Rabu, 02 November 2011

Klinik ‘Cik Man’ Operasi Tanpa Bius Tanpa Jahitan di Selangor


Cerita mengenai Klinik ‘Cik Man’ yang dapat melakukan operasi tanpa diawali pembiusan, tanpa proses pejahitan, serta pasien tak merasa sakit dapat langsung pulang setelah operasi, kini mulai menyebar di kalangan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan. Banyak warga pesakitan asal Sulsel sudah melakukan proses pengobatan atau melakukan konsultasi ke klinik yang terletak di Negara Bagian Selangor, Malaysia.

Beberapa warga yang sudah pernah berhubungan dengan klinik yang bernama
Pusat Tradisional & Komplimentari Islam yang terletak di No.15-15A Jl Anngerik Dorotis BB 31/BB, Seksyen 31 Kota Kemuning 40460 Shah Alam Selangor Darul Ehsan, Malaysia tersebut, menggambarkan bahwa setiap hari klinik ini selalu dipadati kunjungan pasien. Bahkan banyak yang datang untuk mendaftarkan pemeriksaan di klinik ini sejak subuh hari. Mereka berdatangan tak hanya dari kawasan Malaysia, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang datang dari Singapura, Cina, India, dan dari berbagai negara di Timur Tengah.

”Bahkan ketika saya membawa keluarga ke klinik tersebut, minggu lalu, terlihat ada beberapa warga berkebangsaan Eropa yang datang untuk berkonsultasi dengan Cik Man,” jelas Andi Lepu Duppa Jaya, asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Cik Man adalah nama penggilan akrab pemilik yang sekaligus merupakan ahli yang dipanggil sebagai ‘dokter’ satu-satunya di klinik yang mirip dengan tempat pengobatan alternatif di Indonesia. Klinik ini dibuka mulai pukul 7.30 pagi hingga pukul 16.30 sore hari setiap hari Senin hingga Kamis. Sepanjang hari Senin - Kamis, dibatasi untuk menerima hanya 30 orang pasien yang akan melakukan konsultasi terhadap penyakit yang dideritanya. Membatasi juga hanya sebanyak 30 pasien yang akan menjalani operasi atau pengobatan lanjutan.

Klinik di Selangor ini, melayani pemeriksaan berbagai jenis penyakit. Kecuali untuk pemeriksaan ‘Tensi,’ Cik Man tak menggunakan peralatan bantuan untuk melakukan pemeriksaan diagnose terhadap pasiennya. Caranya, hanya dengan memegang pergelangan tangan untuk mengetahui penyakit pasien hingga menentukan cara penanganannya, apakah hanya dilakukan dengan pemberian obat atau dilakukan operasi.

Bagi yang penyakitnya kronis harus dioperasi, biasanya diberi jedah minimal seminggu untuk kembali melakukan operasi di klinik tersebut. Tapi bagi yang penyakitnya parah, seringkali saat setelah konsultasi langsung dilakukan operasi yang tidak memakan waktu lama.

Ketika saya di sana, cerita Epu - panggilan akrab Andi Lepu Duppa Jaya, ada seorang yang lumpuh tak dapat berjalan lantaran terjadi penyempitan pembuluh darah di bagian pinggulnya. Pasien ini langsung dioperasi, hanya dalam beberapa saat langsung bisa jalan untuk pulang. Demikian pula seorang pasien yang dioperasi di bagian atas alis matanya lantaran pandangan matanya yang kabur tak mampu melihat dalam jarak pandang lebih dari dua meter, langsung pulang mengaku pandangannya sudah dapat melihat jauh secara terang dan jelas.

Menariknya, katanya, pasien yang menjalani operasi, termasuk yang berkaitan dengan penyakit kanker, batu ginjal, penyakit jantung, dan lain-lain penyakit bagian dalam perut, dilakukan tidak diawali dengan proses pembiusan, bekas operasi tidak dijahit, dan tidak menjalani rawat inap langsung bisa pulang.

Dari penuturan sejumlah orang yang telah menjalani operasi, termasuk pembersihan pangkreas, bekas sesetan operasi hanya ditutup dengan semacam selotip atau plester obat, dan beberapa saat kemudian bekas operasi mengering. Selesai menjalani operasi, si pasien pun tidak diberi obat kecuali yang ingin membeli obat-obat herbal yang berhubungan dengan pemeliharaan kebugaran tubuh yang dijual oleh istri ‘Cik Man’ di klinik tersebut.

Saat ini setiap hari praktik, banyak warga Negara Indonesia dari berbagai provinsi yang sengaja datang untuk menjalani pengobatan dan operasi di Klinik Cak Man di Selangor, terutama tak pernah sepi dari warga Indonesia yang berasal dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera. Hari Jumat dan Sabtu diperuntukkan khusus bagi pasien yang menjalani pemeriksanaan atau pengobatan ulang. Minggu (Ahad), klinik ini ditutup tidak menerima pasien.

Selain proses penanganan pengobatan serta operasi yang tak bertele-tele tapi efektif, pertimbangan murahnya biaya juga membuat banyak orang Indonesia memercayakan proses penyembuhan penyakitnya di klinik ‘Cik Man’ di Selangor, Malaysia tersebut.

Untuk operasi seperti kanker payudara, misalnya. Biayanya hanya sekitar 4.000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 12 juta. Operasi semacam ini jika dilakukan di rumah sakit di Indonesia, biayanya 3 kali hingga 4 kali lebih besar dibanding di klinik ‘Cik Man’ yang menggunakan pengobatan model supranatural tersebut. Sedangkan untuk operasi-operasi ringan tarifnya hanya sekitar 500-an Ringgit Malaysia. Untuk tarif sekali check up atau konsultasi hanya puluhan ringgit. Pasien yang melakukan pemeriksaan kedua di klinik ini biayanya pun diberlakukan khusus lebih rendah, dan bahkan yang ke tiga kalinya gratis.

Untuk kelancaran urusan akomodasi, transportasi dan pendaftaran pasien terutama yang berasal dari luar negeri, dianjurkan sebelumnya untuk berkoordinasi menghubungi Klinik ‘Cik Man’ yang terletak sekitar 15 hingga 20 menit perjalanan dari Kota Kuala Lumpur tersebut melalui Tel. 03-5121 0098 atau Fax 03-5122 0366 atau H/P 010 -434 6493.

Pasien yang berobat di klinik ini diwanti-wanti untuk tidak berbohong dalam berdialog atau ketika dilakukan diagnose oleh Cik Man yang memiliki kemampuan lebih, mengetahui hal-hal yang disembunyikan pasien. Juga dipesankan untuk mematuhi pantangan-pantangan makanan yang dianjurkan harus dihindari oleh si pasien setelah menjalani pengobatan atau operasi.

Sejumlah warga Indonesia yang sudah menjalani kesembuhan penyakit setelah melakukan operasi di Klinik ‘Cik Man’ ini menceriterakan, bahwa mereka antara lain dianjurkan mengonsumsi pati ikan Lele (heruan) guna membantu percepatan penyembuhan luka dalam. Ikan Lele disebut dengan nama ‘Bale Janggo’ oleh orang-orang Bugis di Sulawesi Selatan. Pemilik klinik berijin No.Syarikat: 883701-T yang sekaligus adalah ‘dokter’ ahlinya, Cik Man, disebut-sebut banyak orang moyangnya berasal dari Jawa Timur.

http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/03/12/klinik-cik-man-operasi-tanpa-bius-tanpa-jahitan-di-selangor/

**********************************

Pusat Rawatan Herbapaty yang kini berubah nama menjadi Pusat Rawatan Islam, klinik kecil yang terdapat di No. 15 dan 15A, Jalan Anggerik Doritis BB 31/BB, Seksyen 31 Kota Kemuning 40460 Shah Alam Selangor Darul Ehsan memang termasuk Klinik yang unik karena hanya memiliki seorang dokter yang akrab dipanggil “Cik Man” yang dengan karunia Allah beliau mampu mengobati segala macam penyakit yang dikeluhkan pasien. Tak heran kalau dari Senin sampai Kamis klinik ini selalu disesaki oleh hampir seratus orang setiap harinya.

Bagi teman-teman yang ingin berobat ke sana atau yang ingin mengantar saudara berobat ke sana, maka ini syaratnya :

1. Harus sabar ! Karena ada kalanya Cik Man tidak masuk klinik tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada stafnya. Walaupun sudah bikin janji, janji tersebut bisa saja dibatalkan. Tidak sedikit pasien yang datang dari jauh kecewa karena berkali-kali gagal berobat disebabkan sang dokter satu-satunya Cik Man tak ada di tempat.

2. Harus percaya ! Percaya bahwa Allah menitipkan “keistimewaan” kepada Cik Man sehingga beliau bisa mengetahui bermacam penyakit hanya dengan memegang pergelangan tangan tanpa harus bertanya kepada pasien. Percaya atau tidak, semua penyakit yang “terbaca” oleh Cik Man jika dibandingkan dengan hasil diagnose rumah sakit akan sama persis! Tapi beliau hanya butuh 30 detik, ditambah 30 detik lagi memaparkan tindakan yang harus dilakukan; dioperasikah, mengkonsumsi obat saja atau tidak dilakukan tindakan apa-apa (jadi Cik Mat juga tidak mau memaksa melakukan apa yang beliau tidak bisa lakukan).

3. Harus tawakal! Bahwa Cik Man juga manusia biasa yang bertindak sebagai perantara untuk kesembuhan penyakit. Kadang-kadang penyakit tidak serta-merta sembuh karena memang pengobatan beliau bukan sulap atau “magic” tapi memang pengobatan yang realistis. Jadi, mungkin saja harus datang beberapa kali untuk menyembuhkan satu penyakit, seperti : kanker. Jadi, tetap berdoa kepada Allah dan terus berikhtiar untuk kesembuhan.

Apa yang harus dilakukan jika ingin berobat ke sana ?

1. Untuk yang dari luar Malaysia, tentu saja pastikan anda punya paspor, punya NPWP (untuk bebas fiskal) dan bawa uang yang cukup untuk akomodasi dan transportasi. Catatan : harus membawa saudara! Untuk yang akan operasi, tidak bisa datang sendiri karena ada surat persetujuan pengobatan yang akan ditandatangani oleh ahli waris.

2. Telepon klinik sebelum memutuskan berangkat ke sana! Walaupun sekali lagi, ini tidak bisa memastikan bahwa pengobatan bisa dilakukan tapi setidaknya jika memang Cik Man tidak ada. Tapi lebih baik sedikit tahu daripada tidak tahu sama sekali. Ini nomor telpon klinik : +60(03)51210098 atau +60(03)51220366. Teleponlah sekitar pukul 13.00 – 15.00 WIB karena pagi-pagi staf klinik sangat sibuk melayani pasien. Lebih baik menelfon pada hari Senin karena menurut kebiasaan, Cik Man jika datang pada hari Senin, berarti selama seminggu beliau berada di tempat tapi jika hari Senin sudah tidak ada, maka berkemungkinan beliau tidak akan masuk selama satu minggu bahkan sampai satu bulan.

3. Jika staf klinik mengatakan bahwa Cik Man ada, mulailah pesan tiket pesawat setidak-tidaknya berangkat pada hari Rabu jika tidak dapat pesawat untuk hari Selasa (sebaiknya hari Selasa), karena jika tiba di klinik lewat dari pukul 07.30 pagi berarti kesempatan bisa berobat pada hari itu sangat tipis! Orang-orang sudah mulai berdatangan mulai dari pk. 05 pagi, tidak terkecuali untuk yang sudah bikin janji (datang kedua kali dan seterusnya).

4. Bagi yang tidak punya saudara di Shah Alam dan sekitarnya, mulailah “booking” hotel. Ada dua hotel yang biasa digunakan oleh pasien untuk menginap : Hotel Subang Jaya : +60(03)56330128 atau Sri Muda Corner (SMC) Hotel : +62(03)51246503. Kedua-dua hotel ini terletak di tempat yang strategis, terutama berdekatan dengan tempat makan. Tapi SMC lebih dekat ke klinik, kurang lebih 15 menit pakai mobil atau 15 ringgit dengan taxi sementara Hotel Subang Jaya berjarak kurang lebih 30 menit yang berarti ongkos taxi juga bisa lebih mahal. Atau yang lebih mudah lagi telepon seorang penyedia jasa bernama Anwar +60176631377 atau Ina : +60123776158. Oh ya, kamar di hotel tersebut rata-rata 65-100 ringgit tergantung berapa orang yang akan menginap. Dan, yang paling baik adalah : punya saudara atau teman yang baik hati dan bersedia untuk ditumpangi (special thanks to my good friends : Bolly and Pipin)

5. Supir taxi biasanya tidak familiar dengan lokasi klinik, jadi lebih baik menghubungi perantara (jika ditanya ke staf klinik, maka staf klinik pun akan merekomendasikan “orang” ini. Coba saja tanya “Ada yang bisa jemput saya ke hotel dan antar saya ke klinik tak?”), tapi lewat aku juga boleh tanya nomor kontaknya kok. Kalau akan diantar saudara, lebih baik survey lokasi dulu pas hari kedatangan.

6. Datanglah sebelum pukul 7 pagi waktu setempat karena biasanya pk.7 pagi sudah banyak yang berdatangan (lebih pagi lebih baik, terutama untuk yang pertama kali ingin check up/tahu penyakit). Buat nama di kertas yang disediakan. Ada di tembok di depan klinik. Karena pasien pertama kali datang akan dipanggil/diurutkan berdasarkan daftar nama yang telah diisi. Sediakan paspor atau kartu identitas!

7. Klinik dibuka pukul 7.30 Waktu setempat. Jangan meninggalkan klinik sebelum nomor antrian diberikan oleh petugas klinik karena kesempatan berobat bisa hilang! Staf klinik akan memberikan nomor antrian sesuai dengan urutan pada kertas yang telah diisi. Paspor akan disimpan sampai check up selesai –untuk digunakan sebagai kelengkapan administrasi.

8. Pengobatan akan dimulai pk. 8.30, jadi masih ada kesempatan sarapan bagi yang belum sarapan atau lebih baik tidak sarapan bagi yang akan menjalani operasi di sekitar wilayah perut.

9. Untuk yang bernomor urut 1-5 (baik untuk pertama kali datang, untuk yang akan operasi/rawatan/sudah bikin janji, untuk yang follow up) segera menuju ruang tunggu berobat (lantai 2) untuk menunggu giliran dipanggil jika tidak ingin “disalib” orang lain.

10. Bersabarlah sampai giliran dipanggil karena ruang tunggu yang sangat sempit. Jika hanya check-up, usahakan pengantar (yang tidak akan berobat) tidak berada di ruang tersebut. Tapi jika akan operasi, maka saudara / ahli waris harus berada bersama-sama pasien. Dan jangan buat bising alias jaga ketenangan.

11. Pasang telinga baik-baik karena kadangkala nama pasien hanya dipanggil satu kali! Di lantai 2 ada empat ruangan yang difungsikan sekaligus. Ruang 1 biasanya untuk pasien pertama kali datang, ruang 2-4 untuk operasi. Ruang 4 sesekali digunakan untuk “dressing” (cek bekas operasi sehari setelah operasi dilakukan).

12. Setelah bertemu Cik Man (baik untuk check up, operasi, dressing, follow up), turunlah ke lantai dasar untuk melakukan pembayaran. Bagi pasien check-up buat janji untuk operasi, dst. Biasanya operasi dijadwalkan satu minggu ke depan setelah check-up dilakukan dan tak bisa ditawar-tawar kecuali Cik Man (dokter) menyatakan bahwa pasien dalam keadaan kritis dan harus segera dioperasi. Biaya check-up hanya RM 20 (Des 2009,red) tapi biaya untuk obat-obatan sebelum operasi bisa mencapai RM400/orang tergantung jenis penyakit.

13. Tanyakan kepada staf klinik perkiraan biaya berdasarkan jenis operasi yang akan dilakukan. Karena adakalanya pasien harus menjalani tiga jenis operasi dan dipersilakan memilih operasi mana yang ingin dilakukan terlebih dahulu.

14. Jika prosedur di atas bisa dijalani dengan baik, maka untuk operasi, dressing dan follow up pun akan lancar karena prosedurnya sama.

Hal-hal yang juga sebaiknya diketahui :

1. Untuk mendapatkan visa di Malaysia, biasanya penumpang pesawat ditanyai tiket pulang, maka sewaktu memesan tiket, pesanlanlah tiket pulang dengan tips berikut : Jika check up hari Senin, maka berkemungkinan operasi adalah hari Senin atau Selasa minggu depan, dst. Sehari setelah operasi, akan ada dressing (mencek bekas operasi dan tukar plester). Untuk operasi “major” (perut dan sekitarnya) biasanya dicek langsung oleh Cik Man, sementara operasi kecil dilakukan oleh staf klinik.

2. Setelah operasi, usahakan mengkonsumsi pati ikan Heruan (pati ikan lele) untuk mempercepat penyembuhan luka dalam dan jel Gamat untuk penyembuhan luka dari dalam (walaupun luka hanya seperti ditoreh daun tebu)

3. Biaya operasi bervariasi; RM 500 – RM 4000 tergantung kesukaran operasi yang dilakukan

4. Dokternya (Cik Man) ramah dan baik sekali

5. Operasinya tidak sakit, tidak dijahit dan pasien bisa langsung pulang setelah beristirahat sejenak setelah operasi (untuk operasi major)

6. Di depan klinik tidak ada tempat khusus untuk menunggu, jadi menunggu klinik dibuka, calon pasien “ngemper”.

7. Harus disiplin untuk tidak memakan “pantangan” jika memang ada yang dipantangkan untuk dikonsumsi.

8. Jangan pernah mencoba berbohong karena pasti akan ketahuan J.

9. Di dekat klinik ada restoran melayu, ada mini market 24 jam

10. Di depan klinik juga lewat bas mini atau bus Rapid KL menuju Taman Sri Muda (tempat dimana Hotel Sri Muda Corner berlokasi).

2 komentar:

  1. Luar biasa.... Semoga semua makhluk bisa sembuh.
    Tuhan berkati kita semua

    BalasHapus