Senin, 19 Desember 2011

AL QAHHAAR | YANG MAHA MENUNDUKKAN



AL QAHHAAR (yang Maha Perkasa/Maha Menguasai/Maha Menundukkan) adalah Allah yang menghancurkan punggung-punggung musuh-musuh-Nya yang kuat, dan menundukkan mereka dengan membunuh dan menghinakan mereka. Sesungguhnya tidak ada wujud yang tunduk pada dominasi kekuasaan-Nya, dan mereka tidak berdaya dalam genggaman-Nya.

`Dan Dia-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya` (Al An'aam:18)

`Katakanlah (ya Muhammad): "sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan` (Shaad:65)

`Mahasuci Allah. Dia-lah Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan` (Az-Zumar:4)

`(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa` (Ibrahim:48)

Kalau manusia berkuasa, ia akan menundukkan musuh-musuhnya. Musuh terbesar manusia adalah Jiwanya sendiri, dan jiwa itu berada (bersemayam) didalam dirinya. Jiwa ini lebih merupakan musuh baginya dibandingkan setan, dan manusia harus mewaspadainya.

Salah satu perangkap setan adalah perempuan, dan orang yang tidak memiliki minat terhadap perempuan tidak mungkin akan masuk perangkap ini. Demikian pula hawa nafsu, hawa nafsu ini ditaklukkan dengan pengaruh agama dan akal sehat. Karena, barangsiapa yang telah menaklukkan hawa nafsunya, berarti dia telah menaklukkan semua manusia. Tidak ada seorangpun yang dapat menguasainya, karena tujuan musuh-musuhnya adalah mencoba membinasakan tubuhnya. Barangsiapa mati terhadap hawa nafsunya dikala hidupnya, dia akan hidup dalam kematiannya.

`Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati` (Ali Imran:169~170)

Rasulullah Saw bersabda `Seseorang diantara kalian tidak beriman hingga keinginan nafsunya mengikuti apa yang aku bawa`

Hawa atau keinginan nafsu ialah apa-apa yang disenangi. Maksud `mengikuti apa yang kubawa` ialah syariat yang disucikan dan sempurna. oleh karena itu, seseorang tidak beriman hingga perilaku dan hatinya cenderung pada hal itu, seperti dia cenderung pada perkara-perkara dunia yang dia senangi. Hati dan perilakunya cenderung pada apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah Saw, yaitu agama yang meliputi iman, ihsan. Barangsiapa yang hawa nafsunya mengikuti apa yang dibawa Beliau, niscaya keimanannya sempurna.

Rasulullah Saw bersabda: `Wahai manusia, ingatlah! janganlah dunia membuat kalian lalai dari akhirat, janganlah keinginan-keinginan nafsu kalian melebihi ibadah kalian kepada Tuhan kalian. Janganlah menjadikan sumpah-sumpah kalian perantara kepada maksiat-maksiat kalian, hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (kelak), persiapkanlah diri kalian sebelum kalian di siksa, dan berbekallah kalian untuk perjalan sebelum kalian gelisah. Sesungguhnya padang Mahsyar adalah suatu tempat keadilan, tuntutan hak dan pertanyaan tentang kewajiban. Sesungguhnya orang yang berani (melanggar) peringatan, dituntut untuk melapor alasan-alasannya' (Abu Hurairah r.a)

`Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Surga-lah tempat tinggal(nya)` (An Naazi'aat:40~41).


Imam Al-Ghazali

______________________________________________


“…Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali…" (QS al Baqarah: 126)

Selalim apa manusia mampu? Tentu ia dibatasi umur. Sezalim apa manusia bisa? Pasti hanya dalam ukuran tertentu. Sedangkan Allah, Maha Memaksa dan tanpa batas kekuasaan-Nya.

Dia tenggelamkan Firaun ke dalam samudera. Dia benamkan Qarun ke dalam tanah dengan seluruh harta kekuasaannya. Dia siksa raja dengan seekor nyamuk yang membawa perintah. Allah memiliki cara yang tak pernah terpikir oleh makhluk-Nya. Di tenggelamkan anak nabi Nuh yang mendaki gunung paling tinggi. Di bakarnya kaum Luth dengan angin yang paling panas. Diguncangkan orang-orang Tsamud sampai mereka nyaris tak sempat membuka mulut.

Tak terpikir sebelumnya laut akan terbelah. Tak terbayang sebelumnya tanah akan menganga. Tak terkira seekor nyamuk yang lemah mampu membuat kepala seorang raja terpecah. Sungguh Allah Maha Memiliki cara untuk memaksa.

Dia paksa manusia yang melampaui batas untuk mengakui batas. Dia paksa manusia yang tak memiliki rasa takut untuk mengakui maut. Dia paksa manusia untuk mengakui kebesarannya.

Rasulullah pernah bersabda, mengutip firman Allah dalam hadits qudsinya. ”Allah yang Maha Perkasa memegang tujuh lapis langit dan bumi di tangan-Nya. Dia berfirman, ’Akulah Raja di mana orang-orang yang zalim, di mana orang-orang yang sombong?!” (HR Muslim)

Sungguh berani manusia yang berbuat zalim. Sungguh berani orang-orang yang berlaku sombong. Mereka menantang dan dicari oleh Allah SWT untuk dimusnahkan.

Maka jadilah Abdul Qahhar, hamba dari Tuhan yang Maha Memaksa. Dengan kekuatan yang dimilikinya ia membasmi kezaliman dan kesombongan. Maka dzikirkanlah kata al Qahhar, kalimat yang mengatasi segala kekerasan. Dengan pertolongan-Nya, akan tunduk orang-orang yang melampaui batas lagi durhaka.


Herry Nurdi
http://fiqhislam.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar