Senin, 14 September 2015

Tanda Kiamat di Masjidil Haram


Tanda Kiamat di Masjidil Haram



Masjidil Haram tidak asing buat kita. Di sanalah lembah peradaban Islam bersinar ke seluruh bumi Allah ini. Lembah terjaga yang insya Allah akan terjamin keamanannya hingga akhir zaman. Di sana ada Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam sejagat, ke arah lembah inilah setiap saat wajah wajah mukminin mukminat terarah, menghadapkan wajahnya kepada simbol rumah Allah, Baitullah.

Lembah ini tak pernah sepi dikunjungi jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia, tak heran, banyak yang ketagihan dan merasakan rindu yang mendalam ketika sudah merengkuh nikmatnya shalat di Masjidil Haram tepat di hadapan Baitullah.

Namun ada yang berbeda, di Masjidil Haram saat ini. Mungkin kebanyakan orang biasa biasa saja melihat banyak perubahan di sekitar Masjidil Haram. Mungkin juga mereka tersenyum terkagum-kagum melihat gedung-gedung mewah yang berdiri kokoh di samping Masjidil Haram saat ini.

Menurut beberapa sumber, gedung yang dibangun di halaman Masjidil Haram diatas dikenal dengan sebutan “Mecca Royal Clock Hotel Tower” yang direncanakan berketinggian lebih dari 601 meter!

Perhatikan gedung yang dibangun di pinggir Al Haram ini lebarnya luar biasa. Bandingkan saja dengan gedung lain, Albraj Albait atau The Royal Clock Tower Meca ini memiliki luas 1,500,000 (1 juta) meter persegi. Antum bisa bayangkan berapa banyak bangunan di sana yang digusur dan berapa lahan bukit sebelah Masjid Al Haram yang dibongkar?

Kita semua pasti ingin menangis, melihat bumi Allah dirusak dengan mesin-mesin raksasa itu. Debu-debu beterbangan di sekitar Masjid Haram. Masya Allah. Informasi juga dari aktifitas yang ana lihat, mungkin bukit di sekeliling masjid di lembah itu akan diratakan.

Jika sudah rata, bukankah lembah suci yang terjaga sejak zaman Nabiyullah Ibrahim as. itu tidak ada lagi dan berubah menjadi taman kota dengan gedung pencakar langit?

Siapa penghuni apartemen mewah itu nanti? Siapa? Akankah ini dijadikan lahan bisnis atau kepentingan politik. ALLAHUAKBAR!

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. 

Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. 
Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. 
Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. 
Dia langsung duduk menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. 
Kedua kakinya menghimpit kedua kaki Rasulullah, dan kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata : 
"Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam."
 Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : "Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu." 
Kemudian dia bertanya lagi : "Kini beritahu aku tentang iman." 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : "Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya." 
Orang itu lantas berkata : "Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan." 
Rasulullah berkata : "Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda." 
Dia bertanya lagi : "Beritahu aku tentang Assa'ah (azab kiamat)." 
Rasulullah menjawab : "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya." 
Kemudian dia bertanya lagi : "Beritahu aku tentang tanda-tandanya." 
Rasulullah menjawab : "Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat." 
Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. 
Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Umar : "Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?" 
Lalu aku (Umar) menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam lantas berkata : "Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian." (HR. Muslim)


"BERLOMBA LOMBA MEMBANGUN GEDUNG BERTINGKAT" itulah salah satu tanda-tanda kiamat yang dikatakan Rasulillah Muhammad Salallahu alaihi wassalam dalam Hadits tersebut.

Rasul Shalallahu ’alaihi wassalam mengabarkan kepada sahabat bahwa nanti sebelum kiamat terjadi, manusia akan berlomba-lomba membangun gedung bertingkat tingkat. Mungkin saat Itu para sahabat kebingungan karena saat itu Saudi Arabia adalah gurun tandus dan memang belum ada kota kota gemerlap seperti saat ini?

Dan saat ini. Naudzubillahimindzalik, gedung-gedung angkuh itu telah mendesak pekarangan Masjidil Haram. Dan bukit bukit di sekitar lembah di mana Nabi Ibrahim as. dan putranya mendirikan tonggak-tonggak Baitullah itu sekarang dihancurkan dan diganti dengan gedung-gedung komersial serakah.

Subhanallah .. semoga Allah mematikan kita semuanya dengan husnul khatimah dalam keadaan beriman ... Aamiin ya Rabb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar