?". Ternyata bilangan tersebut juga digunakan Allah untuk menciptakan keindahan tubuh kita.

Coba ukur bagian tubuh Anda di area-area berikut, maka Anda akan menjumpai angka Fibonacci tersebut:
  1. Jarak antara ujung jari dan siku/jarak antara pergelangan tangan dan siku.
  2. Jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala/panjang kepala.
  3. Jarak antara pusar dan ujung atas kepala/jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala.
  4. Jarak antara pusar dan lutut/jarak antara lutut dan telapak kaki.
  5. dst.

Lantas apa hubungannya ini semua dengan kehancuran Rupiah dan Dollar?

Allah menjanjikan keteraturan di bumi ini; coba perhatikan ayat berikut  

"Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah". (QS. Al-Mulk (67): 3-4).

Dengan keteraturan pulalah Allah menghancurkan apa-apa yang di bumi, termasuk dalam memusnahkan Riba tersebut. Bahkan proses terjadinya kiamat-pun terurai secara rinci di Al-Quran dan Al Hadits, kejadiannya tahap demi tahap.

Di pasar modal, tahun 1937 ada ekonom yang terkenal Ralph Nelson Elliot yaang memperkenalkan teori gelombang yang disebut Elliot Wave Theory. Intinya naik turunnya harga saham juga mengikuti Deret Fibonacci tadi. Apabila kita bisa mengetahui kapan puncak yang satu, maka puncak berikutnya akan mendekati 1.618 kali puncak sebelumnya.



Prediksi Harga Emas Mengikuti Deret Fibonacci

Berdasarkan teori Deret Fibonacci ini,  maka harga emas akan melalui puncak angka di kisaran US$ 1,630-an dahulu, turun lagi ? baru naik kembali ke angka di kisaran US$ 2,600-an dst?

Tetapi kapan ini terjadi? Wa Allahu A'lam, berdasarkan rentang Fibonacci 1 yang hanya 8 bulan, maka Fibonacci 2 bisa jadi dalam waktu dekat? sekali lagi hanya Allah yang tahu ilmu masa depan ini, saya sekedar berusaha memahami fenomena yang sedang terjadi.

Mengapa angka US$ 1,630-an (atau tepatnya angka US$ 1,636) yang saya pilih? Karena angka tertinggi sebelumnya yang sudah terjadi adalah angka US$ 1,011/troy oz yang terjadi pada tanggal 17 Maret 2008 lalu. Bilangan Fibonacci 1.618 dikalikan US$ 1,011/troy oz jadinya US$ 1,636/troy oz.

Analisa kwantitatif semacam ini tentu tidak afdhol bila tidak didukung analisa kwalitatif, yang dapat dilihat pada tulisan saya sebelumnya bahwa mengapa US$ (dan uang kertas lainnya) akan cenderung memburuk – yang berarti semua benda riil terutama emas akan terus naik harganya.

Saya bisa saja keliru dalam membuat prediksi ini, tetapi yang jelas saya lebih percaya pada emas dibandingkan US$ ataupun berbagai mata uang kertas lainnya ? terutama dalam krisis yang seperti sumur tanpa dasar ini. Wa Allahu A?lam.

*Catatan: Di pasar Internasional yang pernah secara ringkas menggunakan Deret Fibonacci untuk analisa harga emas adalah Gold Price Organization, Ilmu duniawinya tulisan ini diilhami oleh analisa di situs mereka www.goldprice.org – saya hanya berusaha menambahkan sudut pandang saya sebagai seorang muslim melihat fenomena tersebut.

Disclaimer:
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di website ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun  yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di website ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber website ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

 http://www.dinarislam.com/financial-plan/prediksi-harga-emas-mengikuti-deret-fibonacci.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar