Selasa, 17 Maret 2015

AFATU AL-LISAN (Bahaya Lidah)

"Siapa yang menanam lidahnya, pasti Allah menutupi auratnya. Siapa yang menanam amarahnya, pasti Allah melindunginya dari siksa-Nya. Dan, siapa yang memohon ampunan kepada Allah, pasti Allah menerima permohonan ampunannya." (HR. Ibnu Abu Nunya dari Ibnu Umar


Ayyuhal ikhwah rahimakumullah

Ada kisah menarik yang disampaikan Ibnu Katsir dalam menjelaskan asbabun nuzulQS. al-Hujrat ayat 6. Ada seorang utusan Rasulullah Saw yang bernama al-Walid bin Uqbah. Salah seorang utusan Rasul yang khusus bertugas mengambil zakat dari wilayah2 yang menyatakan bergabung dengan pemerintahan Islam di MAdinah, mengabarkan kepada Rasulullah Saw. al-Walid bin Uqbah mengatakan kalau ia hendak dibunuh oleh kaum yang telah menyatakan tunduk kepada Islam. (HR. Ahmad)

Hampir saja, Rasulullah memerintahkan pasukan untuk menyerang kaum tersebut. Allah SWT. mencegah Rasul melakukan kesalahan itu dengan menurunkan firman-Nya

يَاَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَآءَكُم فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيّنُوا اَن تُصِيْبُوا قَومًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى فَعَلتُم نَادِمِينَ

"Hai orang2yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. al-Hujrat : 6) 

Kisah lain yang pernah dialami istri Rasulullah Saw. Aisyah ra.di bulan Sya'ban tahun ke 5 H. Saat itu Aisyah mengalami kegelisahan luar biasa akibat fitnah yang disebarkan oleh kaum munafiq di Madinah. Isunya tidak main2: istri Rasulullah yang mulia dikabarkan telah selingkuh dengan seorang sahabat yang bernama Shafwan bin Mu'athal.

Ceritapun dirangkai dengan apik oleh orang-orang munafik, seorah isu itu benar-benar terjadi. Mulai dari tidak tahunya sang suami (Rasulullah) kalau Aisyah tidak pulang bersamanya dari suatu tempat dalam sebuah peperangan di Bani Musthaliq. Hingga Aisyah yang tiba2 datang berdua dengan seorang pemuda ganteng. Itulah dia Shafwan bin Mu'athal.

Dengan cara apa lagi Aisyah menjelaskan kalau dirinya tidak seperti yang diisukan, padahal tidak ada seorangpun saksi pun kecuali mereka berdua ? Fitnahpun merebak begitu subur di seantero Madinah. Kalau saja bukan karena firman Allah SWT. yang menegaskan kesucian Aisyah, mungkin fitnah akan menjadi petaka besar bagi dakwah Islam pada saat itu.
Firaman Allah SWT

اِنَّ الَّذِيْنَ جَآئُوا بِالاِفْكِ عُصبَةٌ مِنكُمْ لاَ تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم بَلْ هُوَ خَيرٌ لَّكُم لِكُلِّ امْرِئٍ مِنهُم مَا اكتَسَبَ مِنَ الاِثمِ وَالَّذِينَ تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya orang2 yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga, jangan kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. tiap2 seseorang dari mereka mendapat dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dari penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar." (QS. an-Nur: 11)

Ayyuhal Ikhwah Rahimakumullah

Sedemikian bahsyatnya bahaya lidah. Ketajaman lidah jauh melebihi pisau dan pedang. Karena, sekali ia beraksi, korbannya tidak cuma satu atau dua orang. melainkan bisa seluruh daerah, negara, bahkan jama'ah sekalipun.

Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu berhati-hati dengan ucapan.

مَن كَثُرَ كَلاَمُهُ كَثُرَ سَقَطُهُ , وَمَن كَثُرَ سَقَطُهُ كَثُرَتْ ذُنُوبَُهُ , وَمَن كَثُرَتْ ذُنُوبُهُ كَانَتِ النَّارُِ اَولَى بِهِ

"Siapa yang banyak bicara maka banyak pula salahnya. Siapa yang banyak salahnya maka banyak pula dosanya. Dan siapa yang banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya." (HR. Thabrani)

مَن يَضْمَن لِيْ مَا بَينَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَينَ رِجْلَيهِ , اَضْمَنْ لَهُ الجَنَّةَ 

"Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara pahanya (kemaluan), niscaya aku menjamin baginya surga." (HR. Bukhari)

Masih banyak hadis lain yang menekankan pentingnya hati2 dengan ucapan.

Ayyuhal ikhwah Rahimakumullah

Dalam hidup berjamaah (bermasyarakat) kita dipaksa untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang disekeliling kita.

Dalam interaksi kebersamaan itulalah, peluang2 baik dan buruk berlomba-lomba mempengaruhi kita. Kata2 atau ucapan adalah di antara sarana yang bisa menjadi media tumbuh berkembangnya peluang tersebut.

Ayyuhal ikhwah Rahimakumullah

Jika kita sebagai pimpinan, apapun tingkatannya, ucapan kita seperti pangkal sudut dari sebuah busur. Kita mungkin tidak akan menyangka kalau pengaruh yang ditimbulkan dari pergeseran sudut yang kita anggap kecil itu, punya pengaruh yang luar biasa di tingkat yang paling ujung. Semakin tinggi level kepemimpinan kita, kian besar pengaruh yang muncul di tingkat bawah.

Dalam era informasi seperti sekarang ini, perang tidak lagi di medan pertempuran. melainkan juga di dunia informasi. Sayangnya, terlalu banyak musuh yang menguasai media infirmasi dibanding yang dimiliki oleh saudara2 kita.

Siang malam mereka membidik anda wahai para publik figure, para pimpinan, untuk mencari-cari kelengahan anda dalam hal ucapan atau statemen. Sekali Anda keseleo lidah, apalagi tergelincir, hal itu akan menjadi pemusnah massal untuk keberlangsungan dakwah ini.

Ayyuhal ikhwah Rahimakumullah

Memang, tidak mudah membangun sebuah kebesamaan dalam setiap keadaan. Selalu saja muncul tarikan2, godaan2 yang membat kita lengah untuk memegang ikatan dakwah yang mulia ini.

Mari jaga lidah kita agar tunduk dalam irama amal jama'i yang telah begitu lama kita bangun. Latih dia untuk senantiasa melangkah ke kanan. Dan diamkan lidah kita jika tingkahnya sudah mulai ke kiri.

Begitu tegas apa yang telah dinasihatkan Rasulullah saw kepada kita semua;

مَن كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ ةَاليَومِ الاخِر, فَليَقُلْ خَيرًا اَوْ لِيَسْمُتْ

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang benar atau diam 




http://khutbah-jumat.blogspot.com/2009/05/afatu-al-lisan-bahaya-lidah.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar