Minggu, 25 November 2012

Jaminan Allah




Sudahkah terbesit dalam benak kita adanya sebuah asuransi yang MENJAMIN keselamatan, kesehatan, pendidikan keluarga kita, bahkan Family dan kerabat kita dengan harga yang murah dan terjangkau, tak selalu bernilai nominal, tak harus memaksa dengan tanggal, tak mesti terancam dengan denda???

Demi Allah, tak ada janji sepasti janji Allah, tak ada ketenangan sehebat jaminan-Nya.. keuntungan yang Dia berikan tak berbatas jumlah, tak bertepi waktu, dan menyusutkan gejolak syahwat.. hanya orang yang tak mengimaninya yang tidak tertarik godaannya..

“…… barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S. Al Baqoroh: 112)

Kerajinan kita untuk mencapai apa-apa yang telah di jamin pasti akan sampai kepada kita, disamping keteledoran kita terhadap kewajiban-kewajiban yang telah di amanatkan (ditugaskan) kepada kita, membuktikan butanya mata hati kita.
 
Firman Allah Surat Al-Ankabut 60 :
“ Beberapa banyak binatang yang melata yang tidak sanggup membawa rizkinya (makanan kebutuhannya), Allah yang menjamin rizkinya, juga terhadap kamu”. 
Kerjakan apa yang telah menjadi kewajiban terhadap Kami, dan Kami melengkapi bagian Kami. 

Disini ada 2 : 
satu, yang dijamin Allah, maka jangan menuduh (su’udhan) terhadap Allah.
Kedua , yang dituntut oleh Allah, maka jangan kau abaikan.
 
Ibrahim Al Qowash berkata :
“Jangan memaksa diri untuk mencapai apa yang telah dijamin (dicukupi), dan jangan mengabaikan apa yang telah ditugasakan kepadamu”.
       
 
Hidup ini mudah dan enteng. Jalanilah kewajiban sebagai seorang hamba. Jalankan perintah Allah, laksanakan ibadah wajib, perbanyak amalan sunnah, jauhi semua larangan-Nya, niscaya Allah akan memberikan jaminan 
yang lebih baik kita.

Oleh sebab itu, maka siapa yang berusaha untuk mencapai apa yang sudah dijamin, dan mengabaikanapa yang ditugaskan kepadanya, maka berarti buta mata hatinya, karena sangat bodohnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar