Senin, 23 Maret 2015

Amalan Menjelang Maghrib hingga Malam Hari, Bidayatul Hidayah

Kemudian ketika syafaq matahari sudah menguning maka bersegeralah ke masjid sebelum matahari tenggelam, sibuklah dengan membaca tasbih dan istighfar, karena sesungguhnya keutamaan waktu ini seperti keutamaan waktu sebelum terbitnya matahari.

ثم إذا اصفرت الشمس، فاجتهد أن تعود إلى المسجد قبل الغروب، وتشتغل بالتسبيح والاستغفار؛ فإن فضل هذا الوقت كفضل ما قبل الطلوع، قال الله تعالى: (وَسَبِح بِحَمدِ رَبِك قَبلَ طُلوع الشَمس وَقَبلَ غُروبِ

Allah ta'ala berfirman,

"Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)."
(Qaaf ayat 39).

واقرأ قبل غروب الشمس أربع سور من القرآن هي: والشمس وضحاها والليل إذا يغشى، والمعوذتين.


ولتغرب عليك الشمس وأنت في الاستغفار، فإذا سمعت الأذان فاجبه، وقل بعده : اللهم إني أسألك عند إقبال ليلك، وإدبارك نهارك، وحضور صلاتك، وأصوات دعاتك : أن تؤتي محمد الوسيلة- الدعاء كما سبق.


Dan sebelum terbenamnya matahari bacalah 4 surat dari alqur'an yaitu wasy syamsi wadhuhaha (asy-syams), wallaili idza yaghsya dan surat muawwidzatain (an-nas dan al-falaq).

Dan ketika matahari terbenam usahakan ketika itu kamu masih dalam membaca istighfar, ketika engkau mendengar adzan maka jawablah , dan setelah adzan selesai ucapkanlah doa,

"Allahumma inni as aluka ‘inda iqbaali lailik wa idbaari naharik, wa hudhuri shalatik, wa aswati du'aik, an tu'tiya muhammadanil wasilata... (dan seterusnya) yaitu doa setelah adzan yang telah disebut dahulu dan telah biasa dibacakan.

Yaa Allah sesungguhnya aku memohon kepadamu ketika datangnya malam-Mu , perginya siang-Mu, datangnya waktu shalat-Mu, dan suaranya panggilan-Mu yaitu engkau berikanlah wasilah kepada Muhammad saw.

ثم صل الفرض بعد جواب المؤذن والاقامة، وصل بعده قبل أن تتكلم ركعتين، فهما راتبتا المغرب وإن صليت بعدهما أربعا تطيلهن، فهن أيضا سنة.


Kemudian shalatlah fardhu (maghrib) setelah menjawab adzan dan iqamat, dan shalatlah 2 rakaat setelah maghrib dan sebelum berbicara karena 2 rakaat ini termasuk rawatibnya (shalat sunat yang mengiringi shalat fardhu) mahgrib.

Jika engkau shalat 4 rakaat setelah maghrib dengan memperpanjang rakaatnya maka ini juga termasuk sunnah.

وإن أمكنك أن تنوي الاعتكاف إلى العشاء، وتحيى ما بين العشاءين بالصلاة فافعل، فقد ورد في فضل ذلك ما لا يحصى، وهي ناشئة الليل؛ لأنه أول نشأه، وهي صلاة الأوابين، وسئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قوله تعالى: (تَتَجافى جُنوبُهُم عَنِ المَضاجِع) فقال: (هي الصلاة ما بين العشاءين؛ فإنها تذهب بملاغات النهار.(


Jika memungkinkan bagimu untuk niat i'tikaf sampai waktu isya' dan hidupkanlah waktu di antara maghrib dan isya' dengan shalat maka lakukanlah.

Karena telah ada hadis yang menerangkan fadhilahnya hal tersebut yang tidak terhitung jumlahnya, shalat ini adalah shalat nasiatul lail, yaitu shalat awwabiin (shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah), pernah Rasul ditanya mengenai ayat "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya." (as-sajdah ayat 16).

Rasul menjawab "itu adalah shalat antara maghrib dan isya'."

dan shalat ini bisa menghilangkan perkara-perkara yang rusak (buruk) di siang hari.

دخل وقت العشاء، فصل أربع ركعات قبل الفرض إحياء لما بني الأذانين ففضل ذلك كثير وفي الخبر: (أن الدعاء بين الأذان والاقامة لا يرد.(


Setelah masuk waktu isya' maka shalatlah 4 rakaat sebelum shalat fardhu untuk menghidupkan waktu antara adzan daan iqamat, fadhilahnya waktu tersebut sangat banyak, dalam hadis disebutkan, "doa di antara adzan dan iqamat itu tidaklah di tolak."

ثم صل الفرض وصل الراتبة ركعتين، واقرأ فيهما سورة الم السجدة، وتبارك الملك أو سورة يس، والدخان فذلك مأثور عن رسول الله صلى الله عليه وسلم.


Kemudian shalatlah fardhu (isya') dan shalatlah rawatib 2 rakaat, bacalah surat alif lam mim sajadah dan tabaraka al-mulk, atau surat yasin dan ad-dukhan di dua rakaat tersebut.

Semuanya itu telah ma'tsur (datang) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

وصل بعدهما أربع ركعات، ففي الخبر ما يدل على عظم فضلهن. ثم صل الوتر بعدها ثلاثا بتسليمتين أو بتسليمة واحدة. وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقرأ فيها سورة سبح اسم ربك الأعلى، وقل يأيها الكافرون، والاخلاص والمعوذتين.


فإن كنت عازما على قيام الليل، فأخر الوتر، ليكون آخر صلاتك وترا.


Setelah 2 rakaat (shalat sunnah qabliyyah) tersebut shalatlah 4 rakaat (shalat sunnah ba’diyyah), dalam hadis ada dalil yang menunjukkan tentang agungnya fadhilah 4 rakaat tersebut. Shalat sunnah qabliyyah bisa dikerjakan sebelum shalat fardhu dan boleh setelah shalat fardhu meskipun namanya adalah qabliyah yang artinya sebelum. Jadi, shalat sunnah qabliyyah bisa dikerjakan beriringan dengan shalat sunnah ba’diyyah setelah shalat fardhu. Namun daripada itu, shalat sunnah ba’diyyah mesti dilkukan setelah shalat fardhu.

Kemudian shalatlah witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, atau dengan sekali salam.

Dulu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam membaca surat sabbihis (al-a’la) dan al-kafirun, surat al ikhlas dan muawwidzatain (al-falaq dan an-nas) di dalam shalat witir.

Jika engkau berniat shalat malam maka akhirkanlah witirmu agar akhir shalatmu itu adalah shalat witir. Hukum menta’khirkan shalat witir dari shalat malam lainnya adalah sunnah. Jadi, setelah shalat witir bukan berarti tidak boleh melaksanakan shalat lainnya pada malam itu.

ثم اشتغل بعد ذلك بمذاكرة علم أو مطالعة كتاب، ولا تشتغل باللهو واللعب فيكبون ذلك خاتمة أعمالك قبل نومك؛ فإنما الأعمال بخواتيمها.


Kemudian setelah itu sibukkanlah dirimu dengan belajar ilmu atau muthala'ah kitab, janganlah kamu sibuk dengan bercanda dan bermain-main, maka jadilah kegiatan-kegiatan tersebut sebagai pungkasan (akhiran) amal-amalmu sebelum tidur, karena sesungguhnya amalan itu tergantung akhirannya.

Kitab Bidayatul Hidayah Karya Imam Al Ghazali.
Wallahu a'lam.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar