Kamis, 19 Maret 2015

Jangan Sombong


Hidup di dunia ini hanya sebentar, seperti orang yang singgah di perjalanan.
Umur manusia bagaikan orang yang menyeberang jalan.
Keabadian itu ada pada kehidupan yang akan datang.
 “ Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS al-Qashash [28]: 83).

Mesti disadari bahwa dalam segala aspek kehidupan terdapat kesempatan untuk ria dan sombong, bahkan dalam ibadah sekalipun sombong bisa hadir dalam bentuknya yang lain. Misalnya, ingin dipuji orang, dipandang saleh, alim, dan suci. Semua itu termasuk jebakan yang harus diwaspadai. Ikhlas dalam beribadah merupakan penangkalnya, kontinu terus-menerus ialah obatnya, tak terganggu oleh kemeriahan, harapan mendapat pujian dan penilaian dari orang lain.

Harta hanyalah alat untuk beribadah.
Jabatan merupakan amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada sesama.
Ditakdirkan mempunyai paras cantik atau tampan untuk lebih bersyukur kepada Zat Pencipta, seperti diteladankan oleh Nabi Yusuf AS, bukan untuk dipertontonkan apalagi diperjualbelikan. Semua termasuk ujian agar manusia tetap beriman, beribadah, dan berakhlak mulia dalam hidup keseharian.

Janganlah bersifat tinggi hati karena hal itu hak Allah SWT.
Ia murka kepada orang yang menyaingi-Nya dan menyindirnya,
 “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung,” (QS al-Isra [17]: 37).

Dalam teladan kenabian,
Nabi Daud yang berkuasa tetap rendah hati,
Nabi Sulaiman yang kaya raya tetap tawadhu,
Nabi Musa yang pintar tetap merasa kurang,
Nabi Muhammad SAW yang paling taat dan suci tetap beristighfar lebih dari 100 kali setiap hari. Itu semua karena mereka menyadari kekurangannya dan menghindari kesombongan dalam jiwa mereka.



Disarikan dari tulisannya,  Prof H Dadang Kahmad



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar