Minggu, 23 Februari 2014

Islam Menganjurkan Berbuat Baik Kepada Orang Kafir




Selama ini Islam seolah terkaburi oleh perilaku segelintir orang-orang yang mengusung slogan “Jihad”, maka dengan slogan tersebut, seolah-olah Islam menganjurkan umatnya untuk membantai orang-orang kafir, melakukan kekerasan atas nama Agama, menghalalkan pertumpahan darah, lalu menjanjikan pelakunya ‘Sorga’ yang dihuni para ‘Bidadari’. Kalla tsumma kalla , tidak, sesekali tidaklah demikian !!

Kita memang meyakini Islam adalah jalan satu-satunya yang dapat mengantarkan kita kepada keselamatan, namun demikian, ia tidak boleh dipaksakan kepada non muslim untuk meyakini dan mengamalkan ajarannya, apalagi memaksa mereka supaya memeluknya. Sebab Allah telah menegaskan, “Tidak ada paksaan di dalam agama“. Namun tugas yang diembankan kepada kita, yaitu menyampaikan dan mensosialisasikan ajaran Islam adalah harus dan wajib kita lakukan dengan penuh hikmah, pelan-pelan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk merenung dan berproses secara bertahap.

Bukan itu saja Bahkan  Allah menganjurkan kepada kita agar kita berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang kafir. Selagi orang-orang kafir itu tidak mengganggu atau memerangi kita dalam bentuk apa pun.

Allah Ta’ala berfirman,  

“Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak (pula) mengusir kalian dari negeri-negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. "
 (QS. Al-Mumtahanah: 8)

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kalian untuk menjadikan sebagai kawan, orang-orang yang memerangi kalian karena agama dan mengusir kalian dari negeri-negeri kalian, dan membantu (orang lain) untuk mengusir kalian. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” 
(QS. Al-Mumtahanah: 9)

Dalam sebuah hadis Rasulullah, Shalallaahu alaihi wasalam pun telah bersabda:
“Barang siapa yang mengganggu seorang kafir dzimmi, maka aku adalah musuh-nya di Hari Kiamat kelak”. (al-Hadits).

Begitu indahnya ajaran Islam yang kita anut ini! Ajarannya penuh dengan keadilan, kesejukan, keramahan dan ketegasan. Betapa indahnya eksklusifisme yang diajarkannya kepada kita! Ia mengajak kita supaya menjadi muslim yang eksklusif! Muslim yang benar-benar menampakkan jati diri, tidak mengkaburkan diri namun adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti yang luhur.
Eksklusif tapi tidak anarkis.
Eksklusif tapi tidak memaksakan kehendak
Eksklusif tapi tetap bersikap baik terhadap siapa pun selagi tidak disakiti, tidak diganggu dan tidak diperangi!
Eksklusif tapi adil
Eksklusif tapi tegas
Eksklusif tapi toleran dengan tidak mencampur baurkan ajaran agamanya dengan ajaran agama lain!

Jika demikian, maka kita kaum muslimin harus bangga dengan Islam yang kita anut, harus bangga menjadi seorang muslim yang eksklusif.
 “ Katakanlah, saksikan, bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam! ”.

“ Ya Rabb kami, berilah kami hasanah (kebaikan) di dunia dan hasanah (kebaikan) di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka ”.



_______________________________
Sumber : Alsofwah.or.id/Buletin An-Nur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar