Rabu, 16 November 2011

KITA adalah TAMU di dunia






Karena kita tamu maka kehadiran kita hanyalah sementara.

Kaya atau miskin hanyalah sementara.

Segala kejayaan atau kegagalan hanyalah sekian puluh tahun.

Jabatan, kedudukan, popularitas & kemuliaan tidak selamanya.

Tidak ada presiden atau raja selamanya.

Tidak ada direktur atau manager yang abadi, Sebab kita semua hanya tamu.

Karena tamu, begitu waktunya tiba, kita semua harus beranjak pergi...

Semua harta benda, emas permata, rumah & kendaraan hanyalah pinjaman.

Walaupun semua aset adalah hasil jerih payah keringat kita,

Walaupun kita mempunyai surat kepemilikan yg sah & semua harta benda atas nama kita secara hukum,

Namun semuanya hanyalah kepemilikan sementara, Hanyalah pinjaman!!

Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan.

Semua yg ada di badan kita,
yang terkalung di leher, terselip di jari, yang dikenakan di pergelangan tangan, yang tersimpan di saku, semua harus dikembalikan sama seperti ketika kita belum memilikinya!

"Ketika lahir dua tangan kita kosong, ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong..."

Waktu datang kita tidak membawa apa-apa,

Waktu pergi kita juga tidak membawa apa pun

Jangan sombong karena kaya & berkedudukan, jangan minder karena miskin dan hina, bukankah kita semua hanyalah tamu & semua milik kita hanyalah pinjaman !!

TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita...

TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita.....

Dan TETAPLAH BERSYUKUR dalam segala keadaan....

*******************

Catatan :

TAK ADA HARTA ABADI

Kala bencana tiba, tak ada yang dapat dipertahankan. Rumah mewah, harta benda, emas dan permata, anak dan isteri, atau apa pun, tanpa kecuali, harus diikhlaskan!
Hasil keringat dan jeripayah berpuluh tahun berubah menjadi abu dalam sekejap mata.

Menangis, menjerit, tak berguna. Walaupun tak relah harus direlahkan. Tak ikhlas harus diikhlaskan. Sesakit apapun harus diterima.

Apa yang mau kita sombongkan? Adakah harta abadi? Adakah kemilikan sejati?
Jangankan harta benda, jiwa kita saja tak ada jaminan! Jangankan anak isteri,
keselamatan sendiri saja tak mampu kita jaga.


TAK BERDAYA

Kala menyaksikan bencana melanda saudara kita, tersentak perih sanubari yang tertidur lelap selama ini. Kita dipaksa untuk menyadari sebuah kebenaran:

Bahwa sungguh lemah dan tak berdaya kita manusia.
Tak ada kuasa dan kekuatan apapun dari kita yang mampu menghadang kekuatan alam yang maha dasyat. Kita hanya bisa pasrah atau terpuruk dalam ketakutan dan keputus asaan.

Keringat dan air mata, jeritan dan tangisan, lenyap ditelan gemuruh dan gelegarnya amukan alam.
Pergulatan dan pegumulan sia-sia, hilang tak berbekas bagai debu yang melayang diterpa angin badai!

Apa yang mau kita sombongkan dengan hidup yang lemah dan rapuh ini?

Kesombongan tidak membuat kita menjadi kuat, malah membuat kita yang rapuh menjadi semakin rapuh dan lemah


http://hilmanmuchsin.blogspot.com/2011/11/kita-adalah-tamu-di-dunia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar