Rabu, 10 November 2010

Menjaga Salat Subuh Berjemaah



Jika dibandingkan dengan waktu lain yang Allah SWT ciptakan, subuh adalah sepenggal waktu yang teramat singkat keberadaannya. Bagi manusia, waktu subuh merupakan awal dari aktivitas kehidupan. Tetapi tidak semua dapat memenfaatkan waktu subuh dengan amalan yang paling baik. Masih banyak manusia yang lalai dalam memanfaatkan waktu subuh. Waktu subuh dianggap sama dengan waktu di hari-hari kehidupan manusia.

Padahal dalam ajaran Islam, subuh merupakan waktu yang istimewa, di dalamnya terdapat kebaikan yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya pada waktu subuh. Seperti diceritakan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari salat subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur-tiduran. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, “Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.”(HR Ahmad dan Baihaqi).

Namun hadis itu tidak kita maknai berdasarkan teks hadis, karena bukan berarti orang yang pergi melaksanakan salat subuh jemaah, pulangnya akan membawa uang banyak. Maksudnya adalah bahwa ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT dengan menjaga salat subuh berjemaah secara konsisten, ia akan mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam menyelesaikan urusannya.

Sebaliknya, ada pula ancaman bencana yang Allah turunkan pada waktu subuh, seperti yang terdapat dalam QS Hud:81, “..sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?”

Isi dari ayat tersebut bukanlah isapan jempol atau gertak sambal. Lihatlah beberapa bencana besar di Indonesia, terjadinya adalah pada waktu subuh. Misalnya tsunami pada 2004 lalu di Aceh terjadi pada subuh, gempa bumi di Bantul, Yogjakarta pada 2006 juga terjadi pada subuh.

Oleh karena itu, tidak berlebihan jika waktu subuh dianggap sebagai ujian yang berat. Karena tidak semua hamba Allah mendapat kesempatan untuk mengoptimalkan kehadiran waktu subuh di kehidupannya. Salah satu di antaranya adalah melakukan salat subuh berjemaah.

Oleh karena itu, tidak berlebihan jika Rasulullah menjadikan salat Subuh sebagai salah satu parameter keimanan seorang hamba. Seperti sabda Nabi SAW yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata, “Kami melaksanakan salat Subuh berjemaah bersama Nabi SAW, dan tidak ada yang tidak ikut serta selain orang yang sudah jelas kemunafikannya”.

Setidaknya ada beberapa pesan yang terkandung dalam hadis itu. Pertama, seorang muslim atau muslimah harus konsisten menjalankan salat subuh berjemaah, pada waktu lapang maupun sempit, sehingga tidak dikatagorikan sebagai orang munafik.

Kedua, Rasulullah SAW menginginkan salat lima waktu yang ditegakkan dilakukan secara berjemaah. Ketiga, jangan sampai keberadaan masjid sama seperti keadaan museum, ramainya hanya pada waktu-waktu tertentu saja, karena masjid akan merintih kepada Allah karena kaum muslimin jarang hadir dalam salat berjemaah.

Seperti yang ditulis oleh DR. Imad’ Ali ‘Abdus Sami’ Husain dalam bukunya: “Sungguh, masjid-masjid di seluruh penjuru dunia ini merintih pedih dan mengeluh kepada Allah karena dijauhi oleh mayoritas kaum muslimin ketika salat subuh tengah dilaksanakan”.

Kalau bukan karena ketentuan Allah bahwa benda-benda mati itu tidak bisa bicara, tentu manusia dapat mendengar suara rintihan dan gemuruh tangis masjid-masjid itu mengadu kepada Robbnya Yang Agung.

Oleh karena itu, mari jaga salat Subuh berjemaah kita, begitu juga dengan salat-salat yang lain, selalu dilakukan berjemaah. Karena jika melakukannya dengan kontinu, bisa jadi umat Islam akan diberikan kemuliaan, kehormatan, dan kejayaan oleh Allah SWT dalam waktu dekat.

Namun ketika masjid telah dijauhi kaum muslimin, bisakah dalam waktu dekat ini kemenangan Islam akan datang, khilafah bisa tegak, syariah bisa menjadi hukum, jika kualitas ibadah umat Islam seperti pedagang yang hanya mencari untung.

Ketahuilah bahwa apa yang Allah berikan adalah sesuai dengan kadar kemampuan kita. Jadi kalau nikmat itu belum diterima oleh umat Islam, mari kita penuhi syarat kemenangan dan kejayaan tersebut. Salah satu syaratnya adalah salat Subuh berjemaah. Untuk itu, mari kita jaga salat Subuh berjemaah.


Oleh: Danang Wisaksono, Pemerhati masalah sosial dan keagamaan
http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/2010/9/24/57092/menjaga-salat-subuh-berjemaah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar